
"Apa yang terjadi padanya hari ini benar benar membingungkan, dan apa yang terjadi padaku sebenarnya,apa benar yang dikatakan septa dan Raka tentang aku yang memiliki kemampuan didalam tubuhku yang sangat besar, aku akan mencari tau semua itu, dan aku tau harus bertanya kepada siapa."ucap kiyara sambil memejamkan matanya.
kiyara sudah bangun lebih awal untuk membantu neneknya membuat sarapan untuk mereka, sebelum itu kiyara bergegas beranjak dari tempat tidurnya untuk menyegarkan tubuhnya, tak butuh waktu lama kiyara sudah selesai dengan kegiatannya dan keluar kamar untuk untuk membantu neneknya, tetapi saat sampai di ruang keluarga ia tidak melihat siapapun disana, ia mencari keberadaan sang nenek tapi ia tidak menemukan siapapun disana.
"Nek."ucap kiyara sambil terus memanggil namanya.
Taka ada satu jawaban pun karena ia merasa khawatir ia mencari keberadaan neneknya di setiap sudut rumah tapi ia tidak menemukan siapapun disana, sampai akhirnya ia mendengar suara ia mengikuti kemana suara itu berasal dan ia menemukan seseorang yang ia cari dan menayakannya dari mana saja ia.
"Nenek Aya mencari nenek dari tadi, tetapi nenek tidak ada dimanapun nenek dari mana saja, membuat Aya khawatir saja."ucap kiyara panjang lebar.
"Nenek baru dari luar untuk membeli bahan untuk memasak."ucap wanita paruh baya itu menjelaskan.
"Harusnya nenek bilang pada Aya kan Aya bisa bantu."ucap kiyara pada wanita paruh baya itu.
"Iya iya maafkan nenek ya."ucap wanita paruh baya itu.
"Iya tidak apa-apa nek."ucap kiyara pada neneknya.
kiyara membantu sang nenek untuk memasak sarapan untuk mereka didapur dan tak butuh waktu lama sarapan mereka selesai dan kiyara sangat penasaran dengan satu hal ia berniat menanyakan itu kepada sang nenek karena ia yakin jika neneknya tau sesuatu.
"Ayo sayang kita sarapan."ucap wanita paruh baya itu pada cucunya.
"Iya nek."ucap kiyara.
Maya melihat jika gadis di hadapannya ini tidak makan dengan benar, dan ia sudah tau jika pasti ada menganggu fikirannya sampai ia tidak makan dengan benar, dan terilihat dari wajah cantiknya jika merasa binggung, karena penasaran Maya bertanya apa yang mengganggu fikirannya.
"Sayang ko kamu engga makan sarapannya, kenapa engga enak ya."ucap Maya pada kiyara.
"Engga ko nek ini enak banget."ucap kiyara.
"Benar enak, kalau enak kenapa engga kamu makan sarapannya, apa yang kamu fikirin sih."ucap Maya di sela-sela waktu sarapan mereka.
awalnya kiyara ragu untuk bilang pada wanita yang ada dihadapannya ini tetapi ia sudah mencoba untuk melupakannya tetapi semakin ia mencoba untuk tidak peduli rasa keingintahuan nya itu semakin besar, ia memberanikan dirinya untuk bertanya kepada neneknya apa yang sebenarnya terjadi dan bagaimana bisa ia memiliki kekuatan yang menurutnya sangat aneh.
"Nek, Aya mau tanya, tapi nenek jangan marah ya."ucap kiyara pada Maya yang harap cemas.
"Iya nenek engga akan marah sama kamu, memangnya apa yang mau kamu tanyain sayang."ucap Maya yang penasaran.
"Nek apa benar jika Aya itu punya kemampuan turunan."ucap kiyara pada Maya.
Maya yang mendengar itupun tiba-tiba Batuk mendengar penuturan cucunya itu yang membuat nya terkejut, kiyara yang melihatnya langsung memberikan minum kepada neneknya, dan meminta nenek nya melupakan apa yang tadi ia ucapkan.
"Nenek engga apa-apa, ini minum dulu airnya, makannya pelan pelan dong nek, lupain aja yang tadi Aya tanyain."ucap kiyara merasa bersalah pada neneknya.
"It's okay sayang nenek baik -baik aja, kamu habiskan sarapan kamu setelah itu susul nenek, ada yang ingin nenek katakan sama kamu."ucap Maya yang meninggalkan meja makan.
