
Kiyara dan Resa mengangguk-anggukkan kepala mereka tanda setuju mereka berlari keluar hutan untuk kembali kerumah mereka melalui sebuah pohon yang menghubungkan kedua alam tersebut.
"Apa yang harus kita lakukan."ucap kiyara pada Raka dan Resa.
"Kita akan keluar dari sini dan kembali ketubuh kita masing-masing."ucap Raka pada kiyara.
"Tapi bagaimana dengan tubuhku."ucap kiyara pada Raka dan Resa.
"Tubuhmu akan baik -baik saja dan sekarang sudah di jaga oleh nenek dan Septa."ucap Raka pada kiyara.
"syukurlah jika seperti itu."ucap kiyara.
"Yaudah ayo kita pulang."ucap Resa pada kiyara Dan Raka.
"Baiklah jika seperti itu kita pulang kerumah jika kita masih disini dan waktunya habis kita tidak akan pernah bisa kembali."ucap Raka pada Septa dan Raka.
"Itu berarti kita akan selamanya disini dan tidak bisa bertemu dengan keluarga kita lagi."ucap kiyara pada Raka dan Septa.
"Yasudah ayo kita pulang kerumah, septa dan Maya pasti sudah menunggu."ucap Raka.
"Baiklah ayo."ucap kiyara dan Septa bersamaan.
Raka dan Septa memasuki pohon yang menghubungkan kedua alam itu dan tak lama setelah itu kiyara yang memasuki pohon itu untuk kembali ke dunianya dan dengan begitu ia bisa kembali ketubuh aslinya. kiyara seperti terkena setruman dan ia kembali sadar begitupun dengan Raka dan Resa.
"Ha..."ucap kiyara terkejut.
"Kamu Engga apa- apakan."ucap Maya pada kiyara.
"Aku baik -baik aja ko nek."ucap kiyara.
"Syukurlah jika seperti itu."ucap Maya pada kiyara.
kiyara kembali menanyakan keadaan Raka dan Resa yang sudah menolongnya ia bertanya bagaimana keadaan mereka karena ia juga sangat khawatir dan sekaligus ingin berterima kasih kepada mereka karena sudah menolongnya.
"Mereka berdua baik -baik saja."ucap Maya pada kiyara.
"Bisa aku melihat mereka nek."ucap kiyara pada Maya.
"Kamu harus beristirahat karena keadaanmu belum pulih."ucap maya pada kiyara.
"Tapi nek boleh ya sebentar aja ko."ucap kiyara pada maya.
"Yaudah boleh tapi kamu harus ditemenin Septa ya."ucap Maya pada kiyara.
"Yaudah deh okay."ucap kiyara.
kiyara dan Septa menuju kamar Resa dan Raka untuk melihat mereka dan sekaligus berterimakasih kepada mereka karena sudah membantu ia kembali kerumah.
"Baiklah kita sudah sampai."ucap Septa pada kiyara.
"Kak kamu bisa ikut masuk kedalam ya."ucsp kiyara pada Septa.
"Tidak aku tunggu disini saja."ucap Septa pada kiyara.
"Tidak kamu harus ikut denganku kedalam.
"Baiklah aku akan ikut masuk kedalam."ucap Septa pada kiyara.
"Terimakasih."ucap kiyara dengan senyuman manisnya.
"Ya sama-sama."ucap Septa pada kiyara.
kiyara mengetuk pintu Raka terlebih dahulu dan meminta izin untuk menemuinya.dan saat sudah ada jawaban ia akan masuk kedalam kamar itu dengan Septa yang menemaninya.
tok....tok....tok...
"Ka Raka ini kiya ka kiya boleh masuk engga."ucap kiyara pada Raka.
"Iya boleh masuk aja ya."ucap Raka pada kiyara.
"Kiyara Masuk sama ka Septa ya ka."ucap kiyara pada Raka kembali.
"Iya."ucap Raka pada kiyara.
kiyara masuk kedalam kamar Raka dengan Septa sesampainya didalam kiyara langsung mengucapkan terimakasih kepada Raka karena ia sudah membantunya untuk keluar dari alam lain dan itu membuatnya sangat senang.
