
setelah Lily selesai menelfon ibunya itu Lily kembali melanjutkan kegiatan memasak untuk makan malam bersama suami dan kedua anak mereka.
"Bi biar saya saja yang memasak."ucap Lily pada mi Mirah.
"Tapi bu, itu sudah tugas saya memasak untuk keluarga ini."ucap bi Mirah pada Lily sang majikan.
"Tidak apa -apa bi biar saya saja, bibi bisa bantu saya untuk menyiapkan meja makan."ucap Lily pada bi Mirah.
"Baik Bu."ucap bi Mirah kembali.
setelah selesai memasak dan menatanya di meja makan Lily meminta bi Mirah untuk memanggil putrinya kiyara untuk pulang karena hari sudah sore ia harus sudah berada dirumah sebelum ayah dan kakanya pulang.
"Bi bisa minta tolong untuk panggilkan kiyara suruh dia pulang ya bi, udah sore ia harus sudah di rumah sebelum ayah dan kakanya pulang."ucap Lily menjelaskan kepada bi Mirah.
"Baik Bu saya akan memanggil non Aya untuk pulang."ucap bi Mirah pada Lily.
"Baik bi terimakasih ya."ucap Lily denga. tulus.
Bi Mirah berjalan menuju taman bermain yang Tidak begitu jauh dari rumah kediaman keluarga Jakson, ia ingin meminta kiyara untuk pulang kerumah karena hari sudah sore dan sebelum ayah dan kakanya sampai dirumah.
"Non Aya, ayo non pulang kerumah ibu meminta bibi memanggil non Aya untuk pulang kerumah hari sudah sore dan sebelum ayah dan Kaka non Aya sampai rumah."ucap bi Mirah panjang lebar.
"Tapi bi Aya masih Ingin main."ucap kiyara pada bi Mirah.
"Non kan bisa lanjutin main nya besok, sekarang udah sore kita pulang dulu ya non."ucap bi Mirah membujuk kiyara.
"Tapi bi."ucap kiyara.
"Non besok kan kita bisa main lagi kesini sekarang non pulang dulu yuk."ucap bi mirah.
kiyara kembali menatap keempat temennya itu dan temannya meminta kiyara untuk segera pulang kerumah karena jika tidak ia takut jika kiyara di marahi oleh ibunya.
"Kiyara kamu harus pulang kita bisa bermain lagi besok, sekarang kamu harus pulang karena ibumu menyuruh mu pulang kiyara.
"Tapi aku masih ingin bermain dengan kalian."ucap kiyara pada teman-temannya itu.
"Besok kita akan bermain bersama kiyara dan kami akan menunggumu disini."ucap keempat temennya kepada kiyara."
"Tetapi besok aku akan pergi kerumah nenek ku jadi kita tidak bisa main."ucap kiyara pada mereka.
"Kita tetap bisa bermain kiyara."ucap keempat temennya.
"Yasudah kalau begitu kalian besok ikut saja denganku kerumah nenekku, nanti kita bisa bermain disana."ucap kiyara dengan polosnya.
"Tidak kiyara kami tidak bisa ikut denganmu kesana, kami akan menunggumu disini sampai kau kembali kerumah."ucap keempat nya pada Kiyara.
"Baiklah."ucap kiyara dengan senyuman.
bi Mirah kembali meminta kiyara untuk pulang kerumah karena ibunya sudah menunggunya dirumah.tetapi kiyara juga meminta bi Mirah untuk berpamitan kepada teman -teman barunya walaupun bi Mirah tidak bisa melihat mereka tetapi bi Mirah menuruti keinginan anak majikannya itu untuk berpamitan kepada temn-temannya.
"Non Aya, ayo non kita pulang, ibu sudah menunggu non Aya dirukau dan sebelum ayah dan Kaka non Aya pulang.
"Iya iya Aya pulang sekarang tapi bibi pamitan dulu sama teman -teman Aya,kalo kita mau pulang."ucap kiyara pada bi mirah.
walaupun sebenarnya ada perasaan ragu dan merasa merinding dengan keadaan sekitar mereka tetapi bi Mirah tetap menuruti keinginan kiyara.
"Bi Mirah ayo, pamitan dulu keteman -teman Aya kalo engga Aya engga mau pulang."ucap kiyara yang ngambek.
"Iya non iya."ucap bi Mirah.
akhirnya bi Mirah berpamitan kepada teman-teman m kiyara walaupun ia tidak melihat siapapun di depannya.
"Aden -teman -teman non Aya, bibi sama non Aya pulang dulu ya den soalnya udah sore besok bibi aterin non Aya untuk main lagi sama kalian."ucap bi Mirah pada temen -temen kiyara.
