
sebenarnya kiyara juga masih tidak tau apa yang terjadi padanya dan ketiga sahabatnya kenapa wanita itu meneror mereka dan apa alasannya itu yang membuat kiyara binggung setengah mati dan ia harus mencari tau tentang itu.
"Aku akan mencari tau tentang apa yang terjadi sebenarnya,dan aku akan mencari tau tentang wanita itu terlebih dahulu, maaf karena kalian harus terlibat dalam masalah ini."ucap kiyara merasa menyesal.
"Hei dinda are you okay."ucap Chaca yang merasa khawatir dengan kondisi sahabat nya itu yang membuat dimas dan julian menengok kearahnya juga.
"Oh... I'm okay."ucap kiyara kembali.
setelah semuanya selesai makan siang ke empat orang itu bergegas menuju kelas, tiba tiba baru beberapa saat wanita paruh baya itu kembali menemui mereka lagi lagi dengan kata kata yang sama, membuat ke empat orang itu berhenti kembali, karena tidak ingin terus menerus diganggu. mereka akhirnya memilih untuk menolong wanita itu agar mereka tidak di ganggu lagi.
"Baiklah kami akan membantu, tetapi sebelum itu apa kami bisa mengetahui siapa yang kamu maksud dengan dia, dan apa wanita yang kamu maksud itu wanita ini."ucap kiyara dengan menunjukan sebuah foto yang sudah cukup usang pada wanita itu.
"Dia anakku, dia putriku aku sangat mencintainya."ucap wanita itu dengan tatapan sendu.
"Baiklah kami akan membantu kamu untuk membebaskan dia tapi, apa yang kamu lakukan disini."ucap Julian tiba tiba.
"Saya hanya ingin kalian membantu putriku karna hanya kalian yang dapat membantu putriku."ucap wanita itu.
"Tapi bagaimana kita membantu dia Dinda sedangkan kita engga tau apa yang terjadi sama putrinya dan siapa wanita itu dan kita selamatkan putrinya dari siapa emangnya kamu tau."ucap Chacha tiba tiba menambahkan.
"Cha kamu tenang aja, aku tau beberapa informasi tentang wanita itu dan putrinya kita mulai dari sana ya, aku akan beritahu kalian tentang itu, jadi setelah sekolah kita ketemu di rumahku ya."ucap kiyara pada ketiga sahabatnya.
"Okay."ucap chacaha.
"Tapi kamu yakin itu informasi yang benar dan ia tidak menipu kita."ucap Julian dan dimas bersamaan.
"Kalian tenang aja aku memiliki informan terpercaya dan aku sudah memiliki buktin otentiknya."ucap kiyara pada ketiga sahabatnya.
Sedang asik mengobrol tiba-tiba Anggi menyengol kiyara dengan sengaja dan membuat handphone milik Anggi terjatuh dan saat itu chaca julian dan dimas seperti melihat anggi yang sedang menyiksa seorang wanita muda yang berusia sekitar belasan tahun dan membuat mereka bertiga kaget bukan main, dan setelah itu mereka terdiam dan tidak membuka suara sedikitpun.
"Apa yang baru saja aku lihat itu benar."ucap julian kembali dalam hatinya.
"Ini tidak mungkin apa yang aku lihat barusan."ucap dimas tidak percaya dengan apa yang baru ia lihat.
"Apa anggi....dan siapa wanita itu aku akan menanyakan kembali kepada dinda nanti."ucap mereka bertiga.
"Apa yang kalian liat ambilin handphone gue engga."ucap anggi dengan nada marah.
"Ambil aja sendiri punya tangankan."ucap Chaca pada anggi.
"Ambilin atau gue bikin kalian nyesel."ucap anggi pada mereka semua.
"...." kiyara yang melihat dengan wajah datar dan menakutkannya.
"Yo ambilin handphone gue."ucap anggi pada Tio.
karena tidak ingin mencari masalah dengan anggi wanita yang dianggap stress itu jadi ia mengambilnya.
"Ini."tuhkan handphone gue jadi kotor."ucap Anggi pada tio.
"Kenapa."ucap kiyara pada Tio.
"Gini tadikan anggi minta tolong buat ambilin handphone nya trus sekarang handphone nya jadi kotor."ucap Tio pada kiyara.
"Oh...kotor ya."ucap kiyara pada Tio.
"Mana coba liat." ucap kiyara pada Tio.
"Ini."ucap Tio yang langsung memberikan handphone milik anggi padanya.
"Oh...iya kotor."ucap kiyara.
"Tuh..benerkan kotor handphone gue."ucap Anggi.
Tiba tiba kiyara melempar handphone milik anggi ketempat sampah dan membuat semua orang yang melihatnya merasa kaget dan hanya terdiam dan ada juga yang menahan tertawanya.
"Selesai kan."ucap kiyara pada Tio dan membuat keempatnya hanya terdiam melihat apa yang dilakukan kiyara.
"Handphone gue."ucap anggi pada handphone yang sudah berada ditempat sampah.
"Kenapa Lo buang handphone gue."ucap anggi yang berteriak dan disaksikan banyak siswa dan siswi disana termasuk Reyhan.
"Bukannya tadi Lo bilang handphone lo kotor ya."ucap kiyara dengan santainya.
