Natural Ability

Natural Ability
BAB 46



Maya merasa ada yang aneh dengan anak itu tetapi ia juga tidak ingin cucunya kenapa- Napa.


"Ibu ini bagaimana."ucap Septa merasa binggung.


"Kita obati dulu luka ditangannya itu setelah itu kita tunggu kabar dari Resa dan Raka."ucap Maya pada Septa.


"Baik Bu."ucap Septa kembali.


Di tempat lain.


kiyara yang sudah mengeluarkan sosok itu dari tubuh Victoria ia sangat lega sekaligus merasa bahagia ia bisa menolong orang lain walaupun setelah itu tubuhnya merasa lemas dan seperti tidak memiliki tenaga.


"Kiyara kamu engga apa-apa."ucap David merasa khawatir pada kondisi kiyara.


"Iya aku baik -baik aja."ucap kiyara


David yang melihat pergelangan tangan kiyara yang masih mengeluarkan darah ia langsung bergegas merobek kain yang ia bawa tadi dsn langsung mengobati dan membalut tangan kiyara dengan pelaratan seadanya.


"Kamu mau apa."ucap kiyara pada David.


"Luka ditanganmu itu harus segera diobati."ucap David pada kiyara.


"Ah.. benarkah ini sudah tidak sakit lagi jadi tidak perlu."ucap kiyara pada David.


"Aku tidak akan membiarkan darahmu habis dan kau mati sia- sia disini."ucap David.


"Hei kamu menunpahiku mati."ucap kiyara tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.


"Aku tidak menyumpahimu mati tapi jika darah itu terus keluar dari sana, kau akan kehilangan banyak darah dan kau akan mati bukan."ucap David.


"Baiklah."ucap kiyara.


kiyara bertanya kepada Victoria mengenai keadaannya apa dia sudah merasa lebih baik atau tidak, tiba -tiba David ingin keluar dari tempat persembunyian mereka untuk mdncsri minum dan makanan untuk mereka makan awalnya baik kiyara dan Victoria tidak setuju dengan itu tetapi karena mereka juga merasa lapar jadi mereka mengiyakan ucapan David dan di perjalanan ia dikejutkan dengan beberapa orang.


"Aku akan keluar untuk mencari makan dan minum untuk kita."ucap David pada kiyara Dan Victoria.


"Tidak, kamu disini saja jika mereka tau kita disini itu akan bahaya."ucap kiyara pada David


"Apa kalian tidak merasa lapar."ucap David pada kiyara Dan Victoria.


"Aku...."ucap Victoria.


"Aku tau kalian pasti lapar jadi biarkan aku keluar untuk mencari makanan dan minuman untuk kita."ucap David.


"Tapi bagaimana jika kamu bertemu dengan orang-orang itu."ucap kiyara pada David.


"Kalian tenang saja aku tidak akan tertangkap oleh mereka aku tau tempat tempat untuk bersembunyi dan aku yakin mereka tidak tau soal itu."ucap David meyakinkan kiyara dan Victoria.


"Baiklah jika kamu memaksa, dan kembalilah dengan cepat."ucap Victoria.


"Baiklah, kalian berdua tetap disini jangan kemana-mana dan tunggu aku disini, kiyara tolong jaga Victoria untukku."ucap David pada kiyara.


"Baiklah kamu tenang saja aku kan menjaganya."ucap kiyara dengan senyuman manisnya.


"Baiklah aku percayakan Victoria padamu."ucap David Lalu meninggalkan tempat itu.


David keluar dari sana dan bergegas mencari makan dan minuman untuk mereka dan saat sedang berjalan tiba-tiba punggung ditepuk oleh seseorang itu yang membuatnya panik bukan main.tetapi ia tidak berani menoleh kebelakang sampai ada suara yang memanggil namanya.


"David apa itu kau."ucap wanita itu.


David yang merasa binggung dengan apa yang ia dengar itu langsung menoleh secara perlahan dan wanita itu bersama dua orang peria.


"David."ucap wanita itu.


"Ka Bella."ucap David pada Bella.


"tentu saja ini aku, tunggu dulu apa yang kau lalukan disini dan bagaimana kau bisa bebas dari mereka dan apa kau tidak bersama Victoria."ucap Bella yang melihat David yang hanya sendirian.


"Aku bisa kabur dari mereka karena ada seseorang yang membantuku."ucap David pada Bella.


"Benarkah siapa itu."ucap Bella penasaran.


David yang sudah membawa makanan dan minuman yang cukup untuk mereka dan mengajak mereka untuk bertemu dengan Victoria dan kiyara.


"Apa kamu mengenalnya."ucap Raka pada Bella.


"Ya aku mengenalnya dia teman adikku."ucap Bella pada Raka.


"Ah...pantas saja."ucap Resa pada Bella.


"Baiklah kita sudah sampai."ucap David pada mereka.


Bella Raka dan Septa melihat sekeliling dan mereka tidak melihat siapapun di sana.


"Ini tempatnya."ucap Bella pada David.


"Iya ka ini tempatnya."ucap David pada Bella.


David mengajak mereka masuk ketempat persembunyian mereka dan kiyara melihat ke arah belakang dan mengenal salah seorang dari mereka.


"Kalian tau dari mana aku disini."ucap kiyara pada Raka dan septa.


"Oh...kalian sudah saling mengenal."ucap Bella dan David bersamaan.


