Natural Ability

Natural Ability
BaB 54



"Sebenarnya."ucap kiyara terpotong karena tiba-tiba ada yang melangkah ke arah mereka.


"Sebenarnya apa."ucap Chacha penasaran.


"Tunggu sampai kita keluar dari sini."ucap kiyara pada Chacha.


Saat akan keluar tiba tiba benar saja ada seseorang yang masuk dan melihat ruangan tempat mereka berada sekarang, tetapi seseorang itu tidak bisa melihat mereka semua dikarenakan putra dan Satya.


"Kita keluar sekarang juga, tempat ini tidak aman untuk kalian bedua sambil menunjuk chacha dan Julian.


"Baik , kita keluar sekarang."ucap septa sambil melirik kiyara dengan menggunakan isyarat.


"Baik."ucap kiyara dengan anggukan kepalanya.


setelah itu mereka semua keluar dari rumah itu dan mencari tempat aman untuk menceritakan semuanya pada Chacha dan Julian sahabat dari kiyara.


"Okay , jadi ini kita udah diluar, tolong ceritain apa yang terjadi sebenarnya sama Chacha karena ,jujur aja Chacha binggung Sekarang.


"Sebenarnya kalian berdua itu dibawa sama Arya kesini untuk membantu kami."ucap kiyara pada kedua sahabatnya.


"Apa kami sudah mati."ucap Chaca kembali.


"Kalian masih hidup, hanya saja aku meminjam Sukma kalian untuk membantu dan maaf harus dengan cara seperti ini dan tanpa memberitahukan pada kalian terlebih dahulu."ucap kiyara merasa menyesal dengan apa yang ia lakukan pada kedua sahabatnya.


melihat kiyara dengan wajah yang menyesal Chacha dan Julian pun akhirnya mengerti dan menyatakan jika mereka tidak merasa marah kepada sahabat nya itu, tetapi ia mengingatkan jika lain kali ia harus memberitahukan dulu kepada mereka agar keduanya bersiap dan tidak terkejut seperti ini.


"Din, it's okay kita engga marah ko cuma lain kali kamu kasih tau kita dulu, jangan dadakan kaya gini karena kita kira , kita itu udah mati.


"Iya aku minta maaf ya."ucap kiyara merasa menyesal.


"Engga apa apa ko, ohya terus apa yang terjadi sama tubuh kita sekarang."ucap Julian merasa penasaran.


"Tubuh kalian baik baik aja ko, seperti orang yang sedang tidur karena kecapean."ucap Arya menjelaskan.


"Begitu."ucap Chacha mengerti.


Tiba tiba Chacha kembali teringat saat kiyara imgin memberitahunya sesuatu dan ia mendengar jika ada langkah kaki yang menuju kearah mereka.


"Lalu bagaimana dengan wanita yang masuk tadi apa ia melihat keberadaan kita."ucap Chacha yang langsung melihat kearah kiyara meminta sebuah jawaban.


"Tenang saja mereka tidak bisa melihat kita."ucap Arya kembali.


"Kenapa."ucap Chacha yang terlihat binggung.


"Tenang chaca mereka engga bisa liat kita,itu karna ada dinding dimensi antara mereka sama kita itu udah diproteksi sama Arya dan putra. jadi mereka engga bisa liat kita, mereka cuma denger suara kita aja tapi engga bisa liat kita."ucap kiyara panjang lembar.


"Denger suara kita."ucap chacaha pada kiyara.


"Iya suara kita tapi engga begitu jelas."ucap kiyara.


"Dinding proteksi."ucap chacaha binggung.


"Gini loh ca, di dunia ini kan ada dua alam kan antara alam manusia dan alam mahluk lain ,nah anggap aja kita lagi di alam mahluk lain tapi versi baiknya."ucap Julian yang tiba tiba angkat bicara.


"Oh...gitu okay chaca ngerti."ucap chaca pada kiyara.


"Yaudah sekarang aku netralin tubuh kalian dulu ya, biar mereka engga bisa ikut kalian kerumah."ucap Kiyara pada kedua sahabatnya.


"Kenapa harus dinetralin, kan ini bukan tubuh kita tapi kan Dinda bilang kalo ini Sukma kita aja kan, apa mereka juga bisa ikut kita."ucap chaca pada kiyara yang membuat julia. ikut menoleh kearahnya.


"karena mereka udah liat kalian bedua, takutnya mereka bakalan dateng ke kalian sebagai salah satu dari kita dan meminta tolong sama kalian, dan disitulah mereka bisa menjebak kalian."ucap kiyara panjang lebar.


mendengar itu chacaha terlihat khawatir dan enggan untuk melanjutkan perkataannya dan memilih untuk menurutinya saja.


