Natural Ability

Natural Ability
BAB 22



semuanya sudah bersiap kiyara dan yang lainnya keluar dari area rumah menuju perpustakaan lama, untuk mencari sebuah informasi terkait tentang apa yang terjadi.


"Pak kita pergi ke perpustakaan lama ya pak ada yang ingin saya cari."ucap kiyara pada pak Budi.


"Baik Non."ucap pak Budi


kiyara sudah memberitahukan kepada orang tuanya jika ia akan pergi ke perpustakaan tentu saja di temani oleh beberapa pengawalnya, karena jika tidak ia tidak akan boleh keluar rumah dengan kondisi yang tidak mungkin.


"Non kita sudah sampai."ucap pak Budi pada kiyara.


"Baik pak terimakasih."ucap kiyara dengan tulus.


kiyara meminta kepada pak Budi untuk menunggunya di mobil sementara ia dan yg lainnya pergi menuju perpustakaan.


"Noona kami akan menunggu di sana jika noona sudah selesai tolong beritau kami."ucap pak Lee pada kiyara.


"Baik saya akan memberitahukannya kepada kalian.


kiyara berkeliling untuk mencari sebuah buku yang akan memecahkan seluruh persoalan yang dihadapinya.


"Maaf ada yang bisa saya bantu."ucap pemilik toko pada kiyara.


"Saya sedang mencari sebuah buku apakah ada."ucap kiyara pada memilik toko.


"Tentu saja ada disini semua buku bukunya lama jadi kemungkinan besar buku yang anda cari ada disini.


dengan ragu kiyara mengeluarkan ponselnya dan pemperlihatkan sebuah buku yang terlihat sudah sangat lama dan usang, saat melihatnya pemilik toko tersebut merasa terkejut dengan apa yang ia lihat dan pemilik toko itu langsung mengetahui maksut dan tujuan kiyara mencari buku itu.


"Maaf apakah buku ini ada."ucap kiyara pada pemilik toko.karena ia tidak melihat buku itu dimana pun.


"Kamu bisa ikut saya."ucap pemilik toko pada kiyara.


"Tetapi anda akan bawa saya kemana."ucap kiyara yang merasa binggung dan sedikit takut.


"Kamu tidak perlu takut dengan saya, kamu akan menemukan jawaban dari setiap pertanyaan yang kamu ajukan."ucap pemilik toko panjang lebar.


"Baiklah."ucap kiyara.


kiyara mengikuti si pemilik toko buku tersebut dan ia di bawa ke sebuah ruangan yang di mana, ia bisa menemukan jawaban dari semua pertanyaannya.


"Disana, rak 124 kamu akan menemukan yang kamu cari."ucap pemilik toko yang meninggalkan kiyara di sana sendirian.


"Baik terimakasih."ucap kiyara.


kiyara tidak lagi melihat pemilik toko tersebut dan ia langsung fokus mencari buku yang di maksudkan ia langsung menuju rak 124 untuk menemukan buku yang ia cari,setelah lelah berkeliling ia akhirnya menemukan buku yang ia cari dan langsung mengambilnya untuk membacanya, tiba -tiba pemilik toko tersebut sudah berada di depannya ia sangat terkejut.


"Kamu bisa bawa pulang buku itu dan simpan baik - baik buku itu dan jangan sampai ada orang lain yang membacanya."ucap pemilik toko tersebut pada kiyara.


"Baik, terimakasih."ucap kiyara pada pemilik toko tersebut.


kiyara segera keluar dari perpustakaan lama tersebut dan ia merasa ada yang aneh dari pemilik maupun toko tersebut, tetapi ia tidak mengetahui apa yang terjadi sebenarnya, ia segera memberitahukan kepada pengawalnya jika ia sudah selesai,dan bergegas pulang kerumah.


"Pak Budi kita pulang sekarang."ucap kiyara pada pak Budi.


"Baik non."ucap pak Budi kembali.


kiyara, pak Budi dan yang lainnya meninggalkan area perpustakaan lama yang sebarnya susah tidak beroperasi sejak lama.


