Natural Ability

Natural Ability
BAB 61



baru saja selesai melakukan telepaty kepada keduanya tiba tiba pria paruh baya itu mendengar suara yang membuatnya berjalan kearah sumber suara yang membuat keduanya panik bukan main.


"Bagaimana ini pria itu datang kesini."ucap Devan pada kiyara.


"APA.!! ucap kiyara terkejut.


Pria paruh baya itu terus berjalan kesumber suara dan perlahan lahan membuka pintu itu.


"Bagaimana ini kita akan ketahuan."ucap Devan merasa panik.


"Kamu tenang saja kita akan aman."ucap kiyara pada devan.


"Bagaimana bisa kamu seyakin ini."ucap Devan pada kiyara.


Suara langkah kaki itu terus mendekat kearah mereka dan perlahan membuka pintu itu. dan saat dibuka ia tidak menemukan ada siapa siapa disana.


"kan sudah aku bilang untuk jangan berisik, kau tau jika kita tadi hampir saja kita ketahuan."ucap kiyara yang merasa kesal dengan sikap devan yang ceroboh dan hampir membuat mereka ketahuan.


"Aku tidak tau jika kamu bisa teleportasi."ucap Devan merasa binggung.


"Sudah tidak usah di bahas sejak kapan aku bisa teleportasi."ucap kiyara merasa kesal dengan kecerobohan dari Devan.


"Tapi aku ingin tau."ucap Devan.


"Yang pastinya sudah lama."ucap kiyara.


Kiyara menggunakan telepaty nya untuk berkomunikasi dengan putra dan septa dan memberitahukan apa yang mereka temukan selain itu untuk berundingkan apa yang akan mereka lakukan selanjutnya. karena waktu mereka sangat terbatas.


"Aku menemukan sesuatu yang sangat penting, aku tidak bisa mengatakannya sekarang jadi aku menunggu kalian di belakang dekat gudang."


"Baiklah kami akan kesana, dan melihat apa yang kalian temukan."ucap putra pada kiyara .


Di tempat lain.


Tim septa dan tim putra menuju ketempat yang sudah ditentukan untuk mereka bertemu dan melihat apa yang kiraya dan Devan temukan disana, dan akhirnya mereka semua pun berkumpul tinggal menunggu kiyara dan devan saja Datang.


"Kita tunggu mereka disini."ucap putra dan septa."


"Baiklah."ucap tim masing masing.


"kami datang, apa kalian sudah menunggu lama."ucap kiyara pada kedua tim lainnya.


"Tidak kamu baru saja sampai."ucap septa dan putra.


"Tunggu dulu bukan nya kamu itu harusnya satu tim dengan septa kenapa kamu berpencar."ucap putra yang sudah menyadarinya sejak awal.


"Iya aku minta maaf karna aku masih penasaran dengan apa yang akan aku tunjukan pada kalian, dan sebelumnya aku temukan di laci ruang kerja bos mereka."ucap kiyara panjang lebar.


"Iya dan kami hampir saja ketahuan, jika zahra tida cepat menggunakan teleportasi miliknya mungkin sekarang kami tidak bisa bertemu kalian karna kami sudah tertangkap oleh mereka.


"Benarkah."ucap Chaca buka suara.


"Tentu saja benar jika bukan karna kecerobohan devan yang membuat kami hampir tertangkap."ucap kiyara yang melirik Devan dengan tatapan menusuk seperti silet.


"Aku minta maaf."ucap Devan merasa menyesal."


"Tidak apa apa kita sudah selamat."ucap kiyara kembali.


Kiyara langsung mengeluarkan benda dari saku celana yang ia gunakan dan menunjukan apa yang baru saja mereka temukan.


"Kami menemukan ini."ucap kiyara setelah berhasil mengeluarkan beda tersebut dari saku celananya.


"Apa ini."ucap Dimas yang merasa binggung.


"Sebuah foto."ucap Julian pada kiyara yang ditanggapi oleh saling paling dari Chacha dan Dimas.


"Kamu mendapatkan foto ini dari mana."ucap septa kembali.


"Seperti yang sudah aku katakan tadi aku menemukan foto ini di ruang kerja milik bos gengster itu.


