Natural Ability

Natural Ability
BAB 16



 


 


Flashback off.


 


kiyara menemui kakanya untuk meminta membelikannya ice cream kesukaannya.


 


"Ka Tian Aya mau beli ice cream rasa stroberi ka boleh ya."ucap kiyara pada Septian.


 


Septian tidak mendengarkan apa yang kiyara katakan padanya ia masih teringat ucapan dokter Reyhan padanya yang terus menerus berputar di fikirannya.sampai kiyara yang menepuk punggung Septian dan ia baru tersadar seperti ia baru saja kembali dari dimensi lain.


 


"Ka Tian , ka Tian."ucap kiyara pada Septian dengan suara yang cukup besar.membuatnya tersadar dan bertanya kepada adiknya.


 


"Iya sayang kamu bilang apa tadi, maaf ka Tian engga fokus.


 


"Ka Tian kenapa sih, ka Tian sakit ya."ucap kiyara pada Septian.


 


"Engga sayang ka Tian Engga apa - apa ko."ucap Septian meyakinkan kiyara.


 


kiyara memegang kening Septian memastikan jika ucapan yang ia katakan itu memang benar jika ia baik - baik saja.


 


"Adek kan tadi ka Tian udah bilang kalau Kaka itu baik - baik aja."ucap Septian untuk menghilangkan rasa cemas pada wajah adiknya.


 


Septian langsung memegang erat tangan adiknya dan meyakinkan adiknya sekali lagi jika ia memang baik - baik saja.


 


"Dek ka Tian kan udah bilang Kaka baik baik aja, kamu engga perlu khawatir sayang."ucap Septian pada kiyara.


 


"Habis nya ka Tian aneh, emang nya dokter Reyhan ngomong apa sama ka Tian."ucap kiyara penasaran.


 


"Dokter Reyhan bilang kalau kamu belum boleh pulang sampai luka di tepak tangan kamu dan di pergelangan tangan kamu sudah lebih baik dan engga ngerasa sakit lagi baru kamu boleh pulang."ucap Septian pada kiyara.


 


"Ka Tian engga lagi bohong kan sama aku."ucap kiyara pada Septian.


 


"Engga dong sayang ka Tian engga lagi bohong atau menyembunyikan sesuatu dari kamu."ucap Septian meyakinkan adiknya.


 


Septian langsung mengalihkan pembicaraan mereka dan menanyakan apa yang adiknya ingin makan sekarang ini, setidaknya ini membantu untuk mengalihkan pembicaraan mereka dan Septian aman untuk saat ini.


 


"Ka Tian Aya mau beli ice cream rasa stroberi boleh ya."ucap kiyara pada Septian.


 


"Ice cream, yaudah kamu tunggu sini ka Tian yang beli ya."ucap Septian pada kiyara.


 


"okay."ucap kiyara dengan tersenyum.


 


Septian pergi untuk memberi ice cream kesukaannya adiknya itu dan meminta setiap pengawalnya untuk menjaga adiknya dengan baik.


 


Septian sampai di toko ice cream yang tak jauh dari rumah sakit, ia langsung memesan beberapa ice cream dan beberapa kue untuk ia berikan pada adik dan pengawalnya.


 


Septian kembali ke rumah sakit setelah mendapatkan semua yang di minta oleh adik kesayangannya itu dan ia langsung memberikan kepada adiknya dan pengawalnya.


 


"Ini ice cream stroberi dan kue kesukaan Aya."ucap Septian pada Kiyara


 


kiyara yang binggung langsung bertanya kepada kakanya apakah boleh ia memakan kue dan ice cream kesukaannya, saat ia sedang sakit.


 


"Ka Tian Aya boleh makan semua ini."ucap kiyara pada Septian.


 


"Boleh sayang kamu boleh makan, semua ini tapi engga boleh banyak harus dengan porsi yang cukup."ucap Septian menjelaskan pada adiknya.


 


kiyara mengangguk-angguk kepalanya tanda mengerti dengan apa yang Septian jelaskan padanya. ia melanjutkan memakan, makanan yang dibelikan Septian untuknya.


 


"Di habiskan ya."ucap Septian pada kiyara.


 


"Pasti dong ka Tian, pasti Aya habisin semuanya."ucap kiyara dengan senyuman manis nya.


 


Di tempat lain


 


Chacha dan Dimas sedang berkumpul di coffe shop depan rumah sakit, karena hari ini adalah hari libur mereka berniat untuk mengunjungi Dinda sahabatnya karena Julian tidak bisa ikut dengan mereka, jadi mereka hanya berdua saja saat ini.


 


📱📲 grup chat massage....


