
SEMUA DEMI DIRIMU
Setelah pekerjaannya selesai, Devian langsung menghampiri Mira yang sudah merasa gelisah karna Devian sejak
tadi tak memepedulikkan kehadirannya. Tanpa rasa ragu Mira langsung menandatangani surat pengalihan hak atas perusahaan Ronald Smith.
Devian tersenyum Bahagia kala dirinya bisa mengambil yang menjadi hak Wanita pujaannya. Namun Mira mengira
jika Devian melakukan hal itu karna Devian mencintai dirinya.
“ Semua Demi Dirimu…” Ucap Devian dalam hati.
“ Sayang…ayo temani aku mencari sebuah rumah untuk kita tempati setelah kita menikah. Aku ingin kau yang memilihnya. “ Ucap Mira manja namun Devian masih tetap bersikap biasa.
“ Maaf sekali…hari ini aku sangat sibuk. Belum bisa menemani dirimu. Karna aku harus segera berangkat meeting bersama klien. Bagaimana jika sekarang kau mengurus dulu jual beli rumah yang kau tempati ! “ Sahut Devian.
“ Ya sudah…Aku akan pulang sekarang..” Ujar Mira dengan wajah cemberut karna Devian tak menuruti keinginannya.
Dengan perasaan kecewa Mira keluar dari kantor Devian.
“ Ayo Jo…kita kembali ke kantor Axelle ! “ Ucap Devian penuh semangat.
Mobil yang membawa Devian sudah terparkir rapi. Devian berjalan dengan gagah. Tanpa mengetuk pintu lagi, Devian langsung masuk ke ruangan Axelle.
“ Daddy….Daddy dari mana ? “ Ucap Audrey yang langsung berhambur ke tubuh bidang Daddy nya. Laura juga ikut
menengok ke arah Audrey berlari.
Laura merasa malu dengan kelakuan Audrey yang menganggap Devian sebagai Daddy nya. Namun di lubuk hatinya paling dalam ada perasaan Bahagia melihat kedekatan buah hatinya dengan Devian.
“ Tuan…apa Axelle pulang lebih cepat ? Saya dan kembar harus menjemput papi Goorge di Bandara dan menemani dirinya ke apartemen. “
Devian menghela nafas panjang merasa kecewa dengan sikap Laura tak memikirkan perasaannya.
“ Silahkan saja…Apa perlu Jo mengantar kalian ? “ Ucap Devian.
“ Terima kasih atas kebaikan Tuan. Biar kami menyewa taksi online saja. Aku tak mau merepotkan anda. Apa besok saya boleh membawa papi anak – anak ke kantor ini ? “ Ujar Laura.
“ Lakukan apa yang ingin kamu lakukan ! Semua demi dirimu… “ Ucap Devian datar.
Mendengar ucapan Devian, Laura menjadi salah tingkah. Wajahnya menjadi merah merona menahan rasa malunya. Ada perasaan senang dalam hatinya saat mendengar pujian dari Devian.
“ Jika sudah tak ada yang ingin di bicarakan, saya permisi dulu. “ Ucap Devian dingin.
Devian langsung meninggalkan ruangan Axelle di ikuti asistennya.
“ Kita pergi ke kantor Andre saja…” Ucap Devian.
Selama dalam perjalanan tak ada satu kata pun terlontar dari mulut Devian. Devian lebih memilih untuk memandang luar jendela selama perjalanan. Memikirkan kedatang Goorge yang bisa saja membuat rencananya gagal.
Kini Devian telah sampai di kantor pengacaranya. Dirinya langsung berkonsultasi dan menyerahkan dokumen yang telah di tanda tangani oleh Mira. Rasa Bahagia Devian bertambah kala dirinya mendapat berita dari Mira bahwa transaksi jual beli rumah Thomas sudah berhasil di lakukan.
“ Saat ini saya masih di Bandara. Apa tak bisa di bicarakan besok saja. Karna seperti saya akan kembali ke apartemen larut malam. Karna setelah ini saya akan mengajak Goorge makan dan mengantarkan nya ke apartemen yang akan dirinya tempati. Mungkin kami juga akan lama untuk mengobrol mengenai semua hal di Inggris. “ Ucap Laura yang merasa bingung dengan permintaan Devian.
