My Kids My Hero

My Kids My Hero
Peran seorang istri dan Mommy



" Son...ada yang kau perlukan tidak untuk persiapan lomba ?" Devian bertanya pada El.


" Ku rasa tidak Dad....Semua keperluan lomba sudah di siapkan dari sekolah, itupun aku yang memilih nya. " Sahut Axelle.


" Good luck my Son...! " Daddy Devian memberi semangat pada Axelle.


" Thank you, Dad..."


" Sayangnya Daddy tak bisa menemani mu ikut ke sana, namun doa Daddy selalu menyertai mu..." Ucap Devian yang kini merangkul tubuh mungil anaknya.


" Aku ngerti Dad...Bagiku perhatian dan doa dari Daddy sudah cukup.." Axelle memeluk erat Daddy nya.


Devian sangat senang karna kedua anak nya sangat menyayangi nya meskipun dirinya dulu sempat tak mengharapkan kehadiran nya dan tak mempedulikan nasib mereka.


" Sayang...ayo kita sarapan dulu ! " Laura memanggil Devian dan Axelle yang masih di dalam kamar Axelle.


Kini mereka semua sudah berada di meja makan untuk menikmati sarapan pagi.


" Mom, aku mau roti saja pakai selai coklat. Kalau aku roti pakai selai strawberry ! " Sahut Axelle dan Audrey.


" Kalau Daddy apa ? "


" Daddy mau 2 lembar roti berisi toping selai kacang ! " Ujar Devian.


" Oh ya...kalian nanti ke Jepang lebih baik pakai jet saja ! Mami ikut saja sekalian liburan ! " Ucap Devian.


" Apa mami tidak merepotkan ? " Tanya Mami Leli yang kini menatap sang putra.


" Tentu tidak mi ! Bukankah mami sudah lama tak berlibur ? Kamu tak masalah kan sayang ? " Sahut Devian.


" Tentunya tidak sayang. Ayo mi ikutlah bersama kami ! " Ajak Laura.


" Yeay.... liburan...! " Audrey senang mendengar akan berlibur.


Laura akan memboyong ibu mertuanya , Audrey , Aurel , dan kedua baby sister anak nya dalam perjalanan ke Jepang.


" Sayang...besok kamu kan berangkat ke Jepang. Siang ini ke kantor ku ya ! " Bisik Devian di depan pintu saat akan berangkat bekerja, namun masih terdengar oleh Jo.


" Pasti ini urusan nya mesum, seperti tak ada tempat lain saja ! Mengganggu saja ! " Gerutu Jo dalam hati.


" Mengapa ekspresi wajah mu seperti itu ? Makannya cepat cari istri, biar bisa merasakan yang nikmat ! " Devian tertawa, menertawakan asisten nya.


Namun Jo tak menanggapi ucapan bos nya.


" Sekarang bisa bilang gitu, karna sudah merasakan nikmatnya milik Nyonya Laura..." Ucap Jo kesal dalam hati.


Mobil yang membawa Devian sudah sampai di gedung Abraham Group.


Devian berjalan sangat gagah dan Jo mengekor nya.


Kini dirinya sudah berada di ruangan nya dan duduk di kursi kebesarannya. Wajah serius dan dingin ekspresi wajahnya sekarang saat bekerja.


" Jo, nanti siang kamu kunjungi perusahaan El dan Tuan Ronald ! Kamu cek semuanya ! " Ucap Devian tegas.


" Baiklah...Aku akan lakukan ! " Sahut Jo namun di hatinya tetap menggerutu.


" Dia yang mau enak - enak, aku yang cape. Huhft...nasib jadi bawahan. Selalu di posisi ga enak. " Jo terus menghujat bos nya dalam hati.


*** Di Kediaman Devian ****


" Mi, aku nanti titip Aurel ya ! Nanti aku mau ke kantor Devian membawakan makan siang untuk kami makan siang bersama. " Ungkap Laura.


" Pergilah ! Bahagiakan Devian ! Kamu memang wanita pintar bisa membagi waktu mu untuk suami dan anak - anak mu ! Karna memang seorang suami juga sangat membutuhkan perhatian dari istri, meskipun hanya hal kecil." Ucap Mami Leli.


" Aku sadar itu sudah menjadi tugas dan kewajiban aku mi. Peran seorang istri dan Mommy. Melayani dengan penuh cinta. Hal ini bisa menjadi kecerdasan otak mereka dan bersemangat dalam bekerja dan belajar. Karna hati mereka bahagia. " Jawab Laura.


