My Lovely Davina

My Lovely Davina
Chapter 56



"Mama tolong lupain niat mama buat jodohin Zio sama wanita lain. Karena apapun yang terjadi Zio nggak akan pernah mau, tolong jangan menyeret orang lain dalam permasalahan ini. Kasihan orang yang tak berdosa harus menjadi korban" Ucap Zio tegas, namun pria itu tetap menjaga nada bicaranya agar tak menyinggung wanita yang sudah melahirkannya.


Zio sedang berada di rumah mamanya, tadi Zio langsung menemui sang mama setelah mengantar Davina pulang.


"Kamu tau dari mana? Yara yang kasih tau kamu?" Mama Ayumi tampak heran, karena ia belum memberitahukan Zio tentang niatnya tersebut.


"Nggak penting Zio tau dari mana ma, Zio mohon ya ma. Jangan lakukan perjodohan itu, mama tau siapa yang Zio cintai. Hati Zio sudah terikat sama Davina, nggak mungkin bisa berpaling pada wanita lain ma" Zio mengiba, berharap hati mama Ayumi melunak.


"Sarah gadis yang baik, lemah lembut, dewasa dan sangat cantik nak. Tidak ada salahnya untuk mencoba" ucap mama Ayumi.


"Davina memiliki semua kelebihan yang mama sebutkan itu. Kalaupun Davina tidak memilikinya hati Zio tetap sudah terpaut pada Davina ma. Zio yakin mama tau perasaan nggak bisa dipaksain" jawab Zio tanpa penawaran.


"Kamu hanya belum mencobanya Zio" mama Ayumi masih berusaha membujuk putranya agar berubah fikiran.


"Ma, kita nggak boleh asal coba soal perasaan." Zio menghela nafas putus asa. Namun beberapa saat kemudian pria itu menatap pada sang mama


"Kalau mama tetap kukuh sama pendirian mama, oke Zio akan turuti apa yang mama mau. Mama mau Zio meninggalkan Davina kan? akan Zio lakukan ma. Tapi lupakan niat mama untuk menjodohkan Zio dengan wanita manapun. Karena selain dengan Davina Zio nggak akan pernah mau menikah" Ucapan penuh kesungguhan yang terpancar di mata Zio membuat mama Ayumi tercekat.


"Zio akan hidup sendirian selamanya ma, bila perlu Zio akan mengasingkan diri dan pergi jauh agar mama tak khawatir lagi Zio akan mendekati Davina dan mama mau melupakan niat mama. Atau mama mau Zio mati?"


"Kamu mengancam mama Zio?" Mama Ayumi tampak tak suka, wajahnya tampak memucat.


"Zio nggak mengancam ma, Zio hanya memberikan penawaran pada mama agar melupakan niat mama menjodohkan Zio. Agar mama tak membawa satu korban lagi. Sebagai gantinya Zio akan melepaskan Davina seperti yang mama mau" mama Ayumi terdiam, ia tampak berusaha mencerna ucapan putranya.


"Mama tau sendiri bagaimana sampai detik ini Zio masih terus dihantui rasa bersalah atas kematian kak Sandi dan kak Danisya, kalau mama membawa wanita lain dalam kehidupan Zio rasa bersalah itu akan semakin dalam karena artinya Zio akan melukai dua hati sekaligus, yaitu hati Davina yang Zio tinggalkan dan hati wanita yang mama pilih karena Zio tak akan pernah bisa mencintainya. Beban penyesalan yang Zio pikul sudah sangat berat ma, Zio nggak akan sanggup menambahnya lagi. Uda cukup, Zio benar-benar lelah. Bahkan andai Davina mencintai orang lain dan pria itu bisa Zio percayai rasanya Zio ingin menghentikan hidup Zio sampai di sini saja. Davina adalah satu-satunya alasan Zio tetap hidup hingga hari ini" ucap Zio tanpa keraguan, wajah mama Ayumi berubah semakin pias.


