My Lovely Davina

My Lovely Davina
Chapter 71



"Kamu puas Silla? bersikap seperti ja*ang dengan merayu pria di masa lalu kamu itu? apa dia tertarik untuk kembali pada mu? aku rasa dia bukan pria bodoh yang akan tergoda dengan perempuan menjijikkan seperti kamu Silla!" Silla meringis merasakan sakit di kepalanya akibat pria yang berstatus sebagai suaminya itu kini menjambak rambut dan menatap nyalang padanya. Sejak di pesta ia sudah menahan emosinya saat melihat Silla mendekat dan berbicara pada Zio meski mereka tidak hanya berdua karena ada Davina.


"A-aku nggak merayu Zio, aku hanya mengucapkan selamat atas pernikahan mereka mas nggak lebih" Silla berusaha berkilah.


"Aku paham dan sangat hapal semua bahasa tubuhmu Silla. Kamu tau sampai kapanpun kamu nggak akan bisa membohongiku. Tatapan matamu pada pria itu jelas sekali menunjukkan bahwa kamu masih tertarik dan berharap padanya. Sadarlah dia sudah membuang mu seperti kotoran, hanya aku yang bersedia memungut mu" Tangan pria itu beralih mencengkram rahang Silla dengan kuat lalu dengan kasar ia melu mat bibir istrinya. Air mata Silla luruh bersama sesapan kasar suaminya.


"Jadilah istri yang baik dan penurut Silla, jangan memancing amarahku agar aku tak berbuat kasar seperti ini padamu. Ku mohon berhentilah membuat ulah sayang" Suara pria itu melunak, tatapan amarahnya kini berdampingan dengan tatapan penuh cinta dan memancarkan penyesalan.


"Ceraikan aku mas" ucap Silla lirih.


Rahang pria itu mengeras, amarahnya kembali membara.


"Kamu tau aku sangat mencintai kamu dan sampai kapanpun tak akan pernah melepaskan kamu." Silla memejamkan matanya saat pria itu berteriak begitu dekat dengan wajahnya.


"Bukankah aku ini menjijikkan?" tanya Silla dengan tatapan terlukanya


"Yah sifat mu sangat menjijikkan Silla, harusnya aku membenci dan membuang mu seperti yang Zio lakukan. Tapi aku sangat mencintaimu" Bisik nya. Pria itu menyeringai lalu kemudian mulai menjamah tubuh Silla yang hanya bisa pasrah menerima sentuhan kasar suaminya. Ini bukan kali pertama, suaminya akan selalu menggagahinya dengan sangat kasar ketika ia sedang merasa marah.


Silla sadar suaminya sangat memujanya namun sayang pria itu tak bisa mentolerir sekecil apapun kesalahan yang ia buat, suaminya juga terlalu posesif dan selalu mengekangnya. Saat ia merasa Silla bersalah maka ia tak segan menyakiti wanita itu. Semua sikap buruk suaminya bermula saat Silla ketahuan masih menyimpan foto-foto kebersamaannya dengan Zio di ponselnya.


Karena semua sifat buruk suaminya, Silla ingin berusaha lepas. Ia sempat beberapa kali nekat kabur karena permintaan cerai darinya tak pernah pria itu kabulkan. Namun sejauh apapun Silla pergi suaminya selalu berhasil menemukannya.


Tadinya Silla berharap Zio bisa membantunya lepas dari suami gila nya itu, ia bahkan mengarang cerita tentang keburukan suaminya agar Zio menaruh belas kasihan padanya. Tapi harapannya tak berbuah manis, Zio sama sekali tak bersedia mengulurkan bantuan padanya. Zio malah menceritakan semua yang ia lakukan pada suaminya.


🍁🍁🍁


"Kenapa sayang?" Zio mendekap erat tubuh Davina, ia heran ketika terbangun melihat istrinya masih belum memejamkan matanya. Padahal seingatnya tadi Davina telah lebih dulu terlelap sebelum dirinya.


"Apa ada yang mengganggu fikiran kamu? kenapa belum tidur, ini uda malam banget sayang" Zio dapat merasakan keresahan hati Davina, sang istri terlihat seperti tengah memikirkan sesuatu.


