Natural Ability

Natural Ability
BAB 35



kiyara keluar ruang pemeriksaan dengan ssmua pemikirannya, dan rasa penasarannya, apa benar jika Dokter Reyhan dapat melihat diva,sosok wanita yang selalu mengikutinya kemanapun ia pergi.


"Keluarga Jakson Dokter ingin bertemu,silahkan ikut dengan saya."ucap suster Nita.


Jakson pada Lily mengikuti suster untuk bertemu dengan Dokter Reyhan sedangkan Septian menemani kiyara di ruang tunggu karena kedua orangtuanya sedang menemui dokter.


"Tangan kamu gimana udah merasa lebih baik."ucap Septian pada kiyara.


"Udah lebih baik ka."ucap kiyara kembali.


kiyara kembali menunggu kedua orangtuanya Untuk bertanya kepadanya tentang kodisinya dan apa yang di katakan dokter Reyhan pada mereka.


"Mah,pah apa yang Dokter Reyhan katakan tentang kondisi aya."ucap Septian pada kedua orangtuanya.


"Iya baik -baik saja ko, ia hanya harus beristirahat."ucap Lily dan Jakson.


karena besok ia libur sekolah kiyara meminta ibunya dan kakanya mengantarnya kerumah sang nenek karena ia sangat merindukan neneknya. keluarga Jakson kembali kekediaman mereka.


"Mah, ka Tian besok kan Aya libur, mamah sama ka Tian mau engga anterin kiya kerumah nenek."ucap kiyara pada Septian dan ibunya.


"Kenapa sayang, tumben kamu mau kerumah nenek."ucap Lily pada kiyara.


"Aya kangen nenek mah."ucap kiyara pada ibunya.


Jakson yang mendengar itupun meminta Lily sang istri untuk mengantarkan putrinya itu untuk bertemu dengan sang nenek.


"Besok kamu anterin kiyara ke rumah mamah."ucap Jakson pada Lily.


"Iya besok aku anterin kiyara kerumah mamah."ucap Lily pada Jakson.


kiyara tertidur di mobil saat perjalanan pulang kerumah ia setelah pembicaraan mereka, de besok kita berangkat jam, perkataan Lily terputus saat ia melihat putrinya tertidur di pundak Septian mungkin karena ia sangat lelah.


"Dek besok kita berangkat jam."ucap Lily.


Septian yang melihat adiknya tertidur pulas di pundaknya itu Septian tidak tega membangunkan adiknya itu dan membiarkan ia tertidur.


"Mah Aya tidur."ucap Septian pada Lily.


"Yaudah kak biarin aja adek kamu tidur jangan di bangunin kasian, mungkin dia capek."ucap Jakson pada putra pertamanya itu.


"Iya Pah."ucap Septian pada Jakson.


kiyara dan keluarga Jakson sudah sampai dirumah mereka setelah itu Septian menggendong kiyara sampai ke kamarnya tanpa membangunkan adiknya itu.


"Ka jangan bangunin adeknya kamu bawa adeknya sampe kamar ya ka."ucap Jakson pada septian.


"Iya Pah."ucap Septian.


Septian menggendong adiknya hingga kekamarnya dan membaringkan adiknya di kasur sebelum ia keluar dari kamar adiknya ia sempat untuk mengelus puncak kepala adiknya dan ia berjanji untuk selalu ada jika adiknya membutuhkannya.


"Ka Tian janji, kalo Ka Tian akan selalu ada buat Aya."ucap Septian sambil mengelus-elus rambut adiknya itu.


setelah itu Septian keluar dari kamar sang adik untuk beristirahat di kamarnya.tiba- tiba sosok diva menampkan dirinya pada Septian yang ingin tidur.


"Siapa kamu."ucap Septian pada sosok wanita itu.


"Aku diva."ucap diva pada Septian dan setelah itu ia menghilang.


tidak terjadi apapun pada kiyara semalam dan saat pagi tiba kiyara terbangun dan ia bergegas untuk mandi dan bersiap karena ia akan berlibur di rumah sang nenek,bi Mirah mengetok pintu kamar kiyara untuk melihat apakah ia sudah bangun atau belum.


