Natural Ability

Natural Ability
BAB 13



"Ya mana kita tau Chacha emang ku kira kita ini cenayang yang bisa tau kamu habis ketemu siapa."ucap Dimas dan Julian bersamaan.


 


"Ih...makanya denger dulu Chacha belum selesai ngomong tau."ucap Chacha kesal.


 


"okay okay maaf jadi Chacha habis ketemu siapa."ucap Julian dan Dimas yang mulai penasaran.


 


"Tadi itu Chacha ketemu ka Septian di depan ."ucap Chacha pada Julian dan Dimas.


 


"Septian itu siapa, terus hubungannya sama kita apa."ucap Dimas yang merasa binggung.


 


"Ih... makanya denger dulu Chacha ngomong sampe selesai."ucap Chacha yang merasa kesal.


 


"okay okay maaf Cha."ucap Dimas.


 


Chacha melanjutkan kembali perkataan nya yang tertunda.


 


"jadi tadi itu Chacha ketemu sama ka Septian kakanya Dinda dan dia Dateng ke sekolah buat ketemu Bu Lia mau ngasih tau kalo Dinda engga bisa masuk selama 1 Minggu."ucap Chacha panjang lebar.


 


Dimas dan Julian yang makin penasaran dengan cerita kiyara kembali mendengarkan lanjutan cerita Chacha.


 


"Cha emang nya Dinda kenapa ko sampe 1 Minggu izin lama banget."ucap Julian.


 


"Dinda ada urusan Cha sampe izin 1 Minggu."ucap Dimas yang makin penasaran.


 


"Engga Dinda sakit dia masuk rumah sakit tadi malam."ucap Chacha yang membuat kedua sahabatnya itu membulat kan matanya sempurna.


 


awalnya Chacha yang mendengar itu juga sama seperti Dimas dan Julian kaget sekaligus  binggung.


 


"Dinda sakit apa Cha."ucap Dimas dan Julian.


 


"Chacha juga engga tau binggung mau ngomong apa."ucap Chacha pada Julian dan Septian.


 


"Ada apa sih Cha udah ngomong aja."ucap Dimas makin penasaran.


 


"Chacha cuma di kasih tau kalo Dinda masuk rumah sakit, tapi Chacha engga tau karena apa."ucap Chacha menjelaskan.


 


"Loh emang kamu engga tau sama ka Septian soal sakitnya Dinda."ucap Dimas.


 


"Engga sempet soal nya ka Tian buru buru jadi engga sempet tanya."ucap Chacha pada Dimas.


 


"Jadi kita mau jengguk Dinda engga pulang sekolah ini.sekalian biar kita tanya langsung dia sakit apa."ucap Chacha pada Julian dan Dimas.


 


mereka berdua mengangguk tanda setuju dan merencanakan pulang sekolah nanti akan menjenguk sahabatnya dirumah sakit.


 


"Tapi tunggu deh gimana kita mau jenguk kiyara kalau kita engga tau dia di rawat dimana."ucap Dimas pada yang Julian dan Chacha.


 


Julian merasa jika ucapan dimas ada benarnya juga bagaimana mereka akan menjenguk Dinda jika mereka tidak tau sahabatnya itu di rawat dirumah sakit mana.


 


"Cha gimana engga mungkin kan kita cek semua rumah sakit 1 per 1 untuk nyari Dinda, bakalan makan waktu lama."ucap Dimas kembali.


 


"Engga perlu kalian tenang aja Chacha tau ko dimana Dinda di rawat di RS medikal nanti kita pulang sekolah langsung ke sana."ucap Chacha.


 


"okay."ucap Dimas dan Julian bersamaan.


 


di tempat lain.


 


kiyara kembali ke kamar rawatnya bersama haera ia kembali karena merasa sangat lemas ternyata ia belum memakan apapun juga,setelah itu dokter Reyhan masuk keruang rawat kiyara dan meminta kiyara untuk makan siang dan meminum obat nya.


 


"Siang Aya, ini makanan kamu dan obat kamu ya jangan lupa diminum."ucap Reyhan mengingatkan pasien satu ini.


 


"Iya."ucap Kiyara kembali.


 


kiyara makan siang dan meminum obatnya yang di berikan dokter Reyhan padanya, tanpa adanya perdebatan seperti biasnya.


 


Sudah selesai."ucap kiyara pada dokter Reyhan yang mengawasinya sampai ia meminum obatnya.