"Tadi Davina uda tidur mas, tapi Davina kebangun gara-gara haus. Abis minum malah jadi susah banget buat tidur lagi" Davina menyerukkan kepalanya ke dalam dada Zio, pria itu mengusap lembut rambut istrinya mengalirkan rasa nyaman pada diri Davina.


"Tapi mas Zio lihat kamu kelihatan lagi mikirin sesuatu, cerita sama mas Zio sayang" bujuk Zio.


"Sebenarnya bukan sesuatu yang penting mas,tapi nggak tau kenapa jadi kefikiran kayak gini" Davina menghela nafasnya dan membuangnya dengan kasar.


"Tiba-tiba Davina ingat kejadian saat di pesta tadi mas" ucapnya lirih.


"Jangan diingat lagi sayang, kamu uda aman kok. Mas Zio akan selalu menjaga kamu, mas juga pastikan Samuel nggak akan pernah ganggu kamu lagi" Zio menyesap aroma wangi shampo yang menguar dari rambut Davina.


"Kamu nggak bisa tidur gara-gara mikirin burung nya Samuel? oh ya ampun sayang, kamu sadar sama apa yang kamu lakukan hem?" Tanya Zio penuh penekanan, matanya memancarkan kecemburuan yang besar.


Davina seketika merasa panik saat menyadari bahwa ia telah melakukan kesalahan.


"B-bukan mikirin yang macam-macam sayang, jangan salah paham dulu" Ucap Davina kelabakan.


"Jelaskan sayang" ucap Zio datar dan dingin, pria itu berusaha menahan rasa gusar di hatinya.


Sementara Davina sangat menyesali bibirnya yang asal bicara tanpa berfikir lebih dulu.


"Tadi Davina uda cerita kan soal Davina yang nendang 'anu' nya Samuel supaya bisa lepas dan kabur dari dia? Davina tiba-tiba kefikiran mas, itu kan asetnya Samuel sebagai laki-laki. Kalo misalnya rusak, masa depan Samuel juga ikut hancur."


"Kamu sejauh itu mikirin Samuel?" Potong Zio semakin gusar.


"Dengerin dulu sayang, jangan asal potong aja biar mas nggak mikir macam-macam." Sungut Davina.


"Oke, lanjutkan" Zio menghela nafasnya untuk meredam rasa cemburunya


"Nah Davina tu kefikiran mas, kok Davina nggak ngerasa kasihan, nggak ngerasa berdosa atau menyesal uda ngerusak burung nya Samuel yang artinya juga merusak masa depannya dia. Davina jahat banget nggak sih mas? Davina takut rasa belas kasih dalam diri Davina uda hilang. Davina nggak mau jadi penjahat mas" Zio menghembuskan nafas lega mendengar penjelasan istrinya.


Pria itu melipat bibirnya menahan senyum. Ia tak menyangka Davina akan berfikir sepolos itu, istrinya memang sangat menggemaskan.


"Jadi bukan mikirin bentuknya atau gimana-gimana mas, sumpah!" lanjut Davina sambil mengangkat dua jarinya untuk meyakinkan suaminya bahwa ia berkata jujur.


"Iya-iya, mas Zio percaya sayang. Kamu nggak jahat kok, laki-laki macam Samuel emang nggak perlu dikasihani. Apa yang uda kamu lakuin itu benar sayang, jadi emang nggak perlu merasa bersalah karena itu upaya yang kamu lakukan untuk menjaga kehormatan diri kamu. Kamu berfikir seperti itu justru menunjukkan betapa baik dan halusnya perasaan kamu." Ucap Zio, Davina tersenyum dan mengangguk. Ia merasa sangat lega karena Zio menerima penjelasan nya.


"Oh ya mas, gimana ya bentuk burungnya Samuel sekarang?" Tanya Davina dengan ekspresi tanpa dosa.


"Sayang!" sentak Zio yang merasa shock.


"Bercanda sayang" Tawa Davina pecah melihat keterkejutan suaminya.


🍁🍁🍁


Kurang kerjaan tu laki bini, malam-malam malah bahas burungnya Samuel 😂😂