Natural Ability

Natural Ability
BAB 31



kiyara, chacha, Dimas dan Julian masuk kelas dan menunggu kelas dimulai, semua orang memandang kiyara dengan tatapan binggung dan ketakutan karena sikap dinginnya dan latar belakang keluarganya.


"Yaduah ayo masuk, udah jangan pikirin tatapan ketidak sukaan mereka sama kamu."ucap Julian pada kiyara.


"Aku biasa aja selagi mereka engga ngusik aku."ucap kiyara pada Julian.


kiyara yang sedang menunggu pelajaran dimulai dan ia izin ke toilet sebentar kepada teman temannya dan saat sedang berjalan menuju toilet iya dikejutkan oleh wanita yang ia lihat kemarin di restoran, kiyara mengabaikan wanita yang ia lihat itu agar wanita itu pergi tetapi wanita itu, tidak juga pergi melainkan terus mengikutinya sampai toilet, karena kesal kiyara membentaknya.


"Berhenti mengikutiku aku tidak ingin melihatmu."ucap kiyara pada sosok wanita itu.


"Tolong aku."ucap wanita itu.


kiyara terus mengabaikannya agar wanita itu pergi tetapi wanita itu tidak juga pergi, bahkan orang -orang yang melihatnya merasa aneh berbicara sendirian seperti orang yang tidak waras, tetapi mereka tidak berani mengatakannya karena mereka takut terkena masalah nanti.


"Apa yang kalian lihat."ucap kiyara dengan tatapan yang dingin.


mereka tidak menjawab melainkan langsung pergi begitu saja. kiyara terus saja mengabaikan wanita itu dan kembali ke kelas untuk belajar dan wanita itu masih saja mengikutinya.


"Aya kamu baik-baik aja kan."ucap chacha yang merasa jika sahabatnya ini bertingkah aneh.


"Iya baik -baik aja ko."ucap kiyara.


kiyara, chacha, Dimas dan Julian masuk kelas dan menunggu kelas dimulai, semua orang memandang kiyara dengan tatapan binggung dan ketakutan karena sikap dinginnya dan latar belakang keluarganya.


"Mulai sekarang kita jangan main-main sa cewe es batu itu kalo engga mau terkena masalah."ucap salah satu siswi.


"Iya benar, lagipula siapa yang ingin mencari masalah dengan cewe es batu itu tatapannya saja sudah membuatku takut."ucap seorang siswi lainnya.


setelah mendengar itu kiyara kembali berjalan kekelas karena pelajaran akan segera dimulai dan wanita tadi terus saja mengikutinya sampai kelasnya dan ia duduk di bangku yang kosong di belakang.guru yang mengajarpun masuk dan pelajaran pun di mulai, setengah jam kemudian ada salah satu murid yang kerasukan dan itu membuat guru, siswa dan siswi berhamburan keluar kelas dan kelas menjadi gaduh, tetapi tidak dengan kiyara, Dimas, chacha dan Julian mereka masih tetap di kelas dan membantu menenangkan siswi yang kerasukan itu yang ingin mencelakai kiyara.


"Kamu harus mati."ucap siswi itu kepada kiyara.


"Apa kamu bilang."ucap kiyara yang bukannya takut malah meladeni sosok yang ada di tubuh salah satu siswi itu.


"Aku ingin kau mati."ucap siswi itu sambil tertawa.membuat semua siswi dan siswanya takut.


"Kita lihat saja nanti siapa yang akan musnah."ucap kiyara.


guru yang mengajar tadi pun berlari memanggil guru yang lain dan kepala sekolah mereka, sedangkan kelas lain berlari untuk melihat kekacauan yang ada di kelas 3.2. itu, guru itu berteriak meminta kiyara dan yang lainnya keluar tapi mereka tidak menghiraukannya dan tetap berada di kelas. chacha Julian dan Dimas bertanya kepada kiyara apa yang harus mereka lakukan dan kiyara meminta mereka untuk mengambil benda yang ada di dalam tas kiyara dan menunggu kodenya untuk memberikan nya.


"Ambil benda yang ada di dalam tas depanku dan berikan padaku saat aku memberi tau mu mengerti."ucap kiyara pada Dimas dan julian sedangkan chacha membantu kiyara memegang siswi tersebut, saat itu baik Julian, Dimas dan chacha dan kiyara mereka terlempar ke luar kelas, dan mereka di tarik lagi masuk kedalam. itu membuat seluruh siswa dan siswinya ketakutan.


tak lama setelah itu semua guru berkumpul dan ingin memasuki kelas tetapi sosok itu menguncinya agar hanya mereka yang berada di sana, sedangkan siswa dan siswi lainnya hanya bisa menonton dari luar jendela kelas.


