
Kevin dan Aditya masuk kedalam villa mewah itu.
Mereka menatap Bayu sambil tersenyum sinis.
Bayu tentu saja terkejut, dia menjauh dari Clara.
"Ada apa ini..?"
Kevin tersenyum.
"Seharusnya kami yang bertanya..kenapa kamu menculik Clara dan mau melecehkannya lagi.."
"Apa maksud kalian, saya tidak menculik Clara, kami hanya sedang bertemu disini.."
Clara tersenyum meledek sambil menggelengkan kepalanya.
Kevin dan Aditya juga tersenyum kembali.
Mereka menghampiri Bayu perlahan.
Bayu mundur sedikit demi sedikit.
"Kali ini kamu benar-benar akan kami jebloskan dalam penjara.." Ucap Aditya menatap Bayu dengan tatapan yang tajam.
"Aku tidak mengerti.." Bayu terlihat ketakutan.
"Kali ini kami mempunyai cukup bukti untuk membuat kamu cukup lama mendekam di dalam penjara.."
Bayu mulai mengerti, dia ternyata sudah berhasil masuk dalam jebakan Clara dan juga kakak kakaknya.
"Jadi kalian menjebakku..?"
Kevin tertawa.
"Bukan menjebak, hanya saja kami bersikap lebih waspada dan lebih pintar darimu.."
"Sekarang setinggi apapun jabatan ayahmu, dia tidak akan sanggup menolongmu lagi.."
Bayu tertawa.
Kemudian dia berteriak memanggil beberapa orang pengawalnya yang tadi.
"Kamu memanggil siapa..?"
"Para pengawalmu sedang berada di kantor polisi sekarang.."
Bayu terkejut, namun dia segera menenangkan diri, jangan sampai membuat Aditya dan Kevin mengetahui bahwa dirinya sebenarnya sangatlah ketakutan.
"Kalian tahu, aku mempunyai seribu cara untuk keluar dari semua tuduhan kalian ini.." Bayu tertawa puas.
"Seperti yang sudah sudah..aku akan lolos kembali dari semua tuduhan kalian kepadaku.."
"Seperti kalian ketahui, aku bisa lolos setelah dua kali mencoba melecehkan Clara, begitu juga bisa lolos setelah menyuruh orang-orangku untuk memukuli Angga.."
"Sebenarnya aku kesal dia masih hidup, padahal aku sudah menyuruh mereka untuk menghabisinya.." Bayu terlihat kesal.
"Oh ya..? bagaimana cara kamu untuk lolos dari tuduhan kali ini.." Tanya Aditya
Bayu tersenyum.
"Tentu saja, aku akan berdalih dan mengatakan bahwa kalian menjebakku, kalian marah karena tuduhan palsu keluarga Handoko kepadaku beberapa waktu yang lalu ditolak oleh polisi, sehingga kalian menjebakku untuk tetap menjebloskan aku ke penjara.."
"Kalian menjebakku seolah-olah aku menculik dan akan melecehkan Clara.." Bayu tersenyum puas.
"Semua orang akan mempercayai aku terutama orang tuaku.."
"Jabatan dan posisi ayahku sangat berpengaruh, dia mempunyai banyak koneksi.."
"Sehingga mereka akan membebaskan aku kembali dari semua tuduhan.."
"Beres kan..?" Bayu tertawa puas.
Aditya dan Kevin juga ikut tertawa.
"Sudah..tidak ada yang ingin kamu katakan lagi..?"
"Ayo katakan semua yang ingin kamu katakan, sehingga semua orang mendengarnya.."
Bayu kaget.
"Semua orang..?"
"Iya..semua orang, karena semenjak penculikan Clara tadi sampai saat ini, kita sedang live streaming.." Lanjut Aditya sambil menunjuk kearah tas Clara.
"Apa..?" Bayu terlihat melihat tas kecil yang terus menerus dipegang oleh Clara daritadi.
