My Love My Baby Sitter

My Love My Baby Sitter
Ternyata..



Annisa dan Clara sampai dirumah sakit tempat Angga dirawat setelah diberitahu oleh Kevin.


Mereka langsung mendatangi UGD dan melihat beberapa pasien untuk mencari Angga, ada beberapa Dokter yang mengenali Annisa sebagai istri dari Handoko, pemilik rumah sakit, dia menghampiri Annisa dan bertanya apa keperluannya datang kesini.


Setelah diberitahu, para Dokter dan perawat langsung menunjukkan dimana Angga ditangani, mereka langsung terlihat sibuk dan memprioritaskan untuk menangani Angga, kabar datangnya Annisa juga langsung membuat beberapa dokter dan pihak manajemen datang ke UGD, mereka menyapa Annisa dan langsung menjadikan Angga pasien VIP.


Terlihat Angga langsung ditangani oleh para dokter ahli, hampir semua dokter berkumpul untuk menanganinya dan berusaha mengobati semua lukanya.


Tak lama Kevin dan Aditya datang, mereka bertanya bagaimana keadaan Angga.


"Dia sedang ditangani dokter Nak.." Jawab Annisa kepada Kevin..


Tak lama, mereka melihat Angga sudah selesai mereka bersihkan dan lukanya sudah diobati


Beberapa dokter menghampiri Annisa dan yang lainnya.


Mereka memberitahu bahwa keadaan Angga kini sudah stabil dan beberapa lukanya sudah diobati dan perlu dirawat beberapa hari ke depan.


Pasien dibawa keruang perawatan kelas VVIP, diikuti oleh Clara dan yang lainnya.


Sesampainya disana Angga mulai tersadar, dia kaget melihat dirinya yang sudah berada di ruangan rumah sakit yang mewah.


"Dimana aku..?"


Kevin menghampiri Angga.


"Kamu berada dirumah sakit.."


Angga terlihat memegang kepalanya yang diperban.


Clara yang matanya sudah terlihat bengkak karena terus menerus menangis, menghampiri Angga.


"Maafkan aku..Kamu menjadi seperti ini karena telah menolongku.."


Angga hanya tersenyum.


"Terima kasih nak..kamu telah mengalami banyak hal karena telah menyelamatkan anak saya.." Ucap Annisa.


Aditya melihat Angga, dia yakin kalau ini adalah Angga temannya Fatimah, setelah kejadian ini, dia sangat yakin kalau Angga adalah orang yang baik, tidak seperti pikirannya dulu, yang sempat menganggap Angga lelaki yang tidak baik.


Aditya menghampiri Angga.


Melihat Aditya, Angga terlihat kaget.


"Aku tidak menyangka kita akan bertemu lagi dalam keadaan seperti ini.." Ucap Aditya.


"Aku tidak mengira, kalau Angga yang mereka ceritakan telah menolong Clara adalah Angga yang kukenal.."


Semuanya terlihat kaget mendengar perkataan Aditya.


"Kamu mengenalnya..?" Tanya Kevin.


"Iya.."


Angga tersenyum.


"Bagaimana kabar Fatimah dan anak anak..?" Tanya Angga.


"Alhamdulillah mereka baik..saya yakin Fatimah akan kaget melihat keadaan kamu yang seperti ini.."


"Kamu mengenal Fatimah..?" Tanya Annisa penasaran.


"Iya..saya teman Fatimah dari kampung.."


Annisa tersenyum bahagia.


"Oh iya..ini adalah ibu kandungnya Fatimah.." Aditya memperkenalkan Annisa kepada Angga.


"Saya sudah mengetahui beritanya di televisi, saya senang karena mengetahui bahwa ibunya masih ada, pasti sekarang Fatimah merasa bahagia bertemu dengan anda kembali.."


Annisa mengangguk.


"Terima kasih sekali lagi, aku tidak menyangka kamu mengenal Fatimah bahkan satu kampung dengannya.."


Clara juga terlihat senang.


"Aku juga tidak menyangka bahwa orang yang menyelamatkan aku adalah teman Fatimah.."


Mereka terlihat mengobrol hangat.


Tak lama, Handoko datang.


Rupanya Annisa memberitahu suaminya perihal Angga yang dipukuli oleh suruhan Bayu.


Handoko menghampiri Angga.


"Bagaimana keadaanmu..?"


Angga terlihat mengangguk.


"Sudah lebih baik.."


"Sebelumnya saya ingin mengucapkan terima kasih karena sudah menyelamatkan anak saya dari lelaki ******** itu.."


"Karena anak saya, anda menjadi kehilangan pekerjaan dan mengalami kejadian seperti ini.."


