My Lovely Davina

My Lovely Davina
Chapter 29



"Fix om Zio suka sama kamu Vin" ucap Lea heboh, untung saja di dalam kelas hanya ada mereka berdua karena teman-teman yang lain sedang makan di kantin karena sekarang waktu istirahat.


"Om Zio nggak mungkin nyium kamu kalo nggak ada rasa apa-apa Vin, cium bibir ini loh bukan sekedar cium pipi atau cium kening" Lea masih terus berceloteh dengan semangat.


"Le nggak usah kuat-kuat dong suaranya. Malu tau kalo ada yang dengar" gerutu Davina.


"Iya-iya maaf, abisnya aku kebawa baper Vin. Tuh tangan aku sampai gemetar loh" Lea menunjukkan tangannya yang benar-benar bergetar, juga wajahnya yang memerah. Sepertinya Lea memang ikut terbawa perasaan.


"Tapi om Zio minta maaf dan bilang khilaf Le, dia juga bilang ciuman itu sebuah kesalahan. Bisa aja kan om Zio beneran khilaf karena lagi membayangkan seseorang saat bersama aku" ucap Davina masih agak ragu pada kesimpulannya.


"Enggak mungkin bisa khilaf kalo dia nggak punya rasa apa-apa Vin, kamu itu uda dia rawat dari kecil. Dia nggak mungkin asal sosor. Kalo menurut aku saking om Zio nggak bisa menahan perasaan cintanya maka terciptalah khilaf itu" ucap Lea penuh keyakinan.


"Aku bahagia banget kalo beneran kayak gitu Le, tapi aku takut terlalu percaya diri" keluh Davina. Namun mengingat ekspresi gusar Zio tadi pagi saat ia menceritakan perihal pria yang ia sukai Davina sedikit memiliki keyakinan yang sama dengan sahabatnya.


"Percaya sama aku Vin, om Zio cinta sama kamu."


"Tapi kalo om Zio cinta sama aku, kenapa dia nggak bilang?" tanya Davina.


"Om Zio itu uda dewasa Vin, dia pasti memikirkan banyak hal sebelum memutuskan sesuatu. Aku rasa dia takut kamu nggak suka sama dia dan malah menjauh saat tau perasaan nya ke kamu. Apalagi om Zio diberi tanggung jawab oleh mama dan papa kamu buat jagain kamu." Davina mengangguk, sepertinya apa yang Lea ucapkan ada benarnya.


"Jadi aku harus gimana Le?"


"Tunjukin kalo kamu suka sama dia Vin"


"Aku nggak berani, gimana kalau kita salah menafsirkan perasaan om Zio? aku kan malu kalo nanti om Zio menolak" Davina masih merasa ragu.


"Kalo kamu nggak berani nunjukin aku yakin hubungan kamu sama om Zio nggak akan ada kemajuan. Menurut penerawangan aku yah Vin om Zio nggak akan pernah ngungkapin perasaan nya ke kamu. Om Zio sepertinya lebih memilih menahan perasaannya karena banyak pertimbangan. Salah satunya karena rasa tanggung jawabnya ke kamu, om Zio itu wali kamu Vin. Pasti om Zio memikirkan pandangan masyarakat juga jika ketahuan menyukai kamu. Atau om Zio minder secara dia kan uda tua masa suka sama anak remaja ingusan kayak kamu" ucap Lea.


"Terus kalo kayak gitu, percuma dong aku nunjukin perasaan aku ke om Zio. Karena om Zio nggak ada niatan buat menjalin hubungan sama aku"


"Nggak percuma lah Vin, kalo om Zio tau kamu punya perasaan yang sama dengan nya mungkin dia akan lebih percaya diri menghadapi dunia." ucap Lea berapi-api.


"Jadi aku harus bilang ke om Zio kalo aku suka sama dia?"


"Kalo nggak berani ngomong secara langsung kamu kasih kode aja" Usul Lea.


