
Julian, Chacha dan Dimas keluar dari area rumah sakit menuju rumah mereka masing -masing.
kiyara meminta kepada Septian agar ia bisa cepat pulang dari sini ia sudah tidak betah jika harus berlama lama disini.
"Ka Tian."ucap kiyara pada Septian.
"Apa sayang."ucap Septian pada adik kesayangannya itu.
"Ka Aya mau pulang aya engga suka ada disini , Aya mau dirumah."ucap kiyara pada Septian.
"Tapi sayang kamu itu belum boleh pulang loh sama dokter."ucap Septian memberikan pengertian kepada adiknya itu.
Tiba -tiba dari arah luar ada yang menarik pintu kamarnya dan ternyata itu Lily ibunya dan bertanya pada Septian apa yang terjadi, kenapa adiknya sepeti itu.
"Ka Tian itu adeknya di apain sama kamu ka, ko dia cemberut gitu."ucap Lily pada Septian.
"Itu loh mah Adek mau minta pulang Mulu katanya dia engga betah disini."ucap Septian pada Lily.
"Bener sayang kamu udah engga betah sini tapi kamu baru 2 hari loh sayang di sini masa udah engga betah kenapa."ucap Lily pada kiyara.
"Kiyara hanya diam dan tidak mendapatkan apapun atas pertanyaan yang diajukan oleh Lily.
"Yaudah nanti coba mamah bilang sama dokter Reyhan ya kamu bisa di rawat dirumah apa engga."
"Bener ya Mah."ucap kiyara pada Lily.
"Iya sayang."ucap Lily pada kiyara.
"Makasih ya mah."ucap kiyara kembali.
"Iya sayang sama- sama."ucap Lily pada kiyara.
Lily mengatakan kepada Septian untuk pulang kerumah untuk membersihkan tubuhnya dan Lily meminta agar Septian mengajak bi Mirah untuk membantu menjaga kiyara saat di rumah sakit.
dan setelah nanti Septian kembali kerumah sakit ia kan bergantian untuk menjaga kiyara karena Lily akan pulang kerumah untuk mandi dan berganti pakaian ia juga akan membawakan boneka kelinci kesayangannya.
handphone Lily berbunyi tanda ada panggilan masuk dan ia melihat siapa yang menlfon, ternyata yang menelfon nya adalah suaminya Jakson, tak ingin membuat suaminya khawatir akan keadaan anaknya ia langsung mengangkat nya.
📱📲 Papah is calling.
"Assalamualaikum Mah."ucap Jakson pada Lily dari sebrang sana.
"Waalaikum salam Pah ia Pah ada apa."ucap Lily pada suaminya.
"Mah gimana keadaan Aya dia udah baik baik aja kan."ucap Jakson pada Lily.
"Alhamdulillah udah baik -baik aja pah.ucap Lily dan meminta Jakson untuk tidak khawatir lagi.
walaupun ia meminta Jakson tidak khawatir lagi , tetap saja ia khawatir dengan keadaan putri kecilnya itu.sebelum ia benar -benar memastikan keadaannya putrinya baik -baik saja.
"Mah papah belum bisa pulang, tapi nanti kalo urusan papah udah selesai papah pasti segera pulang."ucap Jakson pada istrinya.
"Iya Pah engga apa-apa ko papah tenang saja di sana disini kan ada mamah , Septian bi Mirah, yang akan jagain Aya.dan beberapa pengawal yang papah kirim.
"Apa mereka bekerja dengan baik mah untuk jaga kiyara."ucap Jakson pada Lily."
"Mereka bagus ko Pah, mereka bisa di andalkan untuk jagain kiyara."ucap Lily pada Jakson.
Jakson yang masih khawatir dengan kondisi putrinya itu meminta untuk video call ia ingin melihat langsung kondisi putrinya.
"Mah sambungan telfonnya papah matiin ya, nanti papah video call aja papah mau liat keadaan Aya."ucap Jakson pada Lily.
