Natural Ability

Natural Ability
BAB 34



kedua orangtuanya melihat jika kondisinya tidak begitu baik karena mereka bisa merasakan apa yang terjadi pada Putri mereka.


"Aya kamu engga apa-apa kan."ucap kedua orangtuanya.


"Aya engga apa-apa ko mah, pah cuma akhir akhir ini Aya sering merasa lelah."ucap kiyara pada kedua orangtuanya.


"Kamu itu kurang tidur karena ada- banyak yang mau mendekat sama kamu, makanya kamu susah tidur."ucap Lily ibu dari kiyara.


Lily tak sengaja berbicara seperti itu pada putrinya Jakson yang menyadari itu langsung memanggil Lily untuk menghentikan ucapannya tadi.


"Mah, tadi kamu bilang mau kasih hadiah ke kiyara kan."ucap Jakson pada Lily.


kiyara yang mendengar itupun langsung bertanya kepada kedua orangtuanya apa maksud dari perkataan ibunya tadi, dan kepada ibu nya bisa berkata sepeti itu padanya, apa ibunya mwngetshui sesuatu.pikir kiyara.


"Mah, maksud perkataan mamah tadi apa, apa mamah mengetahui sesuatu yang terjadi sama kiya mah."ucap kiyara pada ibunya dengan rasa keingintahuannya.


"Aya mamah punya Hadiah buat Aya, hal yang Aya ingin banget mau liat engga."ucap Lily mengalihkan pembicaraan dengan putrinya itu.


"Apa itu."ucap kiyara pada Lily.


"Close your eyes, okay."ucap Lily pada kiyara .


"Okay."ucap kiyara kembali.


Lily menyiapkan sebuah tas dan sepatu yang sangat ia inginkan, dan saat ia mendapatkan nya ia sangat bahagia, tetapi ia juga tidak melupakan apa yang harusnya ia tanyakan dan tidak ia ketahui mengenai dirinya dari kedua orangtuanya.


"okay sekarang buka matanya."ucap Septian pada kiyara.


"Wah....pah, mah ini kan yang selama ini Aya mau,makasih ya ka, pah , mah, Aya sayang kalian."ucap kiyara dengan memeluk mereka.


"Sama-sama sayang."ucap Lily, Jakson dan Septian.


kiyara hanya melupakannya sebentar tentang apa yang terjadi dimimpinya itu, iapun masih binggung dengan semuanya yang terjadi padanya apa itu benar- benar mimpi atau tidak, tetapi jika itu bukan mimpi ia harus mencari tau semuanya dan bertanya kepada kedua orangtuanya.


"Yaudah papah,sama mamah kekamar dulu ya,mau bersih- bersih nanti setelah selesai kita makan malam."ucap Lily pada kiyara.


"kamu disini dulu ya Kaka mau bersih- bersih juga."ucap Septian.


"Okay, jangan lama lama ya."ucap kiyara.


Septian hanya menggelengkan kepalanya karena melihat tingkah laku sang adik yang begitu manja kepadanya, ia pun sebenarnya tidak keberatan dengan itu semua dan ia merasa senang,karena adiknya bertingkah manja dengannya.


"Iya engga akan lama ko."ucap Septian pada kiyara.


Lily, Jakson dan Septian turun kebawah untuk makan malam, ia bertanya kepada kedua orangtuanya kapan mereka akan mengunjungi rumah sang nenek, karena sudah lama mereka tidak pergi kesana.


"Pah, mah, kapan kita kerumah nenek, udah lama kan kita engga kerumah nenek, Aya kangen sama nenek."ucap kiyara pada kedua orangtuanya.


"Iya nanti ya pas kamu libur sekolah kita nginep di rumah nenek."ucap Lily ibu dari Kiyara.


"Iya mah makasih, mamah baik deh."ucap kiyara.


"Iya, sayang sama- sama ya, yaudah sekarang lanjutin lagi makanya."ucap Lily pada kiyara.


"Okay."ucap kiyara.


Lily menanyakan kepada kiyara tentang kondisi tangannya apa sudah baik -baik aja atau bertambah parah, ia juga menanyakan kepada Septian apa yang di katakan oleh dokter Reyhan tentang perkembangan kondisi adik nya itu.


"Dek, kondisi tangan kamu gimana, udah baik -baik aja kan."ucap Lily pada putrinya itu.


"Udah mendingan ko mah."ucap kiyara pada ibunya.


"Kak, apa yang dokter Reyhan bilang soal kondisi Aya."ucap Lily pada putra pertamanya itu.


