Natural Ability

Natural Ability
BAB 42



kiyara dan Lily berangkat menuju rumah Maya, begitupun dengan Jakson dan Septian berangkat menuju kantor untuk memimpin perusahaan.


"Dek kamu yakin engga apa-apa."ucap Lily merasa khawatir pada anaknya.


"Iya mah Engga apa-apa."ucap kiyara.


"Kamu yakin engga apa-apa."ucap Lily.


"Iya Mah engga apa-apa."ucap kiyara.


"Yaudah kalo gitu."ucap kiyara.


walaupun Lily tau jika putrinya itu tidak sedang baik -baik saja ia tidak ingin menanyakan kembali kepada putrinya karena ia tau jika putrinya akan mengatakan hal yang sama kembali. jadi ia mengurungkan niatnya untuk bertanya kepada putrinya secara langsung dan memilih untuk menunggu dan bertanya kepada ibunya.


"Mah Aya ngantuk."ucap kiyara pada Lily.


"Yaudah kamu tidur dulu aja nanti kalo udah sampai mamah bangunin ya."ucap Lily pada putrinya itu.


"Iya mah."ucap kiyara.


Kiyara tertidur pulas dalam perjalanan menuju rumah Maya ibu dari Lily dan nenek dari Kiyara.


"Apa yang membuatnya terjaga sepanjang malam dan apa yang yang membuatnya terluka seperti itu."ucap Lily sambil melihat kearah putrinya yang sedang tertidur.


kiyara terbangun ditempat yang asing baginya dan ia sama sekali tidak mengetahui tempat apa ini dan kenapa ia bisa ada disini bukankah tadi ia sedang tertidur dan kenapa ia ditempat seperti ini.


"Hei kamu sudah sadar."ucap seseorang itu.


"Kamu siapa dan apa yang terjadi denganku."ucap kiyara yang merasa binggung.


"Kamu sekarang berada disini."ucap seseorang itu.


"Ini diamana."ucap kiyara yang melihat sekeliling nya yang terasa asing dan ia tidak mengenali daerahnya.


"Ini daerah yang sangat jauh."ucap seseorang itu.


"Lalu kenapa aku berada disini dan dimana orangtuaku."ucap kiyara.


"Orangtuamu tidak ada disini."ucap seseorang itu kembali.


"Lalu bukankah tadi aku sedang dimobil menuju rumah nenekku dan kenapa sekarang aku ada disini."ucap kiyara merasa binggung.


"Dan kau ini siapa, kenapa kau ada bersamaku."ucap kiyara pada seseorang itu.


"Itu karena aku menjemput Sukmamu dan mengajaknya kesini."ucap seseorang itu pada kiyara.


"Hahaha, bercandamu itu sungguh tidak lucu."ucap kiyara disela-sela tertawa hambarnya.


"Apa kau fikir aku sedang bercanda."ucap seseorang itu sambil menatap kiyara.


"Ya tentu saja."ucapnya sambil tertawa hambar dan perasaan harap- harap cemas.


"Aku sedang tidak bercanda."ucapnya.


kiyara yang merasa cemas, binggung dan merasa takut ia ingin kembali bersama orangtuanya ia juga tidak mengerti kenapa ia bisa berada disini dan apa yang dimaksudkan dengan Sukma yang berada dalam dirinya ia sungguh tidak mengerti.


"Baiklah - baiklah walaupun aku masih tidak percaya dengan yang kau katakan tadi padaku tentang semuanya aku kan mencoba mencerna semua perkataanmu."ucap kiyara.


"Baiklah jika kamu masih tidak percaya itu tidak masalah tapi kamu tidak skanvhida pulang ketubuh aslimu sebelum kamu membantuku."ucap seseorang itu pada kiyara.


"Bagimana bisa aku mempercayai semua yang kau katakan. aku tidak mengenalmu dan aku tidak tau tempat apa ini dan bagaimana aku bisa disini aku saja tidak tau."ucap kiyara.


"Kamu harus mempercayai perkataan ku jika kamu ingin kembali ketubuh aslimu."ucap seseorang itu.


"Jadi apakah aku sudah mati."ucap kiyara dengan tangisan diwajah cantiknya.


"Kamu masih hidup aku hanya meminjam jiwamu saja."ucap seseorang itu.


"Kau ini sudah gila ya, aku bahkan tidak mengenalmu dan kau bilang aku harus percaya padamu."ucap kiyara yang terlihat sangat binggung dan menangis.


Karena kesal dengan orang itu ia keluar dan berlalu pergi dari sana untuk pulang dan kembali kepada kedua orangtuanya.


"Apa dia sudah gila menyuruhku untuk percaya pada orang asing."ucap kiyara dengan emosi yang memuncak.


Kiyara terus berjalan menjauh dari sana tetapi sudah jauh berjalan ia tidak juga menemukan jalan keluar dari sana.


"Ini dimana, aku udah capek jalan dan ini engga Nemu jalan keluar juga."ucap kiyara dengan diri sendiri.


seseorang itu mencari kiyara di berbagai tempat sampai akhirnya ia bertemu dengan kiyara dengan keadaan kiyara yang merasa lemas dengan kondisi yang memperihatinkan.


