Natural Ability

Natural Ability
BAB 58



Se saat setelahnya kiyara terkejut dengan apa yang baru saja ia lihat dan orang yang berada dihadapannya sekarang.


"Kalian."ucap kiyara Chaca dan Julian bersamaan.


"Hi bisa bicara sebentar."ucap seorang pria yang ada didepan mereka.


"Permisi pak kalo boleh saya ingin meminta izin untuk berbicara dengan mereka semua."ucap pria yang sedang bersama mereka.


"Baik silahkan."ucap kepala sekolah kepada pria itu.


"Kalian ikut aku."ucap pria itu sedang tatapan yang tiba-tiba berubah menjadi serius.


Kiyara, chaca , julian dan dimas hanya mengikuti pria itu tanpa tau mereka akan dibawa kemana dan apa tujuannya ia kesekolah mereka dan ingin bertemu mereka.


"Apa yang kalian lakukan disekolah kami."ucap kiyara merasa binggung.


"Kami butuh bantuan kalian, ini sangat penting dan hanya kalian yang bisa membantu kami."ucap pria tersebut.


"Tunggu dinda ini apa lagi, yang satu aja belum kelar udah ada lagi yang minta bantuan kita, terus wanita itu gimana."ucap chaca binggung.


"Wanita."ucap pria itu binggung.


"Iya wanita paruh baya yang datang kepada kita beberapa saat yang lalu."ucap kiyara menjelaskan.


awalnya pria itu merasa binggung maksud dari kiyara dan teman temannya, tetapi setelah itu ia tersenyum dan mengangguk mennggerti dan mengatakan jika wanita itu ternyata sudah menemui kalian, yang membuat ketiganya merasa binggung dan makin tidak mengerti.


"Jadi kalian udah tau soal wanita itu."ucap Chaca kepada keduanya.


"Tentu saja kami tau, jika tidak untuk apa kami menemui kalian."ucap pria itu tiba-tiba.


"Jadi karna itu kalian datang kesini."ucap Julian buka suara.


"Tentu saja."ucap pria itu pada mereka.


"Chaca kira ini tentang masalah lain ternyata masih ada kaitannya tentang wanita itu."ucap Chacha pada ketiga sahabatnya.


"Jadi gimana."ucap kiyara.


"Aku butuh kemampuan kalian semua terutama kamu kiyara."ucap pria itu.


"Aku."ucap kiyara merasa binggung.


"Kamu lupa kalo kemampuan kamu itu lebih kuat dari kita semua."ucap pria itu pada kiyara.


"Iya iya aku tau putra."ucap kiyara yang memutar kedua bola matanya malas.


"Okay jadi apa yang akan kita lakukan setelah ini, harus mulai dari mana."ucap kiyara pada putra.


"Malam ini juga kita berangkat."ucap septa buka suara


"Malam ini, kemana, dan bagaimana dengan rencananya, apa kita akan menyerang tanpa rencana."ucap Dimas yang merasa geram.


"Santai dulu mas bro, kita punya rencana yang matang ko."ucap putra pada ketiganya.


"Semuanya sudah di pikirkan dengan baik dan sangat matang, dan Kami butuh bantuan kalian semua untuk membebaskannya dari teman kalian."ucap putra dan septa yang membuat keempatnya binggung begitu pula dengan kiyara.


Saat sedang asing mengobrol dari jauh anggi melihat keempat nya sedang berbicara sendiri tanpa ada siapapun disana dan langsung menuju ke arah keempat nya.


"Kalian udah engga waras ya."ucap anggi yang entah muncul dari mana.


"Lo kali yang engga waras."ucap Chaca kemudian.


"kalian tuh gue liatin dari tadi ngobrol sendiri itu apa kalo bukan gila namanya."ucap Anggi yang tidak ada bosannya mencari masalah dengan kiyara.


"Wah....dia engga tau kita lagi ngobrol sama orang di depan kita si putra sama septa."ucap Dimas kemudian.


"Mana ada orang disini Lo engga bisa liat ya, mata Lo buta."ucap Anggi tak mau kalah, karena ia yakin didepan mereka itu tidak ada siapapun.


"....".


"Udahlah capek ngomong sama dia cabut."ucap Dimas pada ketiganya sebelum itu kiyara memberikan isyarat kepada mereka untuk pergi dari sana.


"Yaudah ayo."ucap Chaca dan Julian diikuti oleh kiyara.


"Kenapa dia engga bisa liat putra dan septa."ucap Chacha pada kiyara.


"Wajar merekakan bukan seperti kita."ucap kiyara pada ketiganya.


"Maksudnya."ucap Chacha dengan wajah yang sangat lucu.


"Mereka engga punya mata dingin kaya kita Cha."ucap Julian pada Chacha.


"Mata Chaca engga dingin."ucap Chacha sambil memegang kedua matanya.


"Cha kita bahasa lagi ini nanti ya."ucap kiyara menyudahi percakapan mereka.


"Okay."ucap Chacha kembali.


"Yaudah kita pulang yuk."ucap kiyara pada ketiga sahabatnya.


kiyara dan ketiga sahabatnya itu pun kembali kekelas mereka untuk mengambil tas yang masih ada dikelas dan hanya tinggal tas mereka berempat lah yang masih ada disana, mereka langsung mengambilnya dan begegas pulang kerumah masing masing sebelum akhirnya mereka kumpul kembali.


"Kita pulang dulu kerumah masing masing setelah itu kumpul dirumah kiyara setelah selesai."ucap Julian yang di tanggapi dengan anggukan kepala kedua sahabatnya itu.


"Okay."ucap Dimas.


