My Lovely Davina

My Lovely Davina
Chapter 77



Zio mengusap keringat yang memercik di wajah Davina yang tengah menahan sakitnya kontraksi. Keduanya merasa takut namun bahagia secara bersamaan karena sebentar lagi mereka akan segera bertemu buah hati yang telah mereka tunggu selama 9 bulan ini.


"Masih kuat?" tanya Zio, ia berusaha tak menampakkan ketakutannya di depan Davina agar sang istri tidak merasa panik.


Davina mengangguk, ia merasa tertantang untuk menaklukkan rasa sakit yang tengah bersemayam di perutnya, walaupun ketika sakitnya kontraksi melanda Davina merasa ingin menyerah namun saat membayangkan buah hatinya Davina kembali bersemangat. Zio menyarankan Davina untuk melakukan operasi, namun Davina menolaknya karena memang tidak ada kendala apapun yang mengharuskannya melahirkan dengan cara operasi.


"Sekarang saat nya ya?" Ucap Dokter setelah selesai memeriksa Davina mempersiapkan semuanya, Zio tersenyum tulus pada istrinya. Ia sama sekali tak melepaskan genggamannya di tangan Davina.


"Semangat sayang, mas ada di sini. Mas Zio nggak akan ninggalin Davina sedetikpun. Mas akan menemani kamu berjuang" Bisik pria itu. meski tak bisa melakukan apa-apa untuk membantu perjuangan istrinya namun Zio berharap keberadaan nya bisa menjadi penyemangat Davina.


Davina mengangguk, ia terlihat menggigit bibirnya untuk mengalihkan rasa sakit yang semakin melilit di perutnya.


"Gigit tangan mas Zio aja nggak apa-apa" Bisik Zio lembut sembari mengusap bibir sang istri. Davina memaksakan senyuman di tengah rasa sakit yang melanda. Ketulusan suaminya membuat Davina kian bersemangat.


Dokter mulai menuntun Davina untuk mengejan, rasa ngilu terasa di sekujur Zio melihat bagaimana perjuangan Davina untuk menghadirkan bayi mereka ke dunia sangat tidak mudah. Hatinya ikut terkoyak menyadari dirinya hanya bisa menyaksikan rintihan istrinya.


Zio terpana merasakan kekuatan Davina saat sang istri meremas tangannya. Padahal selama ini Davina yang ia kenal begitu lemah lembut, Zio mengakui betapa luar biasanya kekuatan seorang ibu. Ia yang lemah lembut bisa berubah perkasa seketika untuk memperjuangkan mereka yang disayanginya.


Tak apa meski jemarinya terasa remuk, Zio yakin apa yang ia rasakan sedikitpun tak sebanding dengan rasa sakit yang tengah Davina rasakan saat ini.


Zio bahkan beberapa kali ikut mengejan seolah apa yang ia lakukan bisa membantu mempercepat proses kelahiran buah hatinya agar kesakitan istrinya segera berakhir.


Setelah dilanda ketakutan, 20 menit kemudian Zio akhirnya bisa bernafas lega sekaligus merasakan terpaan rasa haru kala perjuangan Davina berakhir ditandai dengan suara tangisan bayi mungil mereka.


"Selamat bayinya perempuan, cantik seperti ibunya. Bayinya sehat dan lengkap" Ucapan sang dokter bagaikan alunan merdu di telinga Zio dan Davina, keduanya saling berpandangan dengan mata yang berkaca. Rasa syukur meluap memenuhi jiwa Davina dan Zio, kebahagiaan terasa membuncah.


Zio sontak menciumi wajah istrinya, tak terasa air mata mulai luruh membanjiri wajahnya. Kebahagiaan yang ia rasakan tak mampu digambarkan dengan kata-kata.


"Terimakasih sudah berjuang untuk mas dan bayi kita sayang" ucap Zio terbata, pria itu terus menghujami wajah Davina dengan kecupan.


Davina mengangguk, mengukir senyum dan tangis haru untuk suaminya adalah kebahagiaan terbesar bagi Davina.


Setelah bayi mereka selesai dibersihkan, perawat memberikannya pada Zio. Pria itu terpana menatap kecantikan putrinya. Zio merasakan jatuh cinta untuk kedua kalinya.


