My Kids My Hero

My Kids My Hero
RASA YANG MENGGILA



Deheman dari Audrey dan Axelle membuat sepasang mata yang kini saling menatap akhirnya terhenti. Seseorang yang sempat terpisah cukup lama akhirnya tersadar bahwa saat itu ada orang lain di sekitarnya. Membuat wajah Laura bersemu merah menahan rasa malu nya. Terlebih anak kembar nya melihat hal bodoh yang dia lakukan. Sedangkan Devian mencoba bersikap profesional dengan memulai pembicaraan nya, menjelaskan secara rinci bentuk kerjasama yang akan mereka lakukan. Devian juga berharap agar Axelle bisa melakukan lebih cepat untuk menyelesaikan proyeknya kali ini.


Axelle dan Laura langsung menyetujui tawaran kontak kerja sama dari Devian. Karna ini kesempatan emas bagi Perusahaan Axelle untuk melebarkan sayap di Indonesia terlebih bisa kerjasama dengan perusahaan yang sudah terkenal di publik. Hal itu membuat Devian tersenyum penuh arti. Jo sangat tahu jika Tuan nya pasti memiliki rencana untuk bisa selalu berdekatan dengan wanita pujaannya.


Audrey terus memandang wajah Devian yang sedang berbicara panjang lebar. Sungguh dirinya merasa kagum dengan sosok Devian yang memiliki wajah tampan dan berwibawa dalam bersikap. Begitu juga dengan sosok Laura yang selalu kagum dengan sosok Devian. Berbeda hal nya yang di lakukan  Axelle, meskipun hatinya penuh tanya tentang laki – laki di hadapannya, namun berusaha bersikap biasa. Sungguh dalam hati mereka berdua mengisyaratkan bahwa Devian adalah Daddy yang selama ini dia cari. Namun mereka masih harus mengumpulkan puzzle yang belum terkumpul untuk mencari kebenaran sebenarnya.


“ Setelah ini aku harus secepatnya mencari tahu semuanya. Mengapa Mommy seperti tak mengenal Daddy. “ Umpat Axelle dalam hati.


Kontrak kerjasama antara perusahaan milik Axelle dan juga Devian telah di tanda tangani kedua belah pihak. Perwakilan perusahaan Axelle di tanda tangani Laura. Karna meskipun Axelle pengusaha hebat namun dirinya tetap lah anak di bawah umur yang masih harus dalam tanggungjawab orang tuanya.


 


Saat ini jantung kedua dewasa itu masih berdegup sangat kencang. Rasa yang menggila seperti orang yang sedang merasakan jatuh cinta dan saling mengenal dekat. Devian yakin jika dirinya sangat mencintai Wanita di hadapannya, berbeda hal nya dengan Laura yang tak mengerti apa yang dia rasakan. Sungguh hatinya tak bisa membendung rasa yang menggila yang dia rasakan saat ini.


Hari yang sangat membahagiakan bagi Devian, karna hari ini adalah hari kemenangan untuk menyatukan perusahaan dirinya dengan perusahaan sang anak. Setelah penandatangan kontrak selesai, Devian mengajak Laura dan kedua anak nya untuk makan siang di sebuah restoran mewah yang sudah di reservasi asisten Jo. Setelah itu mereka akan langsung meninjau lokasi untuk perusahaan baru mereka.


 


Devian berjalan menggandeng tangan Audrey. Bahkan tanpa malu nya dirinya bersikap manja memeluk Devian


seperti kepada Daddy nya. Sedangkan Laura beriringan dengan Axelle. Sungguh suasana yang hangat yang di rasakan Laura. Terlebih Devian sangat perhatian kepada kedua anaknya. Bukan hanya sebagai klien, namun Devian seperti Daddy dari anak – anaknya Meskipun Axelle sudah bicara ketus pada Audrey untuk tidak melakukan hal itu.


" Sungguh keluarga bahagia jika seperti ini. Semoga Nyonya Laura dan anak anda bisa menerima anda. Selamat berjuang untuk memenangkan hati Nyonya Laura. " Ucap Jo dalam hati.


