
Pertemuan Laura dengan Michael
Suasana hening kini menyelimuti ruangan tersebut. Bahkan melihat mood Tuannya yang tidak baik, membuat dirinya memilih untuk berpamitan menjemput kembar di sekolah. Bahkan Laura memilih untuk ikut serta dengan Jo menjemput kedua anak nya.
Saat Laura berpamitan pergi pun, Devian hanya diam terpaku. Tapi Laura tak menghiraukan sikap suaminya yang tiba – tiba saja berubah padanya. Justru kini yang ada di dalam otaknya Devian. Laura yakin pasti Michael saat ini sedang merencanakan sesuatu untuk menghancurkan sang suami.
“ Jo…turunkan saya di depan saja. Ada hal penting yang harus saya lakukan. Kamu segera jemput kembar dan antarkan ke rumah. “ Perintah Laura.
Jo terpaksa menuruti kemauan sang Nyonya, meskipun awalnya dirinya keberatan karna takut mendapatkan amukan dari Tuannya. Bahkan saat dulu belum menjadikan Laura istrinya saja, Devian sudah bersikap possesif, tak membiarkan Laura pergi sendiri jika terpaksa.
Taksi yang membawa Laura kini telah sampai di perusahaan Michael. Dengan berani Laura melangkahkan kaki nya menuju ruangan yang di tuju, yaitu ruangan di mana Michael berada.
Setelah mendapat informasi dari Jo, rasa marah Devian berubah menjadi perasaan cemas. Bagaimana tidak, sejak tadi ponsel Laura tak bisa di hubungi, bahkan dirinya kehilangan jejak karna kondisi ponsel Laura mati sehingga dirinya tak bisa melakukan pelacakan. Hanya daerah terakhir yang dia ketahui saat terakhir kali ponsel Laura masih aktif.
Devian terlihat uring – uringan. Dia merasa takut jika Laura akan pergi meninggalkan dirinya Kembali seperti dulu membawa serta anaknya kembali yang masih dalam kandungan. Bahkan Devian terus menerus memarahi Jo karna telah berbuat hal yang bodoh.
Sedang Laura saat ini sedang berada Bersama Michael. Tujuannya dating menemui Michael bukan untuk merajut cinta Kembali, namun dirinya meminta untuk tidak mengganggu hubungannya dengan Devian. Bahkan Laura
sempat memperingatkan Michael bahwa suaminya bukanlah orang biasa, dirinya bisa saja melakukan apapun.
Namun bukannya merasa ketakutan, justru Michael malah tertawa terbahak – bahak seperti orang yang tak waras.
Grep..
Michael memeluk tubuh Laura dari belakang membuat kini tubuh Laura bergetar hebat. Bukan karna menikmati, namun dirinya merasa takut jika sang suami mengetahui hal ini. Dia tak ingin akan terjadi salah paham di antara mereka.
“ Lepaskan bring*** ! Jangan sentuh aku ! Aku sudah memiliki suami. “ Ucap Laura sambil berusaha untuk mendorong tubuh Michael.
Namun sungguh naas, karna kurangnya keseimbangan justru tubuh Laura ikut terhuyung menindih tubuh Michael. Membuat Laura merasa shock dan pingsan.
Michael melihat yang terjadi pada Laura\, langsung merasa panik. Bagaimana pun dirinya sangat mencintai Laura\, wajar jika diirnya tak ingin terjadi sesuatu pada Laura. Bahkan darah segar pun keluar dari sela******* Laura.
Michael merasa panik, dengan sigap dirinya langsung menggendong tubuh Laura dan membawa Laura ke rumah sakit.
“ Honey…maafkan aku sudah menyakiti dirimu ! Ku mohon bersabarlah, aku tak ingin jika terjadi sesuatu padamu. Apa Laura sedang hamil ? Oh Tuan semoga bayi dalam kandungan Laura baik – baik saja, aku yakin Devian akan marah padaku jika sampai kehilangan bayinya. “ Umpat Michael dalam hati.
Melihat Laura terbaring lemah tak sadarkan diri dengan wajah yang pucat, membuat Michael merasa sangat cemas. Meskipun dirinya bukan suaminya, namun dirinya merasa khawatir jika akan terjadi sesuatu yang bisa membahayakan nyawa Laura.
