
Jakson dan Lily masuk kekamar mereka untuk beristirahat, untuk memulihkan energinya mereka agar tenaga mereka pulih kembali.
05.00 AM
Lily bangun lebih dulu dari suaminya dan kedua anaknya ia bangun untuk memasak sarapan pagi karena ia takut jika anak anaknya dan suaminya tidak bisa sarapan karena ia belum memasak, walaupun sebenarnya jika ia tidak memasak sarapan pun bi mirah yang akan memasaknya.
"Nyonya kenapa pagi - pagi sekali sudah bangun."ucap bi mirah pada nyonya besar.
"Ya ampun bibi mengangetkan saya saja."ucap Lily nyonya besar.
"Maaf nyonya saya tidak bermaksud untuk membuat nyonya terkejut, maafkan saya nyonya."ucap bi mirah merasa menyesal.
"Iya bi engga apa- apa ohya bibi tolong bantu saya memasak ya bi untuk sarapan pagi."ucap Lily.
"Nyonya, biar saya saja yang memasak nyonya bisa siap -siap untuk berangkat bekerja.
"Engga apa-apa bi saya akan berangkat siang hari ini karena saya ada meeteng di luar dan saya harus memasak untuk suami dan anak anak saya."ucap Lily.
"Baik nyonya jika seperti itu, nyonya mau saya membuatkan apa."ucap bi mirah pada Lily.
"bibi tolong buatkan minuman untuk Septian dan kiyara dan untuk minuman Tuan besar biar saya yang buatkan ya bi terimakasih sudah mau bantu saya. "ucap Lily dengan tulus.
"Tidak perlu berterimakasih bu harusnya saya yang berterimakasi dengan keluarga ini yang sudah memperkerjakan saya. "ucap bibi pada Lily.
"Sama - sama bi saya juga berterimakasih karena bibi sudah betah kerja disini."ucap Lily.
15 menit kemudian semuanya sudah siap dan sudah ada di meja makan.
Lily meminta bi mirah untuk membangunkan kedua anaknya.
"Bi saya minta tolong untuk bangunkan kiyara dan Septian ya bi saya minta tolong dan biar tuan besar saya yang akan membangunkannya."ucap Lily pada bi mirah.
"Baik nyonya."ucap bi mirah.
bi mirah menuju kamar kiyara untuk membangunkannya, tetapi saat Samapi di depan kamar pintunya sudah terbuka, bi mirah mengira jika saat malam kiyara lupa untuk menutup pintu ternyata tidak, kiyara memang sudah bangun.
"Non Aya maaf non membangunkan non pagi- pagi hanya saja nyonya meminta bibi untuk membangunkan non Aya agar tidak telat untuk sekolah non."ucap bi mirah dengan hati- hati.
kiyara langsung membukan pintu untuk bi mirah masuk aja bi engga - apa - apa ko."ucap kiyara pada bi mirah.
"Tidak usah non terimakasih bibi langsung saja mau ke kamar den Septian untuk membangunkannya takut nanti telat berangkat ke kantornya non."ucap bi mira.
kiyara sudah siap dengan seragam sekolahnya dan semua keperluan untuk sekolah ia mengecek semua barang- barangnya sebelum berangkat sekolah dari buku pelajaran hingga buku tugas dll.
saat memeriksa semuanya dan sudah tidak ada yang tertinggal ia langsung turun kebawah sebelum itu ia ke kamar Septian untuk membangunkannya.
"Bi biar Aya saja yang membangunkan ka Tian bibi tolong buatin Aya hot cocolate ya bi."ucap Aya dengan tersenyum.
"Tapi non nyonya meminta bibi yang membangunkan den Septian."ucap bibi meyakinkan kiyara.
"Ia bi Aya tau tapi ka Septian biar urusan Aya nanti Aya yang bangunin ka Tian ya."ucap kiyara.
"Kalo Mamah tanya bilang aja Aya turun sebentar lagi."ucap Aya meyakinkan bibi.
"Baik non terimakasih banyak."ucap bibi pada kiyara.