"Iya nek."ucap kiyara.
kiyara hanya menuruti perintah neneknya tadi untuk menemuinya di sebuah kamar, setelah ia selesai dengan kegiatannya sarapan.
"Apa yang sebenarnya ingin nenek katakan padaku."ucap kiyara sambil menerka - nerka apa ini ada hubungannya dengan kekuatanku
Kiyara menemui sang nenek untuk bertanya kepadanya tentang apa yang ingin ia katakan apa ini ada kaitannya dengan kekuatan alaminya sekaligus ketakutan terbesarnya.kiyara sampai didepan kamar yang ditunjukan neneknya tadi, perasaannya bercampur aduk menjadi satu dan ia tidak tau apa yang akan terjadi padanya nanti, kiyara langsung mengetuk pintu kamar itu.
tok....tok.....tok....
suara dari dalam yang menyuruhnya untuk masuk.
"Kamu boleh masuk sekarang."ucap seseorang dari dalam sana.
kiyara masuk dengan perasaan yang sulit diartikan, tetapi ia tetap terjaga karena ia takut akan ada bahaya yang mengancam didepan sana.
"Kamu boleh duduk, dan tunggu disini."ucap wanita yang berada dihadapannya itu.
"Baik."ucap kiyara pada wanita itu.
kiyara tidak berhenti untuk berdoa hatinya merasa tidak tenang dan tidak nyaman ia tidak melihat neneknya dimanapun juga hanya ada wanita itu dan beberapa orang peria tetapi mereka mengenal dirinya.
"Kamu tidak perlu takut dengan kami, karena kami tidak akan menyakitimu, melainkan kami akan membantumu dan menjagamu."ucap peria yang ada di ruangan itu bersama dengan dirinya.
"Bagaimana bisa aku tenang jika aku sendiri saja tidak mengenal kalian."ucap kiyara.
"Kami juga salah satu yang memiliki kemampuan spesial sepertimu."ucap peria dan wanita itu.
"kemampuan spesial katamu."ucap kiyara yang merasa binggung dengan semua itu.
kiyara hanya diam dan terus menerus bertanya kepada mereka apa yang sebenarnya terjadi padanya dan ia harus bertanya kepada sang nenek tentang itu semua.
"Kami tau jika kamu pasti merasa binggung dengan semuanya, tetapi percayalah satu hal jika kamu memiliki kekuatan yang sangat besar didalam dirimu dari kamu masih kecil hingga sekarang."ucap salah satu peria itu.
"Maaf tapi aku tidak begitu percaya kepada itu semua."ucap kiyara.
Tak lama setelah itu Maya pun datang bersama seorang wanita cantik yang tak lain adalah diva dan resa.
"Bagaimana apa kalian sudah menjelaskannya kepada cucuku."ucap Maya pada keempat orang yang berada di ruangan itu.
"Kami sudah menjelaskannya tetapi ia tidak mempercayainya."ucap salah satu peria itu.
Maya yang mendengar itupun langsung memeluk kiyara yang ada dihadapannya itu dan mengatakan, jika kiyara adalah wanita yang sangat berharga bagi dirinya, keluarganya, dan orang -orang disekitarnya.
"Nenek apa yang nenek maksudkan tadi, aku tidak mengerti dengan semua ini, bisa jelaskan secara rinci apa yang terjadi dan aku akan mencoba mempercayainya."ucap kiyara panjang lebar.
"Baiklah nenek akan menceritakan semuanya kepadamu."ucap Maya.
"Dan kami akan membantu untuk menjelaskan nya."ucap mereka yang ada diruangan itu.
Flasback on
dipagi hari yang mulai cerah seorang wanita cantik yang sedang mengandung berjalan dengan wanita paruh baya dan anak lelaki yang sangat tampan sedang berjalan jalan di taman bersama tiba -tiba ada seorang nenek tua yang memegang perut wanita cantik itu dan berkata jika anak yang di kandungnya akan memiliki kekuatan yang sangat berharga dan besar ia harus menjaganya dengan baik.
"Kau akan melahirkan seorang anak yang sangat cantik dan ia memiliki kemampuan yang tidak di miliki orang lain, jaga baik -baik ia jika tidak, anak itu akan berada dalam bahaya besar."ucap seorang nenek tua itu.
