My Lovely Davina

My Lovely Davina
Chapter 43



"Sayang, om boleh tanya sesuatu?" Tanya Zio sambil mengusap lembut kepala Davina, keduanya sedang menikmati senja di taman belakang rumah dengan Davina yang meringkuk dalam pelukan Zio.


"Tanya apa om?"


"Kalo misalnya kita nggak jodoh gimana?" tanya Zio setelah cukup lama mempertimbangkannya.


"kira-kira kenapa bisa nggak jodoh?" Davina menengadahkan kepalanya menatap pada Zio yang juga sedang menundukkan kepala menatap padanya. Gadis itu tampak gamang atas pertanyaan Zio yang membuatnya tak nyaman.


"Yah mungkin aja nanti kamu ketemu pria yang lebih muda, lebih energik, lebih tampan dan lebih mapan" ucap Zio.


"Tapi bagi Davina om Zio adalah pria paling sempurna yang pernah Davina temui. Jadi kemungkinan itu sangat mustahil. Sejauh ini Davina uda ketemu banyak teman laki-laki yang digilai kaum hawa di sekolah Davina. Tapi nggak sedikit pun Davina tertarik pada mereka. Cinta Davina pada om Zio bukan hanya karena perkara fisik dan materi om. Setampan dan sekaya apapun pria itu jika dia bukan om Zio maka nggak akan berarti apa-apa bagi Davina" ucap Davina yang membuat Zio terpana.


"Atau ada kemungkinan om Zio yang berpaling pada wanita lain yang anggun dan dewasa?" tanya Davina curiga.


"Enggak, hati om Zio sudah tertutup untuk wanita lain sayang. Di mata, hati, dan jiwa om Zio hanya ada Davina" tegas pria itu, senyum malu-malu tercetak di bibir Davina.


"Terus apalagi? selagi kita saling mencintai rasanya kemungkinan untuk tidak berjodoh itu sangat kecil kan om" Davina menyelipkan jemarinya pada jemari tangan Zio.


"Mungkin saja nanti ada pihak luar yang menentang hubungan kita dan kita tidak mampu melawannya, misalnya penolakan itu datang dari oma? kita nggak pernah tau kan" ucap Zio hati-hati.


"Kalo soal oma om Zio nggak perlu khawatir, Oma sangat menyayangi Davina om. Davina akan merengek pada oma agar merestui hubungan kita. Davina yakin oma tak akan bisa menolak jika Davina sudah memintanya" Yah selama ini mama Ayumi memang selalu luluh pada Davina, tapi kali ini Zio merasa sang mama benar-benar serius dengan ucapannya tempo hari. Sulit rasanya meluluhkan keputusan mama Ayumi.


"Om jangan tanya ini lagi ya? Davina jadi sedih. Kita sama-sama berusaha menjaga hubungan ini agar tetap kuat sampai kapanpun, kita juga terus berdoa ya om agar kita bisa menghadapi segala rintangan ke depan nya. Davina nggak mau berjodoh dengan orang lain, maunya cuma om Zio" ketulusan Davina membuat jiwa Zio bergetar, Ia merasa tertampar. Jika Davina bisa seyakin ini untuk berjuang rasanya sangat tak adil andai ia menyerah begitu saja.


"Iya sayang, kita akan terus berjuang mempertahankan hubungan ini" ucap Zio sambil mencium puncak kepala Davina. Ia bertekad untuk berjuang lagi meluluhkan hati mama Ayumi agar merelakan restu pada mereka. Zio akan berusaha meyakinkan mama Ayumi bahwa cinta mereka begitu tulus dan tak akan mudah berubah haluan.


🍁🍁🍁


"Semangat ujiannya sayang" Zio mencium kening Davina sebelum gadis itu keluar dari mobil.


"Pasti om, doain Davina bisa jawab soal dengan baik ya." Davina begitu bersemangat menjalani hari ini, Ia ingin secepatnya lulus dan menjadi pendamping Zio.