"Aku akan mengantarkan mereka dulu dan akan ku pastikan mereka kembali ke tubuhnya masing masing dan aku akan pastikan juga jika tidak ada yang ikut bersama kami."ucap Arya menyakinkan kiyara dan yang lainnya.


"Baiklah aku titip mereka ya."ucap kiyara pada Arya.


Septa yang melihat jika saudara nya terlihat lelah itupun langsung kembali menetralisirkan semua yang ada ditubuh kiyara dan mengantarkannya kembali pulang kerumahnya.


"Sekarang giliran kamu, Kami akan menetralisirkan semuanya Lalu mengantarkanmu kembali kerumah. dan maaf kembali soal lukamu itu."ucap septa merasa menyesal.


"Baiklah tidak apa apa, aku baik baik saja dan jangan khawatir."ucap kiyara pada septa dan putra.


"Yasudah ayo, kami antar kamu pulang."ucap septa dan putra kembali.


"Maaf jadi merepotkan kalian."ucap kiyara merasa tidak enak.


"Tidak apa harusnya kami yang merasa tidak enak padamu, karena sudah memaksamu untuk ikut dengan kami dan berurusan dengan mereka hingga kamu lagi lagi terlempar keluar."ucap septa dan putra merekasa tidak enak.


"Tidak apa apa sepertinya aku sudah Mulai terbiasa dengan itu."ucap kiyara dengan senyumnya.


setelah septa dan putra mengantar kembali kiyara kerumahnya, mereka pun kembali kerumah Maya dan menceritakan apa yang terjadi kepada mereka.


"Ayo kita juga kembali."ucap Septa yang di jawab dengan anggukan kepala.


setelah mereka sampai dirumah, tidak disangka ternyata Maya sedang menunggu mereka dan akan bertanya kepada mereka tentang apa yang terjadi.


"Kalian sudah kembali."ucap Maya pada septa dan putra.


"Ya kami sudah kembali."ucap putra.


"Bagaimana apa mahluk itu bisa kalian singkirkan."ucap Maya.


"Kami belum bisa menyingkirkan mereka tapi kami akan tetap berusaha untuk menyingkirkan mereka secepatnya.


Maya kembali bertanya kepada septa dan putra tentang kondisi cucunya dan apa mereka mengatakannya kembali kerumah atau tidak.


"Lalu bagaimana dengan kondisi cucuku."ucap Maya pada keduanya.


"Ia baik, hanya saja sekarang tangannya kembali terluka."ucap septa kembali.


Saat sedang mengobrol serius tiba tiba Arya kembali dan menemui mereka.


"Kamu sudah membali, bagaimana dengan kedua orang yang kamu antarkan itu apa mereka pulang dengan selamat."ucap Maya pada memilik nama itu.


"Ya, saya sudah mengantarkan mereka dengan selamat, dan sekarang jiwa mereka sudah kembali ketubuhnya masing masing."ucap Arya menjelaskan.


"Itu bagus."ucap Maya kembali.


Tiba-tiba saja Arya teringat sesuatu yang terjadi saat mereka sedang mengusir mahluk itu.


"Aku teringat sesuatu yang terjadi saat pengusiran itu terjadi, aku melihat tangan kiyara yang mengeluarkan api berwarna biru sesaat setelah ia menyiramkan air ke tangannya itu.


Maya yang mendengar penuturan dan dari Arya pun seketika menunjukkan wajah keterkejutannya, tetapi itu tidak berlangsung lama ia langsung kembali merubah raut wajahnya.


"Apa kamu yakin dengan apa yang kamu katakan dan kamu lihat itu."ucap Maya yang melihat septa dan putra menuntut penjelasan mereka juga.


"Itu benar, bahkan aku juga melihatnya api itu keluar dari tangan kiyara setelah ia menyiramkan air ke tangannya yang terluka itu."ucap septa dan disusul dengan anggukan kepala oleh putra dan Arya secara bersamaan.


Maya semakin khawatir dengan kondisi cucunya itu ia takut jika banyak orang yang akan mengincar dan melukai cucunya itu karena ia tau sesuatu yang tidak di ketahui mereka dan masih jadi rahasia yang hanya ia sendirilah yang tau.


"Tetap jaga kiyara dari jauh dan pantau setiap pergerakannya, dan jangan biarkan orang lain yang tidak ia kenal mendekatinya."ucap Maya dengan perasaan yang tidak biasa.


mendengar penuturan dari Maya, baik Arya, septa dan putra hanya bisa menuruti perintah Maya dan mengikutinya saja dengan patuh.


Ditempat lain.....


kiyara yang sudah selesai dengan kegiatannya itu kembali duduk di kasurnya yang membuatnya mereka nyaman, tiba tiba ia teringat akan sesuatu yang terjadi padanya beberapa jam Lalu yang membuatnya berfikir kembali.


"Sebenarnya apa yang terjadi padaku."ucap kiyara pada dirinya sendiri.