My Kids My Hero

My Kids My Hero
RENCANA DEVIAN DAN KEDUA ANAK KEMBAR NYA



" Halo Mom...kita ketemu di apartemen saja nanti. Tuan Devian akan mengantarkan kami langsung ke sana setelah pekerjaan ku selesai. " Ucap Axelle di panggilan telepon sambil melirik ke arah Daddy nya.


" Baiklah...kabarin Mommy jika telah di Lobby. Sampaikan ke Tuan Devian dan asisten Jo, agar mereka mau menerima tawaran Mommy untuk makan malam bersama sebagai ucapan terima kasih telah menjaga kalian hari ini. " Sahut Laura.


" Siapkan makanan terenak buatan Mommy ya untuk kami. " Ujar Audrey yang langsung merebut ponsel milik Axelle.


" Dad... Mommy mengundang Daddy dan om Jo untuk makan malam di apartemen kami malam ini. Ini kesempatan buat Daddy mengambil hati Mommy. Bahkan kalau bisa Daddy langsung saja melamar Mommy..." Ucap Audrey yang langsung mendapat tatapan tajam dari sang kakak.


" Dengan senang hati Daddy akan melakukan nya. Nanti segera lah kalian masuk ke kamar setelah makan. Kasih kesempatan buat Daddy untuk berdekatan dengan Mommy ya...Dan untuk kamu Jo. Tak perlu kau menerima tawaran dari Mommy anak - anak untuk makan bersama. Segera lah meminta izin berpamitan pulang. " Sahut Devian tersenyum licik.


" Tuan tenang saja, dengan senang hati saya untuk tidak ikut makan malam bersama keluarga anda. " Umpat Jo dalam hati.


" Tunggu dulu Tuan Devian yang terhormat. Tidak semudah itu saya akan memenuhi permintaan anda. Lakukan dulu permintaan saya tadi pada anda untuk melakukan tes DNA, agar saya benar yakin memang anda adalah Daddy kami. " Ujar Axelle Dingin.


" Jo, apa sudah siap semua nya ? Kita berangkat sekarang ke rumah sakit. Agar anak - anak ku bisa yakin bahwa aku lah memang Daddy nya. " Sahut Devian yang kesal dengan penolakan Axelle terhadap dirinya.


" Sudah Tuan. Mari kita berangkat sekarang ! " Ucap Asisten Jo.


Mereka berempat akhirnya keluar dari perusahaan baru milik Devian dan Axelle. Audrey terlihat sekali sangat manja. Bahkan kini sang Daddy menggendong nya tak membiarkan anak gadisnya berjalan.


Kini mobil mereka melaju ke rumah sakit ke tempat Devian akan melakukan tes DNA terhadap kedua anak kembarnya. Sedangkan kini Laura telah sampai lebih dulu di apartemen. Dirinya akan segera memasak untuk makan malam mereka.


Kehidupan susah yang di rasakan Laura dulu membuat dirinya menjadi sosok yang mandiri. Dan pelajaran dirinya saat menjadi waitres di sebuah restoran membuat pengalaman untuk Laura mempelajari dari para koki di restoran tersebut. Rasa ingin tahunya membuat dirinya kini pandai membuat aneka macam makanan yang selama ini selalu memanjakan lidah kedua anak kembarnya.


Mobil yang membawa Devian dan kedua anaknya kini telah sampai di rumah sakit. Devian turun sambil menggandeng tangan Audrey. Sedangkan Axelle memilih untuk berjalan sendiri sejajar dengan sang Daddy. Semua petugas rumah sakit langsung menunduk memberi hormat kepada pengusaha hebat. Namun banyak juga orang yang melihat mereka menjadikan gosip bagi mereka mengobrol.


Dengan mata kepala mereka sendiri, dirinya melihat bahwa apa yang di bicarakan selama ini adalah benar bahwa Devian adalah ayah dari Axelle sang anak genius. Selama ini mereka hanya mengira semua ini hanya kebetulan saja.


Serangkaian tes DNA telah di lakukan. Besok Devian baru bisa mendapatkan hasilnya.


