
kiyara langsung bersemangat untuk pulang ke rumah karena ia lelah Harus bolak - balik rumah sakit perihal kondisinya.
"Semoga dokter Reyhan menepati janjinya dan ia engga akan bicara sama siapapun."ucap kiyara pada dirinya sendiri.
Septian meminta adiknya untuk berganti pakaian setelah cairan infusan yang menancap pada pergelangan tangannya adiknya itu habis, sementara itu Septian akan menyelesaikan administrasinya terlebih dahulu sebelum mereka meninggalkan rumah sakit.
"Kiya, ka Tian selesaikan admistrasi kamu dulu setelah itu kita pulang."ucap Septian pada kiyara.
"Okay akhirnya aku bisa juga pulang dari sini."ucap kiyara antusias.
Septian selesai dengan admistrasi adiknya setelah itu ia kembali ke kamar dan membawa adiknya pulang kerumah.karena ayah ibunya sedang perjalanan bisnis jadi baik Septian dan kiyara sepakat untuk tidak memberitahukan kepada kedua orangtua mereka.
"Ayo kita pulang."ucap Septian pada kiyara.
"akhirnya bisa pulang kerumah juga."ucap kiyara pada Septian.
"Kita pulang kerumah tapi setelah sampai di rumah kamu harus Langsung istirahat.mengerti."ucap Septian memperingati adiknya.
"Iya Aya tau."ucap kiyara pada Septian.
Septian dan kiyara kembali kerumah mereka dan setelah itu kiyara saat sudah sampai langsung beristirahat dikamarnya untuk memulihkan kondisi tubuhnya dan tangannya.
"Yaudah kamu istirahat ya."ucap Septian pada kiyara setelah sampai di rumah.
"Baik ka."ucap kiyara.
Septian meminta Kiyara untuk beristirahat sepulang mereka dari rumah sakit.dan Septian bergegas menuju kamar mandi untuk bersiap pergi kekantor karena hari ini ada meeting penting, dan Septian meminta adiknya untuk tetap di rumah.
"De Ka Tian mau ke kantor karena ada meeting kamu jangan kemana-mana ya tetep dirumah istirahat supaya besok kamu bisa masuk kesolah."ucap Septian pada kiyara.
kiyara yang mendengar itupun melompat kegirangan sampai hampir terjatuh, dan dengan cepat Septian menangkap tubuh mungil sang adik karena ia tidak ingin terjadi sesuatu pada adik kesayangannya itu, sekaligus karena janji yang ia buat kepada kedua orangtua nya.
"Bisa engga,engga usah pake lompat -lompat bahaya, untung aja kamu engga kenapa-kenapa lain kali jangan bahayain diri kamu lagi ngerti, kalo kamu masih kaya gitu kaka cabut izin kamu untuk pergi sekolah.
"Ya kata jangan dong, iya deh Aya janji engga akan ngelakuin itu lagi, tapi jangan cabut izin Aya untuk pergi sekolah ya."ucap kiyara pada Septian dengan mata yang berbinar.
"okay tapi janji jangan ulangi lagi yang tadi okay."ucap Septian pada kiyara.
"Iya okay."ucap kiyara.
Septian langsung berpamitan pada adik kesayangannya itu untuk berangkat bekerja dan meminta semuanya untuk mengawasi dan menjaga sang adik.
"Yaudah Kaka berangkat ya."ucap Septian pada kiyara.
"Okay Kaka hati- hati ya."ucap kiyara pada Septian dengan memeluknya erat.
"Iya kalo ada apa- apa atau mau pergi kamu harus izin dulu sama ka Tian okay."ucap Septian pada kiyara.
"okay."ucap kiyara.
Septian langsung bergegas menuju mobil untuk berangkat ke kantor dan tak lupa ia berpesan pada pengawalnya untuk menjaga dan mengawasi sang adik karena ia tidak ingin terjadi sesuatu pada adiknya.