Kiyara memberitahukan kepada bi Mirah jika teman-temannya menyukainya.
"Iya non,yaudah sekarang Kita pulang kerumah ya."ucap bi Mirah pada kiyara.
"Iya bi ayo kita pulang."ucap kiyara kepada bi Mirah sambil melambaikan tangannya kepada teman -teman sebelum ia benar -benar meninggalkan taman itu.
kiyara Samapi dirumah dengan bi Mirah, ibunya langsung memintanya untuk segera mandi dan turun kebawah untuk makan malam.
"Mah Aya pulang."ucap kiyara pada ibunya.
"Iya sayang, yaudah kamu langsung mandi habis itu turun kebawah untuk makan malam."ucap Lily pada putrinya itu.
"Iya mah."ucap kiyara.
selesai bersih bersih ia turun kebawah untuk makan malam bersama keluarganya, sambil menunggu ayah dan kakanya pulang ia menonton kartun kesukaannya tiba-tiba ada yang memegang kepalanya dan mencium puncak kepalanya.
"Nonton apa sih,serius banget."ucap seseorang itu.
"Nonton kartun kesukaan aku."ucap kiyara.
"Kebiasaan."ucap seseorang itu pada kiyara.
"Yaudah sana mandi."ucap kiyara pada Septian.
"Iya-iya yaudah kaka mandi dulu ya."ucap Septian pada adik kesayangannya itu.
"Yaudah nanti kalau udah selesai langsung turun kebawah ya, Aya udah lamper."ucap kiyara.
"Iya."ucap Septian pada kiyara.
Septian yang melihat tingkah lucu adiknya itu hanya tersenyum melihat tingkah laku adiknya itu hanya bisa menggeleng -gelengkan kepalanya.ia langsung bergegas menuju kamarnya untuk membersihkan Setelah itu tidak butuh waktu lama ia keluar dari kamar dan turun untuk makan malam bersama keluarganya.
"Ayo kita makan."ucap kiyara dengan senyuman manisnya.
"Iya ayo makan."ucap Lily pada putrinya.
Jakson dan Septian hanya bisa tersenyum melihat tingkah lucu putri dan adiknya itu ia tersenyum tanpa mengatakan apapun, mereka makan malam dengan rasa bahagia. Lily memberitahukan kepada suami dan putranya jika besok ia dan kiyara akan pergi kerumah sang ibu untuk mengunjunginya.
"Pah besok aku sama Aya mau kerumah ibu engga nginep paling pulang sore."ucap Lily pada suami dan putra pertamanya.
"Yaudah kalo gitu, tapi ada acara apa ko dadakan kamu kesannya."ucap Jakson pada istrinya.
"Engga ada acara apa -apa cuma aku mau ngunjungin ibu aja karena udah lama juga kan kita jarang kesana."ucap Lily pada Jakson.
"Yaudah tapi aku engga bisa anterin kamu sama Aya kesana, soalnya aku ada meeting sampe sore, aku titip salam aja sama ibu ya."ucap Jakson pada Lily.
"Iya aku ngerti ko ibu juga pasti ngerti kalo aku kasih tau besok."ucap Lily pada Jakson.
"Yaudah ayo lanjut makan lagi."ucap Jakson pada istri dan kedua putra dan putrinya.
setelah selesai makan kiyara membantu bibi membereskan meja dan setelah selesai kiyara kembali menonton kartun kesukaannya. dan ditemani oleh Septian.
"Kamu tuh ya kalo udah nonton kartun sampe lupa sama ka Tian."ucap Septian pada kiyara.
"Ih...ka Tian engga gitu cuma ini tuh lagi seru."ucap kiyara pada Septian.
kiyara yang merasa tidak enak dengan sang Kaka langsung beranjak dari tempat duduknya dan memeluk sang Kakak, dan membisikan sesuatu pada Septian yang membuat Septian memeluknya erat.
"Engga akan ada yang bisa ngegantiin posisi ka Tian di hati Aya, dan engga akan ada satu orang pun yang bisa jadi seperti ka Tian."ucap kiyara dengan tulus dan tatapan yang sangat dalam.
Septian yang mendengar itupun hanya bisa tersenyum dan menatap lekat kedua mata adiknya itu dan tersenyum sambil mencium pucak kepala sang adik dengan sayang.
"Ka Tian janji akan terus ngelindungin kamu dan engga akan ngebiarin siapapun ngelukain kamu atau bikin kamu nangis, dan Kakak akan lakuin apapun untuk bisa terus ngelindungin kamu dan keluarga kita walaupun nyawa Kakak taruhannya."ucap Septian dalam hati.