"Kamu tahu..hampir setengah juta orang sekarang sedang menontonnya, aku harap kedua orangtuamu juga menonton.."
Clara tersenyum, dia menunjuk lubang kecil di tasnya, telah disetel sedemikian rupa sehingga bisa merekam semua kejadian menggunakan ponselnya.
"Aku tidak percaya..kalian pasti sedang mencoba membodohiku.." Ucap Bayu sambil mengambil ponsel dalam saku celananya.
Dia membelalakkan matanya, apa yang dikatakan oleh mereka semua adalah benar, dia melihat gambar dirinya dalam live streaming yang dilakukan oleh Clara.
"Matikan..cepat matikan.." Bayu mencoba merebut tas Clara.
Namun Aditya dan Kevin menghalanginya.
"Tamat sudah riwayatmu.." Kevin berbisik kepada Bayu.
Clara menghentikan live streaming.
"Seperti yang sudah kamu katakan tadi, kamu benar ayahmu mempunyai banyak koneksi dan itu membuat kami tidak mempercayai kepolisian lagi, sehingga kami mengambil langkah ini.."
"Bersiaplah..kamu akan viral besok, tanpa kami melaporkan, kamu akan ditangkap polisi..."
Bayu terdiam menahan amarah.
Aditya dan Kevin beserta Clara meninggalkan Bayu yang kini terlihat sangat ketakutan.
Ponselnya tidak berhenti berdering, membuatnya semakin frustasi dan membantingnya dengan sangat keras ke lantai.
Bayu berjalan mondar-mandir memikirkan langkah apa yang harus dilakukannya, haruskah sekarang dia kabur keluar negeri, sebelum polisi menangkapnya.
Bayu segera lari ke luar villa, dia tergesa-gesa menghampiri mobilnya yang terparkir tepat di depan pintu, namun tiba-tiba banyak lampu senter yang menyorot kepadanya.
"Angkat tangan..!!!!" Beberapa orang polisi menghampirinya dan menodongkan pistol.
----------------
Clara sampai dirumah, diikuti oleh Aditya dan Kevin dari belakang, tentu saja Annisa sudah menunggunya dengan cemas, terlihat Annisa yang ditemani oleh Fatimah dan Nadya berjalan mondar-mandir mencemaskan Clara yang sedang menjalankan misi bersama kedua kakaknya.
Handoko sebenarnya juga sangat cemas, namun dia sangat mempercayai Aditya dan Kevin yang pasti akan menjaga dan melindungi Clara, ditambah mereka juga membawa beberapa orang kepercayaannya.
Clara membuka pintu, dan menghambur ke pelukan Annisa.
"Mama senang kamu baik baik saja nak.." Ucap Annisa didalam pelukan putrinya.
"Aku baik baik saja ma..tidak terluka sedikitpun.." Clara mencoba menenangkan ibunya.
"Kamu tahu, mama sangat ketakutan, dari awal mama tidak menyukai ide gila ini.." Annisa terlihat menangis, dia melihat suaminya dengan kesal.
"Kita harus bersyukur karena Clara kembali dengan keadaan baik baik saja, bagaimana jika seandainya Bayu kalap dan........" Annisa tidak bisa melanjutkan kata-katanya.
Handoko tersenyum. Dia menghampiri Istri dan anaknya.
"Hanya ini satu-satunya cara agar Bayu masuk penjara.." Ucap Handoko memeluk istrinya dan Clara.
"Setelah ini, tidak ada lagi yang akan mengganggu putri kita.."
Semuanya juga merasa lega, berkat rencana yang disusun dengan rapi, juga kerja sama dari semuanya, akhirnya Bayu bisa ditangkap oleh polisi.
Malam itu Fatimah sekeluarga menginap dirumah ibunya, begitu juga Kevin dan anak istrinya.
Semuanya terlihat senang dan lega karena satu persatu masalah di keluarga mereka telah selesai.
Dan berharap agar tidak ada lagi yang menghampiri mereka.