"Iya Pah."ucap Lily.
sambungan terputus.
"assalamualaikum anak papah."ucap Jakson pada kiyara saat video call mereka.
"waalaikum salam Pah."ucap kiyara pada Jakson.
"Papah ko engga pulang."ucap kiyara pada Jakson.
"Maaf ya sayang papah belum bisa pulang tapi secepatnya papah pulang buat kalian Aya mau hadiah apa dari papah."ucap Jakson pada kiyara.
"Iya Pah engga apa apa ko lagian Aya juga udah mendingan, apa aja deh terserah papah."ucap kiyara pada Jakson sang papah .
Jakson mengarahkan pandangannya pada pergelangan tangan dan telapak tangan sang putri yang di penuhi dengan perban yang cukup tebal,seketika ia terdiam dan berkata di dalam hatinya mengenai kondisi putrinya yang terlihat pucat dan lemas. 8
"apa separah itu ya kondisinya."ucap Jakson pada Lily.
"Iya Pah."ucap Lily pada Jakson suaminya.
Kenapa bisa begitu sih kondisinya separah itu."ucap Jakson.
"Mamah juga engga tau Pah gimana bisa separah itu awalnya kecil lama -lama jadi besar.
nanti aja Pah kalo papah pulang nanti mamah ceritain semuanya."ucap Lily pada Jakson.
"Iya mah secepatnya kalau udah selesai semua papah pulang."ucap Jakson.
"Iya Pah."ucap Lily pada Jakson.
Jakson memutuskan sambungan telefonnya.
kiyara meminta Septian untuk jalan -jalan di taman karena kiyara meminta Septian untuk menemaninya ia sudah 3 hari di rumah sakit dan ia selalu tidak bisa tidur dengan nyenyak.
"Ka Tian Aya mau jalan -jalan ke taman temenin ya."ucap Aya.
"kenapa sayang kamu kan harus sitirahat engga boleh capek."ucap Septian pada kiyara.
"sebentar aja ko ka Tian engga akan lama Aya janji tapi Aya engga mau di temenin sama haera ya."ucap kiyara pada Septian.
Septian tidak mengerti kenapa adiknya itu selalu ingin pulang dan tidak mau lama lama berada di rumah sakit ini.
"Ka Tian ko ngelamun sih ayo temenin Aya, jalan - jalan."ucap kiyara.
"Yaudah iya ayo jalan jalan tapi Aya harus janji sama ka Tian kalau Aya capek Aya bilang sama ka Tian ya."ucap Septian meningkatkan adiknya.
kiyara menggangukan kepalanya tanda ia mengerti dan memberi hormat pada Septian dengan senyuman manis nya.
itu yang membuatnya semakin menyayangi adiknya dari waktu ke waktu.
"De Kita jalan - jalan jalan tapi mereka ikut sama kita ya bibi juga."ucap Septian.
"terserah sama ka Tian aja."ucap kiyara.
"Yaudah ayo jalan - jalan."ucap Septian pada kiyara.
kiyara sangat senang karena ia bisa berjalan jalan walaupun itu hanya di taman rumah sakit ia sudah merasa bahagia karena ia bosan jika harus di kamar tanpa melakukan apapun.
tiba- tiba seorang suster menemui Septian dan memberitahukan nya jika dokter ingin bertemu dengan nya, ia langsung melihat ke arah kiyara, dan kiyara hanya menggangukan kepalanya tanda ia mengerti.
"sayang Kaka mau ketemu dokter dulu ya kamu jalan jalannya sama bibi sama paman Lee dulu ya nanti setelah selesai ka Tian menyusul."ucap Septian pada adiknya.
"Okay."ucap kiyara.
setelah itu mereka berpisah Septian ke ruang dokter dan kiyara ketaman.
sebelum itu ia meminta bi Mirah dan pak Lee untuk menjaga kiyara dan tidak sembarangan untuk memberikan apapun yang ia mau, harus seizin dirinya atau Lily.
Tbc.