My Lovely Davina

My Lovely Davina
Chapter 70



"Jangan macam-macam kak, jangan lupakan keberadaan suamiku di sini. Mas Zio pasti akan menghancurkan kamu kalau terjadi apa-apa sama aku!" ucap Davina, ia berharap Samuel akan takut dan melepaskannya.


"Kamu kira aku takut? huh aku uda nggak peduli Davina, setidaknya aku ingin memiliki kamu satu kali ini saja" Mata Davina membulat penuh. Tubuhnya menggigil ketakutan mendapati kesungguhan yang terpancar di mata Samuel atas apa yang ia ucapkan. Davina tak berani membayangkan apa yang akan Samuel lakukan padanya.


"Jangan macam-macam Samuel" Davina menahan tangis. Tiba-tiba ia merasa sangat membenci pria itu hingga tak lagi memanggil nya dengan sopan seperti selama ini. Pria macam Samuel tak pantas ia perlakukan dengan baik.


Davina berharap Zio segera datang menyelamatkan nya seperti yang sudah-sudah. Biasanya Zio selalu menjadi penyelamat untuknya dalam segala kondisi.


"Kamu yang memaksaku melakukan cara ini untuk memiliki kamu Davina, kamu selalu menolak niat baikku selama ini. Maka jangan salahkan aku jika aku mengambil langkah ini" Samuel meraih pergelangan tangan Davina dan menggenggam nya erat.


"Lepasin aku Samuel! aku uda berapa kali bilang, cinta itu nggak bisa dipaksain. Kamu pasti akan menemukan wanita yang jauh lebih baik dari pada aku" Davina meronta berusaha melepaskan tangannya dari genggaman pria itu. Namun tenaga Samuel begitu kuat. Pergelangannya bahkan terasa sakit karena Samuel begitu erat memegangnya.


"Aku maunya kamu Davina, bukan wanita lain!" Ketegasan Samuel membuat Davina hampir putus asa, namun Davina tak menghentikan usahanya untuk melepaskan diri dari Samuel.


"Diamlah Davina, lebih baik kamu menuruti aku. Percuma kamu berteriak sekalipun karena nggak ada yang akan nolongin kamu, semua orang termasuk suami kamu sedang menikmati pesta nya. Lagi pula aku nggak akan nyakitin kamu, malah aku akan memberikanmu kenikmatan yang tidak bisa diberikan oleh suami tua kamu itu" Samuel tersenyum mengejek.


Davina mendecih, ia merasa sangat marah mendengar ucapan Samuel yang meremehkan Zio, ia tak suka Samuel merendahkan suaminya.


"Brengsek!! aku nggak butuh kenikmatan dari pria lain apa lagi dari pria gila seperti kamu, aku sudah mendapatkannya dari suamiku yang aku yakini jauh lebih perkasa dari mu" Entah mendapatkan kekuatan dari mana tiba-tiba Davina memiliki celah untuk melepaskan diri dari cengkraman tangan Samuel.


Mungkin karena rasa marahnya membuat Davina mendapatkan keberanian melawan pria itu. Ia tak terima jika harga diri suaminya direndahkan. "Makan ini bajingan!" Davina menendang ************ Samuel dengan segenap kekuatan nya. Pria itu mengaduh tertunduk sembari memegangi senjatanya yang terasa remuk. Samuel sama sekali tak menyangka Davina yang ia kira begitu lemah akan melawannya dengan cara ini.


Davina berlari tergesa meninggalkan Samuel yang masih kesakitan. Ia harus segera menyelamatkan diri sebelum kekuatan pria gila itu kembali. Ia tak boleh membiarkan Samuel melaksanakan niat jahatnya.


"Bruk!!" Tubuh Davina hampir terjatuh karena menabrak seseorang, beruntung orang yang ia tabrak segera menangkap tubuh mungil nya.


"Sayang hati-hati" ucap pria yang Davina tabrak. Keberuntungan sedang berpihak pada Davina karena pria yang ia tabrak adalah suaminya sendiri.


"Mas Zio" Ucap Davina setengah berteriak karena merasa teramat lega, ia segera memeluk suaminya dengan sangat erat saat menyadari keberadaan pria itu.


"Kamu kenapa sayang?" Zio heran melihat istrinya yang seperti sangat ketakutan. Ia baru saja akan menyusul Davina karena merasa sang istri sudah terlalu lama di toilet dan ia keheranan saat melihat istrinya berlari sambil terus menoleh ke belakang hingga menabrak dirinya.


