
kiyara yang merasa binggung dengan kejadian itu pun langsung bergegas pergi meninggalkan bangunan tua itu, dan ia diberikan kartu nama oleh peria paruh baya itu, ia menerima nya dan Langsung meninggalkan tempat itu dan pulang kerumah.
"Ini untukmu."ucap peria paruh baya itu.
"Baik terimakasih."ucap kiyara.
kiyara segera pergi dari gedung itu dan berlari keluar menjauh dari gedung itu karena ia masih merasa ada sesuatu yang terjadi padanya hari ini, dan itu yang membuatnya merasa sangat binggung dan bertanya tanya apa yang terjadi padanya.
"Noona apa terjadi sesuatu pada noona."ucap pak Lee pada kiyara.
"Ah...itu tidak ada apa- apa, ayo kita pergi dari sini."ucap kiyara pada semuanya.
"Baik noona."ucap pak Lee dan yang lainnya.
kiyara masih sangat shock dan binggung dengan apa yang baru saja terjadi dan baru saja ia saksikan dengan mata kepalanya sendiri, dan ia harus memberanikan diri untuk membaca buku yang diberikan oleh Raka dan Septa, jika ia ingin mengetahui apa makna dari kejadian ini semua.
"Noona apa Noona baik - baik saja."ucap pak Adi dan pak Lee pada kiyara.
"Saya baik baik saja."ucap kiyara meyakinkan mereka.
"Apa sesuatu terjadi saat Noona di dalam gedung tadi."ucap pak Lee pada kiyara.
"Tidak terjadi sesuatu, dan saya minta jangan beritahukan ini kepada siapapun mengerti."ucap kiyara pada pak Lee dan pak Adi.
"Baik noona kami mengerti."ucap pak Lee dan pak Adi bersamaan.
kiyara masih saja memikirkan apa yang terjadi dan apa yang ia saksikan tadi itu nyata dan ada apa dengan tangannya dan kenapa peria tadi merasa seperti terbakar saat tanpa sengaja tangannya menyentuh peria tersebut.
"Apa yang sebenarnya terjadi padaku dan apa yang tidak aku ketahui, apa keluargaku menyembunyikan sesuatudariku, jika ia kenapa mereka lakukan itu padaku."ucap kiyara pada dirinya sendiri.
kiyara sedang mendengarkan musik tiba-tiba ada panggilan masuk dan itu dari teman temannya.
Chacha is call.....📱📲
"Iya hallo Cha ada apa."ucap kiyara.
"Din Lo baik -baik aja kan."ucap chacha yang merasa khawatir pada sahabatnya itu.
"Iya aku baik -baik aja ko kenapa."ucap kiyara kembali.
"Mendadak perasaan chacha engga enak makanya chacha langsung telfon untuk mastiin."ucap chacha kembali.
"Yaudah pulang sekolah kalian kerumah ada yang pengen aku ceritakan sama kalian."ucap kiyara.
"Okay pulang sekolah aku sama yang lain Dateng kesana."ucap chacha.
sambungan terputus.
kiyara kembali memikirkan hal yang menurutnya sangatlah aneh dan ia bingung harus bagaimana dan ia binggung harus bertanya kepada siapa tentang semua itu, saat sedang memikirkan semuanya ia di kejutkan dengan panggilan dari pak Lee yang memberitakannya jika mereka sudah sampai.
"Noona kita sudah sampai."ucap pak Lee pada kiyara.
kiyara tidak mendengarkan perkataan pak Lee hingga pak Lee harus memberitahukannya kembali jika mereka sudah sampai.
"Noona kiyara kita sudah sampai dirumah."ucap pak Lee yang menyadarkan kiyara dari lamunannya.
"ah..baiklah."ucap kiyara pada pak Lee dan sebelum ia masuk kerumah tak lupa ia mengucapkan terimakasih kepada pak Lee dsb pak Adi karena ia mau menemaninya berjalan jalan hari ini.