Makan siang sungguh penuh cinta. Jo pun memilih untuk pergi meninggalkan mereka, untuk memberi kesempatan


untuk keluarga kecil yang baru berkumpul setelah sekian lama terpisah. Agar mereka bebas mengobrol. Di sela - sela makan siangnya, Devian mencoba membuka obrolan menanyakan hal pribadi tentang kehidupan Laura.


" Nyonya Laura, apa aku boleh bertanya sedikit tentang mu ? " Tanya Devian hati - hati. Karna bukan Laura yang dia takuti, tapi tatapan anak laki - laki nya lah yang sangat menakutkan sedang menatap nya tajam.


" Boleh...silahkan. Apa yang Tuan Devian ingin tanyakan ke saya ? " Ucap Laura santai.


anda. Hingga saat Tuan Ronald pergi ke dunia pun, anda tak hadir. “ Tanya Devian.


Wajah Laura berubah menjadi mendung kala mengingat ucapan dari Devian. Kenangan buruk tentang masa lalu


dirinya dulu yang kelam, teringat Kembali. Hal itu tak terlepas dari pandangan kedua anaknya dan juga Devian.


" Ada permasalahan di keluarga ku, hingga Daddy ku terpaksa mengirimkan aku ke Inggris. Karna dirinya tak ingin nama baiknya tercoreng, maka dirinya menutup semuannya dari pubik. “ Ungkap Laura.


Kini giliran Devian yang hati nya tersentak mendengar ucapan Laura. Membuat dirinya teringat akan kesalahan yang di perbuat dulu dan menyesali kesalahannya. Dengan membuat Laura hamil dan meninggalkan dirinya. Sungguh penyesalan seumur hidup yang dia rasa bila tak memiliki anak kembarnya. Terlebih Laura sangat pintar dalam mengurus dan membesarkan kedua anak “ kembarnya. Terlahir tampan cantik dan genius. Suatu kebanggaan yang dia miliki.


“ Tuan Devian tahu tidak, jika dulu aku pernah mengagumi sosok anda. Kau ini adalah idola ku. Sungguh takdir yang sangat lucu. Akhirnya pada hari ini kita bisa saling mengenal dekat. Suatu kebanggaan buat kami bisa mengenal dekat dengan anda dan menjalin Kerjasama dengan anda. Alangkah bahagiannya istri anda bisa memiliki anda seutuhnya. “ Ujar Laura sambil tersenyum.


Seeeerrr...


" Sungguh senyum nya membuat candu bagiku. Membuat diriku melambung tinggi. Rasa yang menggila untuk diriku. Aku akan berusaha mendapatkan mu… " Ucap Devian dalam hati sambil tersenyum.


" Senyumnya sungguh menghangatkan diriku. Sungguh membuat rasa ini menggila. Mungkinkan aku sudah jatuh hati pada nya, bukan hanya mengagumi dirimu ? Sayangnya pasti dirinya pasti sudah memiliki istri atau kekasih." Ucap Laura lirih dalam hati.


“ Sayangnya sampai saat ini aku belum menikah atau pun belum memiliki kekasih, karna aku masih menunggu Wanita pujaan yang sempat pergi meninggalkan diriku. “ Sahut Devian sambil menatap dalam wajah Laura, membuat wajah Laura bersemu merah seperti ucapan itu tertuju padanya.


Audrey dan Axelle hanya bisa saling memandang memperhatikan kedua orang tua nya. Audrey berharap Devian


adalah Daddy nya, berbeda hal nya dengan Axelle yang masih bersikap dingin sampai saat ini.


Setelah selesai makan, mereka pergi menuju lokasi yang akan di tuju. Selama dalam perjalanan tak ada kata yang terbit dari bibir Laura atau pun Axelle hanya Audrey yang terus bersikap manja pada Devian. Kini mereka telah sampai di Gedung perkantoran yang sangat mewah yang akan menjadi saksi untuk kesuksesan Daddy dan anaknya.


Asisten Jo terus memeperhatikan gerak gerik Tuannya kepada Laura dan kedua anak kembarnya. Dirinya merasa senang, karna setelah sekian lama senyum itu menghilang dari wajah Devian kini terbit Kembali. Bahkan Devian terus menampilkan wajah senyum bahagia selama bersama Laura dan kedua anak kembarnya.