Natural Ability

Natural Ability
BAB 10



setelah di lihat ternyata kiyara memang sudah tidur dan Septian pun langsung menutup kembali pintu kamar adiknya.dan Septian pun kembali ke kamarnya untuk beristirahat.


 


"syukur lah ia sudah tertidur, aku berharap aku tidak akan telat bangun pagi karena ada meeting dengan klien."ucap Septian pada dirinya sendiri.


 


Ia sedang menunggu laporan yang di berikan Bagas padanya, tetapi Bagas belum juga mengabarinya hingga saat ini saat sedang menunggu rasa kantuk menghampirinya dan ia pun tertidur.


 


Lily yang baru saja sampai di rumah Langsung memasukan mobilnya di garasi dan ia melihat jam yang melingkar manis di tangannya dan ternyata sudah pukul  01. 03 pagi, dan iya yakin kedua anaknya pasti sudah tertidur ia masuk perlahan supaya kedua anaknya tidak bangun dari tidurnya.


 


"Nyonya sudah pulang."ucap seseorang dari arah dapur.


 


dan betapa terkejutnya Lily yang membuatnya kaget bukan main.


 


"Ya ampun bibi ngaggetin saya aja sih."ucap Lily pada bi Mirah.


 


"Maafkan saya nyoya  saya tidak bermaksud untuk mengagetkan nyonya."ucap bibi dengan menyesal.


 


"Iya bi engga apa - apa lain kali jangan muncul tanpa menyalakan lampu ya bi saya kaget tadi saya kira ada yang masuk kerumah ini."ucap Lily mengingatkan kembali.


 


"Baik nyonya saya tidak akan mengulanginya lagi."ucap bi Mirah pada Lily.


 


Lily kembali menanyakan kepada bi Mirah apakah kedua anaknya sudah tertidur atau masih ada yang melakukan aktivitas nya yang lain.


 


"Den Septian dan non Aya sudah tidur nyonya."ucap bi Mirah pada Lily.


 


"syukurlah jika seperti itu."ucap Lily merasa lega.


 


Lily kembali mengecek kedua anaknya di kamarnya masing -masing takut terjadi sesuatu pada salah satu dari mereka.lily menuju ke atas lantai 2 untuk mengecek Septian dan kiyara, saat mengecek Septian ia memang sudah tertidur pulas ia memberikan kecupan selamat malam pada putra pertamanya itu. dan setelah itu ia mengecek kamar kiyara dan betapa terkejutnya ia saat melihatnya.


 


"Sayang Aya bangun dong kamu kenapa jangan bikin mamah panik."ucap Lily pada putrinya.


 


mendengar suara orang tuanya yang terus memanggil manggil nama adiknya itu ia langsung  terbangun dan merasa ada yang tidak beres ia segera berlari menuju kamar sang adik dan melihat apa yang terjadi. dan bertapa terkejutnya ia saat melihat apa yang terjadi pada kamar adiknya.


 


"Mah Aya kenapa ko bisa jadi gini."ucap Septian dengan wajah yang panik.


 


"Mamah juga engga tau sayang pas mamah masuk Adek kamu udah tergeletak di bawah dengan luka di bagian tangannya."ucap Lily dengan isakan tangisnya.


 


Lily berteriak memanggil bi Mirah untuk segera menelfon ambulance dan membawa anaknya itu kerumah sakit.


 


"bi Mirah....bi Mirah...buruan bi


"ucap Lily dengan isakan yang masih mengelilingi kamar.


 


mendengar itu bi Mirah langsung bergegas menuju kamar tidur kiyara dan bertapa terkejutnya ia saat melihat semua kamar sudah di penuhi dengan darah.


 


"bi cepat hubungi ambulance kita bawa kiyara kerumah sakit."ucap Lily pada Septian.


 


Lily terus menerus menyadarkan putrinya itu berharap ia segera sadar dan Septian pun ikut panik dan ia menghubungi dokter pribadi keluarga mereka untuk memberitahukan jika kiyara akan mereka bawa kerumah sakit.


📱📲  Septian is call..


 


"malam dok maaf menggangu."ucap Septian pada seseorang di sebrang sana.


 


"Iya tidak apa."ucap seseorang itu.


