My Love My Baby Sitter

My Love My Baby Sitter
Dikeroyok....



Clara hari ini tidak diperbolehkan oleh kedua orangtuanya untuk pergi ke kantor atau pergi kemanapun sebelum Bayu ditangkap oleh polisi, maka seharian dia menghabiskan waktu di dalam kamarnya untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan lewat laptopnya.


Annisa beberapa kali juga datang ke kamarnya untuk melihat dan menemani putri tersayangnya, dia takut Clara akan merasa bosan, karena dia yang terbiasa bekerja.


Namun ternyata tidak, Clara memanfaatkan kesempatan ini untuk menghabiskan banyak waktu bersama ibunya, sesuatu yang sangat jarang dia lakukan akhir akhir ini mengingat kesibukannya untuk mengurus perusahaan.


Terlihat Clara bermanja-manja dengan sang ibu, dia tidur di pangkuan sang ibunda, sembari Annisa yang mengelus rambut putrinya.


"Sayang..mama mau memberitahu kamu sesuatu.."


"Apa mah..?"


"Papa akan menjodohkanmu dengan anak dari temannya.."


Clara tidak terlihat kaget.


"Bagaimana..?" Tanya Annisa.


"Apa kamu setuju..?"


Clara tersenyum sedikit.


"Aku tahu pilihan papa pasti yang terbaik.."


"Aku akan menuruti kemauan papa.."


Annisa sedikit kecewa dengan jawaban anaknya.


Sejujurnya dia tidak mendukung perjodohan Clara, dia ingin Clara menikah dengan lelaki pilihannya sendiri, bukan dijodohkan seperti dirinya dulu, dia sudah merasakan hidup berumah tangga tanpa adanya cinta, dan itu sangatlah menyiksa, dia tidak ingin Clara merasakan hal yang sama seperti dirinya.


"Kamu yakin sayang..?"


"Kamu tidak menolak.." Tanya Annisa berharap Clara mengubah jawabannya.


"Iya ma..aku tidak mau mengecewakan papa dan mama lagi..mulai sekarang aku akan menuruti kemauan kalian.."


Annisa kembali kecewa, akan tetapi dia tidak bisa mengutarakan keinginannya agar Clara menolak perjodohan dari suaminya, selain tidak ingin menghasut putrinya dia juga tidak ingin nanti terjadi kesalahpahaman antara Clara dan suaminya sendiri.


"Kamu memang anak yang baik.." Annisa terharu, bagaimanapun dia menyadari bahwa Clara melakukan itu karena berusaha untuk menyenangkan dirinya dan suaminya.


Mereka terdiam beberapa saat.


"Mama..apa yang akan kita lakukan seandainya Lisa hamil.." Clara mencoba memberanikan diri bertanya mengenai Lisa.


Annisa terlihat diam.


"Mamah tidak tahu sayang.."


"Mama hanya mencoba menempatkan diri berada di orang tua Lisa, dan seandainya Lisa itu adalah kamu, tentunya mama akan sangat marah dan menuntut lelaki yang sudah menghamili kamu untuk bertanggung jawab.."


"Akan tetapi, mama tahu bagaimana perasaan Nadya dan ibunya nanti seandainya mereka tahu mengenai Lisa, karena mama pernah berada di situasi seperti itu, suami mama menghamili wanita lain.."


Clara langsung bangun, dia lupa bahwa ibunya pernah mengalami situasi seperti itu.


"Maafkan aku mama..aku tidak bermaksud membuat mama sedih.."


"Tidak apa-apa sayang..mama tidak sedih.."


"Mama hanya berpikir, kasian Nadya jika dia mengetahui hal yang sebenarnya.."


Clara mengangguk mengerti.


"Semoga Lisa tidak hamil mah..kita hanya bisa berharap seperti itu.."


"Kamu benar..semoga Lisa tidak hamil, dan ini menjadi pembelajaran buat kakakmu, Kevin.."


"Jangan sampai dia melakukan kesalahan lagi.."


"Mama benar.."


"Dan untuk kamu juga sayang.."


Clara melihat ibunya.


"Jagalah diri kamu baik baik..jangan mudah tergoda rayuan laki laki, karena laki laki yang benar-benar mencintaimu tak akan pernah menodai kamu, dia justru akan menjaga dan melindungi kamu.."


--------------


Angga keluar dari apartemen kecilnya, seperti hari kemarin, dia akan mencari pekerjaan baru dengan memasukkan beberapa surat lamaran kerja ke beberapa perusahaan.