Setelah selesai Axelle mengajak Devian untuk segera pulang ke apartemen nya. Karna dirinya sudah merasa lelah. Hal ini menjadi angin segar buat Devian untuk bisa berlama - lama dengan Laura.


" Mom...aku menuju pulang ke apartemen. Jemput lah kami ke Lobby. Nanti aku kabarin lagi. " Pesan chat Axelle kirim ke ponsel sang Mommy.


Laura yang masih sibuk fokus memasak, tak tahu jika di dalam kamar ponsel nya berbunyi ada pesan dari Axelle.


Kini mobil mereka telah sampai. Axelle, Audrey, dan Devian memilih menunggu di Lobby sebelum sang Mommy sampai. Sedangkan asisten Jo memilih pulang ke apartemen nya sambil menunggu Tuannya nanti meminta jemput.


Ponsel Laura terus berdering terus menerus hingga akhirnya Laura menghentikan dulu masak dari berjalan kamar.


" Ya El...Ada apa ? " Tanya Laura santai.


" Apa Mommy tak membaca pesan dari ku sebelumnya ? Jemputlah kami di Lobby sekarang, kami sudah di sini. " " Ucap Axelle.


" Apa kalian sudah sampai ? Gimana ya Mommy belum selesai memasak, bahkan Mommy kini masih memakai pakaian di dapur. Tunggu lah di sana, Mommy akan segera ke sana. " Ungkap Laura.


Laura berganti pakaian ala kadarnya. Sederhana namun sopan. Tanpa riasan sedikit pun. Bahkan rambutnya kini hanya di kuncir tinggi saja.


Jantung Laura berdegup sangat kencang. Bahkan mendengar Devian datang. Entah mengapa dirinya merasa bahagia. Bahkan kini senyum nya pun terbit dan mata nya sangat berbinar seperti layaknya orang yang sedang jatuh cinta.


" Tenangkan hati kamu Laura. Bersikaplah biasa ! Jangan terlalu cepat mengambil keputusan. Bisa saja karna Tuan Devian memang menyukai anak kecil karna di usia nya yang sudah matang belum juga menikah apalagi memiliki anak. " Ujar Laura menenangkan hatinya.


" Hei...Dad...Apa Mommy sangat cantik sampai Daddy sangat terpesona melihat nya ? " Ucap Audrey membuat kedua orang dewasa itu tersenyum malu bahkan kini wajah Laura sudah memerah.


" Maaf Tuan sudah menunggu lama di sini. Karna saya tidak tahu jika kalian akan datang cepat. Terlebih saya terlalu asyik memasak hingga tak sadar ponsel ku terus berbunyi. " Ucap Laura sambil tersenyum.


" Ayolah kita segera pergi dari sini. Aku sudah terlalu lelah. Apa Mommy dan Tuan Devian hanya ingin terus mengobrol saja di sini. Sini berikan kartu pass Mommy pada ku. " Sahut Axelle kesal melihat kedua orang tuanya malah saling menunjukkan rasa senang karna bertemu.


" Hei...mengapa kamu menjadi tak sabaran begini ? Baiklah...ayo kita semua naik. Mari Tuan Devian. " Ucap Laura mengajak Devian.


Tak ada sepatah kata yang keluar dari mereka selama perjalanan. Kini mereka telah sampai di kamar apartemen Laura.


" Silahkan masuk Tuan. Duduk lah dulu di sini. Aku masih harus menyelesaikan memasak. Aku juga harus mengurus anak ku dulu sebentar. Karna aku yakin mereka sangat lelah dan kotor. Aku tak ingin mereka sampai sakit karna kuman. Santai lah dulu anda di sini. " Ucap Laura sambil menyalakan televisi agar Devian tak merasa jenuh.


Dengan sigap Laura langsung memandikan kedua anak nya dan memakai kan pakaian kedua anaknya yang bersih. Hal itu tak terlepas dari pandangan Devian. Sungguh dirinya merasa senang melihat kasih sayang dan perhatian Laura pada kedua anaknya.


Wajah nya sedikit muram dan dada nya terasa sesak kala ingat kejahatan yang dia lakukan dulu pada Laura. Dan begitu tega membuat Laura hamil dan tak mengetahui siapa orang yang menghamili dirinya sampai sekarang. Namun Devian merasa sangat bangga. Meskipun dirinya hamil tanpa suami, dia tetap berjuang mempertahankan buah cinta nya bahkan bisa membesar kan kedua buah hatinya. Belum lagi Laura telah menjadikan kedua anaknya menjadi sosok anak genius.