“ Apa kau tak ingin menghargai diriku yang sudah berjuang untuk anda. Ini adalah hal yang sangat penting untuk anda. Semua untuk dirimu saya melakukan hal ini. “ Sahut Devian membuat Laura merasa malu jika menolaknya.
“ Ok… Saya akan segera bertemu di apartemen. Nanti saya kabarin bila saya sudah di apartemen. “ Ucap Laura.
Laura merasa penasaran dengan apa yang ingin Devian bicarakan. Dia juga tak ingin mengecewakan Devian yang sudah sangat baik terhadap dirinya dan kedua anaknya.
Pesawat yang membawa George kini sudah mendarat. George berjalan sambil mata nya terus mencari keberadaan
Laura. Langkahnya terhenti kala mendengar teriakan Audrey memanggil dirinya papi George. Audrey langsung Berhampur ke pelukan laki – laki yang selama ini di sebutnya papi.
George langsung mencium mesra Audrey. Memang sejak dulu Audrey dan Axelle sudah sangat dekat dengan George, mereka menyayangi George seperti papi kandungnya. Sedangkan Axelle seperti biasa hanya bersikap biasa meskipun dirinya juga menyayangi George.
George merasa Bahagia kala bisa melihat Kembali Wanita cantik di hadapannya. Namun ada perasaan yang berbeda yang di rasakan Laura. Tak ada getaran atau pun desiran saat dirinya berdekatan dengan George tak seperti yang di rasa saat dirinya di dekat Devian.
Sudah bertahun – tahun George hadir di hidupnya, namun tak ada rasa yang spesial yang menggoyahkan hatinya
untuk menerima George di relung hatinya terdalam.
Taksi online mereka membawa ke sebuah restoran mewah di daerah Jakarta. Mereka sempat berbincang – bincang, namun tiba - tiba pikiran Laura teringat akan sosok Devian yang sudah menunggunya. Setelah semua selesai makan, Laura mengajak George ke apartemen tempat George akan menginap dalam beberapa hari. Setelah mengantarkan, Laura langsung berpamitan pulang meskipun George sempat menahannya masih ingin mengobrol dengan Laura dan kembar.
Untungnya Audrey berakting merengek sudah mengantuk, jadi ada alasan untuk Laura berpamitan pulang yang membuat George tak berkutik.
“ Saya sudah menuju pulang, jika ingin ke apartemen. “ Laura mengirim pesan chat pada Devian.
“ Jo antarkan saya ke apartemen Axelle sekarang. “ Ucap Devian
Jo dengan sigap langsung menjemput Tuannya di apartemen Tuannya. Untungnya apartemen Jo letaknya tak jauh dari apartemen Devian. Hanya dengan 10 menit kini dirinya telah sampai di apartemen Tuannya.
Devian menekan tombol bel apartemen Laura, Laura yang baru saja sampai langsung berlari untuk membuka pintu kamar apartemennya.
“ Silahkan masuk Tuan…Tunggu sebentar ya Tuan. Saya ingin mandi terlebih dahulu dan juga menggantikan pakaian anak – anak. “ Ucap Laura yang langsung mendapat anggukan kepala dari Devian.
Dengan sabar Devian menunggu keluar. Setelah dirinya mandi, Laura keluar menggunakan dress tanpa tangan yang warna sangat cocok dengan kulit mulus dirinya. Axelle dan Audrey yang sudah merasa Lelah sudah tidak sanggup untuk menemui Daddy nya dan membiarkan Mommy dan Daddy nya hanya berdua saja.
Laura membuatkan dua gelas teh hangat untuk dirinya dan juga Devian. Kini Laura dan Devian duduk bersamaan di sebuah sofa di ruang TV.
Ada perasaan hangat yang di rasa Laura saat berdekatan dengan Devian. Tanpa basa basi, Devian langsung mengungkapkan semuanya pada Laura tentang dirinya sudah mengambil alih Perusahaan dan rumah milik Daddy Laura.
Terus dukung karyaku ya... .