"Jadi apa yang ingin kamu beritaukan pada kita."ucap putra tiba tiba.


"Coba lihat foto ini disini ada sebuah foto yang dikelilingi oleh asap hitam dan ada inisial hurufnya bukan."ucap kiyara menujukan foto tersebut.


"Tapi aku tidak melihat apapun."ucap Dimas kemudian.


"Coba kalian lihat foto yang lainnya apa ada yang kalian temukan."ucap kiyara sambil memperlihatkan foto yang lainnya pada mereka.


"Aku menemukan satu, huruf yang berinisialkan S."ucap Julian tiba tiba.


"Apa kamu bisa melihatnya."ucap Chaca yang membuat semua orang menengok ke arahnya.


"Tentu saja, aku melihatnya itu terlihat sangat jelas."ucap Julian sambil menunjuk kearah apa yang ia lihat.


"Bagus jika kamu bisa melihat nya, kalau begitu bantu aku cari yang seperti ini difoto lainnya."ucap kiyara pada Julian.


"Baiklah."ucap Julian tak butuh waktu lama Julian menemukannya kembali inisial nama nama yang kali ini bertuliskan huruf K.


"Kita akan mencarinya lagi tapi sebelum itu kita selamatkan sandranya terlebih dahulu untuk mempersingkat waktu."ucap putra dan septa.


"Baiklah itu lebih baik."ucap kiyara.


Setelah semuanya berkumpul kiyara dan yang lainnya bergegas menuju tempat untuk membebaskan Sandra tersebut.


"Bagaimana ini kita masuk diruang mana terlebih dahulu ini banyak yang ruangnya."ucap Chacha dan Dimas pada putra, kiyara dan septa.


"Karna kita banyak orang jadi kita bagi menjadi berbagai tim saja seperti tadi."ucap putra.


"Baiklah jadi aku dan devan atau mau di ganti tim saja."ucap kiyara pada yang lainnya atau mau seperti awal.


"Seperti awal saja dan jika salah satu dari kita sudah menemukan tempatnya bisa cepat memberitau melalui telepaty."ucap putra pada semua tim yang lainnya.


Setelah semuanya selesai berunding kiyara dan yang lainnya pergi bergegas untuk mencari keberadaan wanita yang disekap oleh bos mereka.saat sedang berjalan tiba-tiba kiyara mendengar suara seperti ada yang meminta pertolongan dan tanpa berfikir panjang kiyara menuju sumber suara.


"Tolong selamatkan aku."ucap seseorang dari dalam sana dengan suara yang lirih.


"Apa kamu dengar sesuatu seperti ada yang meminta tolong."ucap kiyara pada Devan.


"Apa.!!


"Aku bilang apa kamu mendengar ada yang meminta tolong."ucap kiyara pada Devan.


"Tolong aku.... tolong aku ....."ucap seseorang dari dalam sana.


"Kita cari sumber suara itu."ucap kiyara yang menarik Devan untuk mencari asal suara itu.


Ditempat lain.


"Tolong aku ....to..long...aku..."ucap seseorang dari salah satu ruangan yang ada disana.


"Apa kalian dengar itu ada seseorang yang minta tolong."ucap Chaca pada putra.


"Apa kamu mendengar sesuatu."ucap putra lagi.


"Iya aku mendengar ada seseorang yang meminta tolong."ucap chaca pada timnya.


"Tolong....aku."ucap seseorang dari salah satu ruangan yang berada tak jauh dari tempat mereka berdiri.


"Kita cari sumber suara itu, ayo cepat waktu kita tidak banyak."ucap putra dan septa.


putra dan septa memutuskan untuk bergabung dan bersama sama mencari sumber suara itu dari setiap sudut ruangan yang ada disana.saat sudah semakin dekat tiba tiba suara itu hilang dan tidak ada suara minta tolong yang mereka dengar tadi.


"Ah... bagaimana ini suara itu menghilang."ucap chaca yang tiba tiba panik .


"Kamu tenang dulu tidak usah panik, sekarang Kita tau jika wanita itu ada disalah satu ruangan ini, kita tinggal menemukannya saja."ucap putra menenangkan.