"Kata dokter Reyhan tangan Aya itu udah engga apa- apa dan dokter Reyhan bilang kalo luka ditangannya itu akan segera sembuh dan baik- baik aja.


setelah semuanya selesai dengan makan malam mereka, kiyara meninggalkan meja makan untuk menonton kartun kesukaannya, walaupun ia masih SMA kiyara itu sangat suka kartun, tetapi ia akan menjadi orang yang berbeda ketika berada disekolah dan di tempat tempat asing, saat sedang menonton televisi tiba-tiba Septian dan kedua orangtuanya menemani kiyara menonton kartun kesukaannya.


"Dek jangan Deket Deket kalo nonton."ucap Septian pada kiyara.


"Iya Aya tau ko."ucap kiyara pada Septian.


"Adek,Kaka ini kenapa sih."ucap Lily pada kedua anaknya.


"Ini loh mah, adek nonton TV nya terlalu Deket nanti kalo matanya rusak gimana.


"Iya adek sayang jangan Deket- Deket kalo nonton,nanti matanya rusak."ucap Lily mengingatkan.


Saat sedang asik menonton kartun kesukaannya tiba- tiba ia merasakan tangannya yang merasa nyeri, karena itu sudah biasa ia rasakan, ia mengabaikan nya saja, karena menurutnya itu hal yang biasa tetapi tanpa ia sadari telapak tangannya mengeluarkan darah yang banyak dan cukup segar, Septian yang pertama menyadarinya ia langsung memberitahukan kepada kedua orangtuanya.


"Mah, pah, tangan Aya berdarah lagi."ucap Septian pada kedua orangtuanya.


mendengar itu kedua orangtuanya bergegas menuju ruang keluarga untuk melihat kodisi putri mereka.


"Sayang kamu kenapa."ucap Lily dan Jakson.


"Aya engga apa-apa ko mah, pah.


Septian binggung dengan sikap adiknya itu yang sangat tenang, ia seperti tidak merasakan sakit,ia malah bertanya kepada kedua orangtua dan kakanya yang merasa panik.


"Kaka, papah dan mamah kenapa ko panik banget wajahnya."ucap kiyara yang merasa binggung.


"Dek tangan kamu itu loh berdarah apa kamu engga merasakan sakit atau nyeri gitu."ucap Septian penasaran.


kedua orangtuanya memintanya untuk kerumah sakit, tetapi kiyara menolaknya karena ia sudah lelah jika harus kembali kerumah sakit itu lagi.


"Pah, mah Aya engga mau kerumah sakit, Aya capek harus bolak - balik kerumah sakit terus.


"Tapi tangan kamu kalo engga segera di obatin nanti inveksi sayang."ucap Lily yang merasa cemas kepada putrinya.


kiyara benar- benar lelah jika ia harus kembali kerumah sakit itu lagi.tetapi ia juga tidak ingin membuat keluarganya merasa khawatir pada kondisinya dan ia tidak bisa menentang keputusan ayahnya untuk tidak pergi kerumah sakit.


"Adek harus pergi kerumah sakit itu demi kebaikan adek,dengerin papah kamu harus kerumah sakit okay."ucap Jakson pada Putrinya itu.


"Tapi pah, Aya udah sering ke sana, apa engga bisa dokternya aja yang di panggil kerumah."ucap kiyara pada Jakson sang ayah.


"Kamu engga perlu takut sayang semuanya nemenin kamu ko disana."ucap Lily pada kiyara.


kiyara mengehela nafas panjang dan ia hanya bisa menuruti keinginan keluarganya untuk ia dibawa kerumah sakit, tetapi ia bukan hanya saja dengan keluarganya ada sosok lain yang terus saja mengikutinya.


"Yasudah okay, Aya mau kerumah sakit tapi Aya engga mau nginep lagi ya dirumah sakit."ucap kiyara pada keluarganya.


"Iya."ucap Jakson dan Lily pada kiyara.


sosok wanita itu terus saja mengikuti kemanapun ia pergi dan kiyara sudah mulai terbiasa dengannya dan tidak merasa terganggu olehnya. kedua orangtuanya pun merasa aneh dengan sikap putrinya.tetapi ibunya Lily merasa ada sesuatu yang terjadi pada putrinya dan ia belum mengetahui apa yang terjadi dengan putri kecilnya itu.


"Dek kamu engga apa-apa kan."ucap Septian dan Jakson pada kiyara.


"Engga apa - apa ko ka, pah."ucap kiyara.


keluarga Jakson pergi kerumah sakit untuk memeriksa keadaan putri mereka kiyara.dan dalam perjalanan kiyara hanya diam tidak mengeluarkan suara karena ia mulai merasakan perih pada telapak tangannya yang terus mengeluarkan darah dan terasa seperti terbakar, itu yang membuat wajah cantiknya menjadi pucat Pasih.