"Permisi non."ucap bi Mirah pada kiyara.


"Iya bi Aya udah bangun ko."ucap kiyara.


"Baik non, bibi akan siapkan sarapan pagi dan jika sudah selesai bibi panggil non Aya untuk sarapan."ucap bi Mirah pada kiyara.


saat sedang bersiap, dibawah Lily dan bi Mirah sedang membuatkan sarapan untuk suami dan kedua putra, putrinya, setelah siap Lily meminta Jakson, Septian dan kiyara untuk segera sarapan.


"Pah, Tian,Aya,ayo turun untuk sarapan."ucap Lily pada suami dan kedua anaknya.


"Iya mah."ucap kiyara pada Lily ibunya.


keluarga Jakson sarapan pagi bersama sebelum mereka melakukan aktivitas seperti biasa, tak lupa Jakson memberikan uang jajan kepada putrinya sebelum ia berlibur di rumah ibu mertuanya.


"Kiyara ini uang jajan untuk kamu selama kamu dirumah nenek."ucap Jakson pada Putrinya.


"Tapi pah engga harus sebanyak itu kan."ucap kiyara yang melihat uang yang diberikan oleh orangtuanya.


"Ya udah kamu pegang aja nanti kalau kurang bilang sama papah, atau ka Tian ya."ucap Jakson pada putrinya.


kiyara menerima uang yang diberikan oleh orangtuanya untuk dirinya dan Lily menanyakan apakah putrinya itu sudah bersiap untuk berangkat kerumah sang nenek setelah Mereke selesai sarapan, Lily sudah memberitahukan ibunya jika putrinya itu ingin menginap.


"Kiya, kamu sudah bawa semua keperluan kamu kan."ucap Lily pada kiyara.


"Udah ko mah,aku udah siapain semuanya."ucap kiyara pada ibunya.


"Yasudah, kali begitu."ucap Lily pada putrinya itu.


keluarga Jakson sudah selesai sarapan pagi dan mereka bersiap untuk melakukan aktivitas seperti biasa, Lily yang menunggu kiyara untuk mengambil tasnya karena ia akan berangkat kerumah sang nenek, tak lama setelah itu kiyara turun dengan tas ransel di pundaknya.


"Udah."ucap Lily memastikan jika tidak ada barang yang tertinggal.


"Udsh ko mah."ucap kiyara.


setelah semuanya siap kiyara kembali berpamitan dengan ayah dan kakanya karena ia akan berlibur kerumah sang nenek walaupun hanya sendiri tetapi ia tetap merasa senang, karena kedua orangtuanya dan sang Kaka memiliki tugas di kantor dan tidak bisa meninggalkannya.


"Pah,Ka Tian Aya berangkat dulu ya kerumah nenek."ucap kiyara pada Septian dan Jakson.


"Iya sayang sampai di rumah nenek, kabarin papah, sama Kaka ya."ucap Jakson.


"Iya Pah pasti."ucap Kiyara.


Jakson pun bemberi pesan kepada Lily istrinya untuk berhati-hati saat berkendara karena ia tidak ingin terjadi sesuatu pada ya dan putrinya itu.


"Mah hati- hati di jalan ya, kalau udah sampai kabarin."ucap Jakson pada Lily istrinya.


"Iya Pah, nanti mamah kabarin kalau udah sampai dirumah ibu."ucap Lily pada Jakson.


Lily dan kiyara berangkat kerumah Maya ibu dari Lily orangtuanya, begitupun dengan Jakson dsn Septian yang berangkat bekerja,setelah kiyara dan Lily berangkat.


"Tian ayo kita berangkat juga nanti telat."ucsp Jakson pada putra pertamanya itu.


"Iya Pah."ucap Septian.


Jakson dan Septian berangkat bersama begitupun dengan Lily yang mengantarkan kiyara kerumah neneknya, sebelum itu Lily mengingatkan bi Mirah untuk tidak menerima siapapun yang tidak ia kenal kerumah, dan meminta yang lain menjaga rumah sampai ia kembali.


"Bi tolong jaga rumah dengan baik ya,saya akan mengantarkan Aya untuk menginap dirumah nenek nya jika ada orang yang tidak di kenal jangan biarkan dia masuk."ucap Lily pada bi Mirah.


