Natural Ability

Natural Ability
BAB 21



di pagi hari kiyara sudah siap dengan seragam sekolahnya dan seperti biasa sebelum ia turun untuk sarapan ia mengecek semua perlengkapan apakah sudah lengkap atau belum.


"Morning."ucap kiyara pada Septian dan Lily.


"morning sayang."ucap Lily pada kiyara.


"Kamu udah rapih."ucap Septian merasa binggung.


"Iya dong kan Aya mau berangkat sekolah."ucap kiyara pada Septian dan Lily.


Lily melarang putrinya untuk berangkat ke sekolah karena kondisinya yang memang belum stabil.


"sayang, kamu jangan masuk sekolah dulu ya, kondisi kamu itu loh belum, benar-benar sehat."ucap Lily pada kiyara.


"Tapi mah Aya, udah baik baik aja ko, Aya sehat mah."ucap kiyara meyakinkan ibu dan kakaknya.


"Tapi nanti kalau tiba -tiba tangan kamu sakit lagi gimana."ucap Septian pada kiyara.


"Aya langsung izin pulang deh mah, ka janji."ucap kiyara pada Septian dan Lily.


"sayang jangan dulu ya, kamu baru keluar dari rumah sakit kemarin, masa sekarang udah mau berangkat sekolah, tunggu sampai di cek lagi sama dokter Reyhan tentang kondisi kamu ya.


"Itu terlalu lama, mah, Aya mau masuk sekolahnya sekarang.


"sayang belum boleh ya, Aya dirumah dulu aja ya istirahat Aya boleh lakuin apapun yang Aya mau kecuali pergi ke sekolah.


kiyara tidak bisa membantah perkataan Lily dan Septian karena demi kebaikannya ia hanya menuruti keinginan ibunya.


"Iya, Aya engga jadi, pergi sekolah."ucap kiyara pada lily dan Septian.


"makasih ya sayang udah mau nurutin ucapan mamah dan ka Tian."ucap Lily pada kiyara.


"sama sama mah."ucap kiyara.


mereka sudah selesai dengan sarapan pagi, Septian dan Lily bergegas pergi menuju kantor dan sebelum itu ia berpamitan kepada kiyara.


"Aya, mamah berangkat dulu ya, kamu hati -hati di rumah, kalau ada apa apa langsung Hubungi mamah atau ka Tian ya sayang."ucap Lily pada putrinya itu.


"Iya mah."ucap kiyara pada Lily.


"De Kaka berangkat dulu ya, kalau ada apa apa langsung Hubungi Kaka, dan jangan terima orang asing ke rumah."ucap Septian meningkatkan adiknya.


Septian dan Lily berangkat ke kantor dan tinggal kiyara dirumah sendiri,ia bergegas berganti pakaian dan mengambil novel untuk membacanya.


"Non maaf di depan ada yang mencari non Aya."ucap bi Mirah pada kiyara.


"Siapa bi dia bilang temannya non aya.ucap bi Mirah.


"Baik bi saya akan keluar."ucap kiyara pada bi Mirah.


"baik non."ucap bi Mirah.


kiyara keluar rumah untuk melihat siapa yang datang dan betapa terkejutnya ia saat tau jika yang datang ialah Raka dan Septa, mereka memberikan sebuah buku kepada kiyara dan memintanya untuk menjaganya dan merahasiakannya dari siapapun.


"Ini, aku akan memberikan ini padamu dan jangan beritahu pada siapapun jika kamu bertemu dengan kami."ucap Raka mengingatkan.


"Tetapi kenapa, dan kenapa kalian memberikan ini padaku."ucap kiyara pada mereka.


"Kau akan tau alasan kami memberikan ini padamu setelah kamu membacanya."ucap Septa meyakinkan kiyara.


kiyara yang merasa binggung dengan apa yang terjadi sejak ia duduk di bangku sekolah dasar, dan apa yang menimpanya beberapa hari terakhir ini, dan betapa terkejutnya Raka dan Septa setelah ia melihat pergelangan tangan nya yang terluka.


"Apa ada seseorang yang menemuimu saat kau berada dirumah sakit."ucap Raka pada kiyara.


"Bagaimana Kalian bisa mengetahuinya aku tidak memberitahukan pada siapapun tentang ini."ucap kiyara yang sangat yakin.


"Kamu tidak perlu tau kami mengetahuinya dari mana yang jelas jauhi orang itu."ucap Septa pada kiyara.


"Kau harus ingat, jangan Sampai orang lain mengetahuinya jika kami datang menemuimu."ucap Septa dan Raka.