"Okay Chacha juga mau pulang dulu mau ganti baju sama makan."ucap Chacha sedang wajah polosnya.


"Iya."ucap kiyara kembali.


"Kita pamit ya din."ucap julian dimas dan chaca.


"Okay."ucap kiyara kemudian.


Setelah itu mereka semua berpisah dan kembali menuju rumah masing masing.


Ka Tian message....*📱📲


"Dek kalo udah pulang jangan lupa makan siang ya."


"Okay kak.💜


"Pulang telat lagi.😔


"Iya cantik maaf yak.🙏


"Yaudah okay kalo udah pulang kabarin ya.


"Sip.


"Love you cantik.❤️


"Love you ka Tian.🥰*


Kiyara sampai dirumah dengan selamat dan setelah selesai berbalas pesan dengan sang Kaka ia langsung masuk kerumah untuk beristirahat karna ia merasa sangat lelah hari ini, dan karna kedua orang tuanya juga sedang melakukan perjalanan bisnis ia harus kembali sendiri dirumah dan karna itu ia sudah mulai terbiasa.


Tok...tok...tok....


"Tunggu sebentar."ucap seseorang dari dalam rumah.


pintu rumah terbuka dilihat dari dalam sana ada wanita paruh baya yang menyambutnya dengan senyuman yang tulus.


"Sudah pulang non aya."ucap seorang yang tak lain bi mirah pembantu rumah tangga mereka.


"Iya bi, baru aja, ohya bi makan siang hari ini apa."ucap kiyara antusias.


"Masak makanan kesukaan non aya dong. pastinya."ucap bi mirah dengan mengangkat kedua jempolnya.


"Yaudah bi, aya ganti baju dulu ya setelah itu Aya turun kebawah untuk makan siang."ucap kiyara kembali.


"Siap non aya."ucap bi mirah padanya.


setelah selesai berbicara pada bi mirah kiyara berjalan menaiki anak tangga untuk sampai ke kamarnya yang berada di lantai dua, ia memasuki kamar tersebut dan mulai berganti pakaian rumah lalu bergegas turun kebawah kembali untuk makan siang.


"Non aya bibi sudah siapkan makan siang untuk non aya, jangan lupa dimakan ya non bibi mau keluar sebentar."ucap bi mirah pada kiyara.


"Mau kemana bi."ucap kiyara


"bibi mau pergi kewarung non."ucap bi mirah kembali.


"Okay, mau Aya temenin."ucap kiyara menawarkan diri.


"Tidak usah, non aya pasti capek, non aya makan aja bibi engga lama ko."ucap bi mirah pada kiyara.


"Okay."ucap kiyara dengan senyuman khasnya.


kiyara mulai makan siang dengan santai dan seperti biasa suasana rumah yang sepi menemaninya setiap hari dan hanya ada ia dan membantu rumah tangganya saja.


"Selalu seperti ini, sepi."ucap kiyara sambil menghela nafas panjang.


saat sedang asik makan siang kiyara dikejutkan dengan suara handphone yang berbunyi tanda ada panggilan masuk dan segera ia langsung mengangkat nya.


*Julian is call....📱📲


"Aya gue sama Dimas dan Chaca udah on the way kerumah Lo ya."


"Okay, kalian tau apa yang harus kalian lakukan kan setelah sampai rumah gue.


"Iya kita tau ko.


"gue udah sama Dimas nih, mau jemput Chaca dulu setelah itu baru kerumah Lo.


"Okay gue tunggu.


"Sip.


panggilan berakhir*.....


setelah selesai makan siang kiyara menuju kamarnya kembali untuk mengambil barang barang yang diperlukan sambil menunggu ketiga sahabatnya datang.


"Hay, gue disini."ucap seseorang yang tiba tiba muncul entah dari mana.


"Ya ampun gue kaget."ucap kiyara yang hampir saja lompat dari depan pintu kamarnya.


"Sorry yang lain mana."ucap seorang itu.


"Belum Dateng."ucap kiyara.


"Oh....okay."


"Lain kali kalo Dateng kesini tuh ngomong jadi gue engga kaget paham.


"Kan udah say sorry."ucap seseorang itu kembali.


Bi mirah kembali kerumah setelah dari warung dan melihat jika kiyara sudah tidak ada disana dan bi mirah kembali ingin bertanya apakah ia sudah selesai dengan makan siangnya saat ingin membereskan makan siangnya bi mirah seperti mendengar jika kiyara sedang berbicara dengan seseorang tetapi ia tidak tau siapa, dan memutuskan untuk bertanya padanya .


"Non aya apa makan siangnya sudah selesai."ucap bi mirah dari lantai bawah.


"sudah bi, diberesin saja."ucap kiyara kembali.


"Baik non bibi bereskan ya."ucap bi mirah pada kiyara.


"iya bi makasih ya."ucap kiyara kembali.


"Baik non sama sama."ucap bi mirah.


"Ohya non, non sedang berbicara dengan siapa."ucap bi mirah.


"Oh...engga sama siapa siapa bi, mungkin bibi salah dengar." ucap kiyara.


"non lagi bicara sama laki laki ya non , apa itu den tian.


"Oh...bukan bi, aya lagi engga ngomong sama siapa siapa ko bener deh."ucap kiyara kembali.


"Yaudah non, mungkin bibi yang salah dengar."ucap bi mirah mengakhiri obrolan.


"Ohya bi nanti temen temen Kiya mau dateng klo mereka udah sampe kasih tau ya, makasih bi."ucap kiyara degan tulus.


"Baik non aya."ucap bi mirah Lalu pergi menuju dapur.


kiyara menunggu ketiga sahabatnya dikamarnya dengan bukti yang sudah ia siapkan.