Natural Ability

Natural Ability
BAB 50



kiyara menceritakan semua kepada temannya panjang lebar dan ia yakin ada hal yang tidak ia ketahui dari keluarganya dan kekuatannya.


"Kamu yakin tentang hal itu Din."ucap Julian dan Chacha bersaman.


"Tentu saja aku yakin."ucap kiyara kembali.


"Apa kamu sudah bertanya kepada nenek dan kakakmu."ucap Julian.


"Belum aku akan mencaritau ini sendiri dan aku akan segera menemukan jawabannya."ucap kiyara dengan yakin.


"Yasudah seterah kamu saja."ucap Julian pada kiyara.


Disisi lain Julian juga tengah memikirkan apa yang baru saja ia dengar begitu juga kiyara ia merasa ada sesuatu yang di sembunyikan oleh keluarga Jakson pada kiyara tetapi ia tidak bisa berbuat apa-apa selain mendoakan sahabatnya tidak apa-apa.


"Baiklah beritahu aku jika kau butuh bantuan okay."ucap Julian pada kiyara.


"Baiklah."ucap kiyara.


sedang asik mengbrol tiba -tiba kiyara dikejutkan dengan kedatangan diva yang memberitahu nya jika dirinya dan teman -teman nya dalam bahaya.


"Apa yang kau lakukan disini."ucap kiyara dengan tatapan binggung.


"Aku ingin melindung kalian dari seseorang yang mengincar kalian terutama dirimu."ucap diva pada kiyara.


melihat kiyara yang berbicara sendiri membuat kedua sahabatnya merasa binggung dengan semua yang mereka lihat tetapi setelah itu Julian dan Chacha mengetahui apa yang terjadi pada sahabatnya itu.


"Dinda lagi biacara sama siapa sih."ucap Chacha pada Julian.


"Lagi biacara sama temennya."ucap Julian pada Chacha.


"Dinda lagi bicara sama kita."ucap Chacha Binggung.


"Bukan Cha Dinda itu lagi biacara sama temen yang lain."ucap Julian pada Chacha.


"Oh...pantesan Chacha kira Dinda lagi bicara sama kita soalnya kalo Dinda bicara sama kita ko ngomong nya kearah sana."ucap Chacha kembali.


"Bukan Cha."ucap Julian pada Chacha.


Julian dan Chacha menunggu Dinda selesai dengan urusannya dan bertanya ada apa dan kenapa ia begitu panik dan merasa seperti ada sesuatu yang menanggungnya.


"Din kamu engga apa-apa."ucap Julian dan Chacha.


"Kita pergi sekarang dari sini."ucap kiyara dengan wajah yang panik.


"Ada apa Din kenapa kita harus pergi dari sini."ucap Chacha yang merasa binggung.


"Udah jangan banyak tanya kita pergi dari sini sekarang nanti aku jelasin di mobil."ucap kiyara pada Julian dan Chacha.


"Yaudah okay kalian tunggu di mobil aku bayar dulu."ucap kiyara pada Julian dan David.


"Udah biar aku yang bayar."bantah Julian.


"Lian kalian tunggu di mobil aja ya biar aku yang bayar."ucap kiyara pada Julian dan Chacha.


"Yaudah nanti kita transfer uangnya ke kamu ya."ucap Julian pada kiyara.


"Iya engga apa-apa santai aja.


Julian dan Chacha menunggu kiyara didalam mobil sedangkan kiyara sedang membayar makan mereka dan setelah itu kiyara menemui Julian dan Chacha.


"Sudah."ucap Julian pada kiyara.


"Iya sudah."ucap kiyara.


Julian kembali bertanya kepada kiyara tentang apa yang terjadi dan kiyara meminta keduanya untuk pergi dari sini ia akan menceritakan semuanya tentang apa yang terjadi.


"Kita pergi dari sini dulu setalah itu aku akan menceritakan kepada kalian berdua."ucap kiyara kepada Julian.


sebelum pergi ia berpesan dengan pak Adi untuk mengikuti mobil Julian dari belakang karena ia ingin memberitahukan kepada kedua sahabatnya itu.


"Pak ikutin mobil Lian dari bekalang ya pak, saya naik mobil Lian sampe ditempat yang udah saya sharelock."ucap kiyara memberitahukan.