"Baik Bu."ucap bi Mirah pada Lily.


"Ayo sayang kita berangkat sekarang,karena sore nanti mamah, ada pertemuan."ucap Lily pada putrinya itu.


"Iya mah ayo kita berangkat."ucap kiyara.


kiyara dan Lily berangkat menuju rumah sang nenek untuk mengantarkan putrinya berlibur kerumah sang nenek, mereka berangkat menuju rumah ibu dari Lily. mereka menempuh perjalanan yang cukup lama, setelah itu mereka sampai di rumah neneknya ibu dari Lily dan nenek dari Kiyara dan Septian.


"Ibu Lily sampai."ucap Lily dari luar rumah.


"Tunggu sebentar."ucap wanita paruh baya itu dari dalam rumah.


"Iya Bu."ucap Lily dan kiyara.


Tak lama setelah itu pintu pun terbuka dan menampakan sosok wanita paruh baya yang masih terlihat awet muda , kiyara yang melihat itupun langsung memeluk paruh baya itu,ia pun memeluk wanita cantik yang bertubuh mungil itu dengan sayang.


"Lama nenek tunggu,kalian sayang."ucap wanita paruh baya itu yang masih memeluk cucu kesayangannya itu, dan tak lama iya memeluk Lily dengan sayang.


"Ibu apa kabar, maaf ya Lily baru kesini, karena baru pulang juga,Aya langsung minta kesini karena kangen sama ibu katanya."ucap Lily pada ibunya itu.


"Kabar ibu baik -baik aja."ucap wanita paruh baya itu yang tak lain adalah Maya ibu dari Lily.


Maya melihat telapak tangan kiyara yang di balut dengan perban dan melihat sosok wanita yang mengikuti putri dan cucunya itu tetapi ia tida mengatakan apapun, dan menyuruh mereka untuk masuk terlebih dahulu baru ia akan bertanya.


"Kita bicara di dalam saja ya, ayo sayang kita masuk."ucap Maya pada Putri dan cucunya itu .


Lily dan kiyara mengikuti Maya untuk masuk kedalam, dan mengobrol banyak hal dengan anak dan cucunya ia penasaran dengan tangan cucunya yang di perban itu dan ia bertanya kepada Lily apa yang terjadi.


"Aya kamu bisa taruh barang barang kamu di kamar disana, kamu bisa istirahat dulu di kamar, nenek mau bicara sama mamah kamu dulu."ucap Maya pada kiyara.


"Iya nek,Mah Aya taruh barang barang dulu ya dikamar."ucap kiyara berpamitan kepada nenek dan ibunya.


"Iya sayang."ucap Lily pada kiyara.


kiyara pergi kekamarnya untuk menaruh barang-barangnya di kamar yang ditunjukan sang nenek padanya tadi, selain itu iya juga berganti pakaian, saat kiyara sedang menaruh barang-barangnya dikamar Maya dan Lily mengobrol tentang banyak hal, termasuk perban yang di kenakan cucunya.


"Li itu Aya kenapa tangannya di perban gitu."ucap Maya pada Lily putrinya.


"Aku juga engga tau pasti Bu awalnya gimana tapi, pas aku pulang kerumah habis pulang kerja, dan ngecek kamar Tian engga ada yang aneh biasa - biasa aja,tapi setelah aku cek kamar Aya tiba -tiba aku lihat tangannya udah penuh darah dan karena aku panik aku langsung bawa dia kerumah sakit sama Tian."ucap Lily panjang lebar.


"Apa, Aya punya kemampuan yang sama."ucap Maya pada Lily.


"Lily juga engga tau Bu, itu benar apa engga, apa mungkin kemampuan Lily dulu bisa turun ke Aya,kan ibu pernah bilang kalau anak perempuan yang lahir ia akan punya kemampuan yang sama."ucap Lily.


"Ibu juga engga tau, tapi ibu akan cari tau itu kamu tenang aja."ucap Maya yang menenangkan putrinya itu.


