Natural Ability

Natural Ability
Bab 4



Dimas dan Julian sampai di kelas dengan nafas yang memburu seperti habis lari maraton ber Kilo -kilo meter .


 


"kalian lama banget sih engga tau ya kalo Chacha itu udah laper."ucap Chacha yang membuat mereka tertawa.


 


"Ih....Chacha lagi ngomong serius tau."ucap Chacha.


 


Julian dan Dimas masih dengan nafas yang memburu menanggapi Omelan Chacha pada mereka.


 


"Cha udah dong kasih mereka minum dulu biarin mereka duduk dulu baru kamu lanjutin ngomel nya, kamu engga kasian sama mereka tuh liat, wajah mereka keringetan gitu."ucap kiyara mengingatkan.


 


"Yaudah nih minum air putih dulu. "ucap Chacha yang tidak tega melihat kedua sahabatnya itu.


 


Dimas dan Julian mengambil air dari Chacha dan meneguk nya hingga sampai setengah.


 


"Ya ampun kalian haus banget ya, kan chacha jadi engga tega marahin kalian lagi."ucap Chacha.


 


"Kalian bikin kesalahan apa sampe di panggil pa Juno gitu."ucap Chacha penasaran.


 


"Iya kalian kenapa di panggil pa Juno. "ucap kiyara.


 


Flashback on.


 


Dimas dan Julian janjian untuk bermain basket bersama di lapangan basket dekat sekolah. tiba -tiba ada seorang yang memperhatikan mereka dari jauh dan bahkan sempat merekamnya tanpa mereka berdua sadari.


 


dan orang itu adalah pak Juno guru olahraga sekaligus pelatih basket di sekolah mereka.dan pak Juno menawari mereka untuk menjadi anggota dari tim basket sekolah dan memperkenalkan mereka dengan anggota lainnya.


 


"Bagaimana apa kalian mau menjadi anggota dari tim basket SMA Angkasa.


 


"Julian dan Dimas awalnya tidak tertarik tetapi pak Juno terus saja membujuk mereka agar mau ikut menjadi anggota Tim. dan baik Dimas maupun Julian akhirnya bersedia.


 


Flashback off


 


"Jadi bagaimana apa kalian berdua menerimanya."ucap Chacha penasaran begitupun dengan kiyara.


 


"Iya kita menerimanya mau nolak juga engga bisa soal nya katanya ini demi sekolah.


 


"Oh..bagus dong kalo kalian menerimanya selamat untuk kalian berdua."ucap Chacha dan kiyara.


 


"Okay makasih ini juga karna kalian aja kita mau Nerima kalo engga juga engga kan kita terima."ucap Julian.


 


"Ko gitu engga boleh gitu dong kalian ngomong nya ini itu demi sekolah bukan karena kita."ucap kiyara meyakinkan pada mereka.


 


"kalo kalian menang kan kita sebagi teman ikut bangga."ucap Chaca.


 


sedang asik mengobrol tiba-tiba ada yang menghampiri mereka dan memberikan coklat dan minuman untuk kiyara dan Chacha.


 


"Pemisi."ucap peria itu.


 


"Iya ada apa ya."ucap Chacha


 


"Saya mau tanya disini yang namaya Chacha dan kiyara yang mana ya."ucap peria itu pada mereka.


 


"Saya Chacha."ucap Chacha pada peria itu.


 


"Dan wanita cantik yang di sana itu dia kiyara adinda."ucap Chacha menjelaskan kembali.


 


"Ah....begitukah. Baiklah ini untuk kalian berdua."ucap peria itu yang tak lain ia salah satu anggota basket yang baru ditemui Julian dan Dimas.


 


kiyara yang merasa binggung bertanya dengan suara yang lembut kepada peria itu ia bernama Bagas.


 


"Sorry ya ka kalo boleh tau ini dari siapa ya dan apa tujuannya"ucap kiyara pada Bagas yang berikan merek minuman dan sebuah coklat.


 


"ini untuk kalian anggap aja ucapan selamat datang di SMA Aangkasa.


 


Chacha yang merasa senang langsung memakannya sedangkan kiyara hanya melihatnya tanpa berkata apapun walaupun ia tau ada yang aneh.


 


"Yaudah kalo gitu saya permisi. "ucap Bagas pada kiyara.


 


"Iya. silahkan.


