Natural Ability

Natural Ability
BAB 49



mereka selesai makan malam dan Langsung menuju kamar mereka masing masing setelah selesai membereskan meja kecuali kiyara yang masih tetap ada disana sebelum ia beranjak dan pergi menuju keluar rumah untuk menghirup udara segar.


"Apa yang terjadi padaku bukankah, seharusnya aku sudah tidak bisa melihat mereka lagi."ucap kiyara merasa binggung.


"Apa yang kau fikirkan."ucap Resa yang tiba-tiba datang entah dari mana.


"Ti..dak ada."ucap kiyara yang merasa gugup.


"Kamu bisa cerita sama kakak lagipula kamu itu kenapa engga bilang kalo mau keluar."ucap Resa pada kiyara.


"Aku engga tau kalo aku keluar rumah karena setau aku dikamar tidur dan tiba -tiba aku ada diluar dan wanita itu."ucap kiyara terpotong.


"Wanita itu."ucap Resa pada kiyara.


"Wanita itu."ucap kiyara mengulang kembali perkataan Resa.


"Iya wanita itu siapa yang kami maksud."ucap Resa pada kiyara.


"Bukan Kakak tuh salah denger."ucap kiyara.


saat Resa ingin bertanya kembali tiba -tiba handphone kiyara berbunyi tanda ada panggilan masuk. Dan kiyara merasa lega karena ia tidak harus menjawab pertanyaan Resa padanya.


"Sebentar kak."ucap kiyara.


Ia melihat siapa yang menghubungi nya malam malam dancia melihat nama sang Kakak tertera disana dan tanpa berfikir panjang ia langsung mengangkatnya.


Septian is call.....📱📲


"Hallo dek."ucap Septian disebrang sana.


"Iya kak Tian ada apa."ucap kiyara.


"Gimana kabar kamu di rumah nenek dek."ucap Septian pada adik kesayangannya itu.


"Baik -baik aja ko kak."ucap kiyara.


"Kamu engga kangen dek sama kakak, dan keluarga."ucap Septian pada kiyara.


"Kangen kak nanti Aya pulang ko lusa Aya pulang ke Jakarta."ucap kiyara pada Septian.


"Yaudah ka Tian jemput ya nanti kamu kabarin aja mau pulang jam berapa nanti Kaka Langsung berangkat."ucap Septian pada adiknya itu.


"Yaudah sayang kalo gitu Kaka Lanjut kerja lagi ya."ucap Septian pada kiyara.


"Iya kak Tian Kakak jangan lupa istirahat ya besok kan Kakak harus kerja lagi."ucap kiyara pada Septian sang Kaka.


"Iya sayang selamat istirahat ya."ucap Septian pada adik kesayangannya itu.


"Iya kak."ucap kiyara kembali lalu memutus sambungan teleponnya.


kiyara memutus sambungan telpon dengan sang Kakak dan langsung bergegas untuk istirahat karena hari sudah sangat larut dan kiyara berpamitan dengan sang paman Resa untuk beristirahat duluan.


"Kak Aya pamit masuk dulu ya, udah ngantuk soalnya."ucap kiyara pada Resa.


"Yaudah gih kamu masuk kedalam duluan aku masih mau disini sebentar lagi."ucap Resa pada kiyara.


"Iya kak kalo gitu Aya masuk duluan ya."ucap kiyara pada Resa.


"Malem kak."ucap kiyara kembali.


kiyara bergegas masuk kedalam karena sudah semakin larut dan diluar sangat dingin ia langsung bergegas menuju kamar untuk beristirahat.


"Ah...aku lelah."ucap kira lalu menutup matanya dan tertidur.


keesokan paginya ia sudah bangun dan sudah rapih dengan pakaian casualnya dan ia berencana mencari tau tentang peria yang menabrak wanita itu walaupun ia sudah tau akan ada konsekuensi dari setiap perbuatannya tetapi ia tidak perduli ia tetap mengikuti kata hatinya untuk mencari tau apa yang terjadi.


