
Pagi ini pemberitaan di seluruh media massa digemparkan dengan pemberitaan seputar rumah tangga Aditya dan Fatimah.
Berita tentang mereka berseliweran di beberapa televisi, terutama menyoroti tentang keretakan rumah tangga mereka.
Ada beberapa penggalan video dan foto dimana Aditya sedang berada di sebuah klub malam dengan dikelilingi oleh banyak wanita cantik, kemudian Fatimah datang menghampiri suaminya tersebut.
Sekilas saja orang yang melihat video dan foto tersebut bisa mengambil kesimpulan bahwa keadaan rumah tangga mereka tidak sedang baik baik saja, Aditya terlihat seperti laki laki yang sedang mencari kesenangan bersama laki laki lain sementara istrinya sedang hamil besar.
Ditambah, mereka juga menyoroti asal usul Fatimah yang kini diketahui secara jelas, yakni seorang gadis kampung, yatim piatu yang miskin, dan asalnya yang hanya seorang baby sitter untuk Zahra putri satu-satunya dari Aditya.
Terlihat Aditya terpaksa menikahi Fatimah karena Zahra putrinya.
Fatimah mengetahui semua pemberitaan tentang dirinya dan rumah tangganya, pagi hari ketika dia menyalakan televisi di kamarnya, begitu juga dengan Aditya yang langsung terbangun dan terlihat sangat marah dan langsung menghubungi beberapa orang.
Fatimah sedikit tertekan, hanya satu yang dipikirkannya, yaitu Zahra. Fatimah takut hal ini semakin membuat Zahra mendapat bullying di sekolahnya.
Aditya menghampiri Fatimah yang akan menangis.
"Semuanya akan baik-baik saja sayang..aku akan mengurusnya.." Janji Aditya.
Fatimah mengangguk.
"Zahra..aku hanya memikirkan Zahra.."
"Aku tahu.." Peluk Aditya menenangkan istrinya.
Fatimah memutuskan hari ini Zahra tidak akan pergi ke sekolah, sedangkan Aditya masih sibuk di dalam ruang kerjanya setelah beberapa orang yang baru saja datang ke rumah.
Tak lama Ayu dan Romi datang.
Ayu memeluk Fatimah.
"Semuanya akan baik-baik saja.." Bisik Ayu.
Fatimah mengangguk.
Para wartawan sudah ramai di depan rumah, Fatimah dan Ayu membawa Zahra dan mengajaknya bermain di dalam kamar, mereka tidak ingin Zahra mengetahui yang terjadi, di usianya saat ini, mungkin kini dia bisa mengerti beberapa hal.
Hal ini membuat Fatimah sedikit stres dan mengakibatkan perutnya menegang beberapa kali. Ayu mengingatkannya untuk tenang dan beristirahat.
Aditya dan Romi memasuki kamar.
Aditya menghampiri Fatimah karena mengkhawatirkannya.
"Kamu tidak apa apa sayang..?" Tanya Aditya penuh kekhawatiran.
Fatimah menggeleng.
"Sayang..ada yang ingin aku tanyakan.."
"Apa.."
"Siapa yang memberitahu kamu kalau aku sedang ada di sebuah klub..?"
Fatimah tidak menjawab, dia hanya memberikan ponsel miliknya.
Aditya segera membukanya dan terlihat mencari sesuatu.
"Aku pinjam HP kamu sebentar.." Ucap Aditya sambil meninggalkan Fatimah diiringi oleh Romi.
Di ruang kerja Aditya.
"Ini nomornya.." Aditya memberikan nomor ponsel orang yang telah mengirimi istrinya foto dirinya dan Romi kepada Fatimah dan Ayu, dia memberikan nomor itu kepada beberapa orang kepercayaannya.
"Foto ini sama dengan yang beredar di media.." Jawab salah seorang dari mereka.
"Saya tidak mau tahu, segera bereskan kekacauan ini, dan segera temukan orang ini.." Kata Aditya dengan marah.
Terlihat orang orang itu segera bergegas meninggalkan rumah Aditya, karena harus segera melaksanakan perintah bis mereka.
"Siapa kira-kira orang ini..apa yang dia inginkan..?" Pikir Aditya.
"Yang jelas dia mempunyai niat yang buruk.."
Aditya mengangguk.
