
Mereka semua akhirnya berangkat untuk menuntaskan misi mereka.
"Aku akan pastikan kalian menyesal."ucap semuanya.
"Kita berangkat sekarang, waktu kita tidak banyak."ucap putra dan septa yang memimpin mereka.
"Baiklah kita berangkat sekarang.
kiyara dan semua temannya menjalankan misi mereka dengan sangat hati hati dan harus memiliki strategi yang baik untuk melumpuhkan lawan mereka.
"Kalian berhati hatilah, kami akan bersama kalian dan jangan lupa benda yang kalian bawa tadi."ucap septa dan putra pada keempatnya.
"Baiklah."ucap kiyara pada putra dan septa.
"Ayo kita bergerak sekarang."ucap putra.
Mereka bergegas menuntaskan misi mereka untuk menyelamatkan wanita yang disandra itu kerena ia sudah berjanji untuk membantunya sesampainya mereka disana putra dan septa masuk terlebih dahulu untuk memastikan bahwa mereka aman.
" Aku dan septa akan masuk duluan, dan kalian tunggulah dulu disini."ucap putra.
"Baiklah jika terjadi sesuatu panggil kami."ucap Devan.
"Baiklah kalian juga harus selalu berjaga jaga disini, jangan sampai tertangkap."ucap putra yang kemudian berlalu masuk kedalam.
Setelah putra dan septa masuk kedalam tak lama ada beberapa pria yang memakai seragam serba hitam menuju kedalam seperti ada masalah yang terjadi.
"Bagaimana sekarang."ucap kiyara pada Devan.
"Kita tunggu kode dari mereka, setelah itu, kalian harus melakukan tugas kalian masing masing."ucap Devan pada keempatnya.
"Baiklah, Kami mengerti."ucap kiyara kembali.
"Tapi tetap berhati hatilah karena kita tidak tau lawan kita kali ini seperti apa.
"Jadi kapan kita masuk."ucap Chaca pada Devan dan kiyara karena merasa binggung kenapa mereka masih tetap ditempat semula.
"Tunggu sebentar lagi, dan aku ingatkan saat kita masuk jangan sampai terpisah, mengerti."ucap Devan dan kiyara bersamaan.
"Baiklah kami mengerti."ucap ketiganya dengan kompak.
Tak butuh waktu lama mereka masuk kedalam setelah mendapatkan kode dari septa atas perintah putra, dan tak lama setelah itu mereka semua masuk dan menjalankan tugas masing masing tanpa ketahuan.
"Kalian berhati hatilah."ucap putra yang tiba tiba datang.
"Baiklah kami akan berhati hati, tapi agar lebih efisien dan lebih cepat kita bagi menjadi dua tim, bagaimana."ucap putra.
"Baiklah jika memang itu perlu."
"Baiklah Chacha, Dimas bersamaku."ucap putra.
"Devan, Julian dan kiyara kalian bersamaku."ucap Septa pada kiyara.
"Baiklah ayok kita mulai sekarang."ucap putra dan septa.
"Baiklah.
setelah semuanya merencanakannya dengan matang dan selesai berdiskusi mereka segera menjalankan rencana dengan sangat hati-hati dan waspada.
"Kita akan bertemu dititik ini kembali."ucap putra pada kelompok lain.
"Baiklah.
"Kami akan kesisi kiri dan kalian akan kesisi kanan."ucap septa.
"Lalu bagaimana cara kita berkomunikasi."ucap Chacha penasaran dan bertanya.
"Kita akan berkomunikasi lewat telepaty, septa kiyara dan aku."ucap putra kembali.
"Ah...begitu baiklah."ucap Chacha kembali.
setelah itu mereka berpencar dengan kelompok masing masing dan melakukan tugas masing masing.
"Aku akan kesana devan kamu ikut denganku, sedangkan julian kamu tetap bersama dengan septa."ucap kiyara tiba tiba.
"Tapi kita satu kelompok bukan, apa yang kamu lakukan dinda."ucap septa yang mulai khawatir.
"Percaya padaku, aku tidak akan kenapa Napa, karena aku punya rencana."ucap kiyara pada septa.
setelah berbicara kiyara akhirnya memberitahukan kepada septa dan julian mengenai rencana yang akan ia jalankan.
"Jadi aku akan melakukan misi ini dan seperti yang sudah aku jelaskan pada kalian.
"Tapi apa kamu yakin cara ini akan berhasil."ucap septa kembali.
"Aku yakin cara ini pasti berhasil dan kita bisa mempersingkat waktu dengan caraku ini."ucap kiyara meyakinkan mereka.
"Baiklah aku percaya padamu, dan jika terjadi sesuatu beri aku tanda agar aku bisa membantumu."ucap Septa.
"Baiklah kalian juga berhati hatilah."ucap Julian pada kiyara.
akhirnya mereka berpecah menjadi tiga kelompok kiyara langsung mencari informasi tentang foto yang bertuliskan huruf dan nama yang akan mengungkapkan identitas mereka.
