
Kevin dan Clara sampai dirumah orang tua mereka.
Clara berjalan dengan sedikit ragu.
Dia tahu mengatakan semuanya kepada Handoko, ayahnya.
Selama ini ayahnya tidak pernah marah, akan tetapi sekalinya marah akan membuat semua orang ketakutan.
Dia sudah membayangkan kemarahan ayahnya yang akan menyalahkan dirinya karena mempunyai hubungan dengan laki laki brengsek seperti Bayu, belum lagi dia akan disalahkan karena dia tidak pernah memberitahukan hubungannya dengan Bayu kepada seluruh keluarga.
Untungnya Kak Kevin mengetahui ketakutan Clara, dia meyakinkan adiknya.
"Ada kakak.. tenanglah.."
Clara akhirnya masuk bersama kakaknya ke dalam rumah.
Annisa menyambut kedua putra putrinya, walaupun berusaha untuk tetap tersenyum, akan tetapi Kevin dan Clara tahu kekhawatiran yang mendalam dari raut wajah ibunya.
Annisa memeluk Clara dengan erat.
"Apa lagi yang terjadi sama kamu nak..kenapa baju kamu..?" Annisa bertanya dengan melihat penampilan Clara yang memakai jas kakaknya.
Clara tidak menjawab dan menunduk saja.
Tiba tiba ada seseorang lagi yang datang, rupanya Annisa juga meminta Aditya menantunya untuk datang.
Kevin segera merangkul Aditya.
"Terima kasih untuk tadi malam.." Ucap Kevin dalam pelukan Aditya.
Aditya hanya mengangguk dan tersenyum.
"Clara juga adikku.."
Mereka semua masuk keruang keluarga.
Mereka duduk, sedangkan Clara masuk ke kamar untuk berganti baju.
Kevin dan Aditya mengobrol seputar kejadian semalam, sedangkan Annisa menyiapkan minuman dan cemilan untuk mereka semua.
Gak lama Handoko datang, Aditya segera berdiri untuk menyalami mertuanya, begitu juga Kevin.
Tentu saja Handoko merasa heran dengan kedatangan putra dan menantunya disaat jam kerja seperti ini.
"Ada yang ingin kami bicarakan Pah.." Ucap Kevin.
Handoko mengetahui ada sesuatu yang serius.
Annisa dan Clara sudah duduk, begitu juga dengan Aditya dan Kevin.
"Ada apa..?"
Walaupun terlihat ragu, Kevin akhirnya menceritakan semua yang sudah menimpa Clara adiknya kepada Handoko.
Dengan sesekali dibantu oleh Aditya, Kevin menceritakan dengan detail kejadian selengkapnya.
Semua orang semakin kaget ketika Kevin menceritakan kejadian pagi ini, yang dimana lagi lagi Clara akan dilecehkan kembali oleh Bayu.
Annisa memeluk Clara sambil menangis.
"Kenapa kamu mendatanginya sayang..?"
Clara hanya menunduk sambil menahan tangis.
Handoko menunduk dan memejamkan matanya menahan amarah, kedua tangannya terlihat mengepal.
"Panggil tim pengacara semua kesini, kita akan memenjarakan ******** itu.."
Kevin segera berdiri dan terlihat menelepon beberapa orang.
"Apa yang sudah kamu lakukan Clara, kenapa kamu tidak memberitahu kami kalau kamu sedang berhubungan dengan seorang lelaki.."
Clara menunduk ketakutan.
Handoko melihat Aditya.
"Terima kasih Nak Aditya..kamu telah menyelamatkan Clara dari lelaki itu.."
Aditya hanya mengangguk saja.
Handoko kembali melihat Clara dengan kesal.
"Seandainya tidak ada Aditya dan lelaki yang sudah menolongmu tadi, apa yang akan terjadi padamu papah tidak bisa membayangkannya.."
"Dan setelah apa yang sudah dia perbuat kepadamu tadi malam, kamu masih berani menemuinya lagi sendiri..?" Tanya Handoko lagi dengan marah.
"Aku hanya ingin.." Clara tidak sempat menyelesaikan perkataannya.
"Apa..?!" Bentak Handoko sambil berdiri memelototi Clara.
Annisa berdiri menahan suaminya.
"Kenapa kamu malah memarahinya..?" Tanya Annisa kepada suaminya dengan kesal.
"Seharusnya saat ini kita mendukungnya.." Lanjut Annisa masih marah.
"Mungkin Clara ingin menemuinya lagi karena sangat marah padanya..."
"Tidak ada yang menyangka, lelaki itu akan kembali melecehkan Clara, apalagi di siang hari seperti ini.."
Kevin memisahkan ibu dan ayahnya.
"Sudah.. kenapa kalian jadi bertengkar.."
Handoko kembali duduk, dan Annisa memeluk putrinya.
"Mama akan melakukan apapun agar lelaki itu mendapatkan imbalan atas semua perbuatannya kepadamu.."
"Mamah tak akan membiarkannya.."
Handoko mengajak Kevin dan Aditya masuk ke dalam ruangan kerjanya setelah tim pengacaranya datang mereka akan mendiskusikan apa langkah selanjutnya yang akan mereka lakukan untuk melawan Bayu.
Sementara Annisa mengajak Clara masuk kedalam kamarnya.
Diruang kerja Handoko.
Aditya menerima telepon.
Dia terlihat mengangguk beberapa kali.
"Aku sudah menyuruh orangku untuk meminta rekaman CCTV tadi malam di klub, sesuai dengan perkiraan kita, mereka sudah menghapusnya.."
"Mereka juga pasti sudah menghapus rekaman CCTV hari ini di kantor Bayu.."
"Kita bukan menghadapi orang biasa, yang kita hadapi adalah seorang putra pejabat pemerintahan yang mempunyai banyak koneksi, kita harus bersiap, segala kemungkinan akan terjadi, termasuk pihak lawan akan memutar balikkan fakta.." Ucap Handoko.
Semua orang terlihat menganggukkan kepalanya.
"Saya juga yakin, orang orang yang melihat kejadian tadi malam tidak akan mau menjadi saksi.." Ucap Aditya lagi.
"Itu benar.." Jawab Kevin.
"Hanya aku dan Romi, juga lelaki yang sudah menolong Clara hari ini.."
"Kami siap menjadi saksi..akan tetapi lelaki tadi..?" Tanya Aditya kepada Kevin.
"Iya.. namanya Angga, saya pikir dia lelaki yang baik, dia rela mempertaruhkan pekerjaannya hanya untuk menolong Clara, saya rasa dia bersedia menjadi saksi.." Lanjut Kevin.
"Tunggu..kamu bilang dia kehilangan pekerjaannya disana..?" Tanah Handoko.
Kevin mengangguk.
"Bukan hanya kehilangan pekerjaannya, Bayu juga mengancamnya.."
"Kalau begitu, panggil dia kesini, kita harus mempekerjakan dia di kantor kita.."
"Aku dan Clara sudah menawarinya, tapi dia menolak, dia bilang akan mencari pekerjaan sendiri.."
Handoko terlihat mengangguk-anggukan kepalanya.
Keputusan sudah dibuat, Handoko akan melaporkan Bayu ke polisi atas perbuatannya yang melecehkan Clara, putrinya.
Rapat sudah selesai, Aditya dan Kevin berpamitan kepada Annisa dan Handoko, mereka akan kembali kepada pekerjaannya masing masing.
Handoko dan Annisa mengantarkan keduanya sampai ke depan rumah.
Tiba-tiba ada seorang perempuan yang masuk gerbang dan berjalan menghampiri mereka semua.
Kevin membelalakkan matanya ketika dia mengenali perempuan itu.
Lisa.
Lisa terus berjalan mendekati mereka.
"Selamat siang om dan Tante.. perkenalkan saya Lisa.." Sapa Lisa sesampainya dia di hadapan Handoko dan Annisa.
"Lisa apa yang kamu lakukan disini..?" Tanya Kevin ketakutan.
"Aku hanya ingin memberitahu kedua orangtuamu bahwa aku sedang mengandung anakmu.."