 


kiyara mulai bosan harus terus berada di rumah sakit yang tidak pernah ia sukai.ia menayakan kepada dokter Reyhan kapan ia bisa kembali kerumah karena ia tidak suka berada di sini.


 


"Dok, kapan saya bisa keluar dari rumah sakit ini."ucap kiyara pada dokter Reyhan.


 


 


"Iya."aku sudah tidak betah berada di sini."ucap kiyara aku bosan.


 


"Tunggu beberapa hari lagi ya sampai kondisimu benar -benar  stabil dan kamu baru boleh pulang."ucap dokter Reyhan yang kembali mengingatkan.


 


"Okay."ucap kiyara dengan pasrah.


 


Di tempat lain


 


Bel  pulang sekolah berbunyi Chacha dimas dan Julian bergegas pergi dari sekolah menuju rumah sakit Medikal untuk menjenguk kiyara sahabat mereka.


 


"Yuk buruan kita kerumah sakit jenguk Kiyara.


 


15 menit kemudian mereka sampai di rumah sakit yang mereka tuju.


 


"Ruangan mana Cha ."ucap Dimas pada Chacha.


 


"Ruang VIP kamar no 1."ucap Chacha pada Dimas.


 


mereka sampai di kamar VIP no 1 disana ia melihat banyak sekali orang yang berjaga di depan pintu kamar kiyara.


 


"Permisi Kami ingin menjenguk kiyara apa boleh."


 


"kalian siapa."ucap haera pada Chacha.


 


"kita ini temanya kiyara apa boleh Kita jenguk dia."ucap Chacha pada haera.


 


"Tunggu sebentar saya tanyakan dulu."ucap haera dengan ramah.


 


"Baik kalian boleh masuk."ucap haera pada Chacha.


 


"terimakasih."ucap Chacha.


 


Haera membalasnya dengan tersenyum.


 


sampai di dalam Chacha melihat kiyara yang sedang berbaring di ranjang dengan infusan yang menempel pada lengannya dan wajah yang pucat.


 


"Hai Din."ucap Chacha.


 


mendengar itu kiyara langsung menoleh dan tersenyum pada ketiga sahabatnya itu,dan membalas sapaan mereka.


 


"Hai."ucap kiyara pada ketiganya.


 


"Ko kalian tau aku disini."ucap kiyara pada sahabatnya.


 


"Iya tadi ketemu ka Tian di sekolah terus bilang kalau kamu lagi dirumah sakit makanya pulang sekolah kita langsung kesini."ucap Chacha panjang lebar.


 


baik chacha maupun Julian dan dimas mereka sama penasaran dan ingin tau sebenarnya apa yang terjadi sampai ia di bawa kerumah sakit, dan ditambah lagi Septian tidak bercerita apapu,itu yang membuat mereka penasaran.


 


"Kamu ko bisa di bawa ke sini kenapa."ucap Julian pada kiyara.


 


yang membuat mereka terkejut ialah alasan di balik kiyara melakukannya ia sendiri pun tidak mengetahuinya.


 


"Jadi semalam Mamah ngecek kamar aku dan ka Tian, mamah mau liat apa aku sama ka Tian udah tidur atau belum, dan saat mamah ku ngecek ke kamar ka Tian masih baik - baik aja engga ada yang aneh dan saat mamah ngecek ke kamar aku, mamah udah liat tangan aku yang terluka dan banyak darah yang memenuhi lantai."ucap kiyara pada ketiga temannya.


 


"terus kamu inget apa yang sebelumnya kamu lakuin sebelum kejadian itu."ucap Julian yang makin penasaran.


 


"Engga aku engga inget apa apa, cuma yang ku inget itu aku habis dari kamar mandi buat cuci muka habis itu aku kembali ke kasur dan tidur udah itu aja yang aku inget."ucap kiyara menjelaskan panjang lebar.


 


"Oh...gitu."ucap Julian dan yang lainya mereka merasa ada yang aneh pada kiyara sahabat mereka tetapi mereka belum tau apa itu.


 


hari mulai semakin sore Chacha Julian dan Dimas berpamitan kepada kiyara dan Septian,yang saat itu ada disana.


 


"Ka Tian ,Dinda kita pamit dulu ya makasih udah boleh jenguk Dinda dan semoga Dinda cepet sembuh ya."ucap Chacha.


 


Julian, Chacha dan Dimas keluar dari area rumah sakit menuju rumah mereka masing -masing.


Tbc.