Mama Ayumi memegangi dadanya yang bergejolak tak menentu, tiba-tiba ia merasa takut pada ucapan putranya. Sama sekali tak ada keraguan di mata Zio saat mengungkapkan isi hatinya. Ia khawatir Zio benar-benar melakukan apa yang ia ungkapkan sebelumnya.


"Zio pamit pulang, selamat beristirahat ma" Zio berlalu meninggalkan mama Ayumi tanpa menunggu jawaban dari wanita itu.


"Mama akan kehilangan kak Zio kalau mama tetap egois" Yara yang sejak tadi mencuri dengar obrolan mama dan kakaknya mendekat dan duduk di sebelah mama Ayumi.


"Kamu jangan ikut-ikutan menakuti mama Yara. Mama ini bukan anak kecil yang bisa kalian gertak begitu saja" Yara terkekeh melihat kepanikan di wajah sang mama.


"Yara nggak nakut-nakutin kok, Yara cuma ngasih tau mama kemungkinan yang akan terjadi berdasarkan pengamatan Yara. Kita tau gimana kak Zio sebelum dan sesudah kematian kedua orang tua Davina kan? sejak 12 tahun yang lalu kak Zio cuma bisa tersenyum dan tertawa hanya saat bersama Davina, kak Zio bisa bersikap hangat ketika ada Davina di sekitarnya. Kalau nggak ada Davina kak Zio tak ubahnya seperti bongkahan es, dingin dan beku ma. Mama yakin mau memisahkan mereka dan melihat kak Zio kehilangan semangat nya? mungkin juga kak Zio akan berubah seperti mayat hidup. Sama aja kan artinya kita kehilangan kak Zio. Percayalah hanya Davina yang bisa mengobati trauma kak Zio atas kejadian 12 tahun yang lalu" Mama Ayumi membeku, kata-kata Yara memaksa masuk ke dalam otak dan menghujam hatinya.


"Buka hati mama, buang semua fikiran negatif. Terimalah kenyataan bahwa mereka hanya akan bahagia saat mereka memiliki satu sama lain. Mama mau kak Zio dan Davina bahagia kan? restui mereka ma" Yara mulai lega saat melihat raut tegang mama Ayumi sedikit surut, ia menaruh harapan saat ini hati mama Ayumi perlahan terbuka dan menerima masukan dari nya.


🍁🍁🍁


Zio sudah hampir 1 jam merebahkan tubuhnya di sofa setibanya ia di apartemen. Pria itu beberapa kali menghembuskan nafasnya dengan kasar. Ia merasa bersalah karena terlalu menekan mamanya, namun ia tak berdaya dan seolah kehilangan akal bagaimana cara menghadapi mama Ayumi yang tiba-tiba berubah keras kepala.


Zio beranjak dan berjalan menuju kamar saat merasa tubuhnya mulai gerah dan lengket. Ia harus membersihkan diri, berharap setelahnya mampu berfikir jernih.


Zio menikmati sensasi dingin yang merambati tubuhnya sambil memejamkan mata saat buliran air yang jatuh dari shower menjamah dirinya. Cukup lama ia menikmati sensasi itu, setelah dirasa cukup pria itu mengakhiri kegiatannya terlebih saat menyadari ia belum menghubungi kekasihnya sejak terakhir mereka bertemu tadi sore.


Zio bergegas keluar dari kamar mandi, Ia harus segera mengabari Davina atau gadis itu akan merasa sangat khawatir.


Zio saat itu hanya mengenakan handuk yang melingkar di pinggang, tubuh pria itu terlihat begitu sexy dengan sisah-sisah air yang menyusuri tubuhnya.


Langkah Zio yang akan menuju lemari pakaian terhenti, tubuhnya terpaku dengan mata terbelalak saat mendapati sosok yang berada di ranjang tengah tersenyum menggoda ke arahnya.


🍁🍁🍁