
"Baik tuan saya mengerti."ucap bi Mirah dan pak Lee.
Septian menuju ruangan dokter untuk mengetahui kondisi adiknya.
"silahkan masuk."ucap dokter Reyhan.
15 menit kemudian Septian keluar dari ruangan dokter dan langsung menyusul kiyara dan yang lainnya di taman.
"Ka Tian."ucap kiyara dengan tersenyum sambil melambaikan tangannya ke arah Septian.
Septian tersenyum melihat adiknya yang begitu terlihat bahagia di balik sakitnya yang ia rasakan, dan kembali melambaikan tangannya pada adiknya itu.
"Gimana ka, apa yang dokter Reyhan bilang sama Kaka, aku baik baik aja kan."ucap kiyara penasaran.
"Iya sayang dokter bilang kamu baik- baik aja."ucap Septian pada kiyara sambil mengelus puncak kepala adiknya dengan sayang.
"Ka Aya ke sana dulu ya."ucap kiyara yang melihat banyak orang yang sedang bermain balon.
"Iya sayang tapi kamu jangan jauh jauh ya."ucap Septian pada kiyara.
"Iya ka."ucap kiyara pada Septian.
"Kalian awasi Aya dengan baik jangan sampai ia terluka dan kalian jangan terlalu jauh darinya mengerti."ucap septian memerintahkan kepada pengawalnya.
"Baik tuan kami mengerti."ucap mereka.
flashback on
kiyara meminta Septian untuk jalan -jalan di taman karena kiyara meminta Septian untuk menemaninya ia sudah 3 hari di rumah sakit dan ia selalu tidak bisa tidur dengan nyenyak.
"Ka Tian Aya mau jalan -jalan ke taman temenin ya."ucap Aya.
"kenapa sayang kamu kan harus sitirahat engga boleh capek."ucap Septian pada kiyara.
"sebentar aja ko ka Tian engga akan lama Aya janji tapi Aya engga mau di temenin sama haera ya."ucap kiyara pada Septian.
Septian tidak mengerti kenapa adiknya itu selalu ingin pulang dan tidak mau lama lama berada di rumah sakit ini.
"Ka Tian ko ngelamun sih ayo temenin Aya, jalan - jalan."ucap kiyara.
"Yaudah iya ayo jalan jalan tapi Aya harus janji sama ka Tian kalau Aya capek Aya bilang sama ka Tian ya."ucap Septian meningkatkan adiknya.
kiyara menggangukan kepalanya tanda ia mengerti dan memberi hormat pada Septian dengan senyuman manis nya.
itu yang membuatnya semakin menyayangi adiknya dari waktu ke waktu.
"De Kita jalan - jalan jalan tapi mereka ikut sama kita ya bibi juga."ucap Septian.
"terserah sama ka Tian aja."ucap kiyara.
"Yaudah ayo jalan - jalan."ucap Septian pada kiyara.
kiyara sangat senang karena ia bisa berjalan jalan walaupun itu hanya di taman rumah sakit ia sudah merasa bahagia karena ia bosan jika harus di kamar tanpa melakukan apapun.
tiba- tiba seorang suster menemui Septian dan memberitahukan nya jika dokter ingin bertemu dengan nya, ia langsung melihat ke arah kiyara, dan kiyara hanya menggangukan kepalanya tanda ia mengerti.
"sayang Kaka mau ketemu dokter dulu ya kamu jalan jalannya sama bibi sama paman Lee dulu ya nanti setelah selesai ka Tian menyusul."ucap Septian pada adiknya.
"Okay."ucap kiyara.
setelah itu mereka berpisah Septian ke ruang dokter dan kiyara ketaman.
sebelum itu ia meminta bi Mirah dan pak Lee untuk menjaga kiyara dan tidak sembarangan untuk memberikan apapun yang ia mau, harus seizin dirinya atau Lily.
"Baik tuan saya mengerti."ucap bi Mirah dan pak Lee.
Septian menuju ruangan dokter untuk mengetahui kondisi adiknya.