"Pak kita pulang sekarang."ucap kiyara pada pak Budi.


"Baik non."ucap pak budi pada Kiyara.


"Non maaf tadi ada seseorang yang datang ia bertanya apakah non Aya ada dirumah atau tidak."ucap bi mirah panjang lebar.


"Bibi tau siapa yang datang,apa bibi mengenalnya."ucap kiyara yang merasa binggung.


"Tidak non bibi tidak mengenalnya maafkan bibi non."ucap bi mirah yang merasa menyesal.


"Tidak apa-apa bi saya mengerti."ucap kiyara.


kiyara langsung berjalan menuju kamar nya dan ia langsung membersihkan tubuhnya karena hari sudah sore, dan ia baru akan melihat buku tersebut.


"Aku akan bertanya kepada pak Kim apa benar ada yang datang."ucap kiyara pada dirinya sendiri.


kiyara sudah selesai dengan kegiatannya ia sudah berpakaian santai dan rapih dan setelah itu, ia kebawah untuk bertemu dengan pak Kim.


"Bi Mirah liat pak Kim atau tidak."ucap kiyara pada bi Mirah.


"pak Kim sedang dilamarnya non."ucap bi mirah pada kiyara.


"Baik bi jika seperti itu,bibi tolong saya panggilkan pak Kim untuk datang keruangan saya ya bi."ucap kiyara pada bi Mirah.


"Baik non."ucap bi Mirah kembali.


kiyara meminjam ruang kerja Septian untuk membicarakan hal penting kepada pak Kim, tak butuh waktu lama pak Kim langsung menemui kiyara diruangan yang sudah di beritaukan kepada kiyara.


"Pemisi noona."ucap pak Kim dari arah luar sambil mengetuk pintu.


"Iya silahkan masuk."ucap kiyara.


pak Kim yang sudah ada didalam ruangsn bertanya pada kiyara ada hal penting apa sampai kiyara memintanya bertemu dengan salah satu pengawalnya itu.


"Pak Kim saya ingin bertanya apakah saat saya tidak ada dirumah apakah ada orang lain yang datang kesini."ucap kiyara pada pak Kim.


Pak Kim mencoba mengingatnya sebelum akhirnya menjawab pertanyaan yang kiyara ajukan padanya.


"Iya Noona itu memang benar, tadi siang ada seorang pria yang datang mencari Noona."ucap pak Kim pada kiyara.


"Apa dia memberitahu sesuatu, atau mengucapkan sesuatu."ucap kiyara yang mulai penasaran.


"Tidak Noona ia hanya bertanya apakah Noona ada dirumah atau tidak dan ia menitipkan ini untuk diberikan kepada Noona."ucap pak Kim.


"Apa ini."ucap kiyara pada pak Kim.


"Saya tidak tau Noona karena ia meminta untuk tidak membukanya."ucap pak Kim pada kiyara.


kiyara merasa binggung dan aneh ia terus memikirkan siapa yang mengirim pesan ini untuknya dan apa tujuannya.


"Pak Kim apa pria tersebut menyebutkan namanya."ucap kiyara pada pak Kim.


"Maaf Noona tetapi ia sama sekali tidak menyebutkan namanya, ia hanya berpesan jika noona sudah membaca suratnya ia akan kembali lagi."ucap pak Kim pada kiyara.


kiyara semakin binggung dengan apa yang terjadi ia tidak mengerti bahkan ia tidak mengetahui apa kaitannya dirinya dengan semua ini.


"Baik pak Kim terimakasih, pak Kim boleh kembali beristirahat, dan sebelum itu saya meminta pak Kim untuk merahasiakannya dari siapapun termasuk kedua orang tua saya."ucap kiyara pada pak Kim.


"Baik Noona saya mengerti."ucap pak Kim.


pak Kim lalu kembali keruangannya dan kiyara kembali menuju kamarnya untuk menaruh surat yang dikirimkan oleh pria misterius tersebut, kiyara yang merasa lelah dan kepalanya yang mulai merasakan pusing langsung meminum obat untuk meredakan sakit pada kepala nya dan ia pun tertidur.