"Kalau terjadi sesuatu pada Fatimah karena berita ini, gue gak akan mengampuni orang ini.." Aditya terlihat kesal.
"Sebaiknya sekarang loe temani istri loe.."
Aditya mengangguk, dia beranjak dari duduknya dan meninggalkan ruangan itu.
------------
Aditya berjalan menghampiri istrinya yang sedang berbaring di atas tempat tidur.
"Kamu baik baik saja kan..?"
Fatimah mengangguk.
"Aku akan segera membereskannya.." Aditya mencium istrinya.
"Siapa orang itu..? orang yang mengirimi aku foto..?"
"Aku sedang mencari tahu.." Bisik Aditya memeluk istrinya.
Fatimah menghela nafas.
"Aku tahu ini pasti akan terjadi..orang orang akan mengetahui asal usul aku.."
"Sebenarnya aku tidak mempersalahkannya, aku hanya memikirkan Zahra.."
"Aku takut nanti Zahra akan menjadi bahan olokan teman temannya lagi.."
Aditya menggelengkan kepalanya.
"Tidak sayang..itu tak akan terjadi, aku akan segera membereskannya.."
"Kenapa mereka melakukan ini semua kepada kita..?" Tanya Fatimah.
"Mungkin mereka iri dengan kebahagiaan kita.." Jawab Aditya.
"Dan aku pastikan akan menangkap orang ini.." Lanjut Aditya marah.
------------
"Kami benar-benar tidak bisa melacak nomor tersebut karena sudah tidak aktif.."
"Itu adalah nomor sekali pakai, setelah mengirimi istri anda foto, nomor ini langsung dinonaktifkan.."
"Dan orang yang mengunggah video dan foto itu juga adalah akun palsu.. kita tidak bisa melacaknya.."
Aditya terlihat sangat marah mendengar penjelasan para asistennya.
"Beberapa televisi juga tidak bersedia menghentikan pemberitaan itu, mereka menjawab dengan hak pers dalam memberikan informasi.."
"Maaf pak..saya rasa hanya ada satu cara agar kabar ini segera mereda.."
"Apa..?"
"Bapak harus mengadakan konferensi pers dan membantah semua berita yang beredar.."
Aditya menunduk berpikir keras.
"Baik..segera jadwalkan konferensi pers.."
"Iya pak.."
Beberapa orang meninggalkan ruangannya.
"Kamu yakin dit..?" Tanya Romi.
"Gak ada cara lain lagi..ini satu-satunya jalan keluar.."
Romi mengangguk.
-------------
"Saya Aditya Pratama dengan ini menegaskan bahwa berita yang kini beredar semuanya adalah tidak benar. Keadaan rumah tangga saya dan istri saya dalam keadaan baik baik saja, bahkan dalam keadaan yang suka cita menyambut kelahiran anak kami yang kedua, mengenai asal usul istri saya, semuanya benar, akan tetapi darimanapun asalnya, bagaimanapun keadaannya, apapun latar belakangnya, tak mengurangi rasa cinta dan sayang saya kepadanya, saya sangat mencintai istri saya sepenuh hati, dia adalah orang yang sangat berharga dalam hidup saya..oleh karena itu, saya harap hentikan berita yang simpang siur ini, karena saya tidak akan tinggal diam, saya akan menuntut siapa saja yang berani mengganggu saya dan keluarga saya.."
Aditya berkata di hadapan puluhan wartawan dengan lantang.
"Mengenai video dan foto-foto itu pak, bisa dijelaskan.." Tanya salah seorang wartawan.
"Untuk itu, saya mempersilahkan sahabat saya Arya untuk menjelaskan.."
Arya yang sengaja dihadirkan oleh Aditya menjelaskan bahwa Aditya pergi ke klub hanya karena undangannya semata, dia menjelaskan beberapa hal, diantaranya Aditya sudah lama tidak pernah lagi pergi ke klub malam dan kehadiran Fatimah karena ada salah paham diantara keduanya yakni ada seseorang sengaja mengadu domba mereka.
Arya meyakinkan publik bahwa keadaan rumah tangga mereka baik baik saja dan isu yang beredar itu hanya fitnah belaka.
Tidak lupa dia juga meminta maaf karena kekisruhan ini terjadi karena dirinya yang memaksa Aditya untuk datang ke acaranya.