"Baik non."ucap pak Adi kembali.


Setelah itu kiyara masuk kedalam mobil lalu mereka meninggalkan tempat itu dan pergi dari sana dan kiyara mulai bercerita.


"Jadi kita mau kemana."ucap Julian pada kiyara.


"Ikutin arah yang aku sharelock sama kamu, kita menuju kesana."ucap kiyara pada Julian.


"Oh....okay."ucap Julian.


setelah itu chacha dan Julian bertanya kepada kiyara apa yang terjadi sebenarnya dan kenapa mereka harus pergi dari restoran itu dan siapa yang mengejar mereka.


"Din ini sebenarnya apa yang terjadi sih kenapa orang-orang itu ngerjar kita dan apa hubungannya.


"Maaf karena udah libatin kalian semua dengan masalah ini."ucap kiyara pada kedua sahabatnya itu.


"Kita engga ngerasa terlibat kalaupun emang kita ngerasa itu merugikan kita engga akan ikut sama kamu Dinda."ucap Julian dan Chacha pasa kiyara.


"Terimakasih ya kalian udah support aku dan bantu aku."ucap kiyara dengan senyuman manisnya.


"Sama- sama Dinda kita itu sahabat kamu dan kita akan selalu ada buat kamu disaat susah maupun senang."ucap Chacha pada kiyara.


"Terimakasih ya semuanya."ucap kiyara pada kedua sahabatnya itu.


"Iya sama-sama jadi mereka ngejar kita itu karena apa."ucap Julian yang di balas anggukan dengan Chacha.


"Mereka nyari aku karena...mereka tau aku punya kekuatan yang mereka butuhkan."ucap kiyara pada Julian dan Chacha.


"Maksudnya kekuatan pengusir mahluk setan."ucap Chacha pada kiyara.


"Aku bisa mencium bau kematian disekitar aku."ucap kiyara dengan suara yang berat.


"Bau kematian kamu bilang."ucap Julian dan Chacha pada kiyara.


"Iya jadi aku bisa tau saat orang itu dalam bahaya dia akan meninggal."ucap kiyara kembali.


"Sejak kapan kamu bisa merasakan itu."ucap chacha pada kiyara.


"Itu baru tiga bulan terakhir ini, kalian inget engga pas waktu itu ada yang meninggal disekolah karena bunuh diri."ucap kiyara pada Julian dan Chacha.


"Iya kita inget sebelumnya kamu terus mengeluhkan ada bau yang menyengat tapi Chacha dan yang lainnya engga bisa nyium bau itu dan ternyata Tika meninggal lompat dari atap gedung apa itu yang kamu maksud aku ngerti sekarang."ucap Julian.


"Iya Chacha juga ngerti sekarang, tapi Din pernah engga sih kamu ngerasa ini itu semacam kutukan atau beban gitu."ucap Chacha penasaran.


"Iya Cha pernah, hanya saja sekarang aku udah mulai terbiasa karena ternyata keturunan dari Maya itu memang memiliki kekuatan yang sangat besar itu kenapa mereka selalu jadi incaran orang banyak untuk sekedar dimanfaatkan kekuatan nya dengan cara memanipulasi si korban."ucap kiyara panjang lebar.


"Okay jadi sekarang Kita harus gimana."ucap Julian pada kiyara.


"Aku akan buka portal dimensi lain dan chacaha tugas kamu memantau mereka jangan sampe dia ikut masuk kedalam portal itu mengerti."ucap kiyara pada chacaha.


okay.chacaha ngerti."ucap Chacha pada kiyara.


Kiyara membuka portal itu sementara chacaha mengawasi orang-orang yang mengikuti mereka tak lama setelah itu portal terbuka dan kiyara dan kedua sahabatnya itu memasukinya begitupun dengan pak Adi setelah itu portal tertutup kembali.


"Dinda ini kita dimana."ucap chacaha pada kiyara.


"Kita sudah masuk di dimensi ruang dan waktu dan diva sosok yang selalu mengikutiku ia berasal dari sini.


"Kamu yakin jika kita bersembunyi disini mereka tidak akan tau."ucap chacaha pada kiyara.


"Kemungkinan besar tidak, tetapi jika mereka bukan manusia."ucap kiyara yang membuat Julian dan chacaha saling pandang karena binggung.