
Kiyara kembali memikirkan kejadian itu dan sosok wanita yang mendatanginya, tetapi kenapa wanita itu mendatangi Chaca juga apa tujuan sebenarnya wanita itu kenapa ia datang meminta tolong untuk menyelamatkan anaknya dari siapa, dan kenapa harus dia.apa yang dia inginkan sebenarnya dan apa tujuannya.
Ditempat lain....
"Kamu harus mati."ucap seseorang yang ada didepannya.
"Aku minta maaf, aku masih ingin hidup tolong jangan bunuh aku."ucap seorang wanita yang mata dan kakinya di ikat.
"Kamu harus mati, aku akan membunuhmu jika aku tidak mendapatkan apa yang aku mau."ucap seseorang itu kembali.
"Apa yang harus aku lakukan."ucap wanita itu dengan tubuh yang gemetar karena takut.
"Bawa ia padaku dan akan ku lupaskan kau."ucap seseorang itu dengan wajah datarnya.
"Tapi bagaimana caranya agar aku bisa membawanya kehadapanmu."ucap wanita itu dengan ketakutan.
"Itu urusanmu, jika kau tidak membawanya kehadapanku maka akan ku hancurkan wajah cantikmu ini, dan akan ku buat kau menyesal."ucap seseorang itu dengan pisau yang sudah mengenai wajahnya.
"Baik aku kan membawanya padamu, tapi tolong jangan sakiti aku dan lepaskan aku, aku mohon."ucap wanita itu dengan isaka. tangis yang keluar dari bibirnya.
"Tidak akan aku lepaskan, sampai kamu membawa dia padaku."ucap seseorang itu lalu pergi begitu saja tanpa menghiraukan perkataan wanita itu yang terus saja menangis.
kiyara dan teman temannya sudah berada di sekolah, karena liburan telah usai, dan ia harus kembali menyibukan dirinya dengan belajar dan kegiatan lainnya yang ia ikuti.
"Din."ucap Chaca yang berlari kearah sahabatnya itu.
"pelan pelan nanti Lo jatoh."ucap kiyara pada sahabatnya itu.
"Iya iya maaf."ucap chacaha dengan wajah yang menyesal.
"Iya udah jangan cemberut gitu dong Lo jelek kalo cemberut gitu."ucap kiyara pada chaca yang membuat mereka tertawa bersama.
Saat sedang jalan menuju kelas, mereka melihat Dimas dan Julian yang sepertinya baru juga sampai, dan Chaca langsung meneriaki nama Dimas dan Julian yang membuat sang punya nama menoleh.
"Dimas, Julian."ucap Chaca dengan suara kerasnya.
" ..."
"Ih...ko kalian engga jawab sih jahat."ucap Chaca yang sudah ada dihadapan mereka.
"Sorry ya ca bukannya engga mau jawab tapi kita males jawab lebih tepatnya."ucap Dimas pada Chaca.
"Ye...sama aja Bambang."ucap Chaca kembali.
kiyara yang melihat pertengkaran konyol keduanya hanya bisa geleng-geleng kepala dan tidak percaya jika mereka adalah kedua sahabatnya.
"Yey.... akhirnya kembali kesekolah lagi setelah menunggu tiga kali purnama merindu akhirnya sekolah dimulai."ucap Dimas dengan teriakan kebahagiaannya.
melihat itu ketiga sahabatnya pun kompak mengabaikannya.
"BERISIK!."ucap ucap Chaca kemudian.
"Apa sih Cha."ucap Dimas dengan nada terkejutnya.
Sedang asik berdebat tiba tiba guru masuk tanda pelajaran akan dimulai dan meminta ketua kelas untuk berdoa sebelum pelajaran dimulai.
"Berdoa dimulai."ucap ketua kelas kepada semua siswa-siswi dikelas.
kiyara berhadap tidak ada kejadian aneh agar ia bisa belajar dengan tenang.dan pelajaran pun dimulai.satu jam berlalu pelajaran pertama pun selesai dan bel istirahat berbunyi.
"Din, kekantin yuk, Chaca laper."ucap Chaca pada kiyara.
"Tunggu sebentar lagi ya ca."ucap kiyara pada chaca.
"Nunggu siapa."ucap Chaca kembali.
Kiyara melihat sekelilingnya dan seperti sedang berbicara dengan seseorang dan, setelah itu kiyara mengajak Chaca untuk ke kantin dan disusul oleh Dimas, dan Julian.
"Tadi kamu liat apa din."ucap Chaca pada kiyara.
"...."
"Hello dinda denger Chaca engga sih."ucap kiyara pada sahabatnya itu.
"Iya ca kenapa."ucap kiyara merasa binggung.
"Tadi Chaca bilang dinda ngeliatin apa, ko sampe engga fokus gitu."ucap chaca pada kiyara.
"Oh...bukan apa apa ko."ucap kiyara kembali.
"Yakin."ucap Chaca pada kiyara.
"Iya yakin ko."ucap kiyara pada chaca.
Kiyara dan chaca sampai di kantin dan disusul dengan dimas dan julian yang sampai juga di kantin mereka memesan makanan, seperti biasa julian dan dimas yang memesan makanan untuk mereka, sedangkan kiyara dan chaca memesan minumannya.
"Iya, seperti biasa."ucap keduanya.
