Natural Ability

Natural Ability
BAB 55



"Sebenarnya apa yang terjadi padaku."ucap kiyara pada dirinya sendiri.


Saat sedang berfikir apa yang terjadi tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamarnya dari arah luar.


"Non aya."ucap bi mirah dari balik pintu.


"Ia bi sebentar."ucap kiyara dari dalam sana.


"non aya makan malam sudah siap non."ucap bi mirah pada kiyara.


"Ia bi nanti Aya nyusul."ucap kiyara pada bi mirah asistern rumah tangganya.


Sesaat setelah kiyara turun dari kamarnya telfon rumahnya berbunyi tanda ada yang menelfon.


"Siapa yang menelfon malam malam sepeti ini."ucap kiyara pada dirinya sendiri sambil berjalan menuju telfon rumahnya.


Nenek maya.....☎️☎️


"Hallo sayang...."ucap Maya dari sebrang sana.


"Iya nek hallo..."ucap kiyara kembali.


"Kamu baik baik aja kan."ucap Maya kembali yang membuat kiyara terdiam sebelum menjawabnya.


"Baik ko nek."ucap kiyara akhirnya.


"Alhamdulillah kalo gitu."ucap Maya.


Sebenarnya ada sedikit keraguan di hati kiyara ia sebenarnya ingin sekali bertanya kepada sang nenek mengenai apa yang terjadi padanya saat itu, dan ia yakin betul jika sang nenek pasti mengetahui apa yang ingin ia ketahui. tetapi ia enggan untuk bertanya pada sang nenek.


"Nek, aya mau tanya, boleh."ucap kiyara ragu -ragu.


"Tanya apa sayang."ucap Maya pada kiyara.


"Aya mau tanya apa boleh aya ngintep lagi dirumah nenek saat libur sekolah nanti."ucap kiyara.


tetapi dari sebrang telepon Maya belum juga menjawabnya ia sangat tau betul jika sebenarnya ada yang ingin ditanyakan oleh sang cucu padanya, tetapi ia enggan memberitahukannya karena ia merasa tidak enak atau takut menyinggung perasaannya.


"Apa kamu yakin engga apa-apa."ucap Maya kembali.


"Tidak apa nek, apa boleh."ucap kiyara kembali.


"tentu saja boleh."ucap Maya yang masih megang telepon rumahnya.


"Terimakasih nek, aku sangat senang sekali."ucap kiyara pada Maya sang nenek.


"Aku tau cucuku jika sebenarnya kamu memiliki banyak pertanyaan didalam otakmu itu dan kamu ingin sekali menemuka jawabannya, tetapi kamu takut jika aku terluka maka dari itu kamu tidak jadi bertanya padaku."ucap maya sebelum kembali menjawab pertanyaan sang cucu.


"Nek, masih denger aya kan."ucap kiyara pada sang nenek diujung telepon.


"Iya saya masih ko."ucap Maya pada kiyara.


"Jadi gimana nek boleh kan."ucap kiyara pada sang nenek.


"Boleh sayang tentu saja."ucap maya pada sang cucu.


Ditempat lain.


Pria paruh baya sedang meminum sebuah coffe tiba tiba ia dihampiri oleh seorang pria berjas seperti sedang membicarakan sesuatu yang sangat penting. dan tiba tiba ia tersenyum entah apa yang ia pikirkan. dan menyuruhnya untuk pergi dari sana.


"Akhirnya aku menemukan kalian."ucap pria paruh baya itu dengan smirik diwajahnya.


Ditempat lain.


kiyara yang sudah selesai menelfon dengan sang nenek, langsung turun kebawah untuk makan malam dan melihat apakah kakanya sudah pulang atau belum.


"Bi ka tian udah pulang belum."ucap kiyara pada bi mirah.


"Belum non."ucap bi mirah pada kiyara.


"Tumben, ka tian belum pulang."


kiyara berjalan menuju ruang keluarga untuk menonton televisi.


"Kiyara......kiyara.....kiyara...."ucap seseorang memanggil namanya.


kiyara menoleh pada sekelilingnya untuk melihat siapa yang memanggilnya.namun tidak ada siapapun disana.


"Siapa yang memanggilku."ucap kiyara merasa binggung.


"kiyara.....kiyara...."ucap seseorang dengan suara lirih.


kiyara tau betul jika suara itu bukan suara dari ibu , ayah ataupun kakanya ia juga tau jika ibunya sedang tidak ada dirumah.tapi ia juga tidak tau jika suara itu berasal dari mana.saat sedang ingin menonton tv tiba tiba seseorang berdiri tepat dihadapannya membuatnya sangat terkejut bukan main bagaimana tidak, ia melihat seseorang tepat dihadapannya dengan keadaan yang cukup mengerikan, karena sebagian wajahnya hancur dan ia terus saja memanggil nama kiyara untuk meminta bantuan padanya.


"kiyara.....kiyara..."ucap wanita itu padanya.