"Bantu aku cari sebuah foto."ucap kiyara pada devan.
"foto apa."ucap devan binggung.
"foto ketua kelompok mereka bantu aku cari beberapa foto itu aku yakin mereka menyimpannya disini."ucap kiyara kembali.
"Baiklah."ucap devan.
Akhirnya kiyara dan devan mencari foto dan informasi lainnya yang akan memudahkan mereka untuk melumpuhkan lawan mereka dan membesakan Sandra yang ada. setelah beberapa menit mencari akhirnya mereka menemukan apa yang mereka cari.
"Aku menemukannya."ucap devan pada kiyara.
"Mana biar aku lihat."ucap kiyara pada devan.
"Bagus aku juga menemukan sisanya."ucap kiyara pada devan.
"Bawa ini untuk kita tunjukan kepada mereka."ucap kiyara kembali.
Kiyara dan devan memilih meninggalkan tempat itu sebelum mereka ketahuan dan ada yang melihat mereka tak lama setelah mereka keluar kiyara mendengar seperti ada seseorang yang sedang membicarakan sesuatu yang penting dan kiyara bergegas menuju sumber suara.
"Za kita keluar dari tempat ini sebelum kita ketahuan."ucap devan pada kiyara.
"Baiklah ayo, tapi tunggu sebentar aku seperti mendengar ada yang sedang berbicara."ucap kiyara pada devan.
"Aku juga mendengarnya, tapi sebelum itu kita keluar dari sini terlebih dahulu."ucap kiyara pada devan.
Setalah keluar kiyara dan devan berjalan ke sumber suara untuk mengetahui siapa yang sedang berbicara itu dan apa yang mereka bicarakan.dan dengan sangat hati hati kiyara dsn devan mendekat kepada sumber suara dan mendengarkan apa yang mereka bicarakan.
"Bos bagaimana dengan wanita itu."ucap salah satu pria berbadan tegap itu.
"Biarkan dia tetap seperti itu sampai keinginan ku tercapai."ucap pria paruh baya yang sedang duduk dikursi kayu.
"Ayah...apa kau didalam."ucap seorang wanita cantik dengan gaun biru.
"Kemarilah cantik ayah didalam."ucap pria paruh baya itu.
"Ayah aku sedang kesal apa aku boleh menyiksanya."ucap wanita yang sepertinya seumuran denganya.
"Ada apa sayangku, kenapa kamu terlihat begitu kesal, bisa ceritakan pada ayah ada apa."ucap pria paruh baya itu yang sedang bersama putrinya.
"Aku kesal dengan wanita di sekolahku ayah dia meremehkanku dan membuang handphone ku ke tempat sampah, aku kesal dengannya sampai sampai aku ingin membunuhnya."ucap wanita itu dengan wajah yang sudah memerah.
"Apa kamu tidak membalasnya."ucap pria paruh baya itu terhadap putrinya.
"Tidak ayah, jadi apa boleh aku menyiksanya."ucap wanita itu pada pria paruh baya yang tak lain adalah ayahnya.
"Apa yang wanita itu bicarakan adalah aku."ucap kiyara pada diri sendiri.
"Baiklah jika itu membuatmu merasa lebih baik lakukanlah apa yang ingin kamu lakukan."ucap pria paruh baya itu pada putrinya
"Aku akan hubungi mereka untuk segera menyelamatkan sandranya sebelum wanita itu berhasil menyiksanya."ucap kiyara pada devan.
"Baiklah aku akan mengamati setiap gerak geriknya."ucap devan pada kiyara.
kiyara melakukan telepaty untuk menghubungi septa dan putra untuk segera menyelamatkan wanita yang disandra itu sebelum wanita begaun biru itu berhasil menyiksanya.
"*Kalian harus segera menyelamatkan Sandra itu karena ada seorang wanita yang akan menyiksanya jika kalian tidak segera menyelamatkannya, cepat lakukan sebelum semuanya terlambat.
"Apa yang kamu maksud dengan ada wanita yang akan menyiksanya.
"Siapa dia dan atas dasar apa."
"Wanita itu putri dari bos gengster itu cepat waktu kita tidak banyak.
"Tapi kami sudah mencari keseluruhan ruangan, tapi kami belum menemukan wanita yang di Sandra itu.
"Kalian pergi keruang bawah tanah wanita itu ada disana cepat kita harus, cepat keluar dari sini sebelum ketahuan.
"Baiklah, kami akan menyusul kalian nanti*.
baru saja selesai melakukan telepaty kepada keduanya tiba tiba pria paruh baya itu mendengar suara yang membuatnya berjalan kearah sumber suara yang membuat keduanya panik bukan main.
"Bagaimana ini pria itu datang kesini."ucap Devan pada kiyara.
"APA.!! ucap kiyara terkejut.
Pria paruh baya itu terus berjalan kesumber suara dan perlahan lahan membuka pintu itu.
"Bagaimana ini kita akan ketahuan."ucap Devan merasa panik.