"Nek aku pamit keluar untuk mencari udara segar."ucap kiyara pada Maya sang nenek.


"Kamu boleh pergi setelah sarapan sayang."ucap Maya pada kiyara.


"Iya nek."ucap kiyara.


Resa, Septa dan Raka datang untuk sarapan pagi dan melihat kiyara sudah dengan pakaian rapihnya dan ia terlihat sangat cantik.


"Kamu mau kemana."ucap Resa pada kiyara.


"Aku mau ketemu Julian, sama Chacaha."ucap kiyara.


"Dimana."ucap Raka yang tiba-tiba bersuara.


"Aku ketemu di restoran bareng mereka."ucap kiyara pada Raka.


"Yaudah hati -hati tapi jika sudah selesai langsung pulang."ucap Resa dan Raka bersamaan.


"Iya."ucap kiyara.


Septa yang melihat itu hanya menahan tawanya dan melihat kearah kiyara dan memberikan isyarat anggukan kepala kepada kiyara dan kiyara pun ikut tertawa tak lama setelah Maya datang kiyara berpamitan karena sudah terlambat.


"Nek Aya sudah selesai sarapan, Aya berangkat dulu ya."ucap kiyara pada Maya.


"Yaudah kamu hati-hati nanti kalau sudah mau pulang kabari nenek ya kita kerumah sakit untuk memeriksakan kondisi tanganmu itu."ucap Maya pada kiyara.


"Baik nek jika seperti itu aku berangkat dulu."ucap kiyara pada Maya dan semua orang yang ada dirumah itu.


"Yaudah kamu hati -hati."ucap Maya.


"Iya nek."ucap kiyara kembali.


setelah selesai berpamitan kiyara bergegas pergi menuju restoran untuk bertemu dengan Julian dan Chacha.


"Pak kita berangkat sekarang."ucap kiyara pada Adi.


"Baik non."ucap pak Adi.


kiyara meninggalkan halaman rumah sang nenek menuju restoran tempat mereka janjian bertemu.


"Maaf non kita mau kemana."ucap pak Adi.


"Baik non."ucap pak Adi kembali.


pak Adi mengantarkan kiyara kerestoran Italia yang diberitahukan tadi.setengah jam kemudian mereka sampai.


"Non kita sudah sampai."ucap pak Adi pada kiyara.


"Yaudah pak kalau gitu pak Adi bisa ikut kedalam."ucap kiyara pada pak Adi.


"Tidak non terimakasih saya tunggu dimobil saja."ucap pak Adi pada kiyara.


"Baik pak jika seperti itu, atau begini saja jika pak Adi ingin pergi berjalan jalan dulu tidak apa-apa jadi nanti jika sudah selesai Aya kabari pak Adi lagi."ucap kiyara pada pak Adi.


"Baik non jika seperi itu saya ingin pergi sebentar nanti jika non sudah selesai bisa kabari saya."ucap kiyara pada pak Adi.


"Baik pak."ucap pak Adi.


kiyara masuk kedalam restoran Italia dan menemukan kedua sahabatnya sudah datang dan sedang menunggunya.


"Din, disini."ucap Chacha dan Julian pada kiyara.


kiyara langsung menuju meja yang sudah direservasi atas namanya, dan langsung menyapa kedua sahabatnya itu karena sudah lama ia tidak masuk sekolah dan karena ia tidak bisa bertemu dengan mereka.


"Udah lama ya Aya engga ketemu kalian kangen tau sama kalian."ucap kiyara pada kedua sahabatnya.


"Iya sama Chacha juga kangen Aya."ucap Chacha pada kiyara.


"Lian juga kangen Aya kan."ucap Chacha sambil melihat kearah kiyara.


"Apa ca."ucap Julian pada Chacha.


"Ih...Chacha tanya Lian juga kangen kan sama Aya."ucap Chacha pada Julian sambil melihat kearah kiyara sahabatnya itu.