"siapa kamu ."ucap kiyara pada wanita yang ada dihadapannya itu.


saat ingin berbicara tiba-tiba bi mirah datang dan bertanya kepadanya jika ia sedang berbicara dengan siapa karena, ia mendengar jika anak dari majikannya itu berbicara sendiri dan setalah itu wanita yang ia lihat sudah tidak ada.


"Non aya sedang berbicara dengan siapa."ucap bi mirah yang merasa binggung karena baru saja mendengar jika putri dari majikannya itu sedang berbicara dengan seseorang.


"Oh...engga bicara sama siapa siapa bi, ada apa ya."ucap kiyara pada sang bibi.


"Engga non soalnya tadi kalo bibi engga salah denger non aya seperti lagi mengobrol sama seseorang."


"ah...engga bi, itu cuma perasaan bibi aja aja aya engga lagi ngomong sama siapa siapa ko."ucap kiyara meyakinkan bi mirah.


"Baik non mungkin bibi yang salah dengar."ucap bi mirah meyakinkan dirinya, jika memang benar jika ia salah dengar.


"Yaudah non bibi kebelakang lagi ya, kalo butuh sesuatu beritahu bibi."ucap bi mirah pada kiyara.


"Baik bi."ucap kiyara.


setelah bi mirah kembali ke belakang dapur dan kembali memasak tiba tiba sosok wanita itu datang lagi dan terus saja memanggil namanya dan meminta tolong untuk menyelamatkan anaknya.


"Kiyara...kiyara..kiyara..to..long... selamatkan...anak..ku dari dia."ucap sosok wanita itu dengan suara lirih.


"Anak, dari dia."ucap kiyara merasa binggung."


"Tolong."ucap sosok wanita itu dengan wajah yang sedih."


"Dari siapa."ucap kiyara yang kali ini benar benar binggung."


"Tolong selamatkan anak dari dia."ucap wanita itu pada kiyara sebelum ia benar-benar menghilang.


kiyara tidak tau kenapa sosok wanita itu meminta bantuan padanya dan siapa anaknya ia pun tidak tau lalu menolongnya dari dia, siapa yang wanita itu maksudkan dengan dia. kiyara benar benar binggung, memikirkannya saja sudah membuatnya sakit kepala.


"Aku kemar saja sekarang sepertinya aku sangat lelah."ucap kiyara pada dirinya sendiri.


saat sudah sampai Dikamar kiyara merebahkan tubuhnya diatas ranjang yang membuatnya nyaman untuk berlama-lama di sana, tetapi baru beberapa menit kemudian ada suara handphone berbunyi tanda ada panggilan masuk, ia mengeceknya dengan setengah sadar dan mengangkatnya.


Chaca calling....📱📲.......


"Hallo Dinda....."ucap Chacha dari sebrang sana.


"Hem.... ucap kiyara tanpa suara.


"Dinda masih tidur."ucap Chacha dari sebrang sana.


"Ini siapa."ucap kiyara dengan suara seraknya.


"Ih..dinda ini tuh chaca tau."ucap Chaca pada kiyara.


"Oh...ada apa."ucap kiyara


chacaha memberitahu jika tadi ia didatangi oleh seorang wanita yang meminta tolong padanya untuk menyelamatkan anaknya, mendengar itupun kiyara langsung bangun dari tidurnya dengan sangat cepat.


"Sorry tadi bilang apa Cha."ucap kiyara pada Chacha.


"Ih...dinda dengerin Chaca ngomong engga sih dari tadi."ucap Chaca merasa kesal pada sahabatnya itu.


"Iya ca maaf, tadi Chaca ngomong apa."ucap kiyara memastikan kembali jika yang ia dengar itu tidak salah.


"Dengerin ya chaca engga akan ngulang lagi jadi pasang kupingnya baik baik."ucap chaca yang masih merasa kesal.


"Okay okay."ucap kiyara.


chaca kembali menjelaskan kepada sahabatnya itu jika ia baru saja di datangi oleh seorang wanita yang sangat cantik dan ia meminta tolong kepadanya untuk menyelamatkan anaknya.kiyara yang mendengar itupun merasa ada yang janggal tentang itu dan ia meminta Chaca untuk merahasiakan semuanya dari orang lain.


"Cha kamu yakin soal itu."ucap kiyara kembali.


"Iya Chaca yakin ko."ucap Chaca pada kiyara.


"Okay Cha, besok kita kita ketemu disekolah ya, jangan bilang siapapun soal ini."ucap kiyara pada Chaca.


"Tapi kenapa."ucap Chaca.


"Besok aku jelasin kenapa."ucap kiyara pada Chaca.


"Okay."ucap Chaca kembali.


Kiyara kembali memikirkan kejadian itu dan sosok wanita yang mendatanginya, tetapi kenapa wanita itu mendatangi Chaca juga apa tujuan sebenarnya wanita itu kenapa ia datang meminta tolong untuk menyelamatkan anaknya dari siapa, dan kenapa harus dia.apa yang dia inginkan sebenarnya dan apa tujuannya.