"Apa yang kau bicarakan."ucap wanita hamil itu.
wanita hamil itu bertanya kepada ibunya apa maksud semua itu dan kenapa wanita tua itu berbicara seperti itu, saat itu ia merasa takut, jika bayi yang di kandungnya mengalami hal buruk, tetapi untung jasa anak laki lakinya itu meyakinkannya jika tidak akan terjadi sesuatu padanya atau adiknya itu.
"Ibu bagimana jika terjadi sesuatu pada putriku."ucap wanita hamil itu pada ibunya.
"Kamu tidak perlu khawatir tentang itu anakmu, dan cucuku pasti akan baik -baik saja."ucap ibu dari wanita itu mengingatkan.
wanita hamil itu merasa tenang karena ia dikelilingi oleh orang-orang yang menyayanginya dan ia sayangi, walaupun suaminya sedang jauh dengannya tapi ia percaya jika suaminya pun akan menjaga keluarga kecilnya dengan baik.
"Terimakasih ibu, terimakasih sayang ibu percaya padamu, kau sudah tumbuh besar sekarang."ucap wanita hamil itu pada anak laki-lakinya.
"Iya ibu.
wanita hamil itu tidak bisa melupakan kejadian yang baru saja ia alami, ia sangat takut jika terjadi sesuatu pada putrinya itu ia tidak bisa membayangkan jika sesuatu terjadi padanya atau pada putrinya ia tidak akan bisa memaafkan dirinya sendiri.
"Aku takut jika terjadi sesuatu padamu nak."ucap wanita hamil itu sambil mengelus -elus perutnya yang buncit.
tiba-tiba saja ada yang mengetuk pintu kamarnya dan ia mendengar suara tangisan seorang bayi, ia tidak tau apa itu mimpi atau nyata karena ia sendiri bisa merasakannya.
"Siapa disana."ucap wanita itu ia beranjak dari tempat tidur sambil memegang perutnya dan berdiri secara perlahan, karena perutnya yang semakin membesar dan menunjukan sudah hampir waktunya bayi yang ada didalam sana lahir kedunia.
tok...tok....tok..
"Siapa disana."ucap ia kembali. dan tidak ada satu jawaban pun yang keluar.
tok....tok....tok....
"Ia membuka pintunya perlahan tanpa rasa takut saat ingin membuka tiba-tiba knop pintunya seperti ingin dibuka oleh seseorang secara berutal.
"Siapa kamu apa yang kamu mau."ucap wanita hamil itu entah dengan siapa.
wanita hamil itu terus saja bertanya tetapi tidak ada jawaban dari luar sana dan saat ia membuka pintu tiba-tiba.
"Kau."ucap wanita hamil itu.
"Maaf sayang sudah mengagetkanmu."ucap seorang peria dari depan pintu.
wanita itu merasa penasaran ia bertanya kembali kepada peria yang tak lain iyalah suami dari wanita itu.
"Kenapa kamu belum tidur."ucap suami wanita itu.
"Aku tidak bisa tidur."ucap wanita itu pada suaminya.
"Kenapa,apa ada yang sedang kau fikirkan."ucap suami dari wanita itu.
"Aku takut jika ucapan seorang nenek yang bertemuku di taman tadi jadi kenyataan."ucap wanita itu pada suaminya.
"Memang nya apa yang ia katakan sampai membuatmu merasa takut seperti ini.
"Ia mengatakan jika aku akan melahirkan seorang anak yang sangat cantik dan ia memiliki kemampuan yang tidak di miliki orang lain, jaga baik -baik ia jika tidak, anak itu akan berada dalam bahaya besar."ucap wanita itu menjelaskan panjang lebar.
"Sudah tidak udah difikirkan, anak kita akan baik -baik saja,dan tidak akan terjadi sesuatu padanya, aku berjanji."ucap peria itu meyakinkan istrinya.
"Tetapi."ucap wanita itu kembali.
"Baiklah,sekarang kamu harus tidur, jangan terlalu difikirkan,kamu tidak boleh merasa stress atau tertekan akan sesuatu karena itu akan berdampak pada Putri kita didalam kandunganmu itu, mengerti."ucap peria itu pada istrinya.
"Baiklah aku akan tidur sekarang."ucap wanita itu.
Jakson tidak ingin jika istrinya itu merasa tertekan atau stress ia tidak ingin jika wanita yang sangat dicintainya itu dalam bahaya begitu juga bayi yang ada di kandungannya.
"Aku berjanji akan menjaga keluarga kecil kita."ucap Jakson sambil mengecup kening sang istri dengan sayang.
wanita itu akhirnya bisa tertidur dengan tenang dan bangun di pagi hari, dengan tidak lagi memikirkan apa yang diucapkan oleh wanita tua itu padanya.
