
kiyara masih saja merasa binggung dengan semua yang ia dengar tadi dan apa yang tadi mereka maksudkan dengan waktu yang akan tiba.aku akan bertanya kepada mereka nanti.
"Pak Lee dan pak Andi tolong jangan katakan apapun kepada ka Tian atau siapapun karena saya tidak Ingin mereka merasa khawatir dengan saya."ucap kiyara pada pak Lee dan pak Andi.
"Baik Noona."ucap pak Lee dan pak Andi bersamaan.
kiyara sudah sampai di rumah ia langsung bergegas masuk menuju rumah, dan ia ingin beristirahat.
"Non Aya sudah pulang."ucap bi Mirah.
"Iya bi saya akan istirahat dulu dan saya akan makan nanti."ucap kiyara pada bi Mirah.
"Baik non jika non Aya sudah ingin makan beritahu bibi ya non."ucap bi Mirah pada kiyara.
kiyara naik kelantai dua untuk beristirahat karena ia sangat lelah dan kepalanya terasa pusing, sebelum itu ia berganti pakaian terlebih dahulu dan baru beristirahat, saat sedang ingin beristirahat tiba - tiba handphone nya berbunyi tanda ada panggilan masuk.
Dimas is call.....📱📲
"Din aku sama yang lain udah ketemu sama dokternya dan ternyata dokternya udah nungguin kita dari tadi."ucap Dimas pada kiyara.
"Iya kan aku udah bilang kalo aku udah buat janji untuk kalian, sama dokter Arya jadi kalian tinggal datang aja kesana, karena dokter Arya nunggu kalian."ucap kiyara.
"Iya makasih ya, ohya dokter Arya nanyain kabar kamu ke kita."ucap Dimas dan kiyara.
"Terus apa yang kalian katakan."ucap kiyara.
"Kita bilang kalo kamu baik -baik aja."ucap Dimas.
"syukur deh kalo gitu makasih ya karena kalian sudah mau merahasiakan yang sebenarnya."ucap kiyara pada ketiga sahabatnya.
"Iya sama-sama. "ucap Dimas.
"Ohya gimana hasil lab kalian apa sudah keluar."ucap kiyara pada Dimas.
"Udah keluar hasil nya bagus dan kita baik -baik aja."ucap Dimas, meyakinkan sahabatnya itu.
"Okay kalo gitu kirim hasilnya ke handphoneku ya."ucap kiyara pada Dimas.
"Okay."ucap Dimas.
sambungan terputus.
kiyara kembali beristirahat dikamar dan tertidur.setengah jam kemudian kiyara tersadar dan hari mulai sore kiyara bangun dari tidurnya waktu sudah menunjukkan pukul empat sore ia bergegas menuju kamar mandi untuk menyegarkan tubuhnya tidak butuh waktu lama ia keluar dari kamar mandi dengan pakaian rumahannya, ia turun kebawah untuk meminta bibi membuat kan minuman dan cemilan.
"Bi tolong buatkan Aya milk shake ya bi sama cemilannya, kalo udah tolong taruh di meja depan tv ya bi Aya mau kertas dulu mau manggil handphone, makasih bi."ucap kiyara pada bi Mirah.
"Baik non bibi buatkan, sama - sama non aya."ucap bi Mirah pada kiyara.
kiyara ke lantai dua menuju kamarnya untuk mengambil handphone nya dan melihat apa ada kabar dari kedua orangtuanya atau dari ketiga sahabatnya, tetapi ia tidak ada satupun yang mengabarinya.
"Bi minuman Aya udah dibuatin belum."ucap kiyara pada bi Mirah.
"Udah non, udah bibi taruh di meja."ucap bi Mirah pada kiyara.
"Ohya ia bi ada makasih ya bi."ucap kiyara.
"Sama - sama non."ucap kiyara pada bi Mirah.
saat sedang menonton tv tiba-tiba ia di kejutkan dengan kedatangan tamu yang tidak ia undang.
"Kau, menganggetkanku saja."ucap kiyara pada sosok itu.
"Tolong bantu aku."ucap sosok itu padanya.
"Aku tidak mau, cari saja orang lain."ucap kiyara pada sosok wanita itu.
"Hanya kau yang dapat membantuku."ucap sosok wanita itu.
kiyara tidak memperdulikannya dan ia melanjutkan kembali menonton televisi tanpa ingin memperdulikannya, tetapi ia terus saja memanggunya sampai kiyara merasa kesal dan bi Mirah yang melihat itupun binggung karena tidak mengetahui jika anak majikannya itu sedang berbicara kepada sosok wanita yang tidak bisa ia lihat.
"Non Aya apa non Aya baik -baik aja."ucap bi Mirah merasa khawatir.
"Iya bi Aya baik -baik aja ko."ucap kiyara pada bi Mirah.
"Non Aya sedang mengobrol dengan siapa."ucap bi Mirah merasa penasaran dengan siapa Aya berbicara.
bi Mirah melupakan sesuatu dan ia baru ingat jika kiyara adalah anak yang memiliki kemampuan yang spesial dari anak biasanya dan bi Mirah melanjutkan kembali pekerjaannya tanpa rasa cemas.
"Iya bi."ucap kiyara kembali.
saat sedang menonton televisi tiba-tiba kiyara di di kejutkan dengan kedatangan septa dan Raka yang tiba-tiba membawanya masa lalu mereka minta meminta kiyara untuk membantu mereka saat ini juga karena ini sangat mendesak.