"Tolong..."ucap kiyara pada seseorang di luar sana. agar ada yang menolongnya.


saat sedang berteriak tiba-tiba ia dikejutkan dengan seseorang yang bersamanya tadi.


"Kiyara kamu engga apa-apa."ucap seseorang itu.


"Iya engga apa- apa."ucap kiyara.


"Tunggu disana aku akan turun."ucap seseorang itu.


kiyara menunggu disana sampai ada yang menolongnya ia kembali merasakan sakit di tengan dan dikakinya.


"kiyara pegang tangan aku."ucap seseorang itu.


"Pegang tanganku dan kamu akan baik -baik saja."ucap seseorang itu.


"Iya."ucap kiyara dengan ragu.


kiyara diselamatkan oleh seseorang itu ia keluar dari lubang yang membuatnya terjatuh disana.


"Kamu baik -baik saja bukan."ucap kiyara pada seseorang itu.


"Iya aku baik -baik saja."ucap kiyara.


"Jadi siapa sebenarnya kamu."ucap kiyara pada seseorang yang sudah membantunya itu.


"David nama saya David."ucap seseorang yang bersamanya itu.


"Apa."ucap kiyara.


"Nama saya David kamu tadi bertanya namaku bukan."ucap David pada kiyara.


"Okay David jadi kamu bawa aku kesini itu karena apa.''ucap kiyara.


"Aku bawa Sukma kamu kesini karena aku ingin meminta bantuanmu."ucap David pada kiyara.


"Bantuanku."ucap kiyara merasa binggung.


"Iya bantuanmu, aku ingin meminta bantuanmu karena cuma kamu yang bisa membantuku."ucap David.


"Apa maksudmu hanya aku yang dapat membantumu."ucap kiyara pada David.


"Kamu pasti tau apa yang aku maksudkan."ucap David.


kiyara yang merasa binggung Kembali bertanya kepada David apa maksud dari perkataannya yang baru saja ia dengar jika hanya ia yang dapat menolongnya.


"Aku sungguh tidak mengerti apa yang kamu katakan jika sungguh."ucap kiyara yang merasa binggung dengan semua ini.


"Baiklah, baik aku akan menjelaskannya padamu secara perlahan."ucap David.


"Baiklah jadi mulai dari mana."ucap kiyara.


"Jadi kamu itu memiliki kekuatan yang sangat besar dalam dirimu."ucap David pada kiyara.


mendengar itu kiyara mematung dan binggung harus apa karena ia sendiripun binggung dengan apa yang terjadi padanya.


"Benarkan jika kamu itu memiliki kekuatan yang sangat besar dalam dirimu."ucap David pada kiyara.


"Aku tidak tau jika aku memiliki kekuatan seperti itu."ucap kiyara pada David.


"Bukankah kamu benar-benar memiliki nya apa benar kamu tidak tau tentang hal itu."ucap kiyara.


"Tentu saja aku tidak tau tentang hal itu dan aku juga tidak tau kenapa kamu membawaku kesini."ucap kiyara.


"Aku membawamu kesini karena kekuatanmu bisa menolongku mengelahkannya."ucap David.


"Mengalahkannya, siapa yang kamu maksud."ucap kiyara pada David.


"Mengalahkan mereka yang tidak bisa dikendalikan, tetapi aku dapat mengendalikan mereka dengan kemampuanmu."ucap David pada kiyara.


"Kemampuanku."ucap kiyara merasa binggung.


"Iya. kemampuanmu."ucap David.


"Aku tidak ingin."ucap kiyara.


"Aku mohon tolong aku membaskan mereka."ucap David pada kiyara.


"Tetapi kenapa harus aku."ucap kiyara.


"Itu karena kamu adalah orang yang diramalkan datang dari masa depan yang memiliki kekuatan yang sangat besar."ucap David pada kiyara.


"Jadi bagaimana."ucap kiyara.


"Kamu harus menolong kami dari mereka, karena kekuatanku tidaklah cukup."ucap David pada kiyara.


"Jika aku tidak mau bagaimana."ucap kiyara.


"Kamu akan tetap tinggal disini dan tidak bisa kembali ketubuh aslimu jika kamu tidak mau."ucap David pada kiyara.


"Apa."ucap kiyara dengan wajah yang terkejut.


"Kamu tidak bisa kembali ketubuhmu dan bertemu dengan keluargamu jika kamu tidak ingin membantu kami."ucap David.


"Jadi bagaimana."ucap David.


"Baiklah-baik aku akan membantumu."ucap kiyara.


kiyara terpaksa membantu David dan menuruti David karena ia hanya ingin pulang dan berkumpul kembali kerumah bersama keluarganya. David menjelaskan kepada kiyara tentang peraturannya.


"Jadi bagiamana caranya."ucap kiyara pada David.


"Aku tidak tau, aku akan mengikuti perintahmu."ucap David pada kiyara.


"Baiklah kita fikirkan caranya setelah itu aku akan memberitahumu langkah selanjutnya.