"Baik terimakasih pak Lee dan pak Adi karena sudah mau menemani saya jalan -jalan hari ini."ucap kiyara dengan tulus.
"Sama sama Noona sudah kewajiban kami untuk menemani kemanapun Noona pergi."ucap pak Lee dan pak Adi.
"Baiklah jika seperti itu saya masuk dulu."ucap kiyara pada pak Adi dan pak Lee.
kiyara hampir saja lupa untuk memberitaukan kepada pak Bagas satpam rumahnya jika teman -temannya akan datang.
"Pak Bagas saya ingin memberitahu kan kepada bapak jika nanti teman teman saya akan datang kerumah ini jadi, jika mereka sudah datang nanti tolong bawa mereka masuk ya pak dan jangan lupa sebelum itu pastikan kembali jika mereka memang benar -benar teman saya ,tanyakan nama mereka dan beritaukan saya mengerti."ucap kiyara yang menjelaskan panjang lebar.
"Baik non bapak akan pastikan."ucap pak Bagas pada kiyara.
"Terimakasih pak jika seperti itu saya masuk dulu."ucap kiyara.
"Baik non silahkan."ucap pak Bagas.
kiyara masuk kedalam rumah dan ia langsung bergegas menuju kamar untuk beristirahat, tiba-tiba ia dikejutkan dengan ketukan pintu kamarnya.
"Permisi non Aya, maaf saya menggangu istirahat nya non Aya saya ingin mengetahui non ingin dibuatkan makan siang apa non."ucap bi Mirah pada kiyara.
"Apa saja bi saya akan turun sebentar lagi saya ingin istirahat dulu sebentar."ucap kiyara pada bi Mirah.
"Baik non."ucap bi Mirah.
kiyara memberitaukan bi Mirah untuk memasak makanan banyak karena teman temannya akan datang kerumah.
"Bi Mirah tolong masak makan siang yang banyak ya bi karena teman - teman saya akan datang, dan satu lagi jika mereka sudah datang jangan lupa beritau saya. "ucap kiyara pada bi Mirah.
"Baik non."ucap bi Mirah.
kiyara kembali menutup pintu kamarnya dan ia mengeluarkan buku dari tasnya yang ia bawa tadi dan ia membuka bukunya dan membaca lembaran demi lembaran.
"Apa yang di maksudkan dengan generasi ke tujuh dan apa hanya aku yang memiliki kemampuan seperti ini, semua ini membuat ku binggung dan aku tidak tau apa yang harus aku lakukan."ucap kiyara pada dirinya sendiri.
"Non kiyara permisi non,bibi hanya ingin memberitahu jika makan siang sudah siap."ucap bi Mirah pada kiyara.
"Baik bi saya turun setelah saya selesai."ucap kiyara pada bi Mirah.
"Bi Mirah tolong buatin Aya milkshake strawberry nanti kalau sudah selesai taruh di atas meja depan tv."ucap kiyara pada bi Mirah.
"Baik non."ucap bi mirah pada kiyara.
"Terimakasih bi."ucap kiyara dengan tulus.
"Sama sama non."ucap kiyara.
kiyara kembali kekamar untuk mengambil handphone yang ada di meja rias kamarnya, dan ia melihat pergelangan tangannya yang masih di bungkus rapat oleh perban yang baru ia ganti tadi pagi.
*chacha is call......📱📲
"Din chacha sama yang lain udah di jalan nih mau one the way ke rumah dinda, kamu ada dirumah kan."ucap chacha dari sebrang sana.
"Iya aku ada dirumah ko kesini aja, aku pergi baru sore jadi kalian bisa kerumah sekarang aku tunggu ya."ucap kiyara dari sambungan teleponnya.
"Okay."ucap kiyara.
sambungan telefon terputus*.
kiyara kembali menaruh ponsel nya di meja dan ia membuka tv untuk menonton film kesukaan nya.