"Pak Lee jaga Kiyara jangan sampai terjadi sesuatu pada kiyara dan jika terjadi sesuatu pada kiyara kalian semua saya pecat mengerti."ucap Septian dengan tegas.
"Baik tuan."ucap pak Lee
Septian meninggalkan area rumah menuju kantor sedangkan kiyara sedang menonton televisi.tiba- tiba kiyara dikejutkan oleh kedatangan pak Lee yang menanyakan perihal kondisinya dan kegiatannya hari ini.
"Permisi noona maaf saya ingin bertanya bagaimana kondisi Noona hari ini."ucap pak Lee pada kiyara.
"Yak ampun pak Lee mengagetkan saya saja."ucap kiyara pada pak Lee
"Maafkan saya Noona jika saya mengejutkan Noona."ucap pak Lee pada Kiyara.
"Tidak apa-apa pak Lee ada apa."ucap kiyara pada pak Lee.
"Saya hanya ingin menayakan kondisi Noona apa susah baik -baik saja dan ap Noona ada rencana untuk keluar rumah hari ini."ucap pak Lee memastikan.
"Keadaan saya sudah jauh lebih baik dan saya siang ini akan leuar untuk jalan- jalan.
"Baik noona saya akan menemani Noona."ucap pak Lee pada kiyara.
"Baiklah saya akan beritahukan jika sudah siap nanti."ucap kiyara pada pak Lee.
pak Lee berpamitan dengan kiyara dan kembali berjaga di area rumah keluarga Jakson.
"Saya permisi dulu Noona."ucap pak Lee pada kiyara.
"Baik silahkan."ucap kiyara pada pak Lee.
kiyara kembali ke kamar untuk mengambil handphone karena ia ingin menghubungi Septian sang Kakak untuk meminta izin keluar rumah, untuk jalan jalan.
📱📲 *kiyara is call.....
hallo dek."ucap Septian diseberang sana.
"hallo ka Tian Aya mau izin, Aya mau jaan jalan ke taman boleh ya."ucap kiyara pada Septian di telfon.
"Iya boleh tapi inget harus ada yang jagain kamu ya jangan sendiri, Kakak engga mau ada sesuatu terjadi sama kamu."ucap Septian.
"Okay."ucap kiyara.
Sambungan berakhir*.
"Pak Adi siapkan mobil Aya ingin keluar."ucap kiyara memberitahu.
"Baik non Aya."ucap pak Adi.
5 menit lagi kita berangkat ya pak."ucap kiyara.
"Baik non."ucap pak Adi kembali.
kiyara masuk kembali untuk bersiap dan setelah semuanya siap ia berangkat dan tak lupa ia membawa buku yang diberikan oleh Septa, mungkin saja ia menemukan sesuatu disana.
"Pak kita berangkat sekarang. "ucap kiyara pada pak Adi dan pak Lee.
"Baik noona."ucap pak Adi kembali.
tak lupa sebelum berangkat ia berpamitan dengan bi Mirah dan setelah itu ia benar - benar berangkat untuk sekedar berjalan jalan.
"Pak kita berangkat sekarang ya."ucap kiyara pada pak Adi.
"Baik non apa, non sudah memberitahukan kepada den Septian karena takut jika den Septian mencari non kiyara.
"Pak Adi jangan takut Aya udah bilang sama ka Tian dan dia ngizinin."ucap kiyara meyakinkan pak Adi.
"Baik non jika seperti itu saya jadi merasa lega."ucap pak Adi pada kiyara.
kiyara meninggalkan halaman rumah menuju taman yang tak jauh dari tempat tinggalnya hanya menempuh jarak sekitar satu jam untuk sampai di taman itu.
"Non kita sudah sampai."ucap pak Adi pada kiyara.