"Okay."ucap kiyara kembali.
Setelah kiyara dan chaca selesai memesan minuman, begitupun dengan julian dan dimas yang selesai memesan makanan mereka kembali ke meja mereka untuk menunggu pesanan mereka di antarkan.
"Din aku mau tanya."ucap julian buka suara.
"Oh...iya mau tanya apa."ucap kiyara yang tersadar secara tiba tiba.
"Soal...."ucap dimas yang ingin bertanya dengan keraguan.
"Engga jadi deh."ucap dimas kembali.
"Kenapa."ucap kiyara.
Tiba tiba Chaca bertanya mengenai wanita yang tiba tiba muncul dirumahnya waktu itu yang meminta tolong padanya. dan membuat dimas dan julian buka suara.
"Itu yang sebenarnya mau aku tanya."julian.
"Aku juga bertemu dengan seseorang yang sama dan berkata hal yang sama, awalnya aku pikir ibuku ternyata bukan."ucap Julian.
Tiba-tiba dimas teringat akan sesuatu yang terjadi padanya beberapa hari yang lalu yang juga menganggu pikirannya akhir akhir ini.
"Oh...iya aku inget sesuatu."ucap Dimas sambil memukul tangannya di meja, yang membuat ia dan ketiga temannya jadi pusat perhatian.
"Bukan temen chaca bukan temen Chaca."ucap sambil menutup wajahnya karena malu.
"Cha kamu kenapa."ucap kiyara merasa binggung kepada sahabatnya itu.
"Iya Cha kamu kenapa."ucap julian.
"Kalian engga liat mereka semua ngeliat ke arah kita ini semua gara gara dimas karna pukul meja tadi."ucap Chacha pada kiyara.
"Ya ampun Cha aku kira kenapa, cuekin aja lagi."ucap kiyara pada chaca.
Tidak lama setelah itu makanan dan minuman yang mereka pesan sudah datang sudah ada dimeja.
"Permisi mba , mas, ini makanan dan minumannya."ucap ibu kantin.
"Terimakasih bu."ucap kiyara degan tulus.
"Sama sama mba."ucap ibu kantin.
kiyara dan teman temannya menyantap makanan degan mengobrol dan bersenda gurau bersama, setelah itu Chaca kembali bertanya tentang apa yang ingin ia ketahui jawabannya dari sahabat nya itu.
"Din,jadi wanita itu siapa."ucap Chaca yang membuat kiyara tersedak makanan yang sedang ia makan.
"Din kamu engga apa apa."ucap Chaca pada kiyara.
"Oh...iya engga apa-apa ko."ucap kiyara pada chaca yang terlihat khawatir padanya begitu pula dengan kedua sahabatnya yang lain.
"Tadi tanya apa cha."ucap kiyara pada chaca.
"Jadi wanita yang datang ke kita itu sebenarnya siapa."ucap Chaca pada kiyara.
"Wanita itu sebenarnya....."ucap kiyara ragu pada jawaban yang akan ia jawab atas pertanyaan sahabatnya itu.
Dimas akhirnya mengingat akan hal yang terjadi padanya beberapa hari terakhir ini.
"Loh...kalian juga didatangi seorang wanita paruh baya yang masih sangat cantik, tetapi anehnya ia selalu berkata untuk tolong selamatkan anakku dari dia."ucap dimas yang mengingat setiap kata yang diucapkan wanita itu padanya.
"Kalian didatangi wanita itu."ucap kiyara tidak percaya dengan apa yang ia dengar.
"Iya."ketiga sahabatnya mengatakan hal yang sama.
"Apa yang sebenarnya terjadi dan kenapa wanita itu juga mendatangi ketiga sahabatnya. aku harus mencari tau tentang itu."ucap kiyara pada dirinya sendiri.
melihat kiyara yang melamun Chaca langsung menepuk pundaknya untuk menyadarkannya dan bertanya apa ia mengetahui sesuatu atau tidak.
"Jadi wanita itu siapa."ucap dimas pada kiyara yang disusul tatapan mata dari kedua sahabat lainnya.
"Jujur aku juga belum tau siapa wanita itu sebenarnya, dan apa alasan kenapa ia sampai meneror kita semua dan meminta bantuan pada kita untuk menyelamatkan anaknya, sedangkan kita tidak tau siapa wanita itu , siapa anaknya dan menyelamatkan dari siapa, tetapi kalian tenang saja aku akan mencari tau terlebih dahulu, setelah itu aku akan memberi tau kalian, setelah aku tau jawabannya."ucap kiyara panjang lebar.
"Baiklah beritahu kami jika kamu sudah tau jawabannya dan beritahu kami juga jika kamu membutuhkan bantuan."ucap julian dan dimas bersamaan.
"Okay."ucap kiyara pada ketiga sahabatnya itu.
sebenarnya kiyara juga masih tidak tau apa yang terjadi padanya dan ketiga sahabatnya kenapa wanita itu meneror mereka dan apa alasannya itu yang membuat kiyara binggung setengah mati dan ia harus mencari tau tentang itu.
"Aku akan mencari tau tentang apa yang terjadi sebenarnya,dan aku akan mencari tau tentang wanita itu terlebih dahulu, maaf karena kalian harus terlibat dalam masalah ini."ucap kiyara merasa menyesal.