---------------
Keesokan harinya.
Mengenai permasalahan Bayu semalam, Handoko sudah mengirim beberapa pengacara ke kantor polisi untuk mengurusnya.
Melalui pengacaranya, Handoko mengetahui bahwa Bayu sudah mengakui semua perbuatannya, sedangkan orang tua Bayu juga sudah meminta maaf kepada dirinya dan seluruh keluarganya dan menyerahkan semua urusan Bayu ke pihak kepolisian.
Masalah penculikan Clara menjadi trending topik hari ini, banyak wartawan yang sudah menunggu di depan keluarga Handoko untuk meminta keterangan, sehingga membuat Handoko, beserta Kevin dan Aditya belum bisa pergi ke kantor.
"Sudah..hari ini kalian bolos saja.." Ucap Annisa sembari membereskan meja makan.
"Iya..jarang sekali kita menghabiskan waktu bersama seperti ini.." Lanjut Clara.
Pemandangan itu memang sangat jarang terjadi, dimana mereka berkumpul secara utuh, terlihat Zahra dan Nabila yang sedang berlarian kesana kemari, Annisa yang bermain main bersama dengan Zidane, sedangkan Clara beserta Nadya dan Fatimah sibuk melihat lihat model tas dan sepatu terbaru.
Sedangkan para lelaki, sibuk mengobrol membicarakan banyak hal.
"Iya..kalian bolos saja.. sebaiknya kita dirumah seharian, karena kalau keluar, maka kalian akan terus dikejar oleh para wartawan.." Ucap Fatimah.
Para lelaki hanya bisa tersenyum, para istri memang tidak mengerti jika pekerjaan mereka sudah menunggunya dan sekarang pasti sudah menumpuk diatas meja kantornya.
Namun mereka berpikir apa yang dikatakan oleh Fatimah benar, mereka sudah membayangkan apa yang akan terjadi jika tetap memaksakan diri pergi ke kantor, mereka akan menjadi incaran para wartawan.
"Baiklah..seharian ini kita akan bersenang-senang dirumah.." Kevin membuka kemeja dan celananya, dengan hanya mengenakan celana pendek dia terlihat melompat ke dalam kolam renang.
Aditya tak mau kalah, dia melakukan hal yang sama, dia menceburkan diri seperti Kevin.
Mereka memanggil Zahra dan Nabila yang juga berjingkrak ingin ikut berenang bersama mereka.
Fatimah dan Nadya menggelengkan kepalanya melihat suami mereka yang bertingkah konyol.
Handoko dan Annisa hanya tertawa melihat kegembiraan anak cucu dan menantunya.
--------------
Kepada readers setia.
Ini adalah bab terakhir. Tapi novel ini belum tamat
Akan ada extra part sampai akhir bulan ini.
Extra part saya buat untuk membahas lebih detail mengenai :
- Hubungan Clara dan Angga
- Dibalik cerita pernikahan Annisa dan Handoko
- Zahra Dewasa
- Reaksi Zahra mengetahui Fatimah bukan ibu kandungnya
- Pertemuan Zahra dan Sherly
Terima kasih sudah berkenan membaca novel perdana saya.
Jujur saya sangat senang mengetahui novel ini mempunyai banyak penggemar, ini benar-benar diluar ekspektasi saya, mohon maaf apabila banyak kesalahan dan kurang memuaskan bagi para pembaca.
Untuk kalian yang dengan setia terus memberikan like dan komentar terima kasih, mohon maaf sekali lagi karena saya yang tidak pernah membalas komentar dari kalian semua,harap dimaklumi, karena kesibukan real life saya yang seorang ibu mempunyai dua anak balita.
Saya sudah pasti membaca semua komentar dari kalian, namun tidak punya waktu untuk membalasnya satu persatu, karena jika ada waktu luang saya lebih memfokuskan untuk terus menulis.
Sekali lagi terima kasih.😘😘😘😘😘😘