 


kiyara kembali duduk dan terus menerus memikirkan maksud dan tujuan nya untuk apa ia memberikan dirinya dan chaha coklat kalaupun benar yang diucapkan oleh Bagas jika itu ucapaan selamat datang kenapa hanya ia dan Chacha yang mendapatkan nya kenapa Julian dan Dimas tidak mendapatkannya juga.


 


 


"lah ko dikasih ke kita kan ini di kasih buat Lo sama chacha. kayanya ada yang punya penggemar rahasia nih."uca Julian dan Dimas.


 


"Chacha punya penggemar rahasia, serius, ah.... Chaca seneng banget.kira kira siapa ya pengemar rahasia Chacha."ucap Chacha antusias.


 


saat ketiga temannya sedang mencari tau siapa yang mengagumi Chacha dan kiyara ia malah memikirkan siapa yang pengirim sebenarnya dan apa maksut dan tujuannya.


 


"Din , Dinda Lo lagi mikirin apa sih. "ucap Julian yang merasa ada yang aneh pada diri sahabatnya itu.


 


Julian terus saja memanggil kiyara tetapi kiyara tidak juga menjawabnya, bahkan sampai -sampai Dimas dan Chacha mulai merasa khawatir takut terjadi sesuatu pada sahabatnya  itu .


 


"Kiyara adinda hei Lo lagi mikirin apa sih."ucap Julian dan Dimas.


 


"Iya Dinda mikirin apaan sih cerita dong sama kita kalo lagi ada masalah siapa tau kan kita bisa bantu."ucap Chacha pada kiyara yang di berikan anggukan oleh kedua temennya.


 


"Eh... kalian ngomong apa tadi."ucap kiyara dengan wajah yang masih sulit di artikan.


 


"Kita tanya Lo kenapa, Lo baik baik aja kan."ucap yang lainnya.


 


"Aku baik baik aja ko."ucap kiyara pada temannya.


 


"Lo yakin wajah Lo itu yang keliatan engga baik -baik aja."ucap Julian menimpali.


 


"serius aku baik- baik aja. "ucap kiyara meyakinkan teman- temannya.


 


"okay."mereka semua.


 


kiyara akhirnya memakan makanan yang ia beli dari Dimas.


 


"Ohya Din coklat nya nya gimana beneran buat kita."ucap Dimas.


 


"Iya beneran buat kalian abisin ya, tapi kan itu di kasih buat Lo bukan buat kita.


 


"udah makan aja aku bisa makan coklat itu."ucap kiyara pada Dimas dan Julian .


 


Chacha , dimas dan Julian betanya kenapa kiyara tidak bisa maskan coklat apa karena dia engga suka coklat atau dia memang sedang tidak ingin.


 


"coklat kan enak Din masa kamu engga suka coklat sih, Chacha aja suka."ucap Chacha.


 


"Aku suka coklat tapi aku engga bisa makan coklat yang ada kacangnya karena aku alergi kacang.


 


Julian , Dimas dan Chacha pun kaget mendengar jika kiyara sahabat mereka alergi terhadap kacang.


 


"Jadi karena itu kamu tidak bisa makan coklat ini dan ngasih ke kita."ucap Julian.


 


"Selain alergi kacang, kamu alergi sama apa lagi."ucap Chacha.


 


"Engga ada cuma itu."ucap kiyara.


 


"Okay."ucap Chacha.


 


Airin datang ketua kelas mereka pun datang dan memberitahukan jika hari ini pulang cepat karena semua guru akan mengadakan rapat dengan kepala sekolah.


 


"Ye.. pulang."ucap Chacha antusias.


 


"Yes akhirnya pulang cepet juga."ucap Julian.


 


"Ye ..dasar bule giliran pulang cepet aja paling semangat."ucap Dimas pada Julian.


Kiyara dan Chacha yang melihatnya pun hanya bisa tertawa karena melihat tingkah mereka yang saling meledek satu sama lain.


 


"Cha pulang yuk tinggalin aja tuh merek berdua disini, nungguin mereka kelar berantem mah engga tau bakalan sampe kapan."ucap kiyara.


 


"Iya ya, yuk pulang aja tinggalin aja mereka, disini."ucap Chacha.


 


Chacha yang langsung keluar kelas sambil berteriak, dan langsung berlari menyusul kiyara.


 


"Bye bye Dimas , Julian kiyara sama Chacha pulang dulu lanjutin aja berantem nya besok kasih tau Chacha ya siapa yang menang."ucap Chacha.


 


Tbc...