"Tapi bagaimana jika wanita itu disakiti."ucap Chacha kembali.


"Kita akan segera menyelamatkannya dan pergi dari sini secepat mungkin, sebelum ada yang menyadarinya.


"Tapi aku sangat takut, bagaimana jika mereka tau sebelum kita membebaskannya."ucap Chacha sambil menangis.


"Baiklah berhenti menangis atau kita akan ketahuan."ucap putra mencoba menenangkan.


"Cha berhentilah menangis, kamu tidak ingin kita gagal dalam misi ini kan, dan kamu ini kita menang bukan."ucap Julian dan Dimas pada chaca.


"Iya, tapi."ucap Chacha belum sempat ia selesai berbicara Julian langsung memeluk chaca agar ia tenang dan berhenti menangis dan benar saja cara itu selalu berhasil Julian lakukan.


putra meminta septa untuk menghubungi kiyara dan devan melalui telepaty yang ia selalu gunakan untuk berkomunikasi satu sama lain, ia meminta septa untuk memberitau jika mereka sudah menemukan tempat dimana Sandra itu disekap, dan meminta kiyara dan devan untuk segera menuju kelokasi mereka saat ini.


Ditempat berbeda.


Kiyara yang sedang mencari sumber suara yang ia dengar pun tak kunjung ia temukan begitupun dengan Devan, saat sedang mencari informasi yang lain tiba tiba kiyara mendapatkan sebuah pesan melalui telepaty utuk segera menuju kelokasi yang sudah diberitahukan, tanpa berfikir panjang dan lama lagi kita san devan bergegas menemui septa dan putra.


"Ayo aku sudah mendapatkan lokasi dimana kita bisa menyelamatkannya."ucap kiyara pada devan.


"Apa mereka sudah menghubungimu dan memberitahu dimana mereka."ucap Devan pada kiyara.


"Tentu saja."ucap kiyara.


Tanpa berfikir panjang lagi mereka langsung bergegas menuju tempat tujuan dengan kekuatan teleportasi yang kiyara miliki, karena mereka tidak punya banyak waktu.


"Baiklah jadi Dimana dia."ucap kiyara pada putra saat mereka sudah sampai di tempat yang dituju.


Saat sedang ingin masuk tiba tiba mereka di hadang oleh beberapa pria paruh baya yang menahan tangan mereka.


"Kalian."ucap pria paruh baya yang sepetinya bos mereka.


"Bagaimana ini."ucap Chacha yang panik bukan main."


"Akhirnya kalian sampai."ucap pria paruh baya itu dengan tatapan tajamnya.


Putra dan septa memberi isyarat pada kiyara dan yang lainnya untuk mengikuti apa yang sudah mereka rencakan dari awal dan kiyara hanya mengangguk mengerti.


"Apa yang kalian bicarakan."ucap pria paruh baya itu.


"Tidak ada."ucap kiyara dengan sarkasnya.


"Jangan bohong padaku."ucap pria paruh baya itu.


"Ayo sekarang."ucap kiyara pada devan.


Chaca dan yang lainnya sudah pergi untuk membebaskan Sandra itu sementara putra, septa dan kiyara melawan semua musuh mereka dan kiyara melawan pria paruh baya itu sendirian.


"Kami akan melawan mereka kalian berhati hatilah."ucap putra memperingatkan chacaha dan yang lainnya.


"...."


"Aku akan melawan pria paruh baya itu dengan kekuatan yang aku punya."ucap kiyara pada putra dan septa.


"Jangan bodoh kau kiraya, dia bukan lawanmu yang sebanding."ucap putra memperingatkan kiyara.


"Kau tenang saja aku bisa, percakan padaku."ucap kiyara dengan yakin.


"Kau akan mati kiyara."Ucap pria paruh baya itu dengan suara yang keras dan tak lupa tertawa yang khas.


"Kita lihat siapa yang akan mati, kau atau aku."ucap kiyara.


"Aku akan membunuhmu."ucap pria paruh baya itu.


"Apa kau yakin dengan ucapanmu pak tua."ucap kiyara dengan sarkasnya.