Davina berfikir sejenak. Rasanya sudah cukup ia memberi kode pada pria itu, hanya saja Zio terlalu payah untuk menangkap sinyal yang sudah ia berikan.


🍁🍁🍁


Davina sangat terkejut ketika keluar dari kelas mendapati Samuel sudah menunggunya dengan memasang senyum khasnya yang begitu mengerikan di mata Davina.


"Ayo Davina" Bahkan pria itu membawa mobilnya masuk ke pekarangan sekolah dan parkir di depan kelas Davina. Pria itu benar-benar mengerikan, dia tau sekolah bahkan kelas Davina padahal seingat gadis itu ia tak pernah memberi tahu Samuel informasi pribadinya.


"Tidak ada penolakan nona. Ayo naik ke mobil, nanti aku bilang sama om Zio kamu pulang bareng aku" ucap Samuel dengan tatapan tajam dan senyum tipisnya.


"Kakak pulang bareng teman aku aja ya, dia juga kayaknya nggak tertarik sama kakak. Jadi kakak pasti penasaran juga sama dia" Davina menggeser tubuhnya ke belakang Lea dan memegang pundak sahabatnya tersebut.


"Ih apaan sih Vin, nggak mau ih" gerutu Lea ia segera menggeser tubuhnya.


"Dia cowok yang kamu ceritain tempo hari ya?" Bisik Lea yang dijawab anggukan oleh Davina.


"Dia ganteng Vin, kok nggak mau?" bisik Lea lagi. Davina menatap tajam pada Lea yang seenaknya saja bicara


"Kan kamu tau aku sukanya sama siapa" Balas Davina dengan ekspresi kesal.


"Ayolah, jangan buang-buang waktu Davina. Masuk ke mobil sekarang ya" Samuel membuka pintu mobilnya dan mendorong paksa tubuh mungil gadis itu hingga masuk ke dalam mobil. Secepat kilat ia menutup pintu mobilnya dan berlari ke sisi kemudi.


Davina berusaha membuka kembali pintu mobil Samuel namun sayang ia kalah cepat karena Samuel sudah menguncinya hingga gadis itu tak bisa keluar.


"Turunin aku kak, aduh Lea tolongin aku" Lea terpaku menatap pada Davina yang mengetuk kaca jendela.


"Aku nggak akan ngapa-ngapain kamu Davina, nggak usah takut. Sikap kamu terlalu berlebihan seakan-akan aku ini seorang penculik yang menakutkan" Samuel memacu mobilnya keluar dari sekolah Davina.


"Kakak kenapa maksa, aku nggak bisa pulang bareng kamu. Nanti om Zio nyariin" ucap Davina dengan kesal.


Samuel menghentikan mobil dan membuka jendela nya.


"Om, Davina pulang bareng aku. Nanti aku langsung antar pulang ke rumah" Ucap samuel saat mendapati Zio berdiri di gerbang sekolah.


"Om Zio tolongin Davina!!" Sayang nya Samuel langsung memacu mobilnya kembali sebelum Zio menjawab dan sebelum pria itu mendengar teriakan Davina.


"Ih turunin aku, aku nggak suka ya kalo dipaksa-paksa kayak gini" gerutu Davina pada Samuel yang malah terkekeh.


"Kamu lucu ya kalo lagi kesal kayak gini. Kamu menggemaskan" ucapnya. Davina semakin kesal dibuatnya.


"Buruan turunin aku kak, aku mau pulang bareng om Zio"


"Tenang aja nanti langsung aku antar pulang, kita cuma makan siang. Nggak akan ngelakuin yang aneh-aneh" ucap Samuel, ia semakin tertantang pada penolakan Davina. Gadis itu benar-benar unik dan sangat menarik di matanya.


"Kenapa sih harus maksa, kan aku uda bilang nggak bisa" protes Davina.


"Aku tu semakin ditolak semakin bersemangat tau nggak. Selama ini nggak ada yang pernah menolak pesona seorang Samuel" ucap pria itu menyombongkan diri.


🍁🍁🍁