"Terimakasih ka, karena sudah membantu mengeluarkan ku dari sana dan aku berharap semoga ka Raka tidak kenapa-napa."ucap kiyara pada Raka.
"Aku baik -baik saja bagaimana denganmu."ucap Raka yang melihat tangan kiyara.
"Aku baik -baik saja."ucap kiyara.
kiyara masih tidak tau jika tangannya itu terluka dan setelah itu ia keluar dari kamar Raka dan menuju kamar Resa dan sebelum ia keluar ia kembali mengungkapkan terimakasih kepada Raka dan setelah itu ia benar -benar keluar.
"Terimakasih ka sekali lagi."ucap kiyara dengan tulus.
"Iya sama -sama."ucap Raka kembali.
kiyara keluar dari kamar Raka menuju kamar Resa dan saat sedang berjalan tiba-tiba Maya memanggil Septa karena ia ingin membicarakan sesuatu dan meminta kiyara untuk pergi kekamar Resa sendiri.
"Ya aku dipanggil sama ibu Maya kamu bisa kekamar Resa sendirikan."ucap Septa pada kiyara.
"Iya ka Septa engga apa-apa ko."ucap kiyara.
"Yaudah."ucap Septa.
Septa Langsung bergegas menemui Maya begitupun dengan Raka yang sudah ada disana, sementara itu kiyara menuju kamar Septa untuk menemuinya.sesampainya disana ia mengetuk pintu kamar Resa dan saat ada jawaban ia langsung masuk kedalam.
"Ka Resa."ucap kiyara.
"Iya masuk aja."ucap Resa dari dalam kamar.
"Iya ka."ucap kiyara kembali.
"Ada apa ya."ucap Resa pada kiyara.
"Aku kesini cuma mau bilang makasih aja ko sama Kaka karena udah jagain aku dan selametin aku dari sana dan bawa aku pulang."ucap kiyara pada Resa.
"Iya ka."ucap kiyara
Resa melihat dan memastikan bahwa kiyara baik -baik saja sampai matanya berhenti di tangan sebelah kiri kiyara yang dibalut perban dan resa menanyakan kepada kiyara tentsng tangannya itu.
"Dek tangan kamu itu kenapa."ucap Resa merasa penasaran.
"Tangan."ucap kiyara merasa binggung.
Kiyara langsung melihat tangannya yang dibalut dengan perban dan ia merasa binggung dengan keadaan tangannya yang tiba -tiba saja diperban dan ia sendiri tidak tau kenapa bisa tangannya diperban.
"Oh...tanganku kenapa bisa seperti ini."ucap kiyara merasa binggung.
"Apa kamu tidak ingat kenapa tanganmu itu bisa diperban."ucap Resa pada kiyara.
"Aku benar-benar tidak tahu."ucap kiyara.
"Baiklah aku akan bertanya pada ibu nanti."ucap Resa pada kiyara.
"Baiklah."ucap kiyara.
"Jadi apa yang kau lakukan disini."ucap Resa penasaran.
"Ohya aku hampir saja lupa,aku kesini ingin mengucapkan terimakasih kepadamu karena sudah menolongku dan mengeluarkanku dari sana."ucap kiyara pada Resa.
"Ah...jadi karena itu kamu kekamarku."ucap Resa pada kiyara.
"Baiklah aku juga berterimakasih padamu karena kamu selamat dan kembali sadar."ucap Resa pada kiyara.
"Iya sama-sama."ucap kiyara.
Resa bertanya tanya ada apa dengan tangan kiyara kenapa tangannya bisa terluka ia memang melihat tangan kiyara yang diperban saat disana tapi ia tidak berfikir jika di dunianya apa yang dilakukan sukmanya terhadap tubuhnya itu akan berdampak pada tubuh aslinya.
"Yaudah kamu kembali kekamarmu untuk berisitirahat."ucap Resa pada keponakannya itu.
