
"Aya kaka minta maaf ya Kaka harusnya bisa jagain kamu, tapi ini malah kamu celaka aja Kaka engga tau."ucap septian merasa menyesal.
"Ka Tian Aya tuh engga marah sama ka Tian sama sekali engga."ucap kiyara pada Septian dengan senyuman manis di wajahnya.
kiyara merentang tangannya untuk di berpelukan kepada Septian agar ia tidak merasa menyesal dengan kejadian yang menimpanya.
keesokan paginya kiyara yang masih setia dirumah sakit dengan infusan yang masih setia di pasangankan di tangannya.dan ia tidak akan masuk sekolah sampai 5 hari kedepan.
"Ka Tian aya mau pulang aya mau sekolah."ucap kiyara pada Septian.
"Kamu belum boleh pulang sayang, soalnya nya kamu masih lemes banget dan wajah kamu itu masih pucat."ucap Septian meyakinkan kiyara.
kiyara meminta pembelaan kepada sang Mamah tetapi ia harus kecewa karena jawaban yang di berikan Lily ibunya sama dengan jawaban yang di berikan dokter Reyhan dan Septian.
"Mah Tian berangkat dulu ya mau ke kantor."ucap Septian pada Lily.
"Tapi ini masih pagi sayang kamu juga harus sarapan dulu berangkat ucap."Lily pada Septian.
Septian dan Lily menyempatkan diri untuk sarapan pagi lebih dulu setelah itu ia baru berangkat bekerja ia sengaja berangkat lebih pagi karena ia akan mengunjungi sekolah adiknya terlebih dahulu.
"Mah Tian berangkat dulu ya"ucap Septian pada ibunya.
"Iya sayang kamu hati -hati ya jangan lupa kamu mampir dulu ke sekolah Aya."ucap Lily pada kiyara.
"Iya Mamah pasti ko makanya Tian berangkat pagi mau kesekolah aya dulu.
Septian meminta pengawal yang sudah Bagas Carikan untuk bekerja pada mereka.kalian jaga kiyara dengan baik dan jangan sampai dia keluar tanpa pengawalan mengerti."ucap Septian pada mereka.
"Baik tuan muda kami ngerti."ucap Lee
Septian berpamitan dengan kiyara dan Lily untuk berkat bekerja.
"Mah , Aya Tian berangkat dulu ya."ucap septian pada kiyara dan Lily.
"Pulang nanti ka Tian beliin kamu sesuatu."ucap Septian pada kiyara.
"okay ka Tian, Aya tunggu ya."ucap kiyara antusias.
setelah selesai Septian berpamitan kepada Lily untuk berangkat bekerja.septian berangkat dari rumah sakit karena ia dan Lily semalaman menginap di rumah sakit.
Septian berangkat meuju kantor dan ia mampir kesekolah adiknya untuk menemui kepala sekolah bahwa adiknya tidak bisa hadir untuk beberapa 1 Minggu kedepan karena ia sedang sakit.
"permisi pak saya ingin bertanya ruang guru ada di sebelah mana ya pak."ucap Septian pada satpam sekolah.
"Bapak masuk saja lalu lurus terus di pertigaan belok kiri dan ruang guru ada di sebelah kanan. "ucap pa Rio pada Septian.
"baik pak terimakasih saya permisi dulu. "Septian pada pa Rio.
"Baik pa silahkan."ucap pa Rio dengan ramah.
saat ingin menuju ruang guru tiba- tiba ia di sapa oleh seorang wanita yang ternyata teman adiknya itu.
"Pagi ka."ucap wanita cantik itu pada Septian.
"Pagi."ucap Septian dengan ramah.
ia bertanya karena merasa ia pernah melihatnya, tetapi ia lupa di mana tempatnya."ucap wanita itu dalam hati.
wanita itu baru ingat jika peria itu adalah Kaka dari sahabatnya itu.
"maaf ka mau tanya kaka itu kakanya Kiyara kan."ucap wanita cantik itu.
"Iya kamu kenal adik saya."ucap Septian pada wanita cantik itu.
"Iya ka saya kenal kiyara, saya salah satu sahabatnya kiyara nama saya chacaha.
"Ohiya Chaca salam kenal ya saya Septian kakanya Kiyara."ucap Septian pada chacha.
chacaha yang tidak melihat kiyara penasaran dan bertanya kepada Septian tentang alasan kiyara tidak ada.
