My Love My Baby Sitter

My Love My Baby Sitter
Pengumuman Novel Terbaru



**Halo semuanya 😘😘😘


Novel terbaru aku sudah liris nech.


Judulnya


'RAHIM TITIPAN'


Masih seperti dua novel sebelumnya cerita kali juga bergenre Drama Romantis, kisah percintaan antara seorang CEO dan gadis Panti Asuhan yang awalnya terpaksa menyewakan rahimnya agar mengandung anak sang CEO.


Bagaimana kisah cinta mereka selanjutnya?


Yuk langsung baca aja.


Dibawah ini aku kasih sedikit bocoran ceritanya ya**..


Seperti sebuah hukum alam yang tidak bisa dibantahkan dimana seorang CEO muda dan kaya raya pasti dianugerahi banyak kesempurnaan, begitu juga dengan Aaric yang juga begitu sempurna dengan semua yang ada pada dirinya. Wajahnya yang tampan dan menawan didukung oleh fostur tubuh yang ideal, garis wajahnya yang tegas juga dengan sorot matanya yang tajam ditambah dengan sikapnya yang dingin justru menjadi daya tarik tersendiri baginya. Aaric adalah contoh lelaki yang pasti akan sangat diidam-idamkan oleh banyak kaum hawa terlepas dia adalah seorang CEO muda kaya raya yang memiliki segalanya.


Namun semua itu tak membuatnya dengan gampang bergonta-ganti pasangan seperti kebanyakan anak muda lain sepertinya, bahkan hampir tidak pernah sama sekali Aaric memperkenalkan seorang wanitapun kepada ibu dan neneknya di usianya yang sudah kepala tiga, itu karena Aaric yang belum terpikir untuk mencari pasangan hidupnya, dia masih betah menyendiri dan fokus pada pekerjaannya, sudah pasti semua itu membuat ibu dan neneknya ketar-ketir.


"Dengar, nenek hanya ingin melihat anakmu lahir, anak yang akan menjadi penerus keluarga Widjaja, anak yang akan menjadi pewaris perusahaan setelahmu nanti."


Aaric tampak masih tidak mengerti.


"Jadi ibu punya ide bagaimana kalau kamu menitipkan benihmu saja pada seorang wanita, dengan begitu kamu akan mempunyai anak tanpa harus menikah dalam waktu dekat ini, maka dengan begitu keinginan terakhir nenekmu akan terlaksana."


Aaric langsung menggelengkan kepalanya.


"Aku tahu apa itu inseminasi buatan ibu," ucap Aaric tiba-tiba.


Winda tampak senang.


"Nah, syukurlah kalau kamu tahu, dengan begitu kamu akan----"


"Aku tidak mau." Aaric memotong perkataan ibunya.


"Apa?" Winda tampak kaget.


"Seperti yang ibu dengar, aku tidak mau."Aaric beranjak dari duduknya.


"Tapi nak--" Winda ikut berdiri, memegang tangan putranya.


"Hanya ini satu-satunya cara agar kita bisa membahagiakan nenek untuk terakhir kalinya." Winda menatap Aaric dengan tatapan memelas.


Aaric terdiam, menatap mata sang ibu dengan lekat.


"Tapi bukan seperti ini caranya bu."


Apa yang akan terjadi selanjutnya?


Mungkinkah Aaric bersedia menuruti ide ibunya untuk menitipkan benihnya pada seorang wanita agar mengandung anaknya?