"Ya tentu saja aku mengenal mereka karena mereka keluargaku."ucap kiyara pada David dan Bella.


"Iya mereka adalah keluargaku."ucap Raka.


"Pantas saja kau mengenal mereka."ucap David pada kiyara.


Bella melihat Victoria yang sedang melihat kearahnya dengan tubuh yang masih merasa lemas. Bella menghampiri Victoria dan langsung memeluknya menyalurkan rasa rindunya kepada sang adik tercinta.


"via."ucap Bella pada adiknya.


"Ka Bella."ucap Victoria dengan tersenyum.


"Kamu baik -baik aja kan,apa yang mereka lakukan sama kamu."ucap Bella pada adiknya itu.


"Engga ada ka mereka engga melakukan apapun kepadaku."ucap Victoria kepada sang Kaka.


"lalu luka ini."ucap Bella yang menunjuk luka yang ada di beberapa tubuh Victoria.


"Mereka memintaku untuk menjual barang -barang yang sangat banyak kepadaku karena aku tidak mau jadi sebagai gantinya mereka menyiksaku."ucap Victoria dengan tatapan lesu.


"Tidak apa-apa sekarang kamu sudah selamat dan terimakasih David dan kiyara karena kalian sudah membebaskan adikku dari mereka."ucap Bella pada David dan kiyara.


"Sama- sama tetapi kalian masih harus berhati-hati karena mereka pasti tidak akan tinggal diam dan akan kembali mencari kalian."ucap kiyara pada David dan Victoria.


"Baiklah aku akan menjaga adikku dan tidak akan meninggalkannya lagi."ucap Bella pada kiyara.


setelah itu Raka mengingatkan jika waktu mereka hampir habis dan mereka bertiga harus kembali pulang terutama kiyara.


"Maaf kami harus kembali segera mungkin karena jika tidak Aya tidak aakan selamat."ucap Raka yang membuat semua orang membelalakkan matanya.


"Baiklah jika seperti itu aku akan mengantar kalian."ucap Bella dan David.


"Tidak usah terimakasih kalian disini saja karena jika Victoria ditinggalkan sendirian kembali mereka akan mencari kalian."ucap kiyara mengingatkan.


"Kau benar juga, jika seperti itu baiklah kalian hati-hati."ucap Bella dan David.


"Baik."ucap kiyara.


"Terimakasih karena sudah membantuku."ucap Victoria dan David.


"Sama sama."ucap kiyara dengan senyum di wajahnya.


kiyara, Resa dan Raka kembali kedalam hutan dan disana ada pintu menuju kembalinya mereka.


"Sekarang."ucap Raka pada kiyara Dan Resa.


"Lalu bagaimana dengan mereka."ucap Resa. yang sedang menunjuk arah arwah yang mengejar mereka.


"Sial."ucap Raka.


"Apa yang harus kita lakukan kita tidak punya bayak waktu."ucap kiyara pada Raka dan Resa.


"Aku akan mencegah mereka ikut kedunia kita."ucap Raka.


"Tapi bagaimana caranya."ucap Resa pada kiyara.


"Aku akan mengunci mereka di tempat yang tidak ada seorangpun yang tau."ucap kiyara.


"Baiklah aku akan membantu."ucap Raka dan Resa.


"Baiklah ikut aku."ucap kiyara.


Raka dan Resa mengikuti kiyara menuju suatu tempat yang sangat jauh dari tempat mereka tadi mereka masuk lebih jauh kedalam hutan dan mengunci mereka didalam goa yang sangat kecil dan gelap.


"Kita sudah sampai kalian tunggu disini aku akan masuk dan mengunci mereka sendiri."ucap kiyara.


"Apa kau yakin tentang ini."ucap Raka memastikan.


"Ya aku yakin tentang itu aku tidak ingin membahayakan kalian."ucap kiyara pada Raka dan Resa.


"Tidak biarkan aku ikut untuk membantumu."ucap Raka.


"Tidak perlu biarkan saja aku yang mengunci mereka sendiri kalian percayakan saja padaku."ucap kiyara


"Baiklah jika kamu butuh bantuan kamu bisa teriak namaku okay."ucap Raka.


"Baiklah."ucap kiyara.


kiyara berlari masuk kedalam dan bermaksud mengunci mereka disana dan kiyara harus kembali membuka luka yang belum begitu kering itu dan kiyara kembali menahan rasa sakit yang dia buat sendiri, kiyara mengunci mereka disana dan setelah mereka semua terkunci kiyara berlari dan membuat dinding pengaman disana agar tidak ada yang dapat keluar dari sana.


"Aku berharap tidak ada yang membuka didinding ini."ucap kiyara lalu berlari menuju Raka dan Resa untuk keluar hutan dan kembali ketubuh mereka.


"Bagaimana."ucap Raka pada kiyara.


"Mereka sudahku kunci."ucap kiyara.


"Baguslah jika seperti itu kita bisa kembali kedunia kita."ucap Resa pada kiyara.


"Ya."ucap kiyara.


Raka dan Resa membuka kembali portal pembatas agar mereka bisa pulang.


"Baiklah ayo."ucap Raka pada kiyara Dan Resa.


Kiyara dan Resa mengangguk-anggukkan kepala mereka tanda setuju mereka berlari keluar hutan untuk kembali kerumah mereka.