"maaf ka chacha mau tanya ko Kiya engga ada."ucap chacaha penasaran.
"Oh iya chacaha kiyara sekarang lagi di rumah sakit dan dia engga bisa sekolah untuk 1 Minggu kedepan makanya ka Tian kesini mau memberitahu gurunya.
"kiyara di rawat di rumah sakit mana ka, chacha mau jenguk."ucap chacha pada Septian.
"iya ka."ucap chacha pada Septian.
Septian melanjutkan perjalanan menuju ruang guru saat sampai di depan ruang guru Septian meminta kepada pengawalnya untuk menunggu di luar dan ia akan masuk sendirian.
"Baik kami mengerti."ucap Lee pada Septian.
Septian masuk keruang guru dan bertemu dengan wali kelas kiyara. 15 menit kemudian ia selesai dan segera masuk ke dalam mobil untuk berangkat ke kantor.
"Di tempat lain.
kiyara yang mulai bosan hanya berbaring di ranjang dengan di temani infusan yang masih setia di tempel di tangannya.
"Bosan."ucap kiyara pada dirinya sendiri.
saat ingin keluar dari ruang perawatan ia langsung di hadang oleh pengawal wanita yang di pekerjakan oleh kedua orangtuanya dan kakanya untuk menjaganya.
"Noona ada mau kemana."ucap salah satu pengawal wanita itu.
"saya mau keluar."ucap kiyara.
"Tetapi Noona belum benar -benar sehat, Noona harus banyak istirahat."ucapnya mengingatkan.
"Saya tau hanya saja saya, bosan jika harus di kamar terus menerus."ucap kiyara.
"Baik nona jadi mau pergi kemana biar saya temani."ucap wanita itu.
"saya hanya ketaman belakang rumah sakit ini saya butuh udara segar."ucap kiyara padanya.
"Saya sendiri saja."ucap kiyara pada pengawalnya.
"Tetapi Noona, Jika Tuan Septian sampai tau Noona pergi sendiri kami bisa dipecat Noona."ucap mereka pada kiyara.
Kiyara yang tidak tega dengan mereka hanya menghela nafas panjang dan menganggukan kepala tanda ia setuju untuk mereka menemaninya.
"Baik Noona ayo."ucap haera pada kiyara.
kiyara dan haera pergi jalan jalan ke taman karena ia merasa bosan.kiyara tiba -tiba lelah dan meminta haera untuk berhenti sejenak.
"Baik noona kita isitirahat dulu atau Noona ingin kembali ke kamar saja atau bagaimana Noona.
"Tidak saya ingin tetap Di sini."ucap kiyara pada haera.
"Baik noona tetapi jika noona sudah selesai noona bisa langsung beritau saya."haera pada kiyara.
"Baik saya akan beritahu kamu jika saya sudah selesai."ucap kiyara meyakinkan haera.
di tempat lain
dimas dan Julian sedang mengobrol tiba -tiba chacaha datang dengan nafas yang memburu seperti habis lari maraton.chacha yang langsung memerintahkan kepada Julian dan Dimas tentang kondisi kiyara.
"Eh bule ko Dinda tumben ya belum datang sih Chacha juga tumben belum datang juga."ucap Dimas pada Julian.
"Barengan kali mereka berdua, janjian maksudnya."ucap Dimas pada Julian.
"Mungkin."ucap Julian pada Dimas.
chacha yang baru saja datang dengan nafas memburu langsung duduk dan meminum air milik Julian.
"Cha itu minuman Lian kenapa di minum."ucap Julian pada Chacha.
"Yah..Lian maaf ya soal nya Chacha haus habis lari tadi."ucap Chacha pada Julian.
mendengar itu Julian dan Dimas binggung dan bertanya kepada Chacha apa kenapa ia harus berlari.
"Kenpa Lo lari sih Cha emang jalan engga bisa."ucap Dimas pada Chacha .
"Bisa Dimas tapi Chacha itu habis ketemu sama orang makanya Chacha langsung lari ke sini."ucap Chacha pada kedua sahabatnya itu.
"Emang kamu ketemu siapa sih Cha sampe harus lari -lari kaya tadi."ucap Julian pada Chacha.
"Coba tebak Cacha tadi habis ketemu siapa."ucap Chacha pada kedua sahabatnya.
Tbc.