Angga tersenyum.


Tak lama beberapa orang dokter masuk.


"Saya minta pasien ini dirawat dengan baik, dia anggota keluarga saya, saya mempercayakan semuanya kepada kalian.." Ucap Handoko kepada seluruh dokter.


Terlihat semua dokter menganggukkan kepalanya.


"Kami akan melakukan yang terbaik.."


"Terima kasih.."


Angga merasa tidak nyaman diperlakukan seperti itu oleh Handoko, dia merasa kalau seluruh keluarga Handoko memperlakukannya secara berlebihan.


"Mereka akan merawatmu dengan baik, jangan pikirkan banyak hal, fokus saja pada kesembuhanmu.."


"Terima kasih sebelumnya, sebenarnya saya merasa tidak enak diperlakukan seperti ini.."


"Ini tidak seberapa dengan apa yang sudah anda lakukan untuk membantu anak saya.."


Handoko berpamitan, diikuti oleh Kevin dan Aditya.


Handoko dan Kevin serta Aditya terlihat keluar dari ruangan, mereka sepertinya akan mendiskusikan sesuatu yang penting.


Sementara Annisa dan Clara masih di dalam ruangan Angga.


Annisa terlihat mengajak Angga mengobrol tentang keluarganya di kampung, rupanya dia mengenal ibu dari Angga, bahkan dirinya dan ibu Angga bersama dengan Siti adalah teman dari kecil.


"Tante tidak menyangka kamu adalah anaknya Wati, kami dulu adalah teman.."


"Bagaimana kabar ibumu.."


"Alhamdulillah baik.."


"Kamu tidak akan memberitahu beliau mengenai keadaanmu sekarang..?"


"Tidak Tante..saya tidak ingin membuatnya cemas.."


"Baiklah kalau begitu, Tante mengerti, kamu tenang saja, ada Tante dan Clara yang akan merawatmu.."


"Tidak usah Tante, saya tidak mau merepotkan kalian, lagipula keadaan saya sudah membaik, saya bisa mengurus diri saya sendiri.."


Namun Annisa bersikeras, dia mengatakan kepada Angga dia akan tetap merawat Angga bersama dengan Clara.


Cukup lama mereka disana, hingga Annisa pamit untuk pulang sebentar.


"Sayang.. kamu disini dulu jaga Angga.."


Clara terlihat mengangguk.


Annisa pamit kepada Angga, dia mengatakan bahwa dia akan segera kembali.


Clara duduk di samping Angga.


"Maaf..karena aku..kamu menjadi seperti ini.."


"Kamu tahu, hari ini aku menerima banyak sekali ucapan maaf dan terima kasih.."


Clara tersenyum.


"Aku tidak menyangka Bayu akan melakukan hal ini kepadamu.."


"Lebih baik dia melakukannya kepadaku.. daripada kepadamu.." Jawab Angga dengan pelan.


Clara kaget mendengar perkataan Angga.


"Sebelum Bayu ditangkap oleh polisi, sebaiknya kamu berhati-hati.." Lanjut Angga.


Entah kenapa Clara merasa senang mendengar perkataan Angga, dia senang karena Angga mengkhawatirkannya.


Clara melihat Angga.


Clara menatap wajah Angga dengan lekat, dia mengagumi kebaikan lelaki di depannya, hatinya tiba tiba berdegup kencang ketika tanpa sengaja mereka beradu pandang.


Buru buru mereka mengalihkan pandangannya, terlihat sekali keduanya terlihat kikuk dan serba salah.


"Apa kamu perlu sesuatu..?" Tanya Clara untuk mengalihkan rasa malunya.


"Tidak.. terima kasih.." Jawab Angga singkat.


Entah kenapa hatinya juga berdegup kencang ketika tidak sengaja dia berpandangan dengan Clara.


Dia tidak pernah merasakan hal ini kepada wanita lain selain kepada Fatimah dulu, itu karena dia sangat mencintainya.


Bukan juga dia masih belum bisa melupakan Fatimah, dia sudah mengikhlaskan Fatimah menjadi milik orang lain, akan tetapi dia belum menemukan pengganti Fatimah di hatinya, padahal ada banyak wanita di dekatnya yang terang terangan menyatakan cinta padanya.


Keduanya lama berdiam diri, sibuk dengan pikirannya masing-masing.


Tiba-tiba ada seorang wanita muda masuk dengan tergesa-gesa.


Dia langsung memeluk Angga dengan erat dan menangis.


Clara bangkit dari duduknya, dia merasa hatinya sedikit sakit melihat Angga dipeluk oleh wanita lain.