"Baik pak."ucap kiyara.
setelah sampai kiyara langsung berjalan menuju tempat yang ia tuju dan duduk di kursi taman sambil mendengarkan musik dan melihat apa yang ada di sekeliling nya. dan saat sedang mendengarkan musik tiba -tiba ada seorang anak laki-laki yang mendekati nya untuk mengambil bola yang ia mainkan.
"Pelmisi aku ingin mengambil bola."ucap anak kecil laki - laki itu.
"Boleh, ini."ucap kiyara sambil memberikan bola pada anak laki - laki itu.
"Telimakasih."ucap anak laki - laki itu.
"Sama - sama."ucap kiyara sambil tersenyum.
kiyara membuka tasnya dan melihat buku yang ia bawa di tasnya dan saat ingin melihat ia ragu, akhirnya ia urungkan karena ia masih belum siap dengan apa yang akan ia hadapi kedepannya dan kemungkinan yang terjadi setelahnya.
"Noona tidak apa-apa."ucap pak Lee pada kiyara.
"Saya tidak apa-apa."ucap kiyara.
kiyara berjalan jalan di daerah taman, cukup lama, setelah itu kiyara meminta pak Lee dan pak Adi untuk pergi ketempat lain.
"Pak Adi, pak Lee kita ketempat lain, saya ingin mengunjungi tempat lain.
"Baik noona."ucap pak Lee dan pak Adi.
"Noona kita mau kemana."ucap pak Adi sebelum berangkat.
"Kita pergi ke pusat kota."ucap kiyara pada pak Adi dan pak Lee.
"Baik noona."ucap pak Adi.
kiyara sampai dipusat kota dan ia turun dari mobil untuk sekedar berjalan-jalan dan kiyara berhenti di bangunan tua, dan mendengar suara gaduh dari atas.
"Pak saya berhenti."ucap kiyara pada pak Adi.
"Baik noona."ucap pak Adi.
"Pak Lee dan pak Adi tunggu saja disini jangan ikuti saya nanti jika ada sesuatu saya akan panggil.
kiyara berlari memasuki gedung telah mendengar suara keributan di lantai atas dan ia segera berlari menuju tempat itu untuk melihat apa yang terjadi dan saat ia masuk ia melihat dua peria yang satu peria paruh baya dan peria satunya lagi masih cukup muda seperti seumuran dengannya.
"Apa yang kalian lakukan disini."ucap kiyara penasaran.
"Jangan mendekat."ucap peria yang seumuran dengannya.
"Baiklah tetapi apa yang terjadi pada peria yang ada di sana."ucap kiyara pada peria itu.
"Ia sedang di obati."ucap peria tersebut.
Tiba-tiba keluar darah dari telapak tangannya yang di perban itu karena ia merasakan sangat sakit di telapak tangannya, sedang merasakan kesakitan- tiba -tiba peria yang sedang di obati itu mengejarnya dan ingin mencelakai dirinya, karena ia ketakutan tanpa sengaja menempelkan telapak tangannya di kepala peria itu dan setelah itu ia merasakan panas di sekujur tubuhnya dan peria itu tidak sadarkan diri.
"Apa yang aku lakukan dan kenapa ia tidak sadarkan diri apa ia baik - baik saja."ucap kiyara merasa khawatir sekaligus binggung.
"apa yang kamu lakukan disini wanita muda."ucap peria paruh baya itu.
"Aku sedang bejalan jalan saja disini dan aku tidak sengaja mendengar keributan dari arah sini maka dari itu aku pergi untuk mengeceknya."ucap kiyara jujur.
"Baiklah jika seperti itu dan terimakasih sudah membantu kami."ucap peria yang seumuran dengannya itu, sambil membungkuk kan badannya.
"Baiklah jika seperti itu aku permisi."ucap kiyara kembali.
kiyara yang merasa binggung dengan kejadian itu pun langsung bergegas pergi meninggalkan bangunan tua itu, dan ia diberikan kartu nama oleh peria paruh baya itu, ia menerima nya dan Langsung meninggalkan tempat itu dan pulang kerumah.