"Dek kenapa, apa yang sakit."ucap Lily pada putrinya.


"Tangan Aya terasa terbakar mah, ini sakit banget."ucap kiyara pada Lily.


"Sabar ya Dek kita sebentar lagi sampai."ucap Jakson.


"Iya."ucap kiyara.


sosok itu terus saja bertanya kepada kiyara apa ia mau membantunya atau tidak, tetapi pada akhirnya kiyara merasa kasihan dengan sosok wanita itu akhirnya ia memutuskan untuk membantunya, mereka berbicara dalam hati dan mereka bisa saling mendengar dengan itulah mereka berkomunikasi, tanpa ada yang tau.


"Baiklah aku akan membantumu."ucap kiyara pada sosok wanita yang diketahui namanya ialah diva.


"Aku akan melindungimu, dan terus menjagamu di manapun kamu berada."ucap diva pada kiyara.


keluarga Jakson sampai dirumah sakit dan meminta dokter Reyhan untuk segera memeriksa keadaan kiyara dsn betapa terkejutnya ia saat melihat wanita yang bersama keluarga Jakson.


"Dok tolong anak saya Dok."ucap Lily pada Dokter Reyhan.


"Baik, kalian tunggu diluar biarkan saya memeriksa keadaannya dulu, dsn kalian bisa tunggu diluar."ucap Dokter Reyhan pada Jakson.


kiyara memasuki ruang pemeriksaan diikuti oleh diva sosok wanita yang terus saja mengikuti kemanapun ia pergi, dan betapa kagetnya ia saat tau jika dokter Reyhan dapat melihat diva.


"Wanita ini apakah ia selalu mengikutimu."ucap Dokter Reyhan pada kiyara.


sontak itu membuat kiyara terkejut bukan main dan bagimana bisa dokter Reyhan melihat diva.


"Dokter Reyhan apa dokter bisa melihatnya."ucap kiyara pada Dokter Reyhan.


"Maksudmu wanita yang ada di sebelahmu itu."ucap Dokter Reyhan sambil menunjuk kearah sebelahnya itu.


suster yang bersama dokter Reyhan dan kiyara tidak melihat wanita itu dsn bertsnya kepada dokter Reyhan wanita mana ia maksudkan itu.


"Dok wanita yang dokter maksudkan itu siapa,wanita ini hanya sendirian dok dan semua keluarganya diluar."ucap suster Nita pada Dokter Reyhan.


Dokter Reyhan langsung menghentikan ucapannya tentang wanita yang mengikuti kiyara, Dokter Reyhan bertanya kepada kiyara apa wanita yang ada disebelahnya itu juga ingin diperiksa karena ia melihat jika wanita itu terus saja mengikutinya.


"Baiklah sus, kamu boleh memeriksa pasien lainnya setelah ini kamu bisa panggil keluarga tuan Jakson untuk menemui saya,mengerti."ucap dokter Reyhan.


"Baik Dok saya mengerti."ucap suster Nita.


Dokter Reyhan kembali bertanya kepada kiyara apa wanita yang bersamanya ingin diperiksa juga atau tidak dan kenapa wanita itu selalu mengikuti kiyara.


"Apa wanita yang disebelahmu itu juga ingin diperiksa."ucap Dokter Reyhan.


kiyara yang mendengar itupun merasa terkejut dengan apa yang dikatakan dokter Reyhan padanya tadi.


"Apa Dokter dapat melihatnya."ucap kiyara pada Dokter Reyhan.


"Maksudmu wanita yang ada disebelahmu itu."ucap Dokter Reyhan pada kiyara.


"Apa Dokter benar - benar dapat melihatnya."ucap kiyara pada Dokter Reyhan.


"Baiklah adik kecil kamu boleh keluar sekarang dan saya akan berbicara pada kedua orangtuamu tentang kodisimu."ucap Dokter Reyhan pada kiyara.


Kiyara yang masih penasaran dengan semua ini dan apa benar jika dokter Reyhan dapat melihat diva bersamanya, itu semua yang difikirkan oleh kiyara.


"Dok jadi bagaimana."ucap kiyara yang masih merasa penasaran.


"Kita bahas ini lain waktu ya sekarang kamu boleh keluar dan saya akan berbicara pada keluargamu dulu, mengerti adik kecil."ucap Dokter Reyhan pada kiyara.


kiyara keluar ruang pemeriksaan dengan ssmua pemikirannya, dan rasa penasarannya, apa benar jika Dokter Reyhan dapat melihat diva,sosok wanita yang selalu mengikutinya kemanapun ia pergi.