"Aku ingin bertanya satu hal sebelum aku pergi."ucap kiyara yang berbalik sambil menatap Resa.
"Baiklah jadi apa yang ingin kamu tanyakan."ucap Resa pada kiyara.
"Aku ingin bertanya apakah ibuku tau tentang ini dan sudah berapa lama aku tidak sadarkan diri."ucap kiyara yang mulai penasaran dengan jawabannya.
"Ibumu tidak tau tentang ini dan kamu sudah tidak dasarkan diri selama satu Minggu tqpat setelah aku datang kesini."ucap Resa panjang lebar.
"Benarkah itu."ucap kiyara tidak percaya sekaligus binggung.
"Benar, nenek tidak memberitahukannya pada ibumu."ucap Resa.
kiyara yang mendengar itupun merasa lega dengan apa yang baru saja ia dengar karena ia tidak ingin membuat orangtuanya menghawatirkan dirinya jadi biarkan saja orangtuanya tidak tau soal luka ini dan bagaimana sukmanya bisa keluar dari dalam tubuhnya.
"Baiklah jika seperti itu aku lega mendengarnya dan sekali lagi aku berterimakasih atas bantuanmu hari ini."ucap kiyara pada Resa dengan tulus.
"Iya sama - sama."ucap Resa pada kiyara.
kiyara keluar dari kamar Resa menuju kamarnya kembali saat sedang berjalan ia dikagetkan dengan sosok wanita tanpa bola mata dan memintanya untuk menolongnya.
"AAAAAAA kau ini siapa."ucap kiyara dengan terkejut.
"Aku selalu mengikutimu kemanapun kau pergi."ucap sosok itu pada kiyara.
"Kenapa kau mengikutiku."ucap kiyara.
saat sedang bertanya Maya, Raka dan septa pun datang bertanya ada apa, hingga ia berteriak seperti itu.
"Ada apa sayang."ucap Maya pada kiyara.
"Oh..itu nek tadi Aya tersandung."ucap kiyara dengan gugup.
"Ya ampun lain kali hati -hati nenek kira ada apa."ucap Maya pada cucunya itu.
"Iya nek."ucap kiyara.
"Yaudah nek kiyara kekamar dulu ya."ucap kiyara pada Maya.
"Iya sayang."ucap Maya kembali.
kiyara berjalan menuju kamarnya dan saat Samapi ia langsung masuk kedalam untuk beristirahat tetapi ia tidak bisa karena sosok itu muncul lagi untuk meminta tolong padanya.
"Ka..ka..kau lagi."ucap kiyara gugup.
"Aku ingin meminta bantuanmu."ucap sosok wanita itu.
"Ba..Ba..iklah aku akan membantumu tapi jangan lepas kacamamu itu."ucap kiyara yang masih terkejut.
"Baik."ucap sosok itu.
kiyara bertanya kembali apa yang bisa ia bantu dan kenapa ia meminta bantuan padanya dan sejak kapan ia tau jika dirinya bisa melihat mereka.
"Baiklah apa yang bisa aku bantu."ucap kiyara pada sosok wanita tanpa bola mata itu.
"Aku ingin kau mencari orang yang menabrakku."ucap wanita itu.
"Tapi bagaimana aku bisa mencarinya dan dimana aku bisa menemukannya."ucap kiyara pada sosok itu.
"Aku akan memberitahumu tempat ia bekerja dan kau bisa bertemu dengannya disana."ucap sosok itu pada kiyara.
"Baiklah aku akan membantumu tapi tesetah itu kau istirahatlah dengan tenang mengerti."ucap kiyara pada sosok itu.
"Baiklah aku mengerti."ucap sosok itu.
kiyara yang sudah tau siapa yang dimaksudkan dengan sosok itu akan memulainya besok dan ia akan beristirahat dan memikirkan apa yang harus ia lakukan nanti.
"Aku akan beristirahat dan kau bisa keluar dari kamarku."ucap kiyara pada sosok wanita tanpa bola mata itu.
"Baiklah."ucap sosok itu.