"Baiklah aku akan menyimpan rahasia ini dan tidak akan memberitahukannya kepada siapapun."ucap kiyara meyakinkan Raka dan Septa.


tiba-tiba Raka dan Septa mendengar suara langkah kaki yang menghampiri mereka dan ia sudah tida melihat Raka dan Septa di sana sekarang ia hanya sendirian.


"Noona apa yang kau lakukan disini, dan tadi kami mendengar jika noona sedang berbicara pada seseorang, Noona apa tadi ada yang datang."ucap tuan Lee dan haera pada kiyara.


"Aku, ah.. aku hanya sendang mencari buku catatan ku sepetinya tertinggal di mobil, aku akan meminta pa Budi untuk mengeceknya, jadi kalian boleh pergi."ucap kiyara meyakinkan pak Lee dan haera.


"Noona tapi,ah... sudahlah kalian boleh pergi aku baik baik saja."ucap kiyara pada pak Lee dan haera.


"Baik Noona kami akan pergi tetapi jika noona membutuhkan sesuatu cepat beritaukan pada kami."ucap pak Lee.


"Baik aku akan memberitahukan kalian jika aku membutuhkan sesuatu."ucap kiyara.


Pak Lee dan haera bergegas pergi dari sana dan kiyara berjalan untuk kembali masuk kerumah, karena saat ini ia sedang berada di garasi rumahnya, dengan buku yang berada di tangannya yang di berikan oleh Raka dan Septa.


"Bi tolong ambilkan susu pisang aya yang ada di kulkas dan jangan lupa cemilannya ya bi, makasih.


"Baik non, bibi ambilkan."ucap bi Mirah pada kiyara.


kiyara kembali ke kamarnya untuk mengganti perban luka di tangannya, ia membukanya dengan sangat hati- hati dan mengoleskan obat pada pergelangan tangannya dan telapak tangannya.5 menit kemudian ia selesai dan perbanpun sudah diganti dengan yang baru, dan tak lupa ia menaruh buku yang di berikan padanya itu di tempat yang hanya ia yang tau.


"Non Aya maaf non bibi hanya memberitahukan kepada non jika bibi sudah menaruhnya di meja depan televisi."ucap bi mirah pada kiyara.


"Iya bi, Aya turun sekarang, ohya bi soal tadi tolong di rahasiakan ya bi, tentang bibi yang melihat teman teman Aya tadi."ucap kiyara pada bi mirah.


"tapi kenapa non Aya, apa non Aya engga mau orang tua non tau soal ini."ucap bi mirah pada kiyara.


"Udah bi jangan banyak bertanya, ikutin aja yang Aya bilang."ucap kiyara pada bi mirah.


"Baik non jika memang itu bersifat rahasia, bibi tidak akan memberitahu kan nya pada siapapun.


"Baik bi terimakasih."ucap kiyara pada bi mirah.


bi mirah sudah tau jika anak majikannya itu memang sudah seperti itu sejak kecil dan ia tidak heran jika, terkadang melihat dan mendengar kiyara berbicara atau tertawa sendiri, bukan karena ia tidak waras, tetapi memang ia memiliki kemampuan ya spesial.


"Noona maaf saya menggangu."ucap pa Lee pada kiyara.


"Iya pak ada apa."ucap kiyara pada pa Lee.


"Noona saya ingin memberikan ini buku yang Noona cari."ucap pa Lee pada kiyara.


"Terimakasih pak Lee."ucap kiyara pada pa Lee.


"Saya permisi Noona."ucap pak Lee pada kiyara.


"Baik pak Lee silahkan."ucap kiyara pada pa Lee.


kiyara masih memikirkan perkataan yang di ucapkan Raka dan Septa padanya ia masih takut sekaligus binggung apa hubungan antara dirinya dan buku itu.dan benar ia memang harus mencari tau nya.


"Bi tolong, bibi beritaukan pak Budi untuk bersiap - siap karena Aya mau pergi keluar."ucap kiyara pada bi mirah.


"Tapi non, non Aya mau pergi kemana."ucap bi Mirah pada kiyara.


"Bibi tenang aja Aya cuma mau ke perpustakaan.


"Pak Lee tolong berisap Aya karena Aya akan pergi keluar."ucap kiyara pada pak Lee.


"Baik noona."ucap pak Lee pada kiyara.


semuanya sudah bersiap kiyara dan yang lainnya keluar dari area rumah menuju perpustakaan lama, untuk mencari sebuah informasi terkait tentang apa yang terjadi.


TBC......