"Sama sama bi."ucap kiyara.
kiyara menuju kamar Septian sang kakak yang letak kamarnya hanya di sebelah kamarnya.ia langsung masuk ke dalam kamar Septian dan segera membangunkan kakaknya.
"Ka Septian bangun dong ka udah pagi tau udah jam 05.00 nih Kaka bukanya ada meeting pagi ini."ucap kiyara mengingatkan.
"Iya de sebentar lagi ya, Kaka masih ngantuk." ucap Septian pada kiyara.
"Ka kalo engga mau bangun Aya bilangin Papah ya."ucap kiyara dengan nada mengacam.
"Oke setuju aku engga akan bilang papah , sama Mamah makanya bangun sekarang."ucap kiyara pada Septian.
"Yaudah bangun terus mandi, siap - siap habis itu turun kebawa buat sarapan, okay."ucap kiyara pada Septian.
Septian yang merasa gemas dengan tingkah cerewet adiknya itu langsung menyubit hidung adiknya dengan gemas.
"Yaudah sana mandi ka Tian bau."ucap kiyara sambil meledek Septian dengan menaruh tangan nya di hidung.
"Iya ka Tian mandi yaudah kamu tunggu di bawah okay."ucap Tian yang menutup pintu setelah adiknya itu keluar kamarnya.
"okay."ucap kiyara pada Tian.
kiyara turun kebawa dan sudah rapih dengan seragam sekolah dan tas ranselnya. ia lalu menyapa kedua orang tuanya. dan seluruh orang yang ada dirumah.
"Morning Mah, Pah."ucap kiyara pada kedua orangtuanya.
"Morning sayang"ucap kedua orang tu kiyara Jakson dan Lily. dan semua staf pekerja di rumahnya.
06.00
"Septian Kaka kamu kemana de, Papah sama Mamah belum liat Septian, apa dia masih tidur jam segini."ucap kedua orang tuanya.
"Udah bangun ko Mah, Pah , sebentar lagi juga turun."ucap kiyara meyakinkan orang tuanya.
Tak lama Septian turun dan menuju ruang makan dengan setelan jas dan celana bahanya ia terlihat sangat tampan sebagai CEO muda di usianya yang menginjak 26 tahun.
"Itu ka Tian."ucap kiyara.
"Morning Mah, Pah."ucap Septian pada orangtuanya.
"Morning kesayangannya ka Tian."ucap Septian pada kiyara.
"Morning."ucap kiyara pada Septian.
setelah menyapa semua keluarga dan pekerja di rumahnya. ia langsung duduk untuk sarapan.
"Makan semuanya."ucap kiyara.
"ayo sayang di makan sarapannya."ucap Lily pada kedua anaknya dan suaminya.
keluarga jaskon sarapan dengan santai dan nyaman bersama anak dan istirnya.
tiba -tiba jaskon memberitahukan istri dsn kedua anaknya bawah ia akan pergi keluar negeri untuk urusan bisnis selama 2 bulan.
kiyara yang terkejut dengan mata yang membulat sempurna, begitupula dengan Lily dan Septian.
"Papah mau pergi untuk perjalanan bisnis selama 2 bulan."ucap Kiya memastikan bahwa ia tidak salah dengar dengan ucapan orangtuanya barusan.
"Iya sayang, Papah akan pergi untuk perjalanan bisnis selama 2 bulan dan kamu harus nurut sama mamah dan ka Septian selama papah engga ada ya nak."ucap jaskon panjang lebar.
"Iya Pah,"ucap kiyara pada jaskon.
"Kapan Papah berangkat ke singapore."ucap Septian pada orang tuanya.
"lusa Papah berangkat, selama Papah engga ada kamu harus jagain Mamah dan adik kamu dengan baik."ucap Jakson pada anak laki -lakinya.
"Papah tenang aja aku akan inget persen Papah untuk jaga Mamah dan kiyara selama Papah pergi bisnis."ucap Septian meyakinkan Jakson.
"Papah percaya sama kamu Ka."ucap Jakson pada Septian yang membuat Septian tersenyum.
keluarga Jakson sudah selesai dengan sarapan pagi mereka dan mereka melakukan aktivitas masing -masing,ada yang pergi ke kantor ke sekolah dan lainnya.
tbc.