Axelle dan Audrey memilih beristirahat di kamar membiarkan sang Mommy untuk dekat dengan Daddy nya. Laura membuatkan teh hangat dan cemilan kue yang baru saja dia buat.


Perhatian Laura membuat rasa cinta Devian bertambah. Bahkan merasa hangat di dekat Laura. Bukan hanya cantik dan sexy yang bisa memuaskan dirinya di ranjang , namun Laura juga adalah seorang ibu yang luar biasa. Sosok yang lembut dan penyayang.


Devian berjalan mendekati Laura yang masih sibuk memasak. Laura memasak dengan sangat cekatan.


" Me...mengapa Tuan ke sini ? Tunggulah di sana. Sebentar lagi masakan ku semua nya selesai. " Ucap Laura gugup karna Devian kini sudah berada di sampingnya. Aroma mint dari tubuh Devian menyerbak di penciuman Laura membuat dada Laura berdegup kencang dan mengingat wangi yang dia rasakan dulu saat dirinya melakukan one night.


" Mengapa wangi nya sama seperti dengan lelaki breng*** itu. Tapi mana mungkin\, ini semua hanya perasaan ku saja. " Ucap Laura lirih dalam hati.


Tanpa basa basi Devian langsung meraih piring berisi saus tiram dari tangan Laura. Namun Laura mencoba mencekal nya. Kini kedua mata mereka saling menatap. Namun Laura mencoba mengalihkan nya sebelumnya hati nya berkeinginan lebih.


" Mengapa Tuan lakukan. Biarlah saya saja yang menaruhnya. " Ucap Laura yang langsung meraih piring tersebut dari Devian.


" Ok baiklah...Boleh kah saya masuk ke kamar anak - anak ? Perut ku sudah terasa lapar mencium aroma masakan anda. " Ucap Devian tanpa malu.


" Silahkan...Tuan panggil saja mereka berdua, saya akan menyiapkan makanan. " Ucap Laura.


Devian dengan senang hati masuk ke kamar kembar. Bahkan dia juga sudah tidak sabar bisa masuk dan tidur di kamar Laura. Terlebih sang soulmate kini sudah bergerak membuat celana kini terasa penuh. Ingin rasanya dirinya mengulang olahraga ranjang bersama Laura dulu.


Aneka makanan sudah tertata rapi. Cumi saus Padang, udang saus tiram, dan makanan western asal Inggris pun sudah tersaji rapi di meja makanan.


Devian ke luar bersama kedua anak kembarnya. Devian duduk berdampingan dengan Audrey dan berhadapan dengan Laura.


" Wah...masakannya terlihat sangat lezat. Bahkan makanan Bubble and Squeak , Roast Meat , dan pie ada juga. Apa Nyonya Laura kursus masak ? Hingga sekarang bisa mahir membuat makanan Indonesia dan juga Inggris. " Sahut Devian dengan mata berbinar.


" Tidak... Bahkan dulu saat ku gadis, tidak pernah sedikit pun diriku menginjakkan kaki ke dapur. Semua di urus bibi


di rumah. Tapi aku sempat bekerja di sebuah restoran untuk bertahan hidup membesarkan kembar, dan aku selalu berusaha untuk mempelajarinya lewat koki di restoran tempat ku bekerja. Terlebih setelah anak ku terlahir. Aku Selalu ingin membuatkan mereka makanan dari tangan ku sendiri. " Ucap Laura


Laura langsung menyendok kan makanan untuk kedua buah hati nya dan juga Devian. Sungguh seperti keluarga yang harmonis dan lengkap. Mereka berempat menikmati acara makan malam bersama.


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian dan mohon maaf jika kakak author lainnya yang sudah mendukung karyaku namun terkadang motif dukungan telat masuk membuat feedback dari aku ke kalian telat...Semoga kalian tetap mau bersabar ya karna aku pastikan akan feedback balik karya kalian.... 🙏🙏😍😘😃