Mobil Michael sudah sampai di depan rumah sakit. Michael langsung menggendong tubuh Laura dan membaringkan tubuh Laura ke brankar rumah sakit.
Sambil menunggu dokter melakukan tindakan pada Laura, dirinya terlintas pada sosok Devian suami Laura.
“ Oh Tuhan apa yang harus aku bicarakan pada Devian. Apa aku sebaiknya tak memberi tahu pada Devian tentang kondisi Laura saat ini…Tapi…tidak…tidak Devian harus mengetahuinya, bagaimana pun Devian adalah suami Laura. “ Ucap Michael yang saat ini terlihat panik.
Michael meraih ponsel Laura yang berada di tas milik Laura. Perlahan Michael menghidupkan ponsel milik Laura. Hati nya terasa sakit saat melihat wallpaper di layar ponsel Laura menunjukkan foto kebersamaan Laura bersama anak dan juga suaminya.
Lamunan Michael terhenti saat mendengar ponsel Laura berbunyi. Dengan ragu diirnya menekan tombol hijau untuk mengangkat panggilan dari Devian.
“ Halo… “ Ucap Michael menjawab panggilan ponsel dari Devian.
“ Silahkan anda ke rumah sakit xxxx\, karna istri anda sedang di tanganin pihak dokter karna mengeluarkan darah dari sela******* miliknya. “ Sahut Michael.
“ Apa ? Baik saya akan segera ke sana. “ Ujar Devian.
Devian langsung berlari ke parkiran mobilnya. Untungnya Jo memakai mobilnya sendiri, jadi tak perlu menunggu Jo, Devian segera pergi.
“ Tuhan…ku mohon lindungilah istri dan anak ku ! “ Gumam Devian di dalam perjalanan menuju rumah sakit.
Mobil mewah Devian telah sampai di perkiran mobil, dirinya langsung berlari bergegas mencari keberadaan Laura. Namun langkahnya terhenti saat dirinya melihat sosok Michael di sana.
“ Kamu ? Mengapa Kamu di sini ? Apa yang kau lakukan pada Laura ? “ Serentetan pertanyaan keluar dari mulut Devian kepada Michael.
“ Kehadiran saya di sini untuk menolong istri anda. “ Ucap Michael bohong.
“ Menolong ? “ Ucap Devian sambil mengerutkan keningnya mencoba berpikir.
“ Ya…saat tadi saya melalui jalan, saya melihat istri anda yang tergeletak di jalan. Lantas saya menolongnya. “ Sahut Michael lagi – lagi berbohong, karna dirinya merasa takut jika Devian mengetahui kebenaran yang terjadi.
“ Terima kasih. Lalu di mana istriku ? Bagaimana kondisi nya ? “ Tanya Devian, namun bertepatan dengan dokter yang menangani Laura keluar.
“ Untungnya anda segera membawa Nyonya Laura tepat waktu, jika tidak mungkin saja Nyonya Laura akan kehilangan bayinya bahkan nyawanya pun terancam. “ Ucap Dokter Louis yang menangani Laura.
“ Syukurlah tidak terjadi sesuatu pada istri dan anakku. Terima kasih dok…Apa saya sudah bisa menemuinya ? “ Ujar Devian.
“ Silahkan…namun untuk sekarang Nyonya Laura masih dalam kondisi tak sadarkan diri. Tapi tim medis sedang mempersiapkan kepindahan dirinya ke ruang perawatan. “ Sahut Dokter Louis.
Setelah memberi informasi pada Devian, Dokter Louis berpamitan pergi meninggalkan mereka berdua yang masih diam terpaku.
“ Terima kasih atas pertolongan anda Tuan Michael. Sebagai imbalannya aku akan menyetujui kontrak Kerjasama perusahaan saya dengan perusahaan anda. Nanti asisten ku yang akan mengurus semua nya . “ Ucap Devian
membuat Michael bersorak gembira dalam hati.karna pada akhirnya Devian menyetujui keinginannya.
Michael berpamitan pulang, sedangkan Devian memilih memasuki ruang rawat Laura. Laura kini masih terlihat pucat dan terbaring lemah. Devian terus mengerutuki kesalahannya karna sempat mendiamkan sang istri hingga akhirnya istrinya berbuat nekat pergi meninggalkannya.
Like
Comment
Vote
Hadiah