"Wajah bayi kita sungguh luar biasa. Perpaduan wajah kamu dan mas Zio, sangat cantik" Ucap Zio pada Davina namun matanya tak lepas menatap pada buah hatinya.


"Mas Zio masih sayang sama Davina nggak?" Bisik Davina, Zio menatap istrinya dengan kening berkerut.


"Tentu saja, kenapa bertanya seperti itu?" Tanya Zio heran.


"Davina takut aja kasih sayang mas Zio berpindah ke bayi kita semua tanpa tersisah untuk Davina" Ucap Davina sambil tersipu, ia merasa malu karena pemikiran konyolnya. Namun ia tak mau menyimpan keresahan hatinya yang akan membuatnya tak tenang.


"Pemikiran macam apa itu sayang, itu nggak akan mungkin. Malah sekarang mas Zio semakin mencintai dan menyayangi kamu setelah melihat bagaimana perjuangan kamu melahirkannya ke dunia ini" Zio menatap dalam pada Davina yang mengangguk sambil tersenyum lega.


"Ingat sayang, cinta mas padamu dan cinta mas pada bayi kita meski kadarnya sama namun bentuk dan rasanya berbeda"


Zio berusaha memahami apa yang Davina rasakan, ia tau sang istri bersikap demikian karena sekarang hanya dirinyalah yang Davina miliki.


"Selamat untuk kalian nak" mama Ayumi yang baru tiba memeluk Zio. Matanya basah, masih terasa mimpi baginya Zio akhirnya menikah dan sekarang memiliki putri setelah bertahun-tahun pria itu tenggelam dalam kesendiriannya.


"Selamat juga untuk mama karena cucu mama bertambah satu" Balas Zio.


"Iya terima kasih karena kalian sudah memberikan mama cucu. Hidup mama semakin sempurna dengan kehadiran sepasang cucu yang kamu dan Yara berikan" ucap mama Ayumi "Ah dia Sangat cantik" ucap mama Ayumi saat mendapati bayi mungil Zio dan Davina yang tengah tertidur di box bayi yang terletak di samping ranjang Davina yang masih tampak terlelap.


"Iya dia mewarisi wajah Zio dan Davina, benar-benar hasil kerja sama yang baik" ucap Zio sambil terkekeh.


🍁🍁🍁


Flora Zeline Abraham yang mengandung makna bunga dari syurga adalah nama yang Zio sematkan untuk buah cintanya dengan Davina. Karena kehadiran baby Flora membuat Zio seolah merasakan keindahan syurga dalam hidupnya.


Zio tak henti bersyukur karena Tuhan memberikan Davina dan Flora. Hidupnya kini benar-benar penuh warna, ia merasa begitu bahagia setiap detiknya.


Rasa lelah bekerja selalu terobati kala melihat senyuman dua bidadari yang menyambut kepulangannya, ia benar-benar merasa utuh dan sempurna.


Dulu ia sama sekali tak pernah membayangkan Tuhan akan memberikan kesempatan padanya untuk merasakan kebahagiaan seperti yang ia rasakan kini.


Untuk semua kesuraman yang telah ia jalani, Kehadiran Davina dan Flora adalah anugerah tak terhingga yang sangat ia syukuri.


______________THE END______________


Akhirnya End juga 😍πŸ₯°


Untuk ke sekian kalinya Author ngucapin terima kasih banyak buat readers yang sudah begitu setia menemani sejak novel pertama hingga novel ke 4 ini. Luar biasa, Author seneng banget bisa menghalu bareng-bareng sama kalian.


Maafkan untuk semua kekurangan, semoga kalian bisa terhibur dengan cerita-cerita receh hang author suguhkan.


Sampai jumpa di cerita Safira ya guys πŸ₯°πŸ₯°


Untuk yang belum mampir silahkan dihaturi 3 novel End lainnya ya..


🌸Ada Alex_Bianca & Brian Bella dalam


My Brother's Friend is my Partner


🌸Ivan_Aleena di Affair dengan Tunangan Sahabatku


🌸Marcell_Loli & Zayn_Nala di Tragedi Bachelor Party


😍😍❀️❀️


Terakhir...


Author sayang kalian selalu 😘😘😘