
David bejalan terlebih dahulu keluar lewat jendela yang ada di sebelah kiri disana dan ia akan mengikuti dari belakang secara perlahan agar tidak ketahuan oleh mereka.
"Kamu keluar terlebih dahulu nanti aku akan menyusul kalian cari tempat yang jauh dari sini dan keluar dari rumah ini dulu mengerti."ucap kiyara pada David.
"Tapi kamu sendiri bagaimana."ucap David pada kiyara.
"Aku akan menyusul kalian nanti setelah aku mengecek sesuatu."ucap kiyara pada David.
"Baiklah tetapi kamu harus berhati hati dan jangan sampai mereka melihatmu."ucap David pada kiyara.
"Baiklah aku tau."ucap kiyara.
David dan wanita yang bersamanya itu perlahan keluar dari rumah itu saat kondisi yang mere rasakan cukup aman sementara itu kiyara mengambil beberapa gambar untuk menjadi barang bukti untuk menangkap komplotan mereka dan menjebloskan mereka kepenjara. setelah ia rasakan buktinya cukup ia bergegas pergi dari sana sebelum ada yang menyadari keberadaannya.
"Aku harus keluar dari sini tanpa ketahuan."ucap kiyara pada diri sendiri.
kiyara berlari menuju David dan wanita yang ia selamatkan tadi setelah ia rasa aman mereka bergegas berlari menuju hutan dan ketempat persembunyian mereka yang sudah mereka Buat.
"Kita harus cepat sebelum ada yang tau jika kita membawa lari tahanannya."ucap David pada kiyara.
"Baiklah aku tau itu."ucap kiyara.
"Kita bersembunyi disini saja dulu sampai situasinya benar- benar aman."ucap kiyara pada David.
"Kenapa kau lama sekali aku fikir kamu tertangkap oleh mereka."ucap David yang merasa khawatir.
"Mereka tidak akan bisa menangkap ku jadi kamu tenang saja."ucap kiyara pada David.
"Apa yang kamu cari kenapa lama sekali."ucap David pada kiyara.
"Aku mencari bukti untuk melaporkan mereka ke polisi dan akan memenjarakan mereka."ucap kiyara dengan tekat yang kuat.
"Apa kamu yakin cara ini akan berhasil."ucap David pada kiyara.
"Aku yakin."ucap kiyara.
"Baiklah jika seperti itu."ucap David.
Ditempat lain.
para bos narkoba itu ingin menjadi lebih kaya dengan menyelundupkan narkoba kedalam makan dan minuman anak-anak dan memaksa wanita yang menjadi tahanan ya untuk menjualkan produk mereka kepada anak -anak kecil itu saat ingin mengedarkan nya dan meminta salah satu anak buahnya untuk menjemput tahanannya dan membawanya ke hadapannya tetapi yang ia temui hanyalah sebuah gudang yang kosong dan tali yang mengikat wanita itupun sudah terlepas, ia pun segera melaporkan nya kepada bos itu.
"Permisi bos tahanan itu melarikan diri."ucap salah satu anak buahnya.
"Benarkah."ucap bos itu dengan tatapan tidak sukanya.
"Benar bos."ucap salah satu anak buahnya itu.
"kenapa ini bisa terjadi."ucap bos narkoba itu.
"Maaf bos kami tidak menjaganya dengan benar."ucap anak buahnya.
Bos narkoba yang mender itupun merasa tidak senang dan tidak suka dengan kecerobohan anak buahnya langsung menendang dan memukul mereka dengan sangat keras.
"Bodoh kalian, saya hanya menyuruh kalian untuk menjaga satu wanita saja kalian tidak bisa, bodoh kalian."ucap bos itu sambil memakai mereka semua.
"Maafkan kami bos."ucap anak buahnya itu.
"Cari sampai dapat jika tidak kalian semua akan mati."ucap bos itu pada mereka.
"Baik bos.
komplotan itu mencari kiyara dan David dan tawanan yang akan di pekerjaan disana oleh bos narkoba itu tetapi ia tidak bisa melihat kiyara ia hanya melihat David dan wanita yang menjadi tawanan mereka itu.
"Cari mereka sampai dapat."ucap bos itu pada anak buahnya.
"Baik bos."ucap anak buah bos narkoba itu.
bos narkoba itu sedang mencari David dan Victoria wanita yang bersama dengan David dan kiyara adalah wanita yang membantu mereka untuk kabur dari sana tetapi mereka tidak bisa melihat kiyara karena kiyara dilindungi oleh seseorang yang membuatnya tidak bisa dilihat oleh mereka dan itu jadi kesempatan untuk kiyara.
"Siapa yang berani membantu mereka."ucap bos narkoba itu dengan perasaan marah.
Di tempat lain.
kiyara yang baru sampai bersama Lily dirumah Maya langsung bergegas turun tetapi kiyara masih saja tertidur lelap dan Lily tidak tega untuk membangunkan putrinya itu yang masih berada didalam mobil.
"Ibu Lily pulang."ucap Lily pada Maya sang ibu.
"Iya sayang, ohya dimana Aya."ucap Maya pada Lily.
"Iya Bu Lily sama Aya tetapi Aya sedsng tertidur pulas di mobil sepertinya ia sangat lelah entah karena apa."ucap Lily panjang lebar pada ibunya itu.
"Yaudah kalo gitu suruh Resa adikmu bawa kiyara kekamar biar dia istirahat."ucap Lily pada kiyara.