"Kita pulang sekarang mas" ucap Davina, Zio dapat merasakan tubuh dan suara istrinya yang bergetar menandakan telah terjadi sesuatu pada wanitanya.


"Kenapa? pestanya baru saja dimulai sayang"


"Pokoknya Davina mau pulang sekarang mas, Davina nggak mau di sini" Berada dalam pelukan Zio seperti mimpi bagi Davina. Beberapa saat lalu ketika ia berada dalam cengkraman Samuel Davina seolah tengah menunggu detik-detik terakhir hidupnya.


"Iya-iya kita pulang sekarang sayang tenanglah" Zio mengusap rambut Davina yang masih memeluknya dengan begitu erat. Pria itu memilih untuk sedikit bersabar dengan tidak memaksa Davina menceritakan mengapa istrinya tersebut terlihat sangat kacau dan ketakutan. Ia semakin meyakini sesuatu telah terjadi pada wanita yang sangat ia cintai itu.


Zio menuntun tubuh istrinya keluar dari tempat di mana pesta dilaksanakan. Keduanya berjalan menuju parkiran, Davina berada pada rengkuhan posesif lengah kokoh suaminya. Kondisi tersebut perlahan mengembalikan ketenangan pada diri Davina. Ia yakin saat bersama dengan Zio, dirinya sudah dipastikan aman dari gangguan siapapun termasuk Samuel.


Zio masih tak melepaskan dekapannya pada Davina meski mereka sudah berada di dalam mobil. Zio memerintahkan pak Sukri untuk segera membawa mereka pulang. Pria itu terus mengusap rambut dan punggung Davina secara bergantian untuk menenangkan sang istri. Ia masih berusaha menekan rasa penasarannya menunggu Davina bercerita. Ia yakin Davina akan bercerita padanya setelah istrinya itu merasa lebih tenang.


"Ada Samuel di sana mas" Ucap Davina lirih saat mobil mereka mulai menjauh dari gedung tempat pesta yang mereka hadiri.


"Davina baru selesai buang air kecil tiba-tiba dia muncul mas, Samuel benar-benar pria gila. Dia sangat mengerikan" Lanjut Davina dengan wajah yang kembali memucat. Menceritakan apa yang baru saja ia alami membuatnya kembali mengingat saat-saat mengerikan tersebut.


"Samuel nyakitin kamu? apa ada yang terluka?" Zio melepaskan dekapannya dan meneliti seluruh tubuh Davina. Pria itu tak bisa menyembunyikan kekhawatirannya.


"Kurang ajar!" Kemarahan tercetak jelas di wajah Zio saat melihat pergelangan tangan Davina yang lebam. Pria itu mengusapnya dengan hati-hati.


"Davina nggak apa-apa mas, Samuel belum sempat ngapa-ngapain Davina" ucap Davina.


Pelan-pelan Davina mulai menceritakan apa yang menimpanya saat di toilet.


Zio mengepalkan tangannya dengan kuat, Davina bisa melihat kemarahan yang semakin besar pada diri suaminya. "Kita kembali ke sana sayang, mas Zio harus memberi pelajaran pada pria brengsek itu!" Ucap Zio dengan geram. Membayangkan saat Davina merasa terdesak dan ketakutan menyulut amarah di dalam diri pria itu.


"Jangan mas, Davina takut. Kita pulang aja ya?" Davina menggenggam tangan Zio dan menatap penuh harap pada suaminya. Hal itu membuat Zio merasa sangat iba.


"Baiklah sayang, tenanglah" Dengan berat hati akhirnya Zio menuruti istrinya dan menunda niatnya untuk memberi pelajaran pada Samuel, namun ia bertekad akan membuat perhitungan pada putra rekan bisnisnya yang telah mengancam keselamatan Davina. Ia pastikan Samuel tak akan lepas begitu saja.


Pria itu tak akan pernah membiarkan siapapun menyakiti istrinya. Zio tak peduli meski hubungannya dengan pak Beni akan rusak, Ia tetap akan menghancurkan Samuel karena sudah berani mengganggu ketenangan istrinya.


🍁🍁🍁


Duh gimana nasip si burung setelah kena tendangan mautnya Davina ya? 🤔🤔