"Om yakin princess cantiknya om Zio pasti bisa" Panggilan itu selalu saja berhasil membuat Davina merasa sangat bahagia. Gadis itu menghambur ke dalam pelukan Zio sebelum turun dari mobil dan berjalan menuju kelas.


Zio masih memandang ke arah Davina yang berjalan dengan riang dan penuh semangat. Hari ini adalah hari pertama gadis itu menjalani ujian sekolahnya. Davina pasti akan merasa sangat bersedih andai tau niat mama Ayumi yang ingin dia dan Zio berpisah setelah gadis itu selesai dengan ujian nya. Entah akan sehancur apa hatinya jika tau mama Ayumi tak merestui hubungannya dengan Zio.


Zio merogoh sakunya untuk mengambil ponsel, ia mencari nomor Yara dan mengetikkan pesan ajakan bertemu. Zio berfikir ia butuh bantuan Yara untuk meyakinkan mamanya.


Beruntung Yara langsung merespon dan menyetujui ajakan Zio, ia akan datang ke kantor Zio 1 jam lagi.


"Om Zio akan berjuang untuk kita sayang" bisik Zio pada foto Davina yang terpampang di layar ponselnya. Zio lalu meminta pak Sukri menjalankan mobil untuk segera menuju kantornya.


.


.


.


"Kakak yakin kamu pasti sudah tau kan tentang hubungan kakak dengan Davina? Kakak dan Davina saling mencintai Yara, sulit rasanya untuk melepaskan Davina. Kami sudah terlanjur merangkai mimpi untuk hidup bersama selamanya" Zio mengawali obrolan pada adiknya setelah beberapa saat Yara datang.


Yara malah tersenyum, ini kali pertama ia melihat sang kakak bersikap seperti ini hanya karena seorang gadis. Dari sini ia bisa menarik kesimpulan bahwa Zio benar-benar jatuh cinta pada Davina.


"Kamu juga pasti tau mama menentang hubungan ini. Mama meminta kakak meninggalkan Davina, kakak nggak bisa Yara. Selama ini kakak hidup hanya untuk Davina. Kakak sudah tak berminat melanjutkan hidup semenjak kepergian kak Sandi dan kak Danisya. Kalau sekarang kakak harus dipisahkan dari Davina lantas untuk apa lagi kakak hidup?" Keluh Zio, sinar mata pria itu menampakkan kerapuhannya. Yara tak pernah tega melihat kakaknya bersedih seperti ini.


"Apa yang bisa Yara bantu kak?"


"Sebelum kakak meminta nya padamu, kakak ingin tau kamu berada di pihak mana Yara?" Karena akan percuma jika ternyata Yara juga tak mendukung kisah cintanya dan Davina.


"Yara ada di pihak kakak, meski pendapat mama tak sepenuhnya salah namun Yara paham posisi kakak dan juga Davina. Yara tau cinta tak pernah bisa kita cegah kalau ia memang ingin hadir" Yara tersenyum berharap Zio bisa merasakan dukungan dari nya.


"Terima kasih Yara. Kakak mohon yakinkan mama agar bisa menerima hubungan kakak dengan Davina"


"Iya kak, Yara akan membicarakannya pada mama. Yara akan berusaha meyakinkan mama agar bisa menerima hubungan kalian" Yara mendekat pada Zio dan mengusap lengan pria itu.


"Kakak nggak usah khawatir, lama-lama mama pasti luluh dan merestui hubungan kalian" lanjut Yara lagi.


Yara seolah sudah bisa menebak bahwa rasa cinta akan tumbuh diantara Zio dan Davina, karena nya ia sama sekali tak keberatan soal itu. Davina gadis yang baik dan juga cantik, lagipula bagi Yara kebahagiaan Zio adalah yang utama. Jika memang sang kakak menemukan kebahagiaan nya saat bersama Davina, maka ia akan mendukung penuh.


🍁🍁🍁