Laura berpamitan kepada ibu mertuanya untuk membuatkan makanan untuk makan siang mereka. Dia juga ingin mampir ke sekolah El untuk memberitahu bahwa mereka akan berangkat naik jet pribadi.


" Iya bawel...ga sabar banget si kamu ? Emangnya kamu mau ngasih aku kejutan apa sih, semangat banget ? Aku lagi masak dulu buat makan siang kita di sana, aku juga nanti mampir dulu ya ke sekolah kembar. Untuk memberitahu tentang keberangkatan El dengan Jet pribadi. " Sahut Laura.


Devian terkekeh mendengar istri nya kesal. Bukannya takut, justru dirinya merasa geli.


" Lihat saja nanti kejutan yang aku berikan untuk Mommy Laura..." Devian terkekeh.


" Ya sudah aku siap - siap dulu, sampai ketemu nanti di sana ! " Sahut Laura tak menanggapi suaminya yang menurut nya membuat lelucon.


Satu jam kemudian....


" Semua sudah selesai, sekarang aku tinggal bersiap - siap ke sekolah kembar trus ke kantor Daddy... " Ucap Laura yang makanan yang di buat nya sudah selesai.


Laura langsung naik ke kamarnya dan bersiap - siap. Tak butuh waktu lama kini dirinya sudah berdandan cantik.


Laura menuruni anak tangga dan menghampiri ibu mertuanya dan juga Aurel.


" Mi, aku berangkat dulu ya. Titip Aurel ya sus...! " Ucap Laura ke ibu mertuanya dan juga suster yang menjaga Aurel.


Laura memilih menyetir mobil sendiri. Kini dirinya sudah sampai di sekolah kembar.


Tok ....Tok...


Laura mengetuk pintu ruangan kelas Kembar. Mis. Naura keluar menemui Mommy Laura. Kembar yang melihat Mommy nya datang langsung ikut keluar menghampiri sang Mommy.


" Mommy kenapa ada di sini ? " Tanya Audrey.


" Mama ingin membicarakan masalah keberangkatan kita besok. Kalian masuk ya, lanjutkan belajarnya. Maaf setelah ini , Mommy langsung ke kantor Daddy ya sayang..." Jelas Laura.


Sedangkan kembar hanya ber O ria dan menuruti permintaan Mommy nya untuk tetap belajar.


" Begini pak, maaf mengganggu waktunya. Kedatangan saya ke sini untuk memberitahu masalah keberangkatan besok. El besok akan berangkat pakai jet pribadi Daddy nya. Jadi Rencananya kita nanti ketemu di sana aja, karna El membawa serta keluarganya ke sana pak. " Ungkap Laura


" Baiklah tak apa. Nanti kita bertemu di kota Kyoko. Lokasi nya tidak jauh dari hotel Granvia Kyoto, jadi lebih baik menginap di sana dekat dengan lokasi lomba. " Ucap guru yang mengurus perlombaan di sana.


Setelah mengobrol cukup , Laura berpamitan izin pulang. Dirinya langsung bergegas ke kantor suaminya.


Mobil yang dia bawa sudah terparkir di parkiran kantor. Dirinya langsung bergegas masuk ke dalam kantor.


Sang sekretaris Devian yang melihat kehadiran Laura, Langsung mengantarkan ke ruangan Devian.


" Sayang..." Ucap Laura.


Devian langsung menghampiri sang istri yang datang.


" Jo bukankah kau ingin ke kantor El dan Tuan Ronald ? " Ucap Devian memberi kode keras.


" Makan dulu Jo, aku sudah bawa makanan banyak. Biar kita makan bertiga ! " Ucap Laura. Namun Jo sangat tahu sifat bos nya itu. Dia tak mau mencari masalah hingga akhirnya memilih berpamitan pergi.


" Sayang sekali Jo ga mau makan...padahal aku bawa nya memang berlebih. " Sahut Laura.


" Sudahlah. Jo mungkin lebih memilih makan di luar. Nanti aku yang menghabiskan ! " Ucap Laura yang belum tau modus suaminya.


Laura menyiapkan makanan sang suami dengan telaten. Siang ini mereka makan hanya berdua di kantor bersama suaminya.


Terimakasih atas dukungan kalian, mampir juga di karyaku lainnya ya !


Kisah Aluna


Berbagi cinta : Madu dalam Pernikahan ku


Aku dan mantan kekasih suamiku


Tinggalkan jejak kalian ya, terima kasih 🙏🙏🤗😍😄😘