"Tapi kenapa lo buang handphone gue kiyara."ucap anggi dengan nada yang tingginya.
"Barang yang udah kotor harus dibuang ke tempatnya, lo engga bisa baca tuh peraturan. disana di tulis buanglah sampah pada tempatnya."ucap kiyara dengan santai.
"Ah.... handphone gue."ucap anggi yang masih mencoba mengambil kembali handphone miliknya itu.
Ada yang sibuk dengan makanan mereka dan mencoba tidak peduli dengan apa yang terjadi, dan ada pula yang mengeluarkan handphonenya untuk merekam kejadian yang terjadi dan menurutnya langka itu.
"Awas aja Lo kiyara, gue bakalan bikin perhitungan sama lo setelah apa yang udah Lo lakuin sama gue."ucap anggi dengan tatapan menusuknya.
"Aduh.... princess ko main sampah sih engga ada mainan lain ya."ucap salah seorang siswa yang membuat seisi kantin tertawa bersama.
"Diem lo."ucap anggi dengan tatapan membunuhnya.
"Ih...takut, princess sampah marah."ucap seorang siswi lainnya yang sepertinya juga tidak suka dengan anggi.
"Bacot, minggir."ucap anggi yang sudah berhasil mengambil handphone nya dari tempat sampah, lalu itu berlari ke kamar mandi untuk mencuci tangannya yang sudah bau busuk yang membuatnya ingin muntah.
Dikelas kiyara dan ketiga sahabatnya pun langsung kembali duduk dan membicarakan tentang wanita yang ia lihat tadi. dan tentang kejadian yang ia lihat setelah menyenggol lengan anggi tidak lupa juga ia ceritakan.
"Dinda tadi ya pas Chaca engga sengaja kesenggol sama anggi chacaha liat kalo anggi lagi nyiksa satu perempuan yang kayanya usianya sama kaya kita dengan parahnya."ucap chaca panjang lebar.
"Gue juga liat hal sama din."ucap julian dan dimas.
"Kalian yakin engga salah liat."ucap kiyara pada ketiganya.
"Kita yakin dinda."ucap ketiganya bersamaan.
"Oh...jadi kalian sekarang udah bisa ngerasain dan ngeliat, berarti kalian udah mulai peka ya."ucap kiyara dengan santainya.
"Maksudnya, tapi tunggu ....sejak kapan kita bisa liat hal hal seperti itu."ucap Dimas yang merasa aneh pada dirinya dan tak lama setelah itu membuat chaca juga ikut menoleh pada kiyara.
"Iya ya cahca juga binggung."ucap chaca dengan tatapan penuh penjelasan.
"Okay jadi gini."ucap kiyara yang terpotong saat tiba tiba guru mereka masuk dan pelajaran selanjutnya dimulai.
"Jadi gimana."ucap Dimas penasaran.
"Okay nanti aku jelasin ke kalian tapi kita belajar dulu."ucap kiyara meyakinkan ketiga sahabatnya yang ia yakini mereka sedang merasa binggung, tapi setelahnya mereka menganggukkan kepala tanda mengerti.
Seketika kiyara kembali melihat ketiga sahabatnya dan ia sungguh merasa tidak enak karena melibatkan mereka semua terlalu jauh.
"Maafkan aku karena sudah melibatkan kalian dalam masalah ini, aku akan menjelaskan semuanya pada kalian tenang apa yang terjadi dan alasannya kenapa mereka memilik kalian.
Baru akan kembali belajar tiba tiba mereka dipanggil oleh guru lain katanya ada yang ingin bertemu dengan mereka.
"Permisi pak."ucap seorang wanita cantik yang ternyata adalah guru bahasa Indonesia mereka.
"Iya bu ada apa ya."ucap guru sejarah tersebut.
"Saya kesini karena ada yang ingin bertemu dengan keempat murid bapak."ucap guru tersebut.
"Murid saya siapa saja bu."ucap pak Gilang.
"Kiyara, Chaca, Dimas dan Julian."ucap Bu Tika yang memberitahukan nama nama murid yang bersangkutan.
"Baik bagi nama nama yang disebutkan tadi kalian boleh keluar dan jangan lupa tugas saya besok dikumpulkan mengerti."ucap pak Gilang pada keempat muridnya.
"Baik pak."ucap kiyara.
mereka akhirnya keluar kelas dan mengikuti Bu tika yang membawa mereka keruang kepala sekolah.
"Permisi pak."ucap Bu Tika sambil mengetik pintu ruang kepala sekolah.
"Baik silahkan masuk."ucap pak Adi Sucipto kepala sekolah.
"Saya sudah membawa mereka."ucap Bu Tika pada kepala sekolah dan di jawab dengan anggukan kepala.
"Baik bu terimakasih."ucap pak Adi pada Bu Tika.
"Kalo begitu saya permisi dulu pak, karena saya harus mengajar kembali."ucap Bu Tika sebelum ia benar benar keluar dari sana.
"Baik bu terimakasih."ucap pa Adi kembali.
se saat setelahnya kiyara terkejut dengan apa yang baru saja ia lihat dan orang yang berada dihadapannya sekarang.
"Kalian."ucap kiyara Chaca dan Julian bersamaan.