"Iya Bu."ucap Lily pada ibunya.


kiyara yang sudah selesai merapikan pakaiannya dan sudah berganti baju ia langsung keluar dari kamarnya untuk menemui ibu dan neneknya, melihat kiyara yang mengarah pada mereka, ibu dan neneknya langsung mengalihkan pembicaraan mereka agar kiyara tidak curiga.


"Sayang kamu udah selesai."ucap Lily pada kiyara.


"Udah mah."ucap kiyara pada ibunya.


"Yaudah sebentar ya, mamah mau telfon papah kamu dulu, mau ngabarin kalo kita udah sampai rumah nenek."ucap Lily pada putrinya itu.


"Iya mah."ucap kiyara.


Lily langsung mengambil ponselnya untuk menghubungi suaminya, untuk memberitahu jika ia dan putrinya sudah sampai, sementara itu Maya meminta tolong kepada kiyara untuk membantunya menyiapkan makan siang.


My wife is call.....📱📲


"Hallo mah, gimana udah sampe."ucap Jakson pada Lily istrinya.


"Udah pah dari tadi."ucap Lily.


"syukur deh kalau udah sampe, Aya lagi apa mah, ibu sehat kan."ucap Jakson pada istrinya.


"Aya lagi bantu ibu siapin makan siang,kabar ibu baik -baik aja."ucap Lily pada Jakson suaminya.


"Syukur kalau gitu, ohya kamu kapan pulang."ucap Jakson pada istrinya.


"Mungkin selesai makan siang, aku juga ada pertemuan sama kelien."ucap Lily pada Jakson.


"Yaudah kamu hati- hati, salam buat ibu."ucap Jakson pada Lily.


"Iya nanti aku sapein sama ibu."ucap Lily.


"Iya."ucap Jakson.


sambungan terputus.


kiyara memanggil ibunya untuk makan siang bersama karena nenek dan ia sudah selesai menyiapkan makan siang.


"Mah,ayo makan siang dulu Aya sama nenek udah siapin untuk kita makan siang."ucap kiyara pada ibunya.


"Iya sayang ayo kita makan siang."ucap Lily yang berjalan menuju meja makan.


mereka bertiga ibu, nenek dan kiyara makan siang bersama sambil bercerita banyak hal tentang masa kecil ibunya yang wajahnya mirip dengan ia saat kecil dan sekarang.


"Dulu ibu kamu itu ya, kecilnya mirip sama kamu."ucap Maya pada cucunya itu.


"Bener nek."ucap kiyara bertanya kepada neneknya.


"Iya sayang, itu benar."ucap neneknya pada kiyara.


kiyara merasa senang saat tau jika ia mirip dengan ibunya saat muda, setelah selesai makan siang bersama, Lily berpamitan kepada ibu dan putrinya karena akan ia pergi bekerja.


"Bu,Lily pulang dulu,ohya Bu tadi Jakson nitip salam buat ibu dan bilang maaf kalau dia belum bisa kerumah ibu soalnya masih ada pekerjaan lagi."ucap Lily pada ibunya.


"Iya sayang engga apa-apa,yang paling penting kamu sama keluarga kamu jaga kesehatan ya."ucap Maya pada putrinya.


"Iya Bu pasti."ucap Lily meyakinkan ibunya.


Tak lupa ia juga berpamitan dengan sang putri.


"Sayang mamah pulang dulu ya, kamu jaga kesehatan, jangan ngerepotin nenek ya, dan jangan lupa perbannya di ganti, kalo ada waktu nanti, mamah, papah sama ka Tian ke sini lagi ya."ucap Lily pada putrinya.


"Iya mah pasti."ucap kiyara pada ibunya.


"Yaudah, mamah pulang sekarang ya."ucap Lily pada putrinya.


"Iya mah, mamah hati- hati ya,kalau udah sampe kabarin Aya."ucap kiyara pada ibunya.


"Iya sayang."ucap Lily.


Lily selesai berpamitan dan ia langsung meninggalkan halaman rumah ibunya untuk pulang kerumah, Lily berharap jika putrinya akan baik saja disana,dan tidak perlu merasa khawatir.


"Semoga kamu baik -baik aja sayang disana."ucap Lily yang semakin menjauh dari halaman rumah ibunya.