Natural Ability

Natural Ability
BAB 29



Septian meminta kiyara untuk menunggu diluar sementara ia masuk untuk bertemu dengan dokter Reyhan.


"permisi Dok, jadi bagimana perkembangan kondisi adik saya Dok."ucap Septian pada dokter Reyhan.


"perkembangan nya cukup signifikan ya untuk kesehatan kiyara dan saya cukup puas untuk perkembangan nya sangat baik dan jangan melepaskan perban yang ada di tangannya karena itu belum sepenuhnya pulih."ucap dokter Reyhan pada Septian.


"Baik Dok terimakasih."ucap Septian pada dokter Reyhan.


"Sama- sama."ucap dokter Reyhan.


Septian berpamitan dan keluar dari ruangan pemeriksaan setelah itu ia dan kiyara berjalan menuju mobil dan meninggalkan halaman rumah sakit menuju rumah,sebelum itu Septian meminta adiknya untuk menghubungi bi Mirah agar ia tidak memasak makanan malam untuk mereka.


"Dek kamu telfon bi mirah ya bilang kalo kita makan diluar."ucap Septian pada kiyara.


"Okay."ucap kiyara.


kiyara is call.....📱📲


"hallo non Aya iya ada apa."ucap bi Mirah dari sebrang sana.


"Bi Aya cuma mau ngasih tau, kalo Aya sama ka Tian makan malam diluar jadi bibi jangan tunggu kita pulang, bibi masak untuk makan malam bibi sama yang lainnya aja ya."ucap kiyara pada bi Mirah dari sambungan telepon.


"Baik non, non Aya dan den Tian hati - hati."ucap bi Mirah.


"Iya bi pasti."ucap kiyara.


sambungan terputus.


setelah selesai kiyara dan Septian mencari tempat makan untuk mereka makan malam karena besok sang adik sudah kembali kesekolah maka Septian tidak akan pulang malam.


"Kita makan disini aja ya setelah itu kita pulang, karena besok kamu udah masuk sekolah dan Kaka ada meeting jadi kamu jangan capek capek okay."ucap Septian pada kiyara sambil mengusap puncak kepala sang adik.


"Okay."ucap kiyara pada Septian.


saat sedang ingin memesan makanan kiyara izin untuk kekamar mandi sebentar kepada sang Kaka saat sedang ingin kekamar mandi kiyara di minta untuk memesan makanan terlebih dahulu baru ia pergi ke kamar mandi, dan saat ia selesai makanan itu sudah ada di meja.


"Ka Tian Aya mau ke kamar mandi dulu sebentar ya."ucap kiyara pada Septian.


"Iya, tapi kamu mau makan apa, persen makan dulu jadi pas kamu udah selesai makanan kamu juga udah Dateng jadi engga nunggu lama."ucap Septian pada kiyara.


"Apa aja deh ka, samain aja sama Kaka."ucap kiyara pada Septian.


"Yaudah okay."ucap Septian.


kiyara beranjak dari tempat duduk nya menuju toilet untuk membersihkan wajahnya karena make up saat sedang mencuci wajahnya tiba-tiba ia mendengar suara tangisan seorang wanita cantik yang sedang menangis karena penasaran ia menghampirinya, tetapi.


"Permisi Noona apa, Noona baik -baik saja."ucap kiyara pada wanita itu.


wanita itu tidak menjawab melainkan hanya menangis saja, kiyara yang dibuat penasaran oleh wanita itu terus saja bertanya kepada wanita itu kenapa ia menangis.


"Noona apa noona baik- baik saja."ucap kiyara pada wanita tersebut.


Tiba-tiba kiyara dikejutkan dengan seorang wanita yang masuk ke dalam toilet, saat kiyara yang masih penasaran dengan wanita yang menangis itu.


"Maaf Noona sedang berbicara dengan siapa."ucap seorang wanita yang baru masuk ke dalam toilet itu.


"Saya sedang berbicara dengan seorang wanita ini, apa anda melihatnya."ucap kiyara pada wanita tersebut.


"Maaf Noona wanita yang noona maksud kan itu wanita yang mana karena maaf noona di sini hanya kita berdua."ucap wanita itu.


"Apa."ucap kiyara yang terkejut dengan penuturan wanita itu.


Karena ia yang merasa sangat binggung dengan semua yang ia alami akhirnya ia keluar dari toilet menuju meja yang iya pesan bersama sang Kaka.


"Baik terimakasih, saya permisi dulu."ucap kiyara yang masih dengan kebingungannya.


kiyara yang baru keluar dari toilet dengan wajah seperti orang yang kebingungan ia merasa ada sesuatu yang aneh tetapi ia tidak tau apa yang terjadi padanya, Septian yang melihat itupun bertanya kepada sang adik apa yang terjadi padanya.


"Dek kamu kenapa."ucap Septian pada kiyara.


kiyara hanya diam dan tidak menjawab pertanyaan yang di ajukan oleh Septian entah karena ia tidak mendengarnya atau karena ada sesuatu yang menganggu fikirannya, sampai Septian harus kembali bertanya karena ia merasa khawatir pada adiknya itu.


"Dek kamu kenapa."ucap Septian pada kiyara.


"Oh...iya ka, kenapa."ucap kiyara pada Septian saat Septian bertanya dengan memegang pundak sang adik.


kiyara seperti baru tersadar dan nyawanya baru kembali ketubuhnya.


"Hei kamu kenapa."ucap Septian pada kiyara.