 


💬 Din aku sama Dimas mau kerumah sakit kita udah didepan rumah sakit kamu masih di sana kan."


 


"💬 Iya Din gue sama chacha mau kerumah sakit.


 


 


📱📲 grup chat massage....


 


💬 Din aku sama Dimas mau kerumah sakit kita udah didepan rumah sakit kamu masih di sana kan."


 


💬 Iya Din gue sama chacha mau kerumah sakit.


 


💬 masih aku masih di rumah sakit ini lagi nunggu hasil lab.


 


💬 okay. gue sama chacha ke sana.


 


Chacha dan dimas sampai di rumah sakit mereka berjalan menuju kamar rawat kiyara,  sedang asik mengobrol tiba-tiba ia melihat Lily ibu dari sahabatnya kiyara langsung menyapanya.


 


"Hello Tante."ucap Chacha dan Dimas pada Lily.


 


"Hello sayang, kamu Chacha dan Dimas kan."ucap Lily pada mereka.


 


"Iya Tante saya Chacha dan Dimas."ucap Chacha dan Dimas pada Lily.


 


kalian duluan aja kekamar kiyara Tante mau beli makanan dulu."ucap Lily pada Dimas dan Chacha.


 


"Baik tante Jika seperti itu kita duluan."ucap Chacha.


 


"Iya sayang ,nanti tanya menyusul."ucap Lily.


 


kiyara sudah menunggu kedatangan kedua sahabatnya itu, dan ia merasa sangat senang karena teman teman nya kembali berkunjung.


 


"aku seneng kalian datang lagi."ucap kiyara pada Chacha dan Dimas.


 


"Iya kita kesini soal nya sekolah libur panjang jadi kita bisa kesini lagi deh.


 


"Ohya Julian engga bisa ikut kita soal nya dia ada urusan keluarga katanya dia not salam buat Dinda."ucap Chacha pada kiyara.


 


"Iya engga masalah ko."ucap kiyara pada kedua sahabatnya.


 


Chacha memberikan sebuah kertas kepada kiyara karena ada seorang peria yang menitipkan ini untuk kiyara saat membacanya wajahnya menjadi sangat Pucat.


 


"Dari siapa Din."ucap Dimas pada kiyara.


 


kiyara yang merasa binggung dengan surat yang ia terima membuatnya tidak bisa berkata apa-apa lagi selain berdiam dan merahasiakan dari kedua sahabatnya.


 


"Buka apa apa, bukan suatu hal yang penting ko."ucap kiyara pada kedua sahabatnya.


 


Septian yang merasa ada sesuatu yang tidak beres melihat raut wajah ketakutan yang di tujukan Kiyara membuat nya penasaran.


 


"De boleh Kaka liat suratnya."ucap Septian pada kiyara.


 


"Bukan apa apa  ko ka."ucap kiyara pada Septian.


 


kiyara yang merasa dirinya lebih baik meminta segera pulang kerumahnya. dan ia ingin di rawat di rumah saja.


 


"Septian makin yakin jika memang benar ada yang tidak beres pada adiknya setelah ia membaca surat yang dikirimkan melalui kedua sahabatnya." ucap Septian memonolog.


 


Lily datang dengan membawa minuman dan makanan yang sudah ia pesan tadi untuk di makan bersama Lily bertanya pada Septian apa yang terjadi, karena ia merasa ada yang tidak beres pada Putrinya.


 


"Ka, Adek kamu kenapa Ko melamun seperti sedang berfikir sesuatu."ucap Lily pada Septian.


 


"Kaka juga engga tau mah , tapi yang pasti ada orang yang mau berniat jahat sama Aya."ucap Septian pada Lily yang membuatnya semakin khawatir dengan kondisi putrinya.


 


"Mamah tenang aja, Tian akan cari tau soal ini."ucap Septian meyakinkan Lily.


 


Lily takut terjadi sesuatu pada putrinya itu meminta semuanya untuk memperketat pengawasan dan penjagaan terhadap putrinya.


 


"Perketat semua penjagaan untuk kiyara saya tidak ingin menggambil resiko jika terjadi sesuatu pada Putri maupun putra saya, kalian mengerti."ucap Lily pada pengawal pribadi mereka.


 


"Baik nyonya kami mengerti."ucap pak Lee dan pengawal lainnya.


 


Septian mencari tau apa yang terjadi pada adiknya dan apa isi surat itu dan kenapa adiknya setelah membaca surat itu wajahnya berubah, dan ada raut ketakutan dari wajahnya, dan sudah menjadi tugasnya sekaligus memenuhi janjinya pada kedua orang tuanya untuk mencari tau apa yang tejadi.


Tbc.