"Julian, Dimas sekarang."ucap kiyara.


mereka melempar sebuah ranting pohon yang sangat tebal dan sebuah air dan saat itu juga kiyara membuka perbannya kembali dibasahi tangannya yang terluka itu dengan air dan telapak tangan kiyara ditempelkan pada kepala siswi tersebut dengan benda benda yang di bawa kiyara untuk berjaga-jaga dan dari kepada siswi tersebut keluar asap hitam yang sangat tebal, setelah itu siswi itupun pingsan setelah semuanya selesai pintu itu kembali terbuka, semua guru dan kepala sekolah memasuki kelas.


"Kalian tidak apa-apa kan."ucap Bu Tiara pada kiyara Dan yang lainnya.


"Kami baik -baik saja Bu,tetapi anak itu dia Dimas menujuk salah satu siswi teman kelasnya yang tak lain bernama Tika harus di bawa ke uks."ucap Dimas.


kiyara memotong membicaraanya dan berkata jika mereka (yang dimaksudkan ketiga sahabatnya itu).juga harus pergi ke rumah sakit untuk memeriksa keadaan mereka takut jika mereka ada yang cidera akibat terlempar tadi.


"Kalian setelah pulang sekolah ini cek kondisi kalian kerumah sakit takut jika ada yang bergeser atau lainnya, mengerti."ucap kiyara pada ketiga sahabatnya.


"Okay, tapi kamu juga harus ikut kita kerumah sakit untuk cek kondisi kamu juga."ucap chacha pada kiyara.


"Aku akan menyusul kalian nanti setelah aku menemui kunci dari permasalahan ini."ucap kiyara pada ketiga sahabatnya.


sedangkan siswi yang kerasukan tadi di bawa ke uks dan saat sedang berbicara kepala sekolah yang tidak sengaja melihat luka pada leher kiyara yang diakibatkan sosok yang menyerangnya tadi dan itu membuatnya kesal.


"Kiyara leher kamu, kenapa."ucap kepala sekolah kepada kiyara.


"ah..ini sepertinya luka yang diberikan sosok tadi."ucap kiyara pada semuanya.


"Iya Din itu leher kamu ada bekas cekikan kamu yakin engga apa-apa."ucap chacha, Dimas dan Julian yang merasa khawatir karena ia baru saja masuk sekolah kembali dan di sambut dengan kejadian seperti ini.


"I'M okay"ucap kiyara yang tidak ingin membuat semuanya khawatir.


guru dan murid murid lainnya pun ada yang merasa khawatir dan kasihan ada juga yang senang atas insiden ini.guru yang lainnya meminta semuanya kembali ke kelas masing-masing dan beraktivitas seperti biasa terkecuali lima siswa dan siswi ini dan yang lainnya belajar seperti biasa.


"Chacha , Dimas dan Julian kalian boleh ke uks kiyara kamu ikut saya ke ruang guru saya obati luka kamu di sana,dan untuk yang lain tunggu di kelas dan jangan keluar mengerti."ucap Bu Tiara


"Bagimana tidak di obati jika luka kamu ini bisa membuat infeksi."ucap Bu Tiara yang merasa khawatir dengan muridnya itu.


"Bu saya engga apa-apa ko Bu."ucap kiyara dengan tatapan teduhnya.


"Kali ini kamu dengarkan ibu ya, kamu harus di obati dulu tangan kamu itu sebelum inveksi nantinya."ucap Bu Tiara yang tetap tidak goyah dengan pendiriannya untuk mengobati luka ditangannya itu.


kiyara yang mendengar itupun hanya bisa pasrah dengan apa yang dilakukan oleh gurunya kepada dirinya. tak lama setelah itu pak Lee datang setelah mendengar jika kiyara mengalami masalah disekolah.


"Noona apa noona baik-baik saja."ucap pak Lee pada kiyara.


"Ya saya baik -baik aja ohya pak Lee jangan bilang pada ka Tian jika saya mengalami masalah, jika ia mengetahuinya bisa sangat berbahaya."ucap kiyara pada pak Lee.


"Baik Noona saya tidak akan membicarakan ini kepada tuan Septian."ucap pak Lee pada kiyara.


"Baik pak Lee terimakasih."ucap kiyara dengan tulus.


pak Lee hanya menganggukkan kepalanya kepada kiyara dan guru guru yang ada disana memperhatikan luka yang ada di tangannya itu dan bertanya apa yang terjadi padanya dan tangannya itu dan kenapa bisa sampai sepah itu.