"Pagi Bu."ucap wanita hamil itu yang tak lain adalah Lily putri dari Maya.
"Pagi sayang."ucap Maya.
"Gimana apa kamu tidur dengan nyenyak semalam."ucap Maya putrinya.
"Semalam ia masih terus saja mengingat apa yang di ucapkan oleh nenek tua itu padanya."ucap Jakson pada ibu mertuanya itu.
Maya memperhatikan putrinya itu ia tau jika ada raut wajah ketakutan dan khawatir yang ia rasakan di balik wajah cantiknya itu, ia mencoba tidak peduli, tetapi ia juga seorang ibu mungkin jika ia jadi putrinya ia akan melakukan hal yang sama seperti putrinya sekarang ini, yang ia bisa hanya melindunginya dari orang orang yang ingin mencelakainya dengan kemampuan yang ia punya.
"Sayang ibu kan sudah bilang sama kamu, ibu akan selalu ada untuk kamu dan akan selalu menjaga kamu dari siapapun."ucap Maya sambil menggenggam erat tangan putrinya itu mencoba untuk menguatkannya.
"Iya ibu tenang saja aku juga akan menjagamu dan calon adikku,aku berjanji akan menjaga kalian dimanapun dan sampai kapanpun."ucap laki -laki tampan itu yang tak lain adalah Septian.
Lily yang melihat itupun merasa sedikit tenang dan nyaman bersama mereka orang -orang yang sangat ia cintai dan ia sayangi, dan tak terasa sudah waktunya ia melahirkan ia merasa perutnya mengalami kontraksi yang sangat hebat ia mengatakan jika ia akan segera melahirkan bayinya,dan semua yang sedang makan bersama itu menghentikan kegiatannya dan beregas menuju rumah sakit.
"Kita kerumah sakit sekarang."ucap Maya pada menantu dan cucunya.
"Baik Bu."ucap Jakson pada Maya ia bergegas menggendong sang istri untuk naik ke mobil dan mereka semua berangkat.
sesampainya mereka dirumah sakit Jakson meminta suster untuk membantunya membawa sang istri, dan salah satu suster datang dengan membawa brankar rumah sakit untuk membawa istrinya keruang bersalin.
Maya, dan Septian menunggu kedua orangtuanya keluar dari ruang operasi cukup lama mereka tunggu tiba-tiba lampu operasi itu mati dan dokter keluar dari ruang operasi untuk memberitahu jika pasien dan anaknya selamat.
"Permisi keluarga Jakson."ucap dokter.
"Iya dok kami keluarga Jakson,bagimana dok dengan kondisi anak saya dan cucu saya."ucap Maya pada dokter itu.
"Bayi dan anak ibu sehat, mereka akan kamu bawa keruangan inap pasien, jika seperti itu saya permisi.
"Baik Dok terimakasih informasinya.
Septian yang tidak sabar untuk melihat adiknya itu meminta Maya untuk masuk menemui ibu dan adiknya tetapi ternyata adiknya tidak menangis saat keluar melainkan haya diam suster yang merasakan ada yang aneh segera memanggil dokter untuk memeriksakan kondisi adiknya itu dan ternyata adiknya tidak selamat.
"Maaf Bu, pak,kami sudah berusaha semaksimal mungkin tapi nyawa anak ibu dan bapak tidak bisa kami selamatkan."Ucap Dokter arka pada Jakson.
"Tapi bagaimana bisa dok,putri saya tadi baik -baik saja kan, kenapa jadi seperti ini."ucap Jakson pada dokter.
"Maaf pak tapi kejadian seperti ini baru terjadi dirumah sakit ini, kami minta maaf."ucap dokter arka pada Jakson.
Lily yang mendengar itu pun terkejut dan langsung menangis sambil memeluk putri kecilnya itu begitupun dengan Maya dan Septian mereka juga menangis tetapi setelah setengah jam berlalu putri mereka menangis dan ia kembali hidup membuat semua orang yang menyaksikan itu takjub dan tidak menyangka.
"Putriku kamu kembali."ucap Lily merasa bahagia.
setelah itu mereka kembali kerumah dan merawat putri mereka yang diberi nama kiyara adinda Putri zavira putri kecil mereka itu tumbuh menjadi gadis cantik yang baik hati dan periang.
flasback off