Septian merasa seperti ada sesuatu yang disembunyikan adiknya itu, walaupun ia tidak tau apa yang terjadi padanya.


"Kamu yakin engga apa- apa dek."ucap Septian pada kiyara.


"Iya ka Aya baik -baik aja ko, serius deh."ucap kiyara pada Septian.


"Yaudah kalo gitu kamu makan, makanan kamu sebelum makanan kamu dingin."ucap Septian pada kiyara.


Septian dan kiyara memakan makanan mereka sampai habis, setelah itu mereka pulang kerumah untuk beristirahat.


"Udah selesai makanya mau nambah sesuatu engga sebelum pulang."ucap Septian pada kiyara.


"Em..engga deh ka itu aja Aya kenyang banget, makasih ya ka."ucap kiyara pada Septian.


"Iya sayang sama- sama."ucap Septian sambil tersenyum.


Septian membayar makanan setelah selesai dan meminta kiyara untuk menunggu di dalam mobil.


"Kaka bayar dulu ya, kamu tunggu Kaka di mobil."ucap Septian pada kiyara.


"okay."ucap kiyara.


kiyara menuruti perintah sang Kaka yang memintanya untuk menunggu dimobil sampai ia selesai.


"Apa yang terjadi denganku kenapa hanya aku yang bisa melihat wanita itu dan apa yang terjadi padanya kenapa ia menangis."ucap kiyara pada dirinya sendiri.


Septian selesai dengan pembayarannya ia langsung bergegas menuju mobil untuk pulang kerumah agar tidak terlalu malam.


"Ayo kita pulang."ucap Septian pada kiyara.


"Okay."ucap kiyara.


Septian yang sedang fokus menyetir mobilnya sedangkan kiyara yang masih memikirkan semua yang terjadi padanya baru saja, ia binggung dengan semuanya ia harus berbicara dan memulai dari mana ia sendiri tidak tau itu, Samapi akhirnya ia memberanikan diri untuk bercerita kepada sang Kaka.


"Ka Tian."ucap kiyara pada Septian.


Septian yang mendengarnya pun langsung menoleh sebentar kepada sang adik dan kembali fokus menyetir.


"Ada apa sayang."ucap Septian sambil mengusap puncak kepala sang adik.


"Jadi gini ka Tian, Kiya itu lagi engga baik -baik aja."ucap kiyara yang membuat Septian menghentikan mobilnya.


"Kamu kenapa ada yang sakit, dimana, kasih tau ka Tian."ucap Septian dengan wajah yang cemas.


"Ka Tian Aya engga apa - apa, ka Tian denger dulu."ucap kiyara pada Septian.


"Okay jadi."ucap Septian sambil kembali melajukan mobilnya.


"Jadi gini ka tadi itu kaya kan ke toilet nah pas Aya lagi hapus make up sambil cuci muka tiba tiba Aya denger ada suara tangisan gitu dari bilik paling ujung, Aya jalan ke arah sana dan Aya buka pintu bilik paling ujung itu dan Aya kaget ternyata Aya liat seorang wanita cantik yang sedang nangis, saat Aya tanya alasan dia nangis dia engga jawab apa apa."ucap kiyara panjang lebar.


Septian menyetir sambil mendengarkan penuturan sang adik dengan rasa penasarannya.


"Dan saat ada wanita yang baru masuk ke toilet tiba-tiba wanita yang tadi yang aku temuin di bilik pintu paling ujung itu tiba-tiba engga ada aku binggung wanita itu kemana."ucap kiyara menjelaskan dengan tatapan binggungnya dan wanita yang baru datang itu bilang kalo Aya itu sendirian."ucap kiyara pada Septian.


"Mungkin dia udah keluar cuma kamu yang engga tau."ucap Septian yang meyakinkan adiknya itu.


"Engga mungkin karena Aya itu berdiri di depan jendela.


Septian binggung dengan semuanya karena ia sungguh tidak mengerti dengan apa yang dikatakan adiknya karena ia berfikir mungkin semua itu karena adiknya kelelahan.


"Yaudah kamu istirahat aja."ucap Septian pada kiyara.


Septian merasa binggung dengan semuanya bukan berarti ia tidak mempercayai adiknya hanya saja ia binggung harus bagaimana, dan ia harus mencari tau semuanya dan ia tau harus bertanya kepada siapa.


"Aku harus mencari tau semuanya apa kaitannya semua itu dengan kiyara, aku harus segera menemuinya, karena kasihan kiyara dia selalu tidak tenang."ucap Septian dengan memandang wajah adik kesayangannya itu.


"Ka tian, Kaka kenapa."ucap kiyara yang sekarang melihat kakaknya bertingkah aneh.


"Engga apa-apa ko, udah kamu tidur aja nanti kalo udah sampe rumah Kaka bangunin ya."ucap Septian pada kiyara.


kiyara yang merasa sangat mengantuk tanpa berlama-lama ia memejamkan matanya dan terlelap dalam tidurnya.


"Kaka janji sama kamu dek, engga akan Kaka biarin siapapun nyakitin kamu dan bikin kamu dalam situasi bahaya."ucap Septian.


kiyara yang mendengar itupun tersenyum ia mendengar semua yang di katakan oleh Septian padanya.


"Aku harus mencari tau sebenarnya ada apa dengan diriku sendiri dan apa yang terjadi sebenarnya dan aku akan bertanya kepada seseorang akan menjawab semuanya dan aku yakin ia tau jawabannya."ucap kiyara dalam hati.