"Apa yang kalian lakukan disini."ucap kiyara pada ketiganya.
"Ayo ikut kami."ucap septa pada kiyara.
"kalian mau bawa aku kemana, aku tidak akan ikut kalian sebelum kalian menjelaskan semuanya kepadaku."ucap kiyara.
"Kami akan menjelaskannya nanti ikut kamu harus membantu kami tidak ada waktu lagi."ucap septa.
kiyara kembali ke masa lalu ia melihat nenek dan ibunya disana dan ada orang lain juga disana yang membantu mereka, termasuk septa dan Raka,kiyara memperhatikan mereka yang sedang berkelahi dengan mahluk yang sangat kuat dan saat itu juga Raka dan septa meminta kiyara untuk membantu mereka.
"Dinda sekarang."ucap Raka.
"Tapi apa yang harus aku lakukan."ucap kiyara yang merasa binggung dengan semuanya.
kiyara yang merasa binggung tiba- tiba karena Raka yang berteriak untuk memakai benda yang ada di tangannya dan hanya ia yang dapat mengalahkannya karena ia memiliki kekuatan yang sangat besar di bandingkan dengan semuanya itu termasuk ibu dan nenek nya, kiyara merasa binggung sejak kapan ia memegangnya dan mdmbawanya, saat sedang memikirkan semuanya Raka meneriaki kiyara untuk segera membantunya.
"Dinda sekarang, apa yang kau pikirkan, aku akan memberitahukan nya nanti, jadi jangan diam saja di sana dsn bantu aku jika tidak ia akan melenyapkan anak ini cepat."ucap Raka pada kiyara.
"Baiklah."ucap kiyara.
kiyara berlari dan lagi - lagi ia harus melepaskan perban ditangannya dan ia menyiramkan tangannya dengan air tadi dan betapa terkejutnya ia ketika telapak tangannya mengeluarkan api berwarna hijau dan biru, itu mempermudah nya untuk melenyapkan sosok yang menyerang anak itu.
"Kau harus musnah sekarang."ucap kiyara dengan menempelkan telapak tangannya di kepala anak itu.
"Tidak segampang itu, aku akan membawanya bersamaku."ucap sosok itu dengan ketawa hasnya.
"Itu tidak akan mudah,aku akan melenyapkan mu dan mengirim mu ke alam baka."ucap sosok itu pada kiyara.
"Coba saja jika kau bisa."ucap kiyara.
septa dan Raka berteriak bersamaan untuk meminta kiyara mengusir roh jahat yang menanggung anak di desa ibunya.
"Dinda sekarang."ucap Raka dan septa.
"Baik."ucap Dinda.
Dinda berlari menuju anak itu dengan tangannya yang sudah tidak lagi di perban dan dari tangannya keluar api berwarna hijau dan biru ia langsung memegang kepala anak itu, tidak semudah yang di bayangkan anak itu mencekiknya dan ia sempat di angkat dan di lempar kebawah, ia bangun kembali dengan kondisi sedikit terluka dan itu yang bisa membuatnya bertahan dan ia kembali ke anak itu dan membantu mengeluarkannya kembali.
"Kau harus lenyap dari dunia ini."ucap kiyara pada roh jahat itu.
kiyara berteriak dan seketika roh itupun keluar.
"Kau harus keluar dari tubuh ini."ucap kiyara berteriak.
dan anak itu kembali tidak sadarkan diri dan karena itu energi yang ada pada tubuh ya pun terkuras habis dan ia merasa lemas, melihat itu Raka dan septa membawa kiyara kembali ke masa depan yaitu masa sekarang dan ia tiba tiba terbangun sudah berada di dalam kamar.
"Apa itu mimpi."ucap kiyara merasa binggung.
kiyara turun kebawah untuk makan malam dan kiyara sangat terkejut saat melihat kedua orangtuanya bersama sang Kaka sudah berada di bawah, kiyara berlari menuruni anak tangga untuk sampai di hadapan kedua orangtuanya,itu yang membuat semuanya keluarga berteriak untuk meminta kiyara berhati - hati.
"Ya ampun sayang, hati - hati."ucap kedua orangtuanya.
kiyara yang berlari menuju keduanya orangtuanya ia tidak memperhatikan langkahnya Sampai ia hampir terjatuh dan dengan sigap Septian menangkap tubuh mungil sang adik.
"Hati - hati dong dek, kalo kamu engga hati hati nanti jatuh Loh, untuk engga sampe ke bawah."ucap Septian memarahi adiknya itu.
"Iya maaf Aya kan kangen sama papah mamah."ucap kiyara pada Septian.
"Tapi biasakan hati- hati."ucap Septian.
"Iya, maaf."ucap kiyara dengan senyuman manisnya.
Septian yang melihatnya pun langsung menghembuskan nafas panjang dan tersernyum, itu salah satu kelemahan Septian, jika sudah melihat senyuman adiknya ia tidak akan marah.
"Aya kangen kalian."ucap kiyara pada kedua orangtuanya.
"Maaf ya sayang pulangnya lama,karena banyak yang harus di kerjakan."ucap kedua orangtuanya kepada kiyara.
"Iya mah, pah Aya ngerti ko, Kaka juga jaga Aya dengan baik ko."ucap kiyara pada keduanya orangtuanya.
kedua orangtuanya melihat jika kondisinya tidak begitu baik karena mereka bisa merasakan apa yang terjadi pada Putri mereka.