"kiyara apa kamu tidak apa-apa dan apa kamu baik -baik aja."ucap semua guru yang ada disana.


"Iya Bu saya baik -baik aja."ucap kiyara.


"lalu tangan kamu itu, apa itu yang kamu bilang baik -baik aja."ucap guru lain menimpali.


"Iya saya memang baik-baik aja ko Bu tidak perlu ada yang di khawatirkan."ucap kiyara kembali.


"Bu apa teman teman saya dan siswi yang kerasukan itu akan baik baik saja Bu."ucap kiyara yang terlihat sangat khawatir.


semua guru -guru yang ada di sana merasa binggung dengan kiyara, semua yang terjadi hari ini yang menimpa dirinya dan temannya dan bisa bisanya ia menghawatirkan temannya dibandingkan dirinya sendiri.


"Kamu tidak perlu khawatir dengan kondisi teman teman kamu karena saya yakin mereka akan baik -baik aja."ucap Bu Tiara menenangkan kiyara yang merasa sangat khawatir terlihat dari wajahnya yang cantik itu.


setelah selesai kiyara pamit untuk pergi menemui teman temannya setelah ia mengucapkan terimakasih atas obat yang diberikan dan ia meminta agar baik kepala sekolah dan guru guru yang lain tidak ada yang memberitahukan kepada kedua orangtua maupun kakanya karena ia yang kan memberitahukan nya sendiri.


"Bu Tiara semuanya saya ingin mengucapkan terimakasih karena sudah membantu dan merawat luka saya dan saya minta kepada ibu maupun bapak untuk tidak memberitahu kejadian ini kepada orangtua dan Kaka saya karena saya yang akan memberitahu kan nya langsung kepada mereka.


"Baiklah kami tidak akan memberitahu kannya kepada keluarga kamu."ucap Bu Tiara dan guru guru yang lainnya.


"Baik Bu terimakasih sekali lagi dan saya permisi."ucap kiyara sambil membungkukkan tubuhnya dan pergi.


"Ya."ucap Bu Tiara.


kiyara berjalan menuju uks sekolah untuk bertemu dengan ketiga sahabatnya sekaligus melihat kondisi teman satu kelas ya dan ia juga ditemani oleh pak Lee.


"Kalian tidak apa-apa kan."ucap kiyara pada ketiga sahabatnya itu.


"Engga sih Din kalo chacha cuma syok aja tadi, iya Din kalo kita berdua sih cuma pegel pegel aja."ucap chacha, Dimas dan Julian.


"Syukur deh kalo gitu, maaf ya karena aku kalian terlibat dalam masalah ini."ucap kiyara pada ketiga sahabatnya dengan nada penyesalan.


"Engga apa-apa Din engga udah meresa bersalah gitu lagian juga kan kita yang mau bantu kamu."ucap chacha pada kiyara.


"tetap saja harusnya kalian engga terlibat dalam masalah ini "ucap kiyara kembali.


"Tapi din kita penasaran deh sebenarnya siapa yang nyerang kita tadi."ucap ketiga sahabatnya dan apa motif nya.


"Panjang ceritanya nanti kalo ada waktu pasti aku ceritain ke kalian dan kalian harus tau siapa aku sebenarnya."ucap kiyara pada ketiga sahabatnya itu.


"Kenapa bukan sekarang.", ucap Dimas.


"Waktunya engga tepat."ucap kiyara kembali.


kepala sekolah menghampiri kiyara dan yang lainnya di uks dan meminta mereka untuk pulang lebih awal agar mereka bisa beristirahat dan baik kiyara, chacha Dimas dan Julian dan siswi yang sakit tadi diliburkan selama dua hari.


"Kalian semua bapak dan guru yang lain sepakat untuk meliburkan kalian selama dua hari agar kalian bisa beristirahat dan kalian akan masuk kembali setelah kalian sudah merasa baik -baik aja, mengerti."ucap kepala sekolah kepada kiyara dan yang lainnya.


"Baik pak."ucap chacha dan yang lainnya.


kiyara, chacha, Dimas dan Julian kembali ke kelas untuk mengambil tas mereka untuk pulang kerumah kiyara kembali mengecek semua barang barangnya dan setelah semuanya lengkap termasuk benda yang dapat dibuat untuk mengusir roh jahat itu ada ia bergegas menuju mobil dan pulang kerumah begitupun dengan ketiga sahabatnya dan siswi tadi.