Lily memanggil Resa untuk membantunya memindahkan kiyara dari mobil kekamar untuk lebih nyaman ia untuk beristirahat.lily tidak menyadari karena tidak ada yang aneh dengan putrinya tersebut tetapi.
"Iya Bu ada apa."ucap Resa pada Maya sang ibu.
Resa yang merasa namanya di panggil oleh sang ibu langsung menenmui ibunya untuk bertanya ada apa saat sedsng berjalan ia mendengar suara yang tidak asing baginya suara yang sangat ia rindukan itu karena tidak ingin penasaran ia melihat dan ternyata benar jika suara itu suara yang sangat ia rindukan suara sang Kakak yang sudah lama tidak ia temui.
"Kak Lily."ucap Resa pada Lily.
"Resa apa kabar."ucap Lily pada sang adik laki-lakinya itu.
"Baik kak, kakak apa kabar."ucap Resa pada Lily.
"Kabar Kakak Baik."ucap Lily sambil memeluk sang adik yang sudah lama tidak bertemu.
"Kakak kesini sama siapa."ucap Resa pada Lily.
"Kakak kesini sama Aya."ucap Lily pada Resa.
"Terus Aya nya kemana."ucap Resa pada Lily.
"Dia di mobil lagi tidur, Kakak boleh minta tolong engga sama kamu tolong gendong Aya bawa kekamar biar dia bisa istirahat lebih nyaman."ucap Lily pada Resa.
"Baik ka."ucap Resa pada Lily.
Resa berjalan menuju mobil untuk membantu memindahkan kiyara kekamar agar ia bisa tidur lebih nyaman tetapi saat di gendong ia merasa ada sesuatu yang aneh pada keponakannya itu.
"Aya kamu itu kalo tidur seperti ini sudah seperti putri tidur."ucap Resa sambil menggendong kiyara.
Raka dan septa melihat Resa yang menggendong tubuh kiyara tetapi ia tidak melihat jiwa kiyara ada bersamanya itu hanya Raganya yang kosong mereka binggung apa yang terjadi padanya, tetapi ia hanya melihatnya dari jauh saja.
"Apa kamu melihatnya juga."ucap Raka pada Septa.
"Ya aku melihatnya hanya saja itu raganya yang kosong dan aku tidak tau apa yang terjadi padanya.
"Kita harus mencari tau."ucap Septa pada Raka.
"Baiklah."ucap Raka.
Resa mengendong kiyara dan memindahkannya kekamar saat masuk kedalam Maya melihat kiyara dan langsung mengetahui apa yang terjadi tetapi ia tidak memberitahukan kepada putrinya jika sukmanya tidak ada bersama dengan tubuhnya.
"Bawa ia kekamar untuk beristirahat."ucap Maya pada Resa.
"Baik Bu."ucap Resa.
Resa Langsung memindahkan kiyara kekamar nya, untuk beristirahat setelah selesai ia langsung bergegas keluar dari sana dan membiarkan kiyara beristirahat walaupun ia sudah merasa ada yang tidak beres dengannya tetapi ia tidak tau apa.
"Bu aku sudah memindahkan kiyara kekamar ku."ucap Resa pada ibunya.
"Baiklah, ohya bisa tolong ibu untuk panggilan Raka dan Septa kesini."ucap Maya pada Resa.
"Baik Bu."ucap Resa.
sementara itu Resa memanggil Raka dan Septa untuk menemui ibunya, sambil menunggu Lily dan Maya makan bersama dan ia meminta putrinya untuk membiarkan kiyara menginap rumah Maya untuk beberapa hari saja dengan alasan ia masih dang merindukan cucunya itu.
"Lily."ucap Maya.
"Iya Bu ada apa."ucap Lily pada Maya.
"Li, biarin Aya disini untuk beberapa hari ya."ucap Maya pada Lily.
"Tapi bu kalo Jakson tanya bagaimana."ucap Lily pada ibunya.
"Kamu bilang saja ia dirumah ibu untuk beberapa hari karena ibu masih kangen sama Aya."ucap Maya pada Lily.
"Baiklah Bu."ucap Lily pada Maya.
Raka dan septa dimintai untuk menemui Maya setelah Lily pulang dari rumah mereka agar ia tidak tau apa yang terjadi dengan kiyara sebenarnya.
"Yaudah Bu kalo seperti itu Lily pulang dulu Bu, karena Lily harus berkerja lagi, titip Aya ya Bu."ucap Lily pada Maya.
"Iya sayang, kamu tenang aja Aya aman sama ibu."ucap Maya pada putrinya Lily.
Lily berpamitan dengan ibunya Maya dan kembali pulang kerumahnya untuk bersiap bekerja kembali.
"Bu ini Raka dan Septa."ucap Resa setelah Lily sudah pulang kerumah.
"Bagaimana keadaan Kiyara.''ucap Resa pada Maya.
"Masih belum bangun Bu."ucap Resa.
karena penasaran Maya dan septa melihat keadaan kiyara, dan benar saja keadaannya memang tidak baik Maya hanya melihat tubuhnya kiyara saja yang ada disana sedangkan sukmanya tidak ada bersama tubuhnya.
"Saya hanya melihat tubuhnya saja yang sedang bersama kita tetapi jiwa dan Sukma nya tidak ada bersama tubuhnya."ucap Maya.