"silahkan masuk."ucap dokter Reyhan.
"Baik dok."ucap Septian.
dokter Reyhan meminta Septian untuk duduk sebelum ia menjelaskan tenteng kondisi adiknya.
"silahkan duduk."ucap dokter Reyhan pada Septian.
setelah Septian duduk dokter Reyhan langsung menjelaskan kepada Septian tentang kondisi kiyara perihal luka di tangan kirinya.
"Jadi begini saya ingin menjelaskan kepada kamu tentang kondisi kiyara dan luka pada tangannya."ucap dokter Reyhan pada Septian.
"Ya dok jadi bagaimana apa itu cukup parah."ucap Septian pada dokter Reyhan.
"Jadi luka di tangan adik kamu itu di sebabkan oleh tusukan sebuah pisau di tambah luka bakar yang ada di telapak kiyara itu, untung saja pisau itu tidak memotong pergelangan tangannya dan tidak terkena urat nadinya., jadi itu masih bisa di selamatkan."ucap Reyhan panjang lembar.
"Jadi saya harus bagaimana dok."ucap Septian pada Reyhan.
"untuk saat ini saya sarankan untuk menjauhinya dari semua benda - benda tajam dan ia tidak boleh di biarkan sendirian atau melamun."ucap dokter Reyhan pada Septian.
"Baik dok."ucap Septian kembali.
"saya ingin bertanya apa kiyara di temani seseorang semalam."ucap dokter Reyhan pada Septian.
"Iya dok, ia di temani oleh beberapa pengawal wanita."ucap Septian pada dokter Reyhan.
"siapa nama pengawal wanita itu."ucap dokter Reyhan.
"Nama nya haera, dara , dan Mitha."ucap Septian pada dokter Reyhan.
"Ah....Baiklah."ucap dokter Reyhan.
karena penasaran Septian kembali bertanya kepada dokter Reyhan,mungkin ia mengetahui sesuatu yang tidak ia ketahui.
"Memang nya ada apa Dok."ucap Septian pada dokter Reyhan.
"Tidak ada apa - apa hanya saja saya mendengar ia seperti sedang berbicara pada seseorang dan saat saya masuk untuk memeriksa keadaan nya ia sedang tertidur pulas."ucap dokter Reyhan pada Septian.
"Maaf, apa dokter Reyhan yakin dengan apa yang dokter Reyhan katakan pada saya."ucap Septian yang merasa binggung sekaligus merasa ada yang tidak beres.
"saya yakin mendengar suara kiyara yang sedang berbicara pada orang lain."ucap dokter Reyhan pada Septian.
"Lalu."ucap Septian pada dokter Reyhan yang membuat nya makin penasaran.
"saat saya masuk untuk memeriksa keadaan kiyara saya melihat ia sedang tertidur dengan pulas."ucap Reyhan panjang lembar.
"Mungkin dokter salah dengar."ucap Septian pada dokter Reyhan.
"Saya berharap memang saya yang salah dengar."ucap Reyhan pada Septian.
Di dalam hatinya ia bertanya tanya apa benar ucapan Dokter Reyhan padanya yang mengatakan jika ia mendengar adiknya berbicara pada seseorang di malam hari, dan ternyata saat dokter Reyhan kembali masuk ke dalam ruangan pasien ia melihat kiyara yang sudah tertidur pulas.
"Ohya dan satu lagi untuk luka bakar yang ada di telapak tangannya itu tidak mungkin kan jika ia sengaja membakarnya."ucap Dokter Reyhan pada Septian.
"Saya akan mencari tau terlebih dahulu dan jika ada sesuatu saya akan memberitahu Anda."ucap Septian pada dokter Reyhan.
"Baik jika sepeti itu saya juga akan mencari tau dari adik kamu langsung."ucap Reyhan pada Septian.
"Baiklah terimakasih, saya permisi dulu"ucap Septian pada dokter Reyhan. dan segera meninggalkan ruangan dokter untuk menyusul adiknya.
Tbc.