 


"Apa ada sesuatu kenapa suaramu terdengar sangat panik , apa terjadi sesuatu pada keluargamu."ucap nya kembali.


 


"Iya saya akan kerumah sakit bersama dengan orang tua saya."ucap Septian.


 


"apa terjadi sesuatu."ucap nya seseorang itu.


 


"Iya saya akan membawa kiyara kesana."ucap Septian.


 


"Baik saya mengerti kita akan bertemu di rumah sakit."ucap Septian yang langsung menutup telfonnya.


 


 


"Sebenarnya kamu kenapa sayang."ucap Lily sambil mengelus telapak tangan sang putri.


 


Di tempat lain


 


Septian mempercepat laju mobil nya untuk segera sampai di rumah sakit untuk segera mengetahui kondisi adik kesayangannya.


 


dokter Reyhan samapai duluan sebelum ambulance datang dan mereka sudah menunggu di depan dengan brankar rumah sakit.


 


15 menit kemudian kiyara sampai di rumah sakit dengan sudah tidak sadarkan diri.


 


"cepat bawa pasien ini keruang UGD"ucap reyhan pada suster lainnya.


 


"Baik dok."


 


Reyhan segera masuk keruang UGD untuk memeriksa keadaan pasien yang sudah ia anggap adiknya sendiri itu.


 


"Kalian tunggu di sini saya akan memeriksa keadaannya dulu."ucap Reyhan pada kiyara.


 


Lily dan Septian menunggu di depan ruang UGD dengan perasan cemas , takut dan binggung. Lily segera menghubungi suaminya Jakson untuk memberitahukan bahwa kiyara putri mereka masuk rumah sakit.


📱📲  Lily is calling....


 


"hallo assalamualaikum Alaikum Pah.


 


"waalaikum salam Mah ada apa."ucap Jakson pada istrinya.


 


Jakson yang mendengar istrinya yang menangis itu langsung menyakan apa yang terjadi.


 


"hallo mah ada apa kenapa kamu nagis."ucap Jakson yang merasa ada sesuatu yang terjadi.


 


"Aya, Pah, Aya."ucap Lily yang masih


menangis.


"Aya kenapa mah,"ucap Jakson yang mulai panik.


 


"Aya masuk rumah sakit Pah."ucap Lily pada Jakson.


 


Jakson yang mendengarnya pun langsung tekjut dengan apa yang baru saja ia dengar.


 


"ko bisa kenapa."ucap Jakson kembali.


 


"mamah juga engga tau Pah. kejadian itu tiba-tiba."ucap Lily yang masih terisak dan syok.


 


"okay mamah tenang. papah pulang sekarang."ucap Jakson.


 


panggilan terputus.


Septian yang merasa gagal menjaga adiknya membuat nya merasa sangat bersalah dalam hal ini dan di tambah lagi ia melihat ibunya menangis itu yang membuatnya makin kacau dan ada banyak pertanyaan di kepalanya yang membuatnya pusing.


 


saat sedang berfikir tiba- tiba dokter Reyhan keluar dari UGD. seketika Lily dan septian menemui dokter Reyhan dan bertanya tentang kondisi putri dan adik ya itu.


 


"Dok bagaimana keadaan putri saya apa dia baik -baik saja dok ."ucap Lily pada Reyhan.


 


"Dok bagaimana keadaan adik saya dok apa dia baik -baik saja."ucap Septian pada Reyhan.


 


"kiyara sudah baik -baik saja dan tidak ada yang serius dan luka di pergelangan tangannya itu sudah di obati."ucap dokter Reyhan pada Lily dan Septian.


 


"syukurlah kalau begitu."ucap Lily dan Septian merasa sangat lega.


Reyhan lalu betanya kepada Lily dan Septian sebenarnya apa yang terjadi sampai kiyara bisa seperti itu. "ucap reyhan.


"saya tidak tau dok , apa yang terjadi sebelum itu karena saat saya sedang mengecek kamar Septian tidak ada yang aneh, tetapi saat saya masuk kamar kiyara ia sudah tidak sadarkan diri dan pergelangan tangannya sudah di penuhi dengan darah."ucap Lily panjang lebar.


Tbc.