My Love My Baby Sitter

My Love My Baby Sitter
Pembalasan para Isteri..




Aditya menelan ludah beberapa kali.


Fatimah memakai lingerie berwarna hitam transparan, sehingga perutnya yang besar terlihat jelas, rambutnya yang hitam panjang dibiarkan tergerai, kulitnya yang putih semakin terlihat bersinar, Fatimah menghampiri suaminya.


"Jadi sayang..siapa yang lebih seksi, aku atau wanita tadi..?" Tanya Fatimah dengan senyum yang menggoda.


Aditya kembali menelan ludahnya.


Dia tidak menjawab, dia berpikir harus mencari jawaban yang tepat, agar istrinya tidak marah.


"Kamu.." Jawab Aditya gelagapan.


Fatimah tersenyum lembut.


"Bohong.." Ucapnya semakin mendekati suaminya.


Aditya semakin ketakutan, dia semakin takut jawabannya akan membuat Fatimah marah.


"Tidak ada yang lebih cantik dan seksi selain kamu sayang.." Jawab Aditya pelan.


Fatimah menempelkan badannya pada Aditya, melingkarkan tangannya di pinggang suaminya.


"Kamu bohong..aku ini gendut dan tidak seksi lagi.."


"Kamu lihat, gara gara hamil, berat badanku naik.." Jawan Fatimah sembari mengelus perutnya.


"Karena itu kamu mencari wanita yang lebih cantik dan seksi diluar sana..iya kan?"


"Tidak sayang, kamu malah semakin cantik dan seksi saat hamil.."


"Kalau begitu, kenapa kamu mencari wanita lain..?" Jawab Fatimah berbisik menggoda suaminya.


"Sayang.. semuanya tidak seperti yang kamu pikirkan.." Aditya mencoba menjelaskan.


"Aku dan Romi diundang oleh Arya salah seorang sahabat kami.." Aditya belum menyelesaikan perkataannya.


"Owh..begitu.." Jawab Fatimah berbisik menggoda suaminya.


"Kenapa tidak jujur..?"


"Karena aku takut kamu marah.."


Fatimah tersenyum.


Dia memegang bibir Aditya, menciumnya sekali, Aditya mulai bergairah, dia terangsang dengan sentuhan sentuhan yang dilakukan istrinya, dia melingkarkan tangannya pada pinggang istrinya dan bersiap akan melumat bibir istrinya.


Namun tiba-tiba.


"Aku ngantuk..mau tidur.." Ucap Fatimah ketus sambil melepaskan pelukannya dan pergi meninggalkan suaminya.


Fatimah menaiki tempat tidur, membaringkan badannya membelakangi Aditya


Aditya melongo melihat istrinya yang sebenarnya hanya ingin menggodanya saja.


---------


Romi memasuki kamar, berjalan perlahan menuju tempat tidur dimana Ayu terbaring disana.


"Beb.." Panggil Romi pelan.


Ayu terdiam, dia tidak menggubris panggilan suaminya.


"Aku mau menjelaskan sesuatu.."


Romi bercerita panjang tentang Arya yang mengadakan acara kemudian mengundang dirinya dan Aditya.


Tanpa diduga Ayu terbangun dan melihat Romi.


"Jadi..wanita itu siapa namanya..?" Tanya Ayu sinis.


"Wanita mana..?"


"Wanita yang duduk disebelah kamu tadi.." Jawab Ayu setengah marah.


Romi terdiam, dia ragu ragu untuk menjawab pertanyaan istrinya.


"Kamu terlihat akrab dan senang mengobrol dengannya tadi.." Lanjut Ayu.


"Oh itu..dia teman lamaku...."


"Karena itu kami terlihat akrab..kami hanya saling bertanya kabar saja.." Jawab Romi gelagapan.


"Owh jadi teman lama.. namanya siapa..?"


"Ah gak penting sayang..kita gak usah ngomongin dia lagi.." Romi berusaha mengalihkan pembicaraan.


"Baiklah.." Jawab Ayu.


"Jadi kamu tidak marah kan?" Tanya Romi bersemangat.


Ayu tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


Romi hendak memeluk istrinya, tapi Ayu menolak.


"Kak..Ayu tiba tiba mau buah delima..pengen banget rasanya..cariin ya..Ayu pengennya malam ini juga.."


Romi membelalakkan matanya.


"Dimana tengah malam begini aku nyari buah delima sayang..?"


"Ayu pengen banget ka..cariin ya.." Jawab Ayu sambil mendorong badan suaminya untuk menuruni kasur.


"Jangan pulang kalau belum dapat, nanti anaknya ngeces loh.."


Romi berjalan keluar kamar setengah menerawang.


Kira kira dimana dia akan menemukan buah delima dimalam hari seperti ini.


Ayu tersenyum cekikikan.


----------


"Kenapa loe kelihatan ngantuk banget Rom..?" Tanya Aditya melihat Romi yang terus menguap.


"Gue nyari buah delima semalaman.." Jawab Romi sambil terus menguap.


Aditya tertawa.


"Pasti bini loe yang nyuruh.."


Romi hanya mengangguk lesu.


"Dapat..?" Tanya Aditya penasaran.


Romi mengangguk.


"Dimana..?"


"Rumah orang.."


"Loe nyuri.."


Romi mengangguk lagi.


"Gila loe.. Untung ga disangka maling.."


Romi tersenyum kecil.


Dia mengingat kejadian tadi malam, dia sudah mengelilingi hampir semua kota, semua tukang buah dia datangi, tak ada satupun yang menjual buah delima, waktu sudah menunjukkan pukul 3 dini hari tapi dia belum mendapatkannya.


Tak sengaja dia melewati komplek perumahan, ada sebuah rumah yang terdapat pohon delima didepannya, dan berbuah cukup lebat.


Tak mungkin Romi mengetuk pintu dan mengganggu pemilik rumah di jam segitu untuk meminta buah delima, Romi nekat melompati pagar, memanjat pohon dan mengambil satu buah delima, tak lupa dia menyimpan beberapa uang ratusan ribu di depan pintu rumah sebagai gantinya.


Aditya benar, untung tidak ada yang melihatnya, kalau tidak, dia pasti akan diteriaki maling.


"loe pasti dikerjai bini loe.." Lanjut Aditya tertawa


Romi mengangguk.


Romi tahu Ayu mengerjainya, karena ketika dia memberikan buah itu, Ayu sama sekali tidak menyentuhnya.


"Bini loe sendiri..marah?"


Aditya tersenyum.


Dia mengingat setelah Fatimah menggodanya kemudian tidur, dia segera pergi ke kamar mandi untuk menidurkan Mr.P miliknya yang terangsang karena godaan istrinya, dia membutuhkan waktu lama untuk mandi dibawah guyuran air shower agar barang miliknya tertidur kembali.


"Gue kapok bohongin bini gue.." Ucap Romi penuh sesal.


Aditya mengangguk.