"Non Aya ini milk shakenya non, bibi permisi dulu."ucap bi Mirah pada kiyara.
"Baik bi terimakasih."ucap kiyara kembali.
sedang asik menonton tiba -tiba pak Bagas memberitahukan jika teman- temannya sudah datang.
"Permisi non."ucap pak Bagas pada kiyara.
"Iya pak ada apa."ucap kiyara pada pak Bagas.
"Non teman- teman non Aya sudah datang."ucap pak Bagas pada kiyara.
"Baik pak suruh mereka masuk."ucap kiyara pada pak Bagas.
"Baik non."ucap pak Bagas pada kiyara.
"Terimakasih pak."ucap kiyara pada pak Bagas dengan senyuman diwajahnya.
"Baik non saya permisi."ucap pak Bagas kembali.
Chacha, Dimas dan Julian masuk kerumah dan bertemu dengan kiyara sahabat mereka yang sudah lama tidak masuk sekolah.
"Hai Din apa kabar."ucap chacha pada kiyara.
"Udah jauh lebih baik."ucap kiyara.
"Syukur deh kalau begitu."ucap mereka merasa lega.
karena penasaran chacha bertanya kepada kiyara sebenarnya apa yang terjadi padanya dan tangannya itu dan kenapa itu bisa terjadi.
"Din maaf nih chacha boleh tanya engga sih sesuatu."ucap chacha pada kiyara.
"Boleh mau tanya apa."ucap kiyara penasaran.
saat ingin menjelaskan tiba- tiba minuman mereka yang sudah di buatkan oleh bi Mirah pun datang dan tak lupa dengan cemilannya.
"Permisi non maaf menganggu ini minuman dan cemilannya."ucap bi Mirah pada kiyara.
"Baik bi taruh aja di sini."ucap kiyara pada bi Mirah.
"Baik non, jika seperti itu bibi permisi dulu ya non, ohya non jangan lupa untuk makan siang dan obatnya diminum."ucap bi Mirah mengingatkan kiyara.
"Iya bi makasih."ucap kiyara.
"Baik non, bibi permisi."ucap bi Mirah.
chacha dan Dimas bertanya kepada kiyara tentang tangannya.
"Jadi gimana."ucap Dimas yang cukup penasaran dengan itu.
kiyara kembali menceritakan dari awal sampai akhir kepada teman temannya.karena mungkin dengan ini ia bisa merasa lebih lega.
"Jadi gini, ibuku bilang pas dia ngecek kamar kak Tian itu emang ka Tian udah tidur dan pas ngecek kamar aku tiba -tiba aku udah ada dibawah dan telapak tanganku udah berlumuran darah dan aku udah engga sadarkan diri dan saat paginya aku sadar, kalau aku udah dirumah sakit."ucap kiyara panjang lebar.
"Kamu tau itu kenapa."ucap chacha penasaran.
"Jadi setiap malam itu aku kebangun karena ada seseorang yang masuk ke kamar dan mencoba buat melukai aku makanya aku selalu takut kalo udah malem karena seseorang itu pasti datang. "ucap kiyara pada yang lain.
"Apa kamu tau siapa orang itu."ucap Dimas dan Julian bersamaan.
"Engga karena dia selalu datang di waktu malam hari."ucap kiyara.
"Apa yang kamu rasakan jika dia datang dan apa ada yang tau jika dia datang. "ucap yang lain pada kiyara.
"Tidak, aneh bukan tapi itulah yang terjadi sekarang dan setiap ia datang ia selalu memberi tanda."ucap kiyara pada ketiga temannya.
"Tanda apa."ucap yang lain pada kiyara.
kiyara menujukan telapak tangannya yang diperban kepada ketiga temannya itu dan mereka yang merasa binggung dengan maksud yang diberikan kepada kiyara dan apa tujuannya. begitupun dengan kiyara ia juga merasa binggung dengan semua itu dan ia akan mencari tau semuanya.