"Iya ca."ucap Julian pada Chacha.


kiyara memesan makanan terlebih dahulu lalu rencananya ia akan bercerita pada kedua sahabatnya apa yang terjadi padanya beberapa hari kebelakang ini.


"Pesen makan dulu ya, setelah itu ada yang ingin aku bicarakan sama kalian."ucap kiyara pada Chacha dan Julian.


"Soal apa."ucap Chacha pada kiyara.


"Okay kita pesen makan dulu."ucap kiyara pada Chacha dan Julian.


kiyara dan Chacha mulai memesan makanan dan setelah itu Chacha kembali bercerita kepada kedua sahabatnya itu.


"Mba."ucap Chacha sambil mengangkat tangannya.


"Iya mba mau pesan apa."ucap pelayan pada Chacha.


"Chacha mau pesen spaghetti carbonara sama jus jeruk ya mba."ucap Chacha pada pelayanan tersebut.


"Samain aja deh Cha."ucap kiyara dan Julian.


"Yaudah mba itu aja."ucap kiyara.


"Baik mba, mas mohon tunggu sebentar."ucap pelayan tersebut.


"Baik mba."ucap Chacha.


kiyara lalu menceritakan semua yang terjadi padanya kepada kedua sahabatnya.


"Jadi gini aku mau cerita sama kalian."ucap kiyara pada kedua sahabatnya.


"Ini soal sukma yang kamu ceritain waktu itu."ucap Julian menebak.


"Iya."ucap kiyara pada keduanya.


"Gimana ceritanya ko bisa, Chacha penasaran."ucap Chacha antusias.


"Sabar dong Cha biarin kiyara jelasin perlahan dulu."ucap Julian pada Chacha.


"Iya Chacha kan penasaran."ucap Chacha pada Julian.


makanan mereka datang dan pelayan langsung meletakan makanan di meja dan meninggalkan mereka disana.


"Sambil makan ya Chacha laper."ucap Chacha pada kiyara.


"Okay."ucap kiyara.


kiyara melanjutkan ceritanya kepada kedua sahabatnya itu.


"Jadi gimana ya."ucap Julian yang mulai penasaran.


"Jadi gini Lian Chacha aku pergi kerumah nenek karena ibuku yang mau menanyakan perihal kodisi tubuhku yang menurutnya tidak baik akhirnya aku mengikuti ibuku kerumah nenek dan saat diperjalanan aku tertidur dan tiba-tiba terbangun di tempat yang asing."ucap kiyara pada Julian dan Chacha.


"Aya tau tempat itu dimana."ucap Chacha pada kiyara yang juga penasaran dengan kelanjutannya.


"Aya engga tau pasti itu dimana tapi yang jelas Aya disana harus nolongin wanita yang namanya Victoria."ucap kiyara pada Chacha dan Julian.


"Victoria."ucap Julian.


"Iya Victoria dan disana juga ketemu David dan katanya yang manggil Aya untuk nolongin wanita itu dia."ucap kiyara kembali.


"Emang apa yang terjadi sama wanita itu ya dan kenapa harus kamu."ucap Chacha.


"Iya anehnya dia bilang Aya memiliki kekuatan yang lebih besar dan Aya pasti bisa menolong mereka."ucap kiyara kembali.


"Aneh banget, ohya itu telapak tangan kamu kenapa."ucap Julian pada kiyara.


"Iya Cha itu telapak tangan kamu kenapa."ucap Chacha merasa keran.


"Oh..ini engga tau anehnya luka ini ada pas aku tidur dan nenek dan Septa bilang kalo Aya engga sadarkan diri selama satu Minggu tapi Aya lihat mereka semua beraktivitas."ucap kiyara.


kiyara menceritakan semua kepada temannya panjang lebar dan ia yakin ada hal yang tidak ia ketahui dari keluarganya dan kekuatannya.