Dia keluar dari lift basemen, berjalan menuju kearah mobilnya, namun ada sesuatu yang aneh, dia melihat segerombolan orang tengah menantinya.


"Siapa kalian.."


Bukannya menjawab, mereka malah menghampiri Angga lebih dekat.


Angga yakin, mereka adalah suruhan Bayu, mereka pasti datang untuk menyakitinya, dan benar saja, seperti yang sudah diduga, kelompok orang yang kira kira berjumlah 7 orang itu tiba tiba memukuli Angga, beberapa kali Angga mencoba melawan dan menghindar, akan tetapi percuma saja, dia kalah mengingat lawannya yang terlalu banyak.


Angga terus dipukuli, hingga dia terkapar di lantai dengan dengan berlumuran darah, keadaan basemen cukup sepi, tidak ada yang mencoba menolong Angga, setelah puas, sekelompok orang itu meninggalkan Angga dan pergi menaiki mobil.


Ada sesosok mata yang melihat kejadian itu dari dalam mobil, tak jauh dari sana, dia tersenyum seringai melihat kejadian itu, setelah puas menonton dia pergi meninggalkan parkiran di basemen itu.


Angga setengah tak sadarkan diri, dia mencoba mencari pertolongan tapi tak ada siapapun. Keadaannya cukup parah, sehingga tak lama kemudian dia langsung pingsan tak sadarkan diri.


Clara sedang mengerjakan beberapa tugas.


Ponselnya berbunyi, dia mendapatkan satu pesan di WhatsApp, rupanya ada yang mengiriminya sebuah foto dari nomor tak dikenal.


Clara membelalakkan matanya melihat foto itu, dia melihat sosok lelaki yang sudah menolongnya dari Bayu waktu itu tengah berlumuran darah.


Clara berdiri, dia bingung apa yang harus dia lakukan, dia mulai menangis karena khawatir nasib Angga, berkali kali dia melihat foto itu hingga dia berinisiatif mengirimkannya kepada Kakaknya.


Tak lama Kevin meneleponnya.


"Apa itu Angga, laki laki yang sudah menolongmu..?"


"Iya kak.. sepertinya dia dipukuli oleh suruhan Bayu.."


"Tolong dia kak.." Clara menangis.


"Sepertinya dia berada di parkiran basemen apartemennya.."


"Kamu tenang saja, Kaka tahu tempat itu, kakak sudah mengirim ambulance ke sana.."


Clara menutup teleponnya, dia terlihat khawatir dan cemas, dia ingin pergi sendiri langsung menolong Angga, tapi tentu saja kedua orangtuanya tidak akan membiarkan dirinya keluar rumah.


Clara terlihat bolak balik, tak lama Annisa datang dan merasa heran melihat putrinya yang menangis dan terlihat cemas.


"Ada apa..?"


Clara langsung memeluk Annisa, dia juga memperlihatkan foto dan menceritakan semuanya.


"Aku mau kesana mah.."


Annisa turut menangis, dia merasa kasihan dengan nasib lelaki yang telah menyelamatkan putrinya itu.


"Baiklah, kita pergi kerumah sakitnya saja langsung.."


Akhirnya mereka berdua pergi kerumah sakit, tempat Angga dibawa.


----------


Ketika Kevin mendapat pesan itu dari Clara, dia tengah bersama dengan Aditya di kantor polisi untuk melaporkan Bayu.


Tentu saja hal itu langsung dilaporkan juga oleh Kevin dan Aditya, mereka melaporkan kejadian yang menimpa Angga.


Tak lama mereka mendapat kabar bahwa Angga sudah dievakuasi dari tempat kejadian dan sekarang sudah berada di rumah sakit.


Kevin dan Aditya berusaha membereskan laporannya dan akan secepatnya pergi kerumah sakit untuk melihat keadaan Angga, sementara pihak polisi langsung pergi ke tempat kejadian untuk mengambil beberapa bukti.


Selama dalam perjalanan, Aditya melihat Foto Angga yang berada di ponsel Kevin.


"Seperti aku kenal sama orang ini.." Aditya terus memperhatikan foto itu.


"Kamu bilang namanya Angga..?" Tanya Aditya kepada Kevin yang menyetir.


"Iya..